Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 55


__ADS_3

Kantin sekolah yang sudah seminggu tidak dilihat Abel ini, kini sudah ada didepan Abel. Abel melangkahkan kakinya memasuki kantin bersama dengan Falida yang berada di sampingnya.


"Lo tau? gue bosen gak ada lo disini." ujar Falida dengan wajah sendunya , menggambarkan betapa kesepiannya dia saat Abel tidak ada disini.


"Sorry," jawab Abel dengan senyum bersalahnya.


"Semua orang memandangmu, lo kayak artis aja!" ejek Falida yang ditanggapi dengan tawa kecil dari Abel. Jujur saja, Abel juga merindukan temannya ini saat dia tidak bertemu seminggu ini.


"Gue emang cantik," balas Abel sambil memperlihatkan deretan giginya.


"Iya deh, sampai-sampai tuan Acarl menahanmu selama seminggu." ujar Falida dengan memelankan suaranya di akhir kalimatnya.


Abel menyikut Falida karena ucapannya yang entah kenapa membuatnya malu. Falida yang mendapat hajaran langsung dari Abel, mengaduh namun dengan tawanya karena melihat Abel yang terdiam dengan wajah memerah itu.


"Udah sampe mana sama tuan Acarl?" bisik Falida yang sedang mood menggoda temannya ini.


"Terserah!" jawab Abel dengan kesal ,lalu berjalan lebih cepat meninggalkan Falida yang tertawa mengejeknya itu.


Abel sudah sampai di stand makanan Italia, mencari makanan favoritnya yang selalu dibelinya saat sekolah. Lasagna, entah kenapa tidak pernah bosan dilidah Abel. Rasa masakan Italia itu, seakan menghipnotis indra perasa Abel saat memakannya.


Satu porsi Lasagna sudah ada didepan Abel, tersaji dengan indah dan menggoda bagi Abel. Abel yang sangat mood untuk memakan, langsung saja Abel berjalan mencari Falida yang suaj menunggunya di tempat duduk yang biasa mereka tempati.


Brakkk...pranngggg


Suara benda jatuh itu langsung menarik perhatian semua orang yang ada di kantin. Tatapan mereka langsung tertuju pada Abel dengan nampan yang sudah berserakan di bawahnya. Namun bukan hanya itu yang menjadi fokusnya. Tapi cewe didepan Abel juga menjadi fokus semua orang.


"Puas lo sudah kembali? PUAS LO UDAH ANCURIN IDUP GUE?!" teriak cewe itu pada Abel yang masih menunduk menatap Lasagna yang seharusnya berada diperutnya, malah berantakan mengotori lantai kantin itu.


"Banyakkan kejunya dan jangan lupa pastikan tetap hangat." ujar Abel pelan sebelum menatap nyalang pada Clara yang membuat Lasagna nya jatuh.


"Apa?!"


"Lo nyuruh gue ganti makanan yang lo punya?" lanjut Clara yang tak percaya dengan apa yang didengarnya. Bukan jawaban yang menyakitkan, namun malah permintaan ganti rugi yang didengarnya.


"Lalu? apa salah Lasagna ku sampai lo menjatuhkannya?" tanya Abel seraya menatap tajam pada Clara.

__ADS_1


"Ahaha, lo mau alihin topik? Jangan harap!" balas Clara seraya mendorong bahu Abel berkali-kali.


Abel menepis tangan Clara yang menyentuhnya itu. Rasanya risih sekali bagi Abel. "Huh, lalu lo maunya apa?" tantang Abel yang sangat jengah sendiri pada Clara yang membuatnya menjadi tontonan sekarang.


"Akui kebusukan lo sekarang! " jawab Clara yang langsung mendapat smirk Abel yang menertawakan apa yang disuruh Clara padanya.


"Kebusukan apa?" tanya Abel halus namun penuh dengan aura menantang itu.


Clara mengeluarkan smirknya dan melipat tangannya didada setelah mendengar pertanyaan Abel. " Lo cuma j**ang yang hanya bisa sembunyi dibelakang pria saja. Lo akui semuanya, akui kalau lo menggoda kakak gue sampai-sampai dia bantu lo buat nyingkirin bokap gue!" ujar Clara yang tentu saja membuat seisi kantin terkejut mendengarnya.


"Hahahaha, aduhhhh lo lucu banget deh! Tanpa sengaja lo mengakui kecantikanku kan?" balas Abel dengan tawanya karena merasa apa yang dikatakan Clara itu lucu menurutnya.


"I'm so sorry. Kalau gue goda kakak lo, lo punya bukti apa?" lanjut Abel yang tidak terima dituduh seperti itu. Bahkan dirinya di rumah Acarl juga berawal dari Clara yang mengajaknya ribut.


Clara seketika diam, lidahnya seakan kelu untuk menjawab Abel saat ini. Jika ditanya bukti, apa dia harus berteriak jika ayahnya sudah didepak dari XLN company dan sekarang dia hanya anak mantan CEO? Bahkan tadi dia juga sempat keceplosan menyebut Abel dibantu kakaknya menyingkirkan ayahnya.


"Kalau gak mau ganti Lasagna ku ya sudah sana jauh-jauh." usir Abel pada Clara yang hanya diam saja saat ini. Abel yang jengah melihat Clara , akhirnya memutuskan untuk melangkah melewati dan meninggalkan Clara sendiri.


"Lo udah membuat bokap gue hancur, dan sekarang lo nggak merasa bersalah?" ujar Clara yang menghentikan langkah Abel. Abel menghembuskan nafasnya pelan , lalu berbalik menghadap Clara .


Brukkk...


Tubuh Clara ambruk , yang membuatnya menjadi terduduk bertumpu lututnya dilantai dengan didepannya ada Lasagna Abel yang jatuh tadi.


"Lo.. hiks.. udah hancurin hidup gue! hiks Lo sekarang mau ambil kakak gue? Gue ada salah apa sama lo?" tangis Clara.


"Bahkan hiks lo juga menggoda tuan Eron." lanjut Clara .


Abel yang sudah tidak kuat mendengar tangis Clara, akhirnya memutuskan berbalik lagi dan menghampiri Clara . Tangan Abel terulur tepat didepan wajah Clara, karena tidak tega dengan Clara yang sudah dipandang semua orang dikantin dengan tatapan yang entah apa artinya.


"Apa? Lo mau ejek gue? Lo mau ngehina gue sekarang?" ujar Clara setelah melihat uluran tangan Abel. Abel menghela nafas jengkel dengan apa yang ditanyakan Clara padanya itu.


"Sebagai kakak kelas, gue harap lo nggak terlalu jatuh didepan gue begini." ujar Abel. Clara yang mendengar apa yang dikatakan Abel, langsung mencerna maksud itu. Dengan terpaksa, Clara meraih uluran tangan Abel untuk berdiri. Tanpa mengucapkan apapun, Clara langsung berbalik dan berlari.


Abel kembali berjalan menghampiri Falida yang sejak tadi menonton sambil memakan corndog . Saat Abel sudah mendekat, Falida dengan semangat memberi tepuk tangan pada Abel.

__ADS_1


"Wow, aksi apa lagi ini nona Abel?" tanya Falida dengan senyumnya.


"Huh, lama-lama gue capek kayak gini." ujar Abel .


Falida tertawa kecil melihat temannya yang sangat kasihan karena kehilangan Lasagna kesukaannya. Walaupun membeli lagi, tapi nafsu makannya saja juga sudah menguap.


"Ya,tapi lo hebat tadi." puji Falida yang langsung membuat Abel tersenyum menganggapi nya.


Abel memutuskan membuka ponselnya dan dirinya terkejut dengan apa yang dilihatnya. Laman web yang dia lihat sebelumnya belum dia kembalikan, dengan begitu dia jadi melihat berbagai makanan di ponselnya itu karena tadi dia mencari dari internet makanan apa yang cocok untuk makan malam.


"Aishhhh, gue lupa kalau gue masih ada tugas." gumam Abel yang di dengarkan Falida.


"Tugas apa?" tanya Falida.


Mendengar pertanyaan Falida, Abel lalu mengalihkan pandangannya yang tadi mengarah pada ponselnya beralih menghadap Falida. "Tugas negara."


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya😙


Dukung juga boleh 😁


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2