Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 79


__ADS_3

Menikmati kebersamaan tanpa ada yang menganggu. Sungguh indah dan menyenangkan sangat dirasakan Acarl dan Abel. Dengan status yang mulai jelas, Acarl semakin bersemangat untuk terus setia pada gadisnya. Gadis yang hadir dalam hidupnya, memberi warna pada es yang tertancap dihatinya.


"Aku tidak pernah melihatmu bekerja," ujar Abel yang sedang menikmati bersandar didada Acarl.


"Aku mau menghabiskan waktuku bersamamu sejenak." ujar Acarl sembari mengusap rambut kecoklatan senada dengan mata yang Abel punya. Abel menegakkan tubuhnya, melihat Acarl yang sedang menutup matanya menikamati suasana yang ada.


Plak...


"Aww!!" pekik Acarl saat tangannya tertampar lumayan keras dan dilihatnya gadisnya sebagai pelaku utama.


"Pulang!" sungut Abel dengan tatapan datar menatap Acarl.


"Kenapa sih, kita kan masih berlibur disini." ujar Acarl lembut menahan panas tangannya yang ditampar Abel.


"Nggak! Yang libur itu aku, kamu kerja!" sanggah Abel dalam posisi masih sama dan ekspresi yang sama juga. Acarl menatap gadisnya yang sedang cemberut namun datar itu , tak sengaja tertawa geli. Meraih kepala gadis itu, Acarl kembali membaringkan tubuh Abel untuk bersandar didadanya lagi.


"Sayangku, sebelum kesini aku udah siapin semua kok. Kerjaan udah aku lembur, meeting udah dijalanin. Kamu tenang aja," jelas Acarl dengan tersenyum dengan kedua tangan yang mengapit pipi Abel sampai bibir Abel mengerucut.


"Beneran? aku gamau nanggung kalo ada apa-apa." jawab Abel setelah menghempaskan tangan Acarl yang ada dipipinya membuat Acarl gemas dan terkikik melihat wajah Abel.


"Kamu mana ada ganggu," jelas Acarl membuat Abel sedikit lega. Sudah cukup dia membuat keluarganya hancur, jangan keluarga Acarl juga dia hancurkan.


...----------------...


Tiga hari, tiga hari yang menyenangkan untuk Abel dan Acarl. Kini keadaan sudah seperti semula, Acarl bekerja dan Abel bersekolah. Yap , karena Abel mengambil kelas kilat jadi dia tidak menikmati libur panjang seperti anak sekolah yang lain. Beruntung ada Falida yang juga ikut kelas kilat, jadi walau terpisah kelas dia masih ada teman untuk berangkat dan pilang sekolah.


Sepanjang jalan pulang, Abel melihat ponselnya untuk melihat pesannya sudah dibalas atau belum. Walaupun harinya selalu diliputi kelelahan, tapi hari ini tidak boleh tertunda lagi. Harus ! sebelum dirinya menjadi wanita pemberi harapan palsu. Oh BIG NO untuk Abel menjadi seperti itu.


Getar diponselnya membuat Abel langsung mengecek ponselnya, dan dengan seringainya Abel langsung menghubungi Acarl.


"Emely!!!! bantu aku bersiap-siap!!" teriak Abel begitu dirinya masuk kedalam mansion, dan Emely yang selalu bertugas didalam mansion tentu mendengar teriakan Abel yang nyaring itu.


Emely langsung bergegas datang ketempat Abel berteriak, dan ditemukannya Abel yang berlari menuju kamarnya. "Nona, ada apa?" tanya Emely ikut panik.


"Aaaa untung kamu cepat, bantu aku bersiap-siap ya," pinta Abel yang langsung diangguki Emely patuh.

__ADS_1


Bergegas menuju kamar mandi, Abel melakukan ritualnya dengan cepat. Bergegas keluar dengan langsung memakai dress yang sudah Emely siapkan untuknya dan jangan lupa sedikit polesan make up tipis yang menghiasi wajahnya. "Bagus, terimakasih Emely." ujar Abel yang langsung bergegas keluar kamar dan menuju ke tempat pak Terry berada.


"Pak Terry, antarkan saya ." Tak menunggu waktu lama, Pak Terry dengan sigap langsung menyiapkan mobil dan mengemudikan mobilnya sesuai arahan Abel.


Doeng...


Dua pria yang saling tatap menatap dengan tajam, menjadi pemandangan Abel setelah sampai ke tempat tujuannya. Dua pria dengan wajah yang mirip namun berbeda generasi itu, belum mengalihkan tatapannya walaupun mereka tau kalau Abel sudah datang dan duduk disebrang meraka.


"Hei! Abel menyuruhku kesini, dan apa yang kau lakukan disini?" ucap pria dengan tatapan tajamnya menatap pria didepannya.


"Aku yang seharusnya tanya begitu! Apa yang kau lakukan malam-malam ketemu cewe! Bukannya menyiapkan waktu untuk mencari tempat kuliah malah mau ngedate!" jawab pria satunya tak terima disergap duluan.


"Ya... karena aku masih libur! Dan apa kau? kau seharusnya kerja bukan?!"


"Lalu? ini sudah jam pulang ege!"


"Ehem..." deheman manis dari Abel membuat tatapan tajam kedua pria didepannya langsung mengarah pada Abel.


"Hai kalian? apa kabar nih?" sapa Abel sekedar basa-basi.


"Sangat baik sebelum aku melihat anak ini disini," sindir salah satu pria dengan tangan menunjuk pria disampingnya.


"Eron, Rian.. Sstttt pusing aku!" pekik Abel sembari tangannya menepuk jidatnya melihat dua orang yang satu darah yang beradu mulut tanpa henti.


Kedua pria itu langsung duduk tenang dan menatap Abel seakan meminta penjelasan yang pasti, kenapa mereka dipertemukan dalam satu tempat ini. Abel yang mendapat serangan langsung itu mendadak cengo seakan orang paling salah disitu.


"He-hei!!! Ngapain natap aku sampe begitu?" kesal Abel dengan memicingkan mata sok tidak terima ditatap seperti itu.


"Kenapa kamu ngajak dia?? bukannya kita mau ngedate berdua aja?" tanya Eron dengan puppy eyes nya membuat Abel bergidik ngeri melihatnya. Kalau saja itu Acarl, pasti dia sudah gemas.


"Ehem... Eron, ada yang mau aku omongin sama kalian berdua. Jadi~i, kalian duduk diam sampai aku umumin satu pengumuman penting yang tidak boleh kalian berdua lewatkan. Apalagi ini demi hubungan kakak adek kalian." jawab Abel penuh nada. Sedangkan para pria didepannya saling tatap lalu melengos lagi seakan tidak suka satu sama lain di sebut adek kakak.


"Cantik mau kasih pengumuman apa sih?" tanya Rian membuat Eron yang mendengar bertingkah seolah dirinya mutah-mutah saat Rian bertanya pada Abel dengan nada yang di cute cute kan.


Rian melirik tajam kakaknya yang laknat dan kembali menatap Abel lembut. " Sebenarnya, aku..." jawab Abel menggantung dengan menatap kedua pria didepannya bergantian.

__ADS_1


"Yaaaa????" ucap kedua pria itu pada Abel untuk meneruskan kalimatnya.


"Aku....."


"Apakah perasaanku terbalaskan?" batin Rian tersenyum membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi.


"Apakah Abel akan menyatakan cintanya padaku?" batin Eron yang berharap itu yang akan diucapkan Abel.


"Aku sudah berpacaran dengan Acarl," ucap Abel cepat membuat senyum kedua pria didepannya luntur dan berganti tusukan didada mereka masing-masing.


Eron meggelengkan kepalanya menolak kenyataan yang dikatakan Abel. "Hahahaha, si kepala es itu berpacaran denganmu yang manis ini?"


Tukkk....


Pukulan dikepala Eron, membuat si empunya kepala langsung menoleh ke pelaku pemukulan. Matanya membola tatkala melihat pelaku yang amat familiar didepan matanya. "Habislah aku, siapapun tolong selamatkan kepala ku!!!!" batin Eron meringis saat pelaku pemukulan itu adalah. Acarl.


"Kau bilang apa tadi?" tanya Acarl penuh penekanan pada Eron yang sekarang menyengir dengan watados nya. Sedangakan sang adik terkikik pelan melihat kakaknya yang sudah kemakan umpatannya sendiri.


"Aduh, tiga pria ini!!"


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙

__ADS_1


Dukung wajib 😁


See you next part:)


__ADS_2