
Seorang gadis yang hatinya tergoyah, antara dia senang atau sedih saat ini. Di satu sisi dia senang saat dia bisa menghabiskan waktu bersama dengan ayahnya, dan disisi lain dia sedih karena ini mungkin yang akan dia rindukan setelah tinggal di mansion Acarl.
Berjalan menyusuri taman kota yang indah dimalam hari, Abel terlihat layaknya anak kecil yang pertama kali diajak keluar oleh ayahnya. Bagaimana tidak? dia melihat permen kapas langsung beli, boneka panda yang imut langsung beli. Sedangkan sang ayah hanya diam dan tersenyum menatap putri kecilnya yang sekarang terlihat dewasa diluar namun masih memiliki sifat anak-anak didalamnya.
"Ayah!!!! kita harus melukis wajah!!" teriak seorang gadis berkuncir dua itu sambil berlari-lari kecil menuju stand yang menyajikan jasa melukis wajah itu.
Tanpa penolakan, tuan Guston pun mengangguk mengiyakan ajakan putri kecilnya itu. Mendekati stand itu, Abel yang sudah tiba lebih dulu sudah memilih motif apa yang akan dicoretkan kewajahnya itu. Dia memilih motif hujan kucing, bahkan dia juga sudah memilihkan motif untuk ayahnya yang baru datang.
Diam sambil menikmati setiap sentuhan kuas diwajahnya, Abel tersenyum dan mencoba memasukan semua hal yang dia lakukan hari ini dengan ayahnya kedalam memori yang tak akan pernah hilang dalam ingatannya. Setidaknya bekal untuk besok sudah dia persiapkan. Bekal obat rindu dengan ayahnya.
"Ayah, kenapa kamu imut sekali??" ujar Abel yang sebenarnya mengejek ayahnya yang sekarang terlihat sangat berbeda dari biasanya.
Riasan untuk orang yang sudah tua itu adalah kelinci. Wajah kelinci terlihat memenuhi wajah ayahnya. Seketika membuat tawa yang ditahan Abel pecah setelah mengucapkan ejekannya pada ayahnya.
"Apa kamu ingin menjadi anak durhaka??" tanya sekaligus ancam tuan Guston pada Abel setelah melihat pantulan dirinya yang terlihat imut, atau lebih tepatnya terlalu imut.
"Hahahahahahaha.... maaf," tawa Abel.
Tanpa disadari, kegiatan ayah dan anak itu tak lepas dari sepasang mata yang melihat mereka berdua. Dengan benda pipih yang ada ditangannya, orang itu memotret setiap gerak-gerik Abel dan tuan Guston.
"Halo tuan? saya sudah kirimkan fotonya melalui email anda." ujar orang itu pada orang diseberang telfon nya.
--------------------
30 menit yang lalu
"Jika itu saya tidak tau,Tuan." jawab Cheiz apa adanya sambil melirik kepalan tangan Acarl.
"Apa anda benar tuan saya kenal ?" tanya Cheiz pada dirinya sendiri saat melihat reaksi Acarl terhadap semua jawabannya yang menyangkut Abel.
"Sudahlah, sekarang kau ikuti setiap langkah yang dilakukan gadis itu sekarang! jangan sampai dia mencoba kabur dari aku! " perintah Acarl tak terbantahkan.
"Baik ,tuan." jawab Cheiz dan berdiri dari duduknya sekaligus meminta izin untuk segera pergi dari ruangan Acarl.
Setelah mendapat anggukan dari Acarl, Cheiz segera menggerakkan rencana untuk tau keberadaan Abel saat ini. Dengan menyuruh anak buahnya, Cheiz stay dengan benda pipihnya sampai dia menerima kabar mengenai hal yang dimintanya.
__ADS_1
Jika kalian bertanya kenapa Cheiz tidak pergi sendiri? jawabannya adalah Cheiz kan asisten pribadi Acarl saat ini. Jadi dia tetap stay ditempat, berjaga-jaga jika Acarl membutuhkan sesuatu .
Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, beberapa foto masuk kedalam emailnya. Setelah puas dengan hasil yang didapat, Cheiz pun menyuruh anak buahnya menyudahi mengikuti Abel. Cheiz pun segera mengirimkan foto tersebut ke email Acarl.
Mengetuk pintu ruangan Acarl. Setelah mendapat jawaban dari dalam ruang kerja Acarl, Cheiz pun masuk dan menundukkan kepalanya sebentar.
"Tuan, saya sudah mengirimkan foto dalam email anda." ujar Cheiz pada Acarl. Seketika Acarl yang mendengar pun segera mengambil laptopnya dan membuka email yang dikirimkan Cheiz padanya.
"Siapa lelaki ini?" tanya Acarl pada Cheiz.
"Seperti yang terlihat, dia adalah ayah dari nona Guston. Saat ini nona Guston terlihat ditaman kota sedang menikmati kebersamaan hanya dengan ayahnya,Tuan" jelas Cheiz rinci.
"Baiklah kau boleh pergi." ujar Acarl .
Mendengar perintah Acarl, Cheiz pun pergi meninggalkan Acarl dalam ruangannya sendiri. Melihat Cheiz yang sudah pergi, Acarl mengamati setiap foto yang dikirimkan Cheiz padanya.
"Apa ayahmu adalah kelemahanmu?" gumam Acarl sambil mengganti setiap foto ke foto yang lain.
Wajah cantik yang berhiaskan gambar kucing itu membuat Acarl seketika terpaku dengan senyum gembira gadis itu. Acarl akui jika gadis itu cantik dan menarik, namun dia hanyalah sebuah mainan bagi Acarl untuk menggoyahkan ayahnya yang sombong itu.
Memang selama ini Acarl sudah menjadi CEO, namun masih ada dalam genggaman ayahnya. Dan itu membuat Acarl muak, karena sebenarnya ini adalah perusahaan ibunya. Namun dengan trik menggoda ala ayahnya membuat sang ibu luluh sampai menyerahkan perusahaan pada ayahnya. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, tuan Xelone berubah drastis seperti tak mengenal ibunya bahkan sampai menyiksa Acarl dan ibunya.
Mengingat itu membuat Acarl hancur, saat-saat suram yang terus menghantuinya itu membuat Acarl bertekad untuk merebut kembali perusahaan milik ibunya itu secepatnya.
...----------------...
Lelah berkeliling taman kota, Abel dan tuan Guston pun memilih untuk pulang. Bahkan sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Sesampainya dirumah, Abel yang sudah dilanda kantuk pun memilih segera menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri dan langsung tidur.
Melupakan sesuatu yang akan terjadi besok, Abel berharap hidupnya akan bahagia. Memejamkan matanya, tanpa menunggu lama Abelpun telah sampai pada alam mimpinya.
Kriettt......
Suara pintu dibuka, menampilkan sosok tuan Guston yang didepan pintu kamar Abel. Melihat jika putrinya sudah tertidur, tuan Guston pun berjalan pelan untuk mendekat pada putrinya itu.
__ADS_1
Tangan lembut seorang ayah itupun mendarat sempurna dipucuk kepala Abel. Memberi usapan lembut, tuan Guston mengusap sayang pada Abel.
"Maafkan ayah yang selalu menyusahkan mu," ujar tuan Guston pelan takut membangunkan Abel.
Setelah mengucapkan itu ,Tuan Guston berbalik meninggalkan kamar tidur Abel. Dengan nafas berat yang dia keluarkan, Tuan Guston pun menutup perlahan pintu kamar tidur Abel.
.
.
.
"Abel!!!!!!!" teriak seorang lelaki dengan kencang nya . Abel yang mendengar segera berlari menuju sumber suara.
"Apa kau ingin mati sekarang?" tanya lelaki itu pada Abel saat Abel sudah datang .
"Maaf tuan."jawab Abel sambil menundukkan kepalanya takut.
"Apakah kata maaf mu bisa dijamin untuk tidak melakukan kesalahan lagi?" tanya lelaki itu menintimidasi Abel.
Masih menundukkan kepalanya, Abel tidak menjawab pertanyaan lelaki itu. Tak lama kemudian, tubuh kecilnya terbentur kebelakang karena dorongan keras dari arah depannya. Dilihatnya sorot mata itu menatapnya tajam.
"Wah.. kau berani tidak menjawabku?" tanya lelaki itu dengan nada kesalnya.
"Maaf tuan," jawab Abel dengan masih menundukkan kepalanya.
Tangan yang mendorongnya tadi seketika secara tiba-tiba telah terdapat pisau disana . "Kau tau jika pisau ini tajam?" tanya lelaki itu dengan mengarahkan pisaunya kearah Abel.
Merasa takut , nafas Abel pun terengah-engah. Dan dengan tanpa perasaan ,lelaki itu semakin mendekatkan pisau tersebut pada leher Abel . Dan.........
Hay aku up lagi 😘
Makasih buat yang masih setia menunggu ❤️
Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙
__ADS_1
see you next part:)