Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 76


__ADS_3

Besok yang ditunggu-tunggu sudah tiba. Untuk bangun saja, Abel dibangunkan oleh para pelayan perempuan di mansion ini. Bukan hanya satu pelayan, tapi ada lima pelayan dengan tangan mereka membawa barang-barang yang Abel tidak tau karena terbungkus paper bag.


"Ada apa ini?" tanya Abel saat salah satu pelayan mendekat padanya. Dan dapat dilihat, mungkin itu adalah pelayan yang paling tua diantara lainnya.


"Nona, Tuan memberi perintah pada kami untuk membantu Nona mempersiapkan diri." jawab pelayan itu membuat Abel menatapnya tanpa berkedip. Tanpa menunggu respon dari Abel, para pelayan langsung mengangkat Abel dan menggiringnya kedalam kamar mandi.


"STOP!!!! aku bisa sendiri!" tolak Abel saat salah satu pelayan berusaha melepaskan baju Abel. Walaupun Nona, tapi Abel ada rasa malu untuk diperlakukan seperti itu.


"Baik ,Nona." jawab para pelayan serentak dan meninggalkan Abel didalam kamar mandi sendiri.


"Apa sih ini," gumam Abel seraya menatap pantulan dirinya dicermin.


Tak memikirkan lagi, Abel bergegas menyelesaikan mandinya. Memakai bathrobe, Abel melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Lagi-lagi para pelayan menghampiri Abel dan langsung mengerubungi gadis itu.


"Nona, anda mau memakai yang mana?" tanya pelayan yang Abel amat kenal. Emely.


"Emely, untuk apa semua ini?" kesal Abel yang harus dihadapkan dengan semua hal ini. Merasakan de javu saat dihadapkan para pelayan ini, membuat Abel langsung memikirkan satu nama yang akan dia nobatkan menjadi yang termenyebalkan.


"Ini perintah tuan Acarl, Nona." jawab Emely membuat Abel mendengus pasrah.


"Jadi Nona mau pakai yang mana?" tanya Emely lagi dengan dua dress dikedua tangannya.


"Yang ini saja," jawab Abel seraya menunjuk dress pink yang terlihat cute untuk Abel.



Belum selesai disitu, Abel kembali dihadapkan dengan berbagai macam high heels. Untuk high heels, Abel melihat dan memilih dengan benar. Memilih warna senada, dan nyaman dipakai.



"Wah,Nona. Pilihan anda hari ini sangat lucu," puji Emely sembari menyerahkan dress tadi pada Abel.


Abel menerima dress pilihannya dan langsung masuk kedalam walk in closet untuk memakainya. Didepan cermin, Abel melihat pantulan dirinya saat dress sudah melekat sempurna. "Hmm, not bad!" puji Abel dalam hati.


Keluar dari walk in closet, Abel langsung ditarik ke meja rias . Ada yang mengatur make up, dan ada juga yang mengatur rambutnya. Semua perlakuan ini seakan dirinya sudah seperti nyonya rumah ini saja, dan itu membuat Abel tergelitik membayangkan kalau dirinya benar bisa bersama Acarl.


__ADS_1


Gaya rambut simple namun berkesan glamour itu menjadi pilihan Abel hari ini. Rambut yang biasanya tergerai, membuat Abel bosan dan ingin sedikit berinovasi pada rambutnya. Walau bagaimana pun, tetap saja cocok jika itu Abel yang menggunakan.


"Wah Nona, anda semakin cantik ." puji Emely seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terpana melihat Abel yang terlihat cute


"Ini juga berkat kalian semua," jawab Abel dengan tersenyum pada semua pelayan yang sudah bekerja keras.


"Mari Nona, Tuan pasti sudah menunggu." ajak pelayan tertua . Abel mengangguk dan mengikuti pelayan itu dengan pelayan lainnya menjaga Abel dibelakang.


Bukannya keluar mansion, pelayan tadi menunjukan jalan menuju atap mansion. Walau ingin bertanya, tapi Abel urungkan saja karena toh nanti juga dia tau.


Dibukalah pintu menuju atap, tiba-tiba hembusan angin sangat kencang membuat Abel menutup matanya menggunakan tangan saking kencangnya angin. Setelah angin tidak terlalu kencang, Abel membuka matanya dan melihat sebuah helikopter dengan pria kemeja putih dan celana selututnya seperti anak remaja didalamnya.


Abel menghampiri pria itu yang sepertinya sedang mengecek helikopter dengan menggunakan headphone yang melekat di kepalanya. Terlihat serius yang membuat Abel mengurungkan niatnya untuk memanggil pria itu.


Saat sedang sibuk mengecek, Acarl mendapat panggilan dari Cheiz kalau Abel sudah datang . Seketika Acarl langsung mendongakkan kepalanya dan langsung saja matanya menangkap sosok cantik dengan gaun pink yang terlihat manis untuknya.


"Tolong lanjutkan!" perintah Acarl pada Cheiz.


Acarl turun dari helikopter dan langsung menghampiri Abel. Abel yang dari tadi melihat Acarl, hanya mengamati pria itu yang mulai mendekat padanya. Abel mendongak untuk melihat Acarl yang lebih tinggi darinya.


"Cantik," puji Acarl setelah berada didepan Abel.


"Baiklah... kalau begitu hari ini demi membuat ratuku memaafkanku, aku akan menjadi pelayanmu." ujar Acarl seraya membawa punggung tangan Abel dan menciumnya.


Dalam senyumnya, Acarl langsung menarik tangan Abel dan mengajaknya naik kedalam helikopter yang sudah siap. Memasangkan headphone, Acarl dan Abel duduk berdampingan dengan pilot didepan.


"Mau kemana?" tanya Abel pada Acarl yang juga menatapnya.


"Ketempat dimana hanya ada kamu dan aku," jawab Acarl sembari menyembunyikan wajahnya diceruk leher Abel yang wanginya sangat candu baginya.


Acarl tersenyum saat tanda dileher Abel yang dia berikan kemarin masih samar terlihat . Menciumi tanda itu, membuat Abel teringat akan kejadian kemarin. Seketika dirinya terjengkat saat mengingat tadi dirinya dirias oleh pelayan, yang berarti para pelayan melihat.. tanda... itu.


"Aaaaaaaaa bodohnya aku!!!" batin Abel menangis.


"Jangan khawatir, mereka pasti menutup matanya." bisik Acarl seakan tau apa yang dipikirkan Abel. Abel langsung menoleh pada Acarl dengan wajah cengo nya.


Tersenyum melihat wajah Abel, Acarl hanya mengecupi bibir Abel untuk menyadarkan gadis itu. "Jangan melamun, lihat bawah sana!" ujar Acarl memberitahu gadisnya untuk melihat kebawah.

__ADS_1


Pemandangan pulau dengan bentuk berbeda membuat Abel terpukau. Hamparan laut biru yang mengelilingi pulau-pulau kecil itu membuat Abel melupakan acara terkejutnya tadi.


"Apa kita akan kesana?" tanya Abel saat merasakan helikopter yang mereka naiki mulai turun dan mendekat ke salah satu pulau dengan pantai yang lebih luas dibanding pulau yang lain. Acarl mengangguk menjawab pertanyaan Abel, membuat Abel berbinar karena melihat pulau indah dengan laut dan bukit yang dominan indah dimatanya.


Helikopter yang mereka naiki berhenti tepat di heliped yang ada dipulau itu. Walaupun pulau yang jauh dari kota, tapi pulau ini sangat terawat dan indah. "Apa ini pulau pribadi?" gumam Abel setelah turun dari helikopter. Acarl yang mendengar pertanyaan Abel ,langsung menubruk tubuh kecil gadis itu dari belakang.


"Selamat datang di surga kita, Sayang." bisik Acarl tepat ditelinga Abel. Tanpa aba-aba, Acarl langsung mengangkat tubuh mungil Abel dan membawanya ke villa yang ada dipulau ini.


Sesampainya divilla, Acarl menurunkan Abel dikamar yang langsung berhadapan dengan pantai. Angin pantai yang sepoi-sepoi membuat Abel langsung berjalan menuju balkon kamar itu.


"Apa kamu suka tempat ini?" tanya Acarl.


"Iya aku suka, makasih." jawab Abel antusias karena saking terpananya dengan laut biru yang mengelilingi disekitarnya.


"Apa itu artinya sudah tidak marah?" tanya Acarl lagi membuat Abel langsung menoleh pada Acarl. Gadis itu langsung meggelengkan kepalanya dan tertawa kecil saat melihat Acarl.


"Aku tidak marah ,aku hanya kesal karena kamu udah gagalin kejutanku." ujar Abel membuat Acarl ikut tertawa kecil.


Keduanya kembali menikmati indahnya pantai sampai pada akhirnya perut Abel berontak untuk diberi makan.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙


Dukung juga boleh 😁

__ADS_1


See you next part:)


__ADS_2