Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 115


__ADS_3

Sambutan selamat datang untuk Abel sudah selesai. Bahkan para tamu sudah pulang kembali kerumah masing-masing. Tinggal lah Abel dan Acarl berdua di mansion dengan suasana yang tidak sebucin biasanya. Bahkan keduanya kini berada dikamar masing-masing.


"Acarl bodoh! Bisa-bisanya dia cemburu dengan kakak! Benar-benar mau membuat darahku naik!" umpat Abel pada Acarl yang kini berada di kamar Acarl sendiri.


Rasanya Abel sangat kesal dengan sifat Acarl yang protektif padanya. Semenjak ia bertemu Acarl setelah kejadian itu, Acarl selalu menempel padanya. Dari mulai tidur, makan bahkan sampai ia mandi saja pasti Acarl akan berada diluar kamar mandi menunggunya. Seakan takut kalau Abel benar-benar akan menghilang lagi jika tidak berada disampingnya.


Sementara di sebelah kamar Abel, sekarang seorang pria sedang berkutat dengan laptopnya. Walaupun pandangan dan laptop saling menatap, tapi pikiran pria itu tidak berada di sini. Setelah melihat wajah kesal dari gadisnya tadi, membuatnya tidak tenang sampai kakinya saja tidak bisa diam sekarang.


"Gadis yang aneh. Apa dia bahkan tidak mengerti perasaanku? Aku sudah sekering ini gara-gara dia hilang, tapi malah dia suap-suapan dengan kakaknya dihadapanku." gerutu pria itu yang tak lain adalah Acarl.


Laptop didepannya menyala dengan menyaksikan pemiliknya yang murung, dan itu berlangsung sampai Acarl bangkit berdiri untuk pergi ke luar dari kamar. Dirinya sungguh ingin menenangkan pikirannya dan menghirup udara segar. Tapi...


Kriett....


Mata hazel dan biru emerald itu bertemu setelah dua pintu yang dibuka bersamaan. Menatap antara terkejut, juga rasa kesal di antara keduanya. "Mau kemana?" tanya Acarl dingin membuat Abel yang tadinya menatap Acarl kagum menjadi melengos dengan kesal.


"Cari udara. Kenapa?" balas Abel dengan dingin sama seperti Acarl yang bertanya padanya tadi.


Acarl hanya mengangguk lalu berjalan mendahului Abel yang masih berdiri diam di depan pintu. Bukan maksud Acarl juga untuk meninggalkan Abel sendiri, tapi dia cukup malu untuk memulai perdamaian. Apalagi sekarang, Abel yang melihat Acarl meninggalkannya dengan kesal.


Di atap mansion dengan angin yang berhembus lumayan kencang, menjadi teman Acarl saat ini. Bukan keinginan Acarl untuk merasakan hubungan seperti ini, tapi kalau boleh jujur ini kali pertama Acarl mencoba mencintai seseorang selain ibunya. Dan disinilah Acarl mendadak menjadi egois jika menyangkut Abel.


Sementara Abel yang berada di taman belakang tempatnya tidur pertama kali bersama Acarl. Ayunan yang memiliki cerita dimana Abel dan Acarl merasakan degup jantung yang sama. Walaupun Abel tau apa maksud dari sikap Acarl padanya, tapi Abel tidak ingin merasa terkekang dengan sikap protektif Acarl sejak ia diculik waktu itu.


Dalam hembusan nafas yang bersamaan, Acarl serta Abel sama-sama menyadari bagaimanapun juga ini bukanlah sikap yang tepat. Dan jujur, mereka tidak kuat untuk terpisah seperti ini. Acarl turun dari atap sementara Abel berjalan menuju atap, dan itu membuat keduanya bertemu lagi di tangga sebelah lift.


"Emm, aku..."


Grebb....


"Jangan menatapku begitu. Ini salahku yang terlalu egois,"

__ADS_1


"Aku juga salah karna tidak menghargai perhatianmu."


Dalam pelukan hangat itu, Abel dan Acarl mengeluarkan segala unek-unek mereka masing-masing. Menyadari keduanya tak bisa berpisah, membuat mereka tertawa kecil mengingat pertengkaran seperti anak kecil tadi. Walau begitu, itu menyadarkan keduanya untuk tidak berpisah secara kekanak-kanakan seperti tadi.


"I really miss you Abelrta Gourich Guston." ungkap Acarl jujur sebelum akhirnya bibir hangat itu menyentuh bibir pink lembut milik Abel dengan perlahan dan dalam.


Mansion kosong dan sejuknya malam hari, menjadi saksi perdamaian antara Abel dan Acarl.


 --------------


Rok selutut dengan kemeja putih dan rompi berwarna cream mengawali pagi indah di depan sekolah yang kini ada didepan mata Abel. Gadis itu tanpa malu berlari kecil sembari melompat-lompat dan tidak lupa dengan senyumnya yang selalu ada di sepanjang jalannya menuju kelas.


"Karpet terbang loncat-loncat," sindir seorang siswi sekaligus sahabat Abel yang sangat disayanginya itu. Siapa lagi kalau bukan Falida yang sejak tadi memperhatikan gadis yang tersenyum aneh melayang-layang di sepanjang lorong.


Sungguh, semalam dan pagi ini adalah hal yang indah semenjak ia berdamai lagi dengan Acarl. Pagi tadi, ia membuka mata dengan segar dan langsung mendapat perlakuan bagaikan ratu dari Acarl. Sarapan yang dibawa ke kamar, menggantikan kapas di luka Abel, sampai mengantarkan ke sekolah juga Acarl lakukan.


"Seneng banget cantik?!" sapa Rian yang mencegat Abel di belokan kelas. Sementara Abel tersenyum menatap Rian dengan malu-malu karena ketahuan sedang bahagia tingkat dewa.


"Rian kelihatan lebih ganteng hari ini." ujar Abel memuji Rian dengan senyum yang masih bertebaran di wajahnya. Dan hal itu mampu membuat Rian tersipu malu sendiri, sampai akhirnya Abel meninggalkan Rian yang mematung dengan rona merah dipipinya.


Bukan hanya karena Acarl yang membuatnya bahagia saat ini, tapi juga kembali ke sekolah yang hampir seminggu ia tinggalkan. Beruntung Acarl sudah mengurus semua, didukung Eron yang notabene pemilik sekolahan ini.


Dear students


Break time has come...


Suara lantang yang terdengar sampai ke ujung sekolah itu, membuat Abel langsung keluar dan menuju kantin tempat Falida menunggunya. Dan benar saja, di bangku yang biasa mereka tempati sudah ada Falida dengan cheesecake kesukaannya.


"Lama bener yang lagi seneng ini," sindir Falida pada Abel yang terlihat selalu tersenyum sejak pagi tadi.


"Hihi, gue beneran bahagia hari ini." balas Abel jujur sembari memakan suap demi suap kebab yang ia beli sebelum duduk dibangkunya.

__ADS_1


Falida berdecih saat mengingat semalam gadis didepannya yang terlihat marah pada Acarl. Dan apa sekarang? kini gadis itu malah tersenyum bak orang gila baru. "Kalo iri nggak usah gitu juga kalik!" ledek Abel pada Falida yang menatapnya jijik.


"Siapa juga yang iri sama lo!" kesal Falida membuat Abel tertawa karenanya.


"Yadeh iya, nggak cemburu!" balas Abel sampai tak sadar ada orang yang kini berjalan mendekat padanya dan Falida.


Seseorang itu berhenti sambil menatap Falida yang sedang asik dengan cheesecake didepan gadis itu. "Boleh gabung nggak nih?" tanya seseorang itu yang yang lain adalah seorang lelaki.


"Gabung aja kalik, kayak ini punya gue aja." jawab Abel dengan santai. Berbeda dengan Falida yang tidak sanggup menatap pria yang berdiri disebelahnya.


"Falida, geser dikit..."


.


.


.


.


.


Halo semua 😂


Kangen nggak?


Maap baru up sekarang:(


Maklum lagi tugas banyak banget 😭


Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤭

__ADS_1


Dukung wajib 👌


See you next part:)


__ADS_2