Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 66


__ADS_3

Berjalan beriringan saat keluar dari kantor, Acarl merasa tangannya sangat gatal sekarang. Tapi rasa bahagianya tak bisa dia sembuyikan dari tadi. Bahkan senyum Acarl terlalu indah saat ini, membuat Abel jengkel mengetahuinya.


Acarl melirik Abel dan mendapati lirikan tajam yang membuat Acarl memasang wajah datarnya. Yapp, ini adalah salah satu syarat yang diminta Abel. Jika Acarl tidak bisa melakukan, akan berdampak pada hubungannya nanti.


Flashback on


"Syarat apa?" tanya Acarl yang sangat penasaran dengan syarat yang diberikan Abel.


Abel menghela napasnya dan menyebutnya syarat-syarat yang aman dia berikan untuk Acarl. Syarat-syarat? Yapp bukan hanya satu syarat, tapi beberapa syarat yang pastinya sedikit berat untuk Acarl.


"Baiklah, pertama anda tidak boleh tersenyum hangat pada semua orang. Itu membuatku ...."


"Cemburu?" tebak Acarl yang tepat sasaran . Membuat Abel malu saat mengakui itu.


"Ya pokoknya nggak boleh! kalau nggak mau ya sudah," kesal Abel yang pastinya hanya pura-pura saja kesalnya. Walau begitu, Acarl segera menyetujui syarat itu sebelum dunia perang dimulai.


"Iya-iya aku setuju. Lalu apa ada lagi?" tanya Acarl dengan berharap tidak ada syarat lagi dari Abel. Walaupun syaratnya simple , tapi sedikit tidak rela untuk Acarl lakukan.


"Kedua jangan sampai ada orang lain tau kalau kita bersama sampe aku yang memberitahunya sendiri." syarat kedua dari Abel yang membuat Acarl tahan napas. Bagaimana mungkin bagi Acarl akan merahasiakan sesuatu hal yang penting ini. Tapi mau bagaimana lagi,dia harus bisa.


"Baiklah," jawab Acarl menerima walau terpaksa.


Abel tau jika Acarl tidak kuat dengan syarat yang diberikannya. Jadi dia tidak akan memberi syarat yang susah untuk Acarl. Merahasiakan hubungan saja sudah susah bagi Acarl, apalagi jika harus membangun seribu candi? Kasihan kan Acarlnya Abel harus seperti itu.


"Okelah yang terakhir, Jangan...." ujar Abel menggantung membuat Acarl keringat dingin untuk menerimanya.


Acarl berharap jika itu bukan berarti Acarl juga harus berhenti mendekati Abel bahkan memeluk tubuh mungilnya, atau mengecup pucuk kepalanya, atau jangan sampai Abel melarangnya untuk merasakan hangat bibirnya. Acarl sudah tidak kuat!!!!!


"Yang terakhir, jangan cemburu. Maaf juga aku tadi tidak menjelaskan secara pasti siapa yang mendekatiku. Yang mendekatiku itu cewe , dia mengajakku berkelompok dengannya." jelas Abel yang membuat Acarl menghela nafas lega . Dan dirinya sedikit merutuki kebodohannya yang cemburu sampai melukai Abel.


"Baiklah," jawab Acarl seraya mendekap tubuh mungil itu .


flashback off


Para karyawan hanya bisa melihat senyum Abel sekarang, senyum Acarl pastinya hanya untuk Abel nanti. Walau begitu, Acarl sebenarnya masih cemburu saat melihat Abel menebar senyum indahnya pada orang lain. Gadisnya yang cantik tidak boleh dilihat orang lain, tapi Acarl menahan dirinya agar tidak melanggar syarat yang diberi Abel tadi.


Sampailah mereka di dalam mobil yang hanya ada Abel dan Acarl didalamnya. Acarl memasang wajah kesalnya disepanjang perjalanan, Abel tergelitik melihat wajah kesal Acarl yang sangat menggemaskan baginya itu.


"Kamu kenapa?" tanya Abel dengan sedikit tertawa .


Bukannya menjawab, Acarl langsung membanting setir mobilnya ke tepi jalan. Abel merasa de javu dengan apa yang terjadi ini. Dan benar saja, sedetik kemudian bibir hangat saling bersentuhan dengan sedikit diberi bumbu yang membuat Abel lemas.


"Kamu menyuruhku berhenti tersenyum pada semua orang, tapi kamu tersenyum pada mereka." kesal Acarl yang sudah tak tertahankan.

__ADS_1


"Hosh hosh .... Kamu, melanggar satu syaratku." kesal Abel diselingi nafasnya yang memburu karena secara tiba-tiba mendapat serangan dari Acarl.


"Tapi, aku beri toleransi untuk kali ini. Kalau kamu lakuin lagi, nanti aku bakal..hmpph!"


Bibir lembut Acarl kembali mendarat tepat dibibir mungil Abel. Dirinya juga sadar sudah melanggar syarat, tapi sesuatu dalam dirinya tidak terima saat Abel menebar senyuman yang manis itu pada semua orang.


Acarl memperdalam ciuman itu dan menarik pinggang Abel sampai Abel lebih mendekat pada Acarl. Abel sendiri sebenarnya gemas kalau Acarl cemburu, tapi kali ini Abel mau menyembunyikan rasa gemas nya karena ingin memberi Acerl peringatan tentang syarat yang dia beri.


"Maaf, aku tidak tahan melihat semua orang terutama pria menatapmu sampai ternganga seperti tadi." ujar Acarl setelah melepaskan ciumannya dan kemudian menempelkan dahinya di dahi Abel.


Abel tersenyum dan menggenggam telapak tangan Acarl di wajahnya. "Tunggu sampai aku yang memulai mengutarakan perasaanku padamu," ujar Abel membuat Acarl ikut tersenyum .


Acarl kembali mengemudikan mobilnya menuju mansion dimana Acarl bisa menghabiskan waktunya dengan Abel. Tangan Acarl tak lepas dari genggaman hangat jari-jari kecil Abel. Walau mengemudi, Acarl tidak merasa risih sama sekali dengan tangan Abel. Mungkin karna sayang:)


"Oh iya, bagaimana kamu bisa bahasa Italia waktu itu?" tanya Acarl ditengah mengemudi.


"Aaa itu, aku memang sedikit belajar bahasa luar karena hobi." jawab Abel jujur, walau tidak sepenuhnya.


Acarl mengangguk percaya. Walau bagaimanapun sebenarnya Acarl tau kalau Abel berbohong, tapi menurut Acarl tidak semua rahasia harus Acarl ketahui. Abel juga butuh privasi dimana dirinya tetap menjadi Abel .


__---__


"Huaaaaa aku pusing!!!!" kesal Abel setelah melihat tumpukan buku yang harus dia persiapkan untuk lusa. Yap lusa, dimana dirinya harus dihadapkan dengan ujian sekolah untuk naik kelas. Rasanya baru kemarin Abel masuk sekolah, dan sekarang sudah kenaikan kelas saja.


"Abel, apa aku boleh masuk?" teriak seseorang didepan pintu kamarnya. Yang sudah pasti itu adalah Acarl.


Tidak mendapati jawaban, Acarl segera masuk kedalam kamar Abel dan dirinya dikejutkan dengan suasana kamar yang dingin itu. Dengan pemiliknya duduk diatas kasur sambil melamun menatap tumpukan buku didepannya.


"Abel," panggil Acarl lagi dengan sedikit menyentuh pundak gadis itu yang membuat Abel terkejut karenanya.


"Hah mamaknya Patrick," latah Abel saking terkejutnya karena Acarl.


"Tidak ada mamaknya Patrick disini, hanya ada aku." ujar Acarl sambil mendudukkan dirinya disamping Abel seraya menyembunyikan kepalanya diceruk leher Abel yang putih itu.


"Ishh, geli!!" Abel merasa geli namun juga nikmat karena itu. Sedikit demi sedikit, Abel mulai melupakan kegelisahan yang dia rasakan tadi.


Melihat Abel sudah secerah biasanya, Acarl melanjutkan aksinya. Mengecupi leher itu dan memeluk pinggang ramping itu dari belakang. Acarl masih tau diri ya, kalau Abel masih SMA!!!


"Kenapa kamu terlihat gelisah tadi?" tanya Acarl lalu melanjutkan kembali kegiatannya di leher Abel .


"Emmmm... itu awhhh jangan gigit!!! Aku gelisah karena lusa ujian shhhh awhhh sakit!" jawab Abel diselingi rintihan karena Acarl yang yang menggigit pundak Abel sampai terbentuk gigi rapi milik Acarl dipundak Abel.


"Kamu bisa," ujar Acarl menyemangati Abel.

__ADS_1


"Hahuaaaa sakit Acarl, jangan gigit lagi!!!" kesal Abel yang sekarang meronta. Namun tenaga Acarl lebih besar dari Abel yang lemas karena kecupan dilehernya yang membuat desiran darah Abel terasa cepat.


"Baiklah, baiklah aku berhenti. Kalau begitu aku ajak kamu ketempat dimana kamu akan menghilangkan kegelisahan mu saja ." ujar Acarl seraya mengajak Abel menuju suatu tempat untuk menenangkan suasana hati Abel.


Belum juga Abel menjawab, tubuhnya sudah melayang karena Acarl menggendongnya ala bridal style. Acarl berjalan keluar dari kamar Abel dan melangkahkan kakinya menuju lift yang ada dimansion itu. Suasana sepi malam hari, membuat Abel tidak merasa malu digendong Acarl begini.


Dengan lihai, Acarl mampu menekan tombol untuk membuat lift berjalan keatas . "Mau kemana?" tanya Abel didalam gendongan itu.


"Lihat saja kamu akan tau," jawab Acarl dengan senyumnya.


Lift berhenti dan menampilkan atap mansion yang dipenuhi bintang malam yang indah. Karena cahaya lampu tidak sampai ke mansion, membuat bintang terlihat sempurna dan banyak .


"Cantik," kata-kata pertama yang keluar dari mulut Abel saat melihat bintang yang seperti taburan wijen di onde-onde yang terkesan banyak itu.


"Iya cantik, seperti gadis disampingku yang sama bersinarnya seperti mereka yang ada diatas sana." ujar Acarl yang juga menatap bintang malam dilangit atas mansion itu .


Abel tersentak dengan kata-kata Acarl. Dirinya langsung menolehkan kepalanya melihat Acarl yang sedang melihatnya juga. Acarl tersenyum dan meraih kedua tangan Abel dan digenggamnya dengan erat.


"Kamu tau, kalau semenjak kamu datang aku serasa hidup kembali. Memang benar kalau namamu Abel. Abel dalam bahasa Perancis artinya nafas kehidupan, itulah kamu bagiku." ujar Acarl membuat Abel tidak bisa berkata-kata, ingin menangis tapi disisi lain dirinya ingin berteriak bahagia.


Dengan perlahan, Abel menubruk tubuh Acarl dan memeluknya. Merasakan kembali hangatnya tubuh Acarl yang menjadi candu bagi Abel.


"Terimakasih," tutur Abel dengan jelas dan dengan nada yang lembut karena memang kata-kata itu tulus dari dalam hatinya.


Malam penuh bintang menjadi saksi dimana Acarl dan Abel saling mengakui perasaan masing-masing, bukan karena terpaksa tapi memang takdir menjodohkan mereka.


.


.


.


.


.


Hey semua ❤️


Aku comeback 😭


Jangan lupa like, komen dan vote 😙


Dukung juga boleh 😁

__ADS_1


See you next part:)


__ADS_2