Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 107


__ADS_3

Kerja, kerja, kerja hahaha. Kerja, kerja, kerja hahaha. Yah, itu adalah semboyan Abel di pagi sampai malam hari ini. Dan sekarang, waktunya cafe untuk tutup. Dan inilah waktunya Abel untuk beraksi ke kasir dimana telepon kabelnya berada.


Abel berjalan keluar dari mess dengan mengendap-endap, dan juga jangan lupa melihat sekelilingnya. Hanya beberapa orang yang tinggal di mess, dan Abel rasa semua sedang bersih-bersih atau sudah tidur. Jadi Abel merasa inilah kesempatan yang ia punya untuk melakukan panggilan telepon, tapi....


"Dove stai andando?" (Mau kemana kamu?) pertanyaan mendadak dari arah belakang Abel, membuat Abel terjengkat kaget. Abel membalikkan tubuhnya perlahan, melihat wajah yang kini terlihat seram bagi Abel.


"Hahaha, volevo solo prendere una boccata d'aria." (Hahaha, aku hanya ingin mencari udara segar.) jawab Abel dengan ragu. Bagaimana tidak ragu kalau dia ditatap dengan tajamnya oleh pemegang kasir yang tadi juga membentaknya. Dalam hati, Abel bertanya-tanya ada dendam apakah si kasir ini dengannya?!


Si kasir itu menatap Abel curiga, dan itu semakin membuat Abel mendelik karenanya. Bagaimanapun juga, wajah serta pembawaan manusia didepannya ini sangat cocok menjadi pemeran antagonis. Untuknya! Ingat! hanya untuk Abel. Walaupun begitu, Abel tetap harus tersenyum agar tidak menambah curiga si kasir satu ini.


"Nessuno può uscire se è entrato nella mensa dei dipendenti." (Tidak ada yang boleh keluar kalau sudah masuk mess.) ujar si kasir itu dengan kejamnya. Abel hanya tertawa kecil lalu pamit masuk kembali dalam mess. Rasanya Abel terkekang disini. Tidak bisa keluar karena menjadi DPO bagi Noara, tidak bisa menelepon karena ponselnya yang hilang, menemukan cara menelpon Acarl tapi malah digagalkan oleh si kasir.


Untuk kali ini, Abel merasa dirinya sangatlah kasian. Dalam diamnya sekarang, Abel akhirnya memilih untuk tidur. Cukup sudah untuk kelelahan hari ini, Abel akan mencari cara untuk besok jika sudah bangun.


 ---------------------


"Nona, kami tidak menemukan keberadaan nona Abel dimana pun. Semua telepon umum sudah kita awasi tapi tidak ada hasil." ujar seseorang yang bekerja pada Noara. Sedangkan Noara langsung menggertakkan giginya kesal dengan informasi yang dibawa suruhannya ini.


"Apa kau sangat bodoh? Tidak ada yang bisa dia lakukan disini!" ujar Noara dengan nada yang kesal pada suruhannya yang tidak becus itu.


"Dia tidak ada uang ataupun ponsel." lanjut Noara dengan dingin membuat para suruhannya merasa takut. Tentu saja ucapan Noara itu adalah sindiran untuk mereka yang tidak berpikir akan situasi Abel saat ini.


Semua suruhan Noara menunduk ketakutan, apalagi ditambah gelas yang dibawa Noara mendarat sempurna di lantai yang keras ini. "No-nona, ma-maafkan kami nona. Kami akan mencari keberadaannya lagi sampai mendapatkannya." ujar suruhan Noara. Noara mengayunkan tangannya, membuat semua suruhan Noara langsung serentak pergi.


"Tidak lama lagi Abel, kamu harus tau apa akibatnya mengambil Carl dariku."


...----------------...


Hari yang ditunggu, dimana Acarl akan berangkat menuju negara Italia. Dalam hatinya, Acarl berdoa supaya benar Abel ada disana. Walau kecil kemungkinannya, tapi Acarl yakin jika separuh nyawanya itu ada di Italia. Entahlah itu feeling atau memang karena hubungan mereka seakan bertelepati.

__ADS_1


"Kak, berhati-hatilah disana. Temukan kakak iparku segera, lalu menikahlah. Disini aku akan merancang gaun untuk kakak ipar." ujar Clara yang ikut mengantarkan Acarl ke bandara. Acarl yang mendengar ucapan Clara, tertawa kecil sembari mengacak rambut Clara dengan lembut.


"Apa kau sudah yakin ingin menjadi designer?" tanya Acarl membuat Clara mengangguk pasti. Acarl memang tau kalau adiknya ini jatuh pada dunia fashion, tapi Acarl tidak pernah menyangka kalau Clara jatuh dibagian designer.


Kini giliran Eron yang berjabat tangan dengan Acarl. "Temukan Abel, aku akan mencari ke negara yang lain. Aku mengajakmu taruhan, siapapun yang pertama menemukan Abel..~" ujar Eron pada Acarl yang diakhirnya hanya terdengar bisikan yang hanya bisa didengar oleh Acarl seorang.


Acarl yang mendengar bisikan Eron, mengeluarkan smirknya. Dengan tangannya yang masih berjabat tangan dengan Eron, Acarl meremas tangan itu kuat-kuat membuat siempunya tangan sedikit mengerang kesakitan. "Kalau kau berani, nyawamu tinggal hitungan menit." jawab Acarl dengan senyum devil nya. Sedangkan Eron menyengir dengan watadosnya.


"Ingat pesanku!" kini giliran Vano yang melepas kepergian Acarl untuk mencari Abel. Acarl yang mendengar perintah tanpa bantahan dari Vano, langsung mengangguk yakin.


"Tuan Acarl, tolong temukan sahabatku. Hanya anda yang bisa mencarinya sekarang." ujar Falida yang kini ikut ke bandara. Malah dia juga izin ke sekolah demi memberi pesan pada Acarl. Tentu saja Acarl mengangguk mengiyakan.


"Harus kau bawa si cantik dengan selamat!" kini berganti suara Rian yang memberi pesan pada Acarl. Dengan lirikan matanya, Acarl seakan menyuruh Rian untuk diam. Berani-beraninya dia memanggil Abel Si cantik! Hanya Acarl yang boleh mengatakan itu. Selain dia, semua orang harus menutup matanya agar tidak melihat kecantikan Abel.


Sekarang waktunya untuk Acarl pergi, mencari gadisnya yang membawa pergi separuh nyawanya. Dengan pesawat yang mulai meninggi, Acarl berharap dia cepat menemukan Abel tanpa ada masalah yang terjadi. "Tunggu aku Abel," gumam Acarl saat dirinya sudah melihat gumpalan awan dibawah pesawat ini.


"Huh, ini capek." batin Abel yang merasa lelah dengan tugasnya.


Abel yang notabene tidak pernah bekerja sekeras ini, merasakan ototnya mulai bereaksi sekarang. Bahkan menjadi asisten Acarl saja tugasnya hanya menemani pria itu. Yah, walaupun sekarang manja minta dimasakin juga sih.


Mengingat itu, Abel sungguh rindu dengan pria itu. Pria pertama yang menjadi teman dengan cara berciuman. Sungguh, hal konyol yang Acarl lakukan untuk mendapatkannya. Saat berteman dengan Falida saja diawali dengan berkenalan biasa. Tapi dengan Acarl? rasanya membuat jantungnya hampir copot saat itu juga.


Abel menepis pikirannya tentang masa lalu itu, kini yang terpenting adalah membersihkan meja sebelum si kasir galak itu tidak memarahinya lagi. Cukup sudah Abel sendiri, jangan tambahi beban lagi dengan dimarahi seperti kemarin. Tapi semua sia-sia saat satu panggilan membuatnya harus melangkahkan kakinya.


"Prova a comprare il pesce al mercato. Ne abbiamo bisogno in fretta". (Coba kau belanja ikan dipasar. Kita membutuhkannya cepat.) ujar si kasir galak yang tidak bisa dibantah Abel. Sungguh siksaan yang nyata .


Abel segera mengambil masker dan juga kacamatanya. Melepas apronnya, lalu pergi dengan berhati-hati. "Huh, benar-benar merepotkan. Kalau saja suaranya nggak besar, udah aku ajak adu argumen dia!" gerutu Abel disepanjang jalan menuju pasar yang diberitahukan si kasir galak tadi.


Abel yang berjalan dengan lunglai karena lelah, tak sengaja matanya menangkap sosok pria berjas hitam. Dibalik kacamatanya, Abel membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Apakah secepat ini dia akan tertangkap lagi? Hah, tidak-tidak. Sekarang yang harus Abel lakukan hanyalah jalan dengan santai seakan tidak melihat apa yang dilihatnya tadi.

__ADS_1


Diwaktu yang sama, Seorang pria dengan mantel hangatnya berjalan santai seperti turis. Tapi memang dia turis sih! Yap benar sekali kalau orang itu adalah Acarl. Acarl berjalan menyusuri jalanan kota ini dengan alat komunikasi yang menancap di telinganya.


"Bagaimana keadaan ditempat kalian?" tanya Acarl pada suruhannya di seberang sana. Semua menjawab sesuai dengan situasi masing-masing. Belum ada hal yang mencurigakan sampai akhrinya......


"Tuan, saya melihat seorang gadis mengenakan kacamata dengan masker. Dia terlihat seperti nona, saya akan buntuti untuk memastikan itu benar nona." ujar salah satu suruhan Acarl, membuat Acarl berharap benar kalau gadis itu adalah Abel yang dicarinya.


"Aku merasa kita semakin dekat Abel."


.


.


.


.


.


Hay semua 😭


Aduh suka aku kalau aku bisa cepet up gini 😭


Intinya jangan lupa like komen dan vote ya 🤭


Dukung wajib 👌


Salam dari kasir galak💪


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2