Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 48


__ADS_3

Berada dalam ruangan yang sama, suasana mencekam itu masih terasa sampai tulang-tulang Abel yang bahkan tidak tau dengan apa yang terjadi sekarang ini.


"Keira Ariens, bisa kau jelaskan?" ujar Eron yang menatap Keira tajam. Abel yang melihat Eron bersikap dingin dengan Keira menjadi tak terima. Sikap Eron sangat tidak pantas jika dilakukan pada Keira yang masih kecil itu.


"Maaf Tuan Eron, tapi apakah anda bisa tidak membuat Keira takut. Saya tidak tau apa permasalahan antara anda dengan Keira, tapi dengan sikap anda ini membuat Keira yang masih kecil ini ketakutan." protes Abel dengan halus namun penuh dengan sindiran.


Eron menghembuskan nafas beratnya setelah mendengar protes Abel yang mengena pada dirinya. "Keira, apa paman menakutimu?" tanya Eron pada Keira yang tentu saja membuat Acarl dan Abel menatap tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Pa-paman?" tanya Abel memastikan pendengarannya tidak bermasalah. Eron melihat Abel dan mengangguk .


Eron berjalan mendekat pada Keira yang duduk di sofa bersama Abel disampingnya. Eron berjongkok menyamai tinggi Keira yang duduk. Dengan menggenggam tangan kecil Keira, Eron tersenyum manis pada ponakannya itu.


"Dia Keira Ariens, anak dari kakakku dan..." jelas Eron menggantung . Menggelengkan kepalanya, Eron mencoba tidak mengatakannya didepan Keira.


"Dimana mama?" tanya Eron mengubah topik pembicaraan. Keira yang mendapat pertanyaan dari Eron , semakin menundukkan kepalanya karena tidak tau harus menjawab apa. Bahkan mamanya sudah mewanti-wanti agar Keira diam saja sebelum pergi ikut dengan Abel.


"Keira, paman tanya loh." ujar Eron lagi dengan lembut sekarang. Bukannya segera menjawab, Keira menangis karena takut jika dia memberitahu pamannya dia akan dimarahin mamanya, tapi jika dia tidak memberitahu pamannya pasti dia akan ditanyai terus sampai nanti .


"Tuan Eron, saya tau sebaiknya saya tidak ikut campur. Tapi Keira masih kecil, jika dihadapkan dengan masalah seperti ini akan rumit baginya." ujar Abel menengahi Eron dan Keira. Melihat gadis kecil itu menangis, membuat Abel tidak tega . Apalagi Eron yang menekannya untuk menjawab itu sangat sakit bagi Abel.


Eron yang mengerti maksud Abel, melepas genggamannya pada tangan Keira tadi dan lalu berdiri menuju kursi dimana dia duduk tadi. Sambil memijat pelipisnya karena pusing, Eron memejamkan matanya.


"Keira, ayo ikut kakak. Kamu pasti laper kan? disini ada banyak makanan loh," tawar Abel sebisa mungkin dengan ceria. Abel menoleh pada Acarl dan langsung diberi anggukan kepala.


Abel menuntun Keira turun dari sofa, kemudian menggandengnya berjalan keluar menuju kanti kantor. Selepas kepergian Abel dan Keira, Acarl menatap Eron. Teman yang biasanya cerewet itu, kini terlihat pusing bahkan diam saja tidak seperti biasanya.

__ADS_1


"Kau bisa cerita padaku kalau mau," ujar Acarl seraya menata tumpukan kertas putih dimejanya itu . Mendengar penuturan Acarl yang memberi tawaran curhat, Eron menatap tidak percaya dengan temannya ini. Tapi itu tidak penting lagi, yang penting saat ini itu adalah bagaimana bisa Keira bersama Acarl dan Abel .


"Bagaimana Keira bersama kalian?" tanya Eron tiba-tiba yang langsung menghentikan kegiatan Acarl. Acarl menoleh pada Eron lalu kembali menatap tumpukan kertas putih yang entah kenapa terpisah dari map.


"Aku dan Abel bertemu dengan Keira di resort," jawab Acarl sambil mencari kertas-kertas yang terjatuh dari meja. Eron langsung paham dengan apa yang terjadi dari jawaban Acarl itu.


"Aargghhh!!" teriak Eron, membuat Acarl terkejut . Seketika Acarl diam seperti patung seraya menatap Eron yang sepertinya sangat sangat sangat bingung dan marah dan kesal dan entah apa yang dirasakan Eron saat ini.


Disisi lain


Dua gadis beda generasi itu sudah tiba di kantin kantor. Abel menarik tangan Keira menuju salah satu stand es krim yang ada. "Bagaimana bisa dikantor dengan bos galak sepertinya ada es krim?" batin Abel.


Mengenyahkan pemikirannya, Abel beralih pada tujuannya tadi. Melihat Keira yang masih murung, membuat Abel kebingungan sendiri. Selama hidupnya, dia tidak pernah menjaga seseorang sekalipun. Dia hanya menjaga dirinya sendiri, bukan orang lain.


"Apa aku harus memulai pembicaraan dulu?" batin Abel bimbang.


"Baiklah, satu cup es krim rasa coklat siap meluncur," ujar Abel sambil tersenyum menghibur Keira. Terbukti sekarang Keira sudah mengangkat kepalanya dan menatap Abel yabg tersenyum padanya.


Tempat duduk dengan pemandangan kota yang luas, menjadi pilihan Abel dan Keira saat ini. Ditemani dengan es krim coklat dan es krim strawberry dimeja makannya, dan jangan lupa dengan lasagna dan spaghetti juga pizza keju medium itu. Juga jangan lupakan lemon squash dan milkshake itu.


"Kakak cantik, apa kakak tidak takut gemuk?" tanya Keira sambil memandang makanan yang tersaji di depannya. Abel hanya menjawab dengan gelengan kepala dan senyum cerahnya. Menurutnya makanan didepannya ini belum seberapa, bahkan ini juga dia harus berbagi dengan Keira.


Keira ikut memandangi indahnya kota dari lantai 8 gedung ini. "Kakak, apa aku anak yang nakal? Semua orang ingin sekali memarahi aku," ujar Keira tiba-tiba membuat Abel tersedak karena mendapat pertanyaan yang seharusnya tidak ditanyakan anak berusia empat tahun itu.


"Uhuk uhuk...Hey, siapa sih yang mau memarahi anak semanis dan selucu kamu ini." jawab Abel sambil mencubit hidung Keira.

__ADS_1


Keira memandangi wajah Abel yang tersenyum, lalu ikut tersenyum. Entah kenapa, senyum Abel seakan menular seperti penyakit untuknya. " Aku mau kakak cantik yang jadi mamaku," ujar Keira dengan senyum lebarnya .


Abel melongo mendengar pernyataan Keira yang diluar dugaannya. Dia mengenal Keira baru saja, tapi anak kecil ini sudah memintanya permintaan yang aneh dan berat untuknya. "Hahaha, kalau aku mamamu lalu papanya siapa?" tanya Abel hanya ingin mengakhiri pembicaraan mengenai mamanya. Tapi bukannya mengakhiri, Abel malah tidak sengaja mengucapkan kata papa yang terlarang untuk saat ini.


"Hiks Kakak, apa hiks Papa itu harus punya ya? Kalau tidak punya kenapa?" tangis Keira pecah lagi karena bahasan papa yang sensitif untuknya ini. Abel merutuki kebodohannya yang membuat suasana semakin sendu saja .


"Emmmm , menurut kakak papa itu adalah superhero nyata dan cinta pertama anak perempuannya. Tapi apa kamu tau, kalau aku ini juga bisa berperan ganda. Aku bisa menjadi mama, dan juga bisa menjadi papa," jawab Abel dengan menekan kata papa dengan suara dibuat seperti laki-laki.


Keira yang melihat Abel, tersenyum geli karena suara dan peragaan Abel yang tidak sesuai dengan tubuh kecilnya Abel. Saat ini rasanya Keira beruntung bisa bertemu dengan Abel, rasanya dia menjadi ada teman dan tidak sendiri lagi.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Maaf karena aku jarang up 😭


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙

__ADS_1


Dukung juga boleh 😁


See you next part:)


__ADS_2