
Acarl yang memang tidak bekerja hari ini, memilih untuk menikmati hembusan pantai di balkon kamarnya. Tentu saja dengan Abel di sampingnya, bukan disamping tapi di belakangnya. Atau lebih tepatnya berada diruang tamu bersama Keira dibelakang Acarl.
Canda tawa terdengar nyaring ditelinga Acarl. Seolah keberadaan itu tidak dianggap sama sekali. Rasa gemuruh di dada Acarl memuncak saat tawa itu tak berhenti dan malah bertambah keras saja. Acarl berbalik dan menatap kesal kearah dua gadis beda generasi itu, tapi yang ditatap tidak merasa sama sekali.
Acarl berjalan menuju meja didekat Abel, mengambil ponselnya dan berbalik ke balkon lagi. Sebenarnya, mengambil ponselnya tadi itu hanya ingin melihat Abel meliriknya atau menoleh padanya. Tapi harapannya pupus, karena Abel sama sekali tidak menoleh pada Acarl.
Acarl yang sudah diambang rasa kesal, akhirnya balik lagi di meja dia mengambil ponselnya tadi. Meletakan dengan keras, dan itu mampu membuat Abel menoleh karena terkejut. Acarl yang melihat Abel menoleh padanya tidak merasa senang lagi, tapi rasa kesal yang sudah memuncak yang dirasakan Acarl saat ini.
"Bawakan aku smoothies apa saja!" perintah Acarl pada Abel dengan datar. Abel yang menyadari hawa tidak menyenangkan dari Acarl, berusaha setenang mungkin dan mengangguk mengiyakan perintah Acarl. Abel segera bangkit dan berjalan menuju ruang makan, sampai dia melupakan Keira yang tertinggal di kamar Acarl .
"Kakak cantik mau kemana?" pekik Keira yang sudah tidak didengar Abel, karena Abel sudah keluar dari kamar Acarl. Keira lah menatap Acarl seperti meminta jawaban. Acarl yang juga menoleh pada Keira karena pekikannya tadi, hanya menjawab dengan mengangkat bahunya acuh.
"Kakak bos cemburu ya liat aku sama kakak cantik," tanya Keira yang langsung mendapat pelototan dari Acarl. Gadis kecil itu hanya tersenyum mengejek melihat pelototan Acarl.
"Kakak cantik itu lembut banget, kalau kakak bos mau deketin kakak cantik ya harus banyakin senyum," lanjut Keira dengan mempraktekkan senyum polos dan manisnya.
"Senyum? aku ? senyum?" batin Acarl bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Masih dalam pikirannya, Acarl sampai tak menyadari jika Abel sudah kembali. Hingga smoothies tersaji didepannya, Acarl masih belum menyadarinya. Sedangkan Abel yang selesai menaruh smoothies pesanan Acarl, langsung berbalik ketempat Keira bermain.
"ARGHHHH AKU TIDAK BISA SENYUM!" teriak Acarl sambil menjambak rambutnya sendiri yang langsung membuat Abel terjengkal ,begitu juga Keira yang tadinya berniat ingin menghampiri Acarl untuk menyadarkannya.
Acarl yang sudah sepenuhnya sadar, melihat terkejut juga dengan keberadaan Abel yang sudah ada dihadapannya. Setengah malu, Acarl mengeluarkan ekspresi datarnya tanpa menatap Abel maupun Keira. Wajah datar dengan semburat merah itu terlihat menggelikan, namun juga mengkhawatirkan bagi Abel.
"Tuan, ada apa? apakah anda ingin belajar tersenyum?" tanya Abel polos yang langsung membuat semburat merah di wajah Acarl semakin memerah. Tanpa menjawab, Acarl berbalik setelah mengambil smoothies nya dan kembali menuju balkon.
Ada apa dengannya? gumam Abel.
Keira, gadis kecil nan polos itu menyaksikan semuanya. Senyum geli terbit begitu saja di wajah Keira sambil melihat punggung Acarl yang berdiri di balkon itu. Tak disangka jika Acarl tadi memikirkan sarannya. Dengan apa yang dilihatnya ini, Keira sudah memastikan jika Acarl benar menyukai Abel.
"Kakak bos, kurasa nanti malam aku ingin tidur bertiga dengan kalian," ujar Keira sambil tersenyum manis. Abel melongo mendengar permintaan Keira, sedangkan Acarl langsung melihat kebelakang dan langsung mendapati kedipan mata kecil dari Keira.
__ADS_1
Acarl yang tadinya merasa sangat malu, entah kenapa rasa itu menguap begitu saja. Melihat kedipan mata gadis kecil itu, membuat Acarl merasa jika inilah kesempatannya.
"Itu tidak bisa ,Kei. Kakak bos sedang sibuk, jadi kita tidak boleh mengganggunya." ujar Abel lembut . Tapi Keira tetap Keira, anak kecil keras kepala yang kekeuh dengan apa yang dia mau. Abel menoleh pada Acarl, dan hanya mendapati Acarl dengan ekspresi datar seperti biasa.
"Tuan, saya akan membujuk Keira lagi." ujar Abel yang mengira jika Acarl tidak menyukai ide Keira .
"Tunggu!" ujar Acarl yang membuat Abel kembali menoleh padanya.
"Bukankah hanya tidur bersama? daripada mendengar jeritannya terus, lebih baik tidurlah bersamaku nanti malam ." lanjut Acarl . Tentu saja Abel terkejut dengan apa yang didengarnya, dan malah berpikir jika orang yang berdiri di balkon itu bukanlah Acarl.
"T-tuan, tapi kita bisa mengganggu kerja anda," ujar Abel mencoba untuk menolak permintaan Keira yang disetujui Acarl itu.
Acarl yang entah harus menjawab apa, langsung melirik pada Keira yang berada didekat Abel. Keira yang paham arti lirikan Acarl, mencoba untuk kembali membujuk Abel . " Kakak cantik, aku mohon. Aku belum pernah tidur bersama , bahkan di resort ini aku tidur di tempat tidur yang berbeda dari mama. " ujar Keira yang membuat Abel menatap Keira sendu.
"Tapi, Kei. Nanti kalau kakak bos terganggu gimana? Kan kakak bos harus bekerja," bujuk Abel lagi. Sebenarnya Abel tidak masalah dengan tidur bersama, tapi jika itu dengan Acarl maka itulah masalahnya.
"Aku tak ingin mendengar rengekan, aku tak suka berisik. Jadi kalau kau mau urusanmu denganku cepat selesai, maka lakukan saja." ujar Acarl datar .
Abel yang mendapat ancaman dari Acarl, akhirnya menghela nafas dan menyakinkan diri untuk siap malam ini. Hanya tidurkan?
"Baiklah, sekarang saya mau membereskan barang saya dahulu. Saya permisi dulu ,Tuan." ujar Abel pamit menuju kamarnya . Berniat mengajak Keira bersama, tapi Keira menolak dengan menggelengkan kepalanya. Akhirnya Abel menuju kamarnya sendiri.
Selepas Abel keluar dari kamar Acarl, Keira menatap Acarl tajam. Sedangkan Acarl yang ditatap seperti itu, ikut menajamkan matanya .
"Kakak bos payah! Mana ada orang yang membujuk dengan kasar seperti itu!" kesal Keira pada Acarl. Acarl yang mendapat serangan dari Keira ,mencoba berpikir kenapa dia tadi langsung mengucapkan kata ancaman untuk Abel.
"Apa mungkin aku sudah terbiasa dengan kalimat itu jika berurusan dengannya?" batin Acarl.
Acarl menghela nafasnya lelah. Berpikir soal perempuan membuatnya pusing sendiri , apalagi ditambah Keira yang masih setia menatapnya tajam. "Yang penting dia sudah mau ikut." ujar Acarl yang bertujuan agar Keira menghentikan tatapannya itu.
Dan benar saja. Sekarang Keira sudah mengalihkan pandangannya pada boneka yang dia pegang sejak tadi, lalu kembali menoleh pada Acarl. "Kakak bos beneran suka sama kakak cantik?" tanya Keira .
__ADS_1
Acarl yang mendengar kalimat itu, langsung tersedak smoothies yang saat ini sedang dia minum. Berpikir soal itu, Acarl belum tau apa dia menyukai Abel atau tidak. Bahkan jika dipikir-pikir lagi, Acarl yang berusia 22 tahun menyukai Abel yang berusia 16 tahun. Jarak usia mereka saja lumayan jauh.
"Kakak bos tidak tau?" tanya Keira lagi karena tidak mendapat jawaban dari Acarl. Acarl tersadar dari lamunannya dan menatap Keira dengan tatapan yang entah apa artinya itu.
"Perempuan itu rumit, dan aku bingung menjelaskannya." ujar Acarl.
"Benar dugaanku, Kakak bos memang payah!"
.
.
.
.
.
.
Hay semua ❤️
maafin aku yang baru up😭
Sedih akutu kalau terhalang signal kayak gini😫
Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙
dukung juga boleh 😁
See you next part:)
__ADS_1