Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 104


__ADS_3

Abel dengan tubuh bergetarnya, mencoba perlahan memajukan wajahnya. Terbesit rasa sakit dihatinya sebelum memajukan wajahnya, ada rasa bersalah pada Acarl. Prianya yang selalu memperlakukannya dengan hangat, akan ternodai saat ini juga. Haruskah Abel melakukan ini? Tapi jika tidak begini, mungkin sekarang Abel sudah tamat dari tadi.


Perlahan Abel menempelkan bibirnya di bibir pria yang merangkulnya. Hanya sekedar menempelkan, Abel tidak membuka mulutnya. Pikirannya melayang pada sosok pria yang mengisi hatinya, dan sekarang yang Abel lakukan adalah demi bertemu pengisi hatinya itu.


Perkataan pria yang merangkul Abel benar, kini pria itu melemas sampai jatuh ke ranjang yang ada dibelakangnya. Dan Abel, kini ditarik pria satu lagi. Bibir pria itu dengan ganas menempel dibibir Abel dan mengecapnya beberapa kali sampai akhirnya ikut ambruk ke ranjang yang sama dengan pria tadi.


Tidak! Mereka tidak pingsan, tapi mencoba menarik-narik Abel yang masih berdiri. "Bibirmu manis nona, kalau menyentuh tubuhku pasti akan nikmat." ujar salah satu pria itu. Abel menepis tangan-tangan yang mencoba menariknya itu. Karena...


"Kesempatan tidak datang dua kali Abel!"


Yap, kunci ruangan ini berhasil Abel dapatkan. Dengan segera ia membuka pintu sialan yang menjauhkannya dari dunia luar. Tentu saja Abel tidak lupa mengunci lagi pintu itu, seakan ia tidak pernah pergi dari situ. Abel melihat sekeliling dan bangunan tua terpampang jelas didepannya.


Perlahan Abel melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu, tentu dengan hati-hati. Mewanti-wanti jika ada penjaga atau Noara yang ada di dalam bangunan ini juga. Dan benar saja, ada pria berjas hitam berkeliling bersama temannya. Dengan segera, Abel mencari tempat bersembunyi.


"Wah, pria tadi merasakan tubuh nona itu dengan nikmat. Padahal kita yang membawa nona itu." ujar pria berjas hitam itu pada temannya. Ya, Abel tidak salah kalau mereka lah yang membawa Abel dan juga membius Abel. Suara mereka sagat familiar ditelinga Abel.


"Kau benar, padahal aku juga haus." jawab teman pria tadi. Sementara Abel merasa geram dengan dua orang yang sedang asik membicarakannya. Beruntung, mereka tidak ada yang melihat Abel.


Langkah demi langkah Abel jalankan kakinya. Perlahan sampai tidak ada suara yang terdengar. Mata Abel juga tak lepas dari sekelilingnya, mengamati setiap hal yang terjadi agar dia tetap aman sampai nanti bisa keluar dari bangunan tua ini. Cahaya mulai terlihat, menandakan kalau pintu yang akan membawa Abel pergi dari sini sudah dekat.


"Sebentar lagi, dan aku bisa kembali." batin Abel menyemangati diri sendiri.


Dan benar saja, kini kaki Abel sudah berpijak di pintu dengan cahaya yang Abel kejar dari tadi. Tapi.....


"Apa mereka melakukan tugasnya?" suara itu, membuat Abel kembali bersembunyi. Abel kenal dengan suara itu, suara dari wanita yang ia benci saat ini. Bagaimanapun juga, karena obsesi wanita itu yang membuatnya jatuh ke sini.


"Mereka menghabiskan waktu sampai sekarang, dan belum keluar,Nona." jawab pria yangs berada disamping wanita itu. Yang Abel yakini pasti asistennya.


"Baguslah, dengan begini aku mau lihat apa Carl masih menyukai gadis sepertinya yang sudah kotor." ujar wanita itu yang tak lain adalah Noara. Abel yang mendengar itu, mengeluarkan smirk nya. Hah, emang Abel sebodoh itu mengotori dirinya! Tapi tetap saja sekarang bibirnya saja yang kotor karena para pria tadi.

__ADS_1


Noara dan asistennya melanjutkan jalannya lagi, yang Abel tahu pasti akan ke ruangan tempat ia berada tadi. Dengan cepat, Abel melangkahkan kakinya keluar dari bangunan itu. Senja, ternyata hari sudah senja. Abel yang berada dalam ruangan itu, tak pernah sekalipun tau siang dan malam.


Abel melihat sekelilingnya, ia pikir akan berakhir di hutan. Tapi apa? Sekarang dia malah di pusat kota? Keadaan ramai ini menggambarkan pusat kota. Apa Noara gila berani menyekapnya di bangunan yang ada dipusat kota?! Menepis hal itu, kini Abel beruntung bisa keluar dari sini. Abel mulai melangkahkan kakinya lagi dan secepatnya pergi menjauh dari bangunan tua tadi.


Dimansion Acarl. Pria dengan rambut setengah basah, kembali duduk didepan layar komputernya. Mengamati setiap titik yang ada didepannya. Siapa lagi pria itu? Tentu saja Acarl Xelone! Setelah mandi, dirinya langsung bergegas kembali ke ruang kerjanya untuk menyelidiki dimana kekasihnya berada.


"Tuan, sebaiknya anda mengisi tenaga anda dulu!" ujar Cheiz memperingatkan Acarl.


"Tidak ada waktu makan sebelum Abel kembali." jawab Acarl sembari memfokuskan matanya dilayar komputer. Cheiz sedikir berdecak melihat majikannya yang baru pertama kali terlihat hancur seperti ini sejak Cheiz bekerja padanya.


"Cheiz, dimana titik terakhir ponsel Noara?" tanya Acarl pada Cheiz yang masih setia menemaninya.


"Di dekat negara Italia, Tuan. Kami juga sudah mengirimkan beberapa orang untuk menelusuri negara itu." jawab Cheiz yang langsung diangguki Acarl.


"Kamu dimana?"


Seorang gadis yang berhasil kabur. Siapa lagi kalau bukan Abel! Dengan kejeniusannya pasti dia mudah untuk lepas dari Noara. Tapi sekarang, masalahnya adalah bajunya yang terlalu terbuka. Bahkan sejak tadi Abel terus ditatap orang-orang asing yang berpapasan dengannya. "Sialan, baju ini terlalu terbuka untukku." umpat Abel pelan sambil berjalan dengan santai.


"Signorina, il tuo corpo è stupendo!" (Nona, tubuhmu mempesona) ujar seorang pria yang tak sengaja berpapasan dengannya. Abel tentu saja berdecih mendengarnya. Tapi tunggu dulu! Ini Italia??????


"Signore, è in Italia?" (Tuan, apakah ini di Italia?) tanya Abel yang langsung diangguki pria tadi yang bersama kedua temannya. Para pria itu kemudian pergi setelah menjawab pertanyaan Abel, dan dapat Abel lihat kalau mereka juga anak sekolah seperti dirinya.


Abel tercengang mendengar kalau ini di Italia. Kalau dulu Abel akan senang ke negara impiannya, tapi sekarang berbeda. Kedatangannya di Italia bukan karena kemauannya, apalagi dengan baju yang seperti ini. Rasanya Abel sungguh tersiksa datang ke negara impian tanpa persiapan yang pas dengan keinginannya.


"Huh, negara impiankuuu! Maafin aku yang datang tanpa persiapan!" batin Abel kesal.


Tanpa Abel sadari, ada sepasang mata yang memperhatikannya sejak tadi. Dari sudut cafe, sepasang mata itu melihat Abel yang memeluk kedua lengannya karena dingin. Maklum saja, malam sudah menyapa tapi pakaian gadis itu malah terbuka seperti itu.


Melepas jas yang dipakai, orang yang memperhatikan Abel sejak tadi mendekati Abel.

__ADS_1


Srukk.....


"WAAA!!" pekik Abel yang terkejut saat tubuhnya terkena kain lembut yang hangat. Seketika Abel menoleh dan mendapati mata tajam yang menatapnya. Walau samar, tapi Abel tau kalau yang sedang menatapnya kini adalah pria.


"Non urlare, o verrò scambiato per un rapitore." (Jangan teriak, atau aku akan dikira penculik.) ujar pria itu membuat Abel tercengang. Apa lagi sekarang? bertemu dengan pria lagi?!


Rasanya Abel sudah muak dengan para lelaki sekarang!


.


.


.


.


.


Hay semua 🤭


Aku comeback 🥺


Kangen aku nggak?


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😂


Dukung wajib 👌


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2