Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 20


__ADS_3

"HAI KAWANN!!!" teriak Eron saat memasuki ruangan Acarl.


Mendapat teriakan dari temannya, Acarl menatap datar Eron yang datar dengan menggelengkan kepalanya pelan. Namun tak lama , Acarl melihat kemeja yang dipakai Eron . Kemeja yang sama persis dengan kemeja yang dipakai pria yang berbincang dengan Abel tadi.


Eron yang merasa ditatap pun akhirnya melambaikan tangannya didepan wajahnya sendiri, dan benar saja Acarl langsung tersadar .


"Kenapa menatapku? Aku tau kau sudah lama berhati kosong, tapi jangan berbelok padaku juga" ujar Eron dengan polosnya.


"Apa kau ingin mati secepatnya?" ancam Acarl yang membuat Eron bergidik ngeri.


Eron adalah teman semasa kuliah Acarl. Karena memiliki kesamaan bidang yang disukai membuat mereka berteman. Bahkan mereka sering bersama diluar kuliah, itulah yang membuat mereka menjadi teman sampai sekarang.


"Sikap dingin mu ini yang membuat para wanita jauh darimu" ejek Eron dengan menyilangkan tangannya di dada dan duduk didepan Acarl.


Mendapat ejekan dari orang yang duduk didepannya, membuat Acarl mendengus tidak suka. "Ada apa kau ingin menemuiku?" tanya Acarl mengalihkan pembicaraan yang berujung pembullyan untuknya.


"Tak ada, aku hanya berkunjung. Apakah tidak boleh?" jawab sekaligus tanya Eron pada Acarl.


Rasanya lidah Acarl sudah gatal ingin menanyakan apa benar jika yang dia lihat berbincang dengan Abel adalah orang didepannya. Namun niat itu ia urungkan, mengingat bahwa untuk apa dia menanyakannya. " Boleh dan sekarang keluarlah" jawab Acarl.


"Huh ,dasar pengusiran" umpat Eron yang langsung mendapat tatapan mata yang tajam dari Acarl. Yang mendapat tatapan itu pun memilih segera berlari keluar ruangan Acarl.


 -----------------


Jam sudah menunjukkan waktu siang, atau lebih tepatnya waktu sekolah pulang . Abel yang memiliki janji dengan Eron pun menunggu tepat seperti yang diminta Eron tadi pagi. Berdiri didepan gerbang sekolah, membuat Abel merasa sedikit kepanasan karena sinar matahari.


Saat sedang menunggu, sebuah panggilan dari belakang membuat Abel menolehkan kepalanya. Dan pandangannya bertemu dengan Falida yang berdiri tepat dibelakang Abel.


"Sopir lo belum dateng?" tanya Falida setelah memastikan orang yang ada didepannya benar Abel temannya a.k.a sahabatnya.


"Eh emm belum" jawab Abel gugup . Jawaban Abel pun membuat Falida mengangkat sebelah alisnya tanda heran kenapa hanya dengan pertanyaan simpel mampu membuat seorang Abel tergagap.


"Ada apa?" tanya Falida to the poin

__ADS_1


"Wah wah.. stok cowo lu ada berapa sih? Pasti lagi nunggu cowo yang tadi pagi kan?" pertanyaan itu bukan dari Falida maupun Abel, namun dari seseorang yang berada dibelakang Falida dan sedang menatap Abel lekat dengan senyum miringnya.


Falida yang mendengar pun langsung tau siapa itu tanpa menoleh sekalipun. Abel pun sama ,namun Abel yang menyadari jika pertanyaan itu ditujukan untuknya maka diapun memilih untuk melihat orang itu.


Clara, satu nama yang sangat familiar dalam membuat masalah dengan Abel.


"Kenapa?" tanya Abel dengan nada menantang pada Clara. Clara yang mendapat respon dari Abel pun merasa senang jika permainannya berjalan dengan lancar.


"Yah gue hanya mau tanya aja, siapa tau lo mau ngaku kalo lo itu cuman jal*ng " ejek Clara namun malah membuat Abel tertawa mendengarnya.


"Hahaha... Aduhh apakah gue salah denger? Seorang Clarayta Xelone bertanya tentang kehidupan gue yang bukan siapa-siapa baginya?" jawab Abel dengan tawa diawalnya , jawaban yang pas untuk membalas Clara. Terbukti Clara yang memulai permainan namun dia yang tersulut.


"Apa lo bilang? Oh atau sekarang lo punya pendukung jadi begini?" ujar Clara dengan smirknya


"Cih, bahkan lo membicarakan diri sendiri" jawab Abel.


Din din...


Suara klakson mobil menginterupsi perdebatan antara dua orang itu. Namun bukan hanya satu mobil yang berhenti , tapi dua mobil yang saling berhadapan ,menandakan bahwa mereka berawal dari arah yang berbeda namun tujuan yang sama.


Langkah tegas yang diberikan oleh dua orang itupun membuat pandangan mata yang berada disitu langsung menatap kearah dua orang itu. Namun berbeda dengan Abel, Abel yang melihat langsung bergidik ngeri. Bagaimana tidak? orang yang ditunggu datang namun bersamaan dengan orang yang saat ini membuat pikirannya kacau.


Acarl dan Eron yang datang bersama itupun sebenarnya merasa bingung. Jika Eron berpikir pasti Acarl menjemput Clara, namun bagaimana dengan Acarl?


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Acarl saat langkahnya sejajar dengan Eron.


"Ini sekolahku" jawab Eron. Acarl yang mendengar langsung merasa bodoh saat menyadari jika dia melupakan fakta bahwa pemilik sekolah ini ada Eron .


Mengabaikan jawaban Eron, Acarl melangkah menghampiri tiga perempuan yang berada didepannya. Pandangan matanya mengarah pada Abel yang menatapnya takut. Tak berlangsung lama, pandangannya beralih pada Clara yang tersenyum padanya.


Falida yang berada ditengah-tengah hanya diam , namun penyelamatnya datang yaitu sopirnya yang datang tepat waktu. "Kurasa aku harus pulang" bisik Falida pada Abel. Belum menjawab pertanyaan Falida, namun Falida sudah lebih dulu berlari menuju mobilnya.


"Ayo" ajak seseorang secara tiba-tiba dihadapan Abel sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Ditatapnya pria yang sama dia temui saat pagi dilorong tadi. Dengan rasa canggung ,Abel membalas uluran tangan dari Eron. Momen itu tak lepas dari dua pasang mata yang berada tepat disampingnya.


Setelah membuka pintu untuk Abel, Eron segera memutari mobilnya menuju pintu kemudi. Sebelum sampai di pintu kemudi, Eron sempatkan untuk memberi senyum bangga pada Acarl yang dari tadi menatapnya.


Acarl sendiri yang melihat dua manusia memasuki mobil yang sama pun hanya diam . Tak lama dia menatapnya, karena sebuah tepukan mendarat halus dibahu Acarl yang menyadarkan Acarl dari tatapannya. Dilihatnya Clara sang pelaku.


"Ayo" ajak Acarl pada Clara dengan nada dingin.


Acarl berjalan duluan mendahului Clara. Cheiz yang melihat tuannya ,segera membukakan pintu mobilnya. Masuklah Acarl disusul Clara yang berada dibelakangnya.


 --------------------


Tepat disebuah restauran yang terbilang instagramable . Dua orang yang memiliki janji itu bersama memasuki restauran. Senyum selalu terpatri diwajah Eron saat melihat wajah cantik Abel.


Bahkan selama dalam perjalanan menuju restauran, Eron yabv mengemudikan mobilnya sendiri selalu mencuri pandang untuk melihat wajah Abel . Tidak mereka sadari, dibelakang mereka terdapat dua orang yang sama ,yang memiliki janji atau lebih tepatnya pertemuan. Acarl dan Clara.


"Abel, apa yang ingin kau pesan?" tanya Eron pada Abel. Namun bukan menjawabnya, Abel justru tercengang saat mendapati seorang Eron masih mengingat namanya dengan baik. Rona merah bermunculan di kedua pipi Abel, dan serangan kupu-kupu diperutnya membuatnya merasa tergelitik untuk tersenyum.


Melihat tidak ada respon dari Abel, Eron pun menyentuh telapak tangan Abel yang berada diatas meja. "Aishh ... aku tau aku tampan, jangan menatapku seperti itu" ujar Eron menyadarkan Abel.


"Hei, aku sedang bertanya padamu" ujar Eron setelah melihat Abel mulai sadar dengan kedipan mata dan gelengan kecilnya.


"Ah iya maaf.... kamu tadi bertanya apa?" tanya Abel


"Kau mau pesan apa?" tanya Eron dengan lembut sambil melepaskan tangannya dari telapak tangan Abel.


Abel yang baru menyadari jika tangan Eron berada ditangannya tadi, seketika juga ikut menarik tangannya sendiri. "Kurasa aku ingin memakan ....." ujar Abel terpotong saat sebuah suara familiar terdengar dari arah belakang.


"Apa kami boleh bergabung?" tanya orang dibelakang Abel.


Hai semua ❤️


Makasih buat like dan komen kalian yang dukung aku buat nerusin cerita ini😙

__ADS_1


Jangan lupa like ,komen dan vote ceritaku ya🤭


See you next part:)


__ADS_2