Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 74


__ADS_3

Didalam mobil yang sama dengan ayahnya, Abel masih memikirkan dirinya yang mendapat ranking satu itu. Masih tidak percaya saja dengan fakta bahwa Abel masih berhak mendapatkannya. Tapi Abel bersyukur, karenanya dirinya akan mendapat kelas kilat .


"Aku akan lebih cepat lulus sekarang!" batin Abel bersemangat dengan bayang-bayang apa yang akan dia lakukan bersama Acarl setelah kelulusannya nanti.


Melihat putrinya tersenyum sendiri, membuat tuan Guston sedikit penasaran dengan apa yang ada dipikiran putrinya itu. "Ada apa kamu tersenyum seperti itu?" tanya tuan Guston yang pada akhirnya tidak bisa menahan rasa penasarannya.


Abel masih tersenyum dan menoleh pada ayahnya yang fokus memegang kemudi. "Tidak ada, hanya saja aku masih tidak percaya dengan semua yang telah terjadi, aku masih bisa dapat ranking satu." jawab Abel mengambil alasan.


"Hahaha, bukankah memang anak ayah itu hebat." puji tuan Guston dengan tawa yang menggelegar.


Abel hanya tersenyum menaggapinya. Melihat jalan yang sangat amat dia kenal, Abel teringat akan hal yang sering dia lakukan bersama ayahnya saat mereka bahagia. "Ayah, apa ayah akan membawaku kesana?" tanya Abel yang jelas mendapatkan anggukan pasti dari tuan Guston.


Mobil berhenti tepat di kedai gelato, kedai yang sering ayah dan anak itu kunjungi saat ada yang sedang bahagia diantara mereka. Terasa seperti sudah tradisi bagi mereka berdua untuk melakukan ini.


"Baiklah, ternyata ayahku minta ditraktir ya?!" sindir Abel yang langsung ditanggapi tawa ayahnya yang mendengar sindiran dari putrinya itu.


Keduanya turun dari mobil dan masuk kedalam kedai gelato . Sapaan para pelayan kedai, membuat Abel rindu akan semua hal yang sering mereka lakukan. Dengan kursi yang sama, suasana hati yang sama , namun dengan keadaan yang sedikit berbeda.


"Ayah, aku rindu semua ini." ujar Abel membuat ayahnya tersenyum gagah layaknya ayah pada umumnya.


"Ayah juga," jawab ayah Abel dengan senyum keayahan yang masih menempel jelas diwajah yang sudah mulai keriput itu.


Terdiam dengan gelato didepannya, Abel hanya memikirkan bagaimana perasaan ayahnya saat tidak ada Abel dirumah. Ingin bertanya tapi gengsi, mau pulang kerumah males ada mak lampir.


"Bagaimana keadaanmu disana?" tanya tuan Guston yang merasa jika mereka harus mengakhiri kegiatan diam-diam an ini. Abel lega akhirnya ayahnya peka untuk membuka obrolan lebih dulu, tapi pertanyaan?


"Dirumah tuan Acarl?" tanya Abel balik untuk memastikan. Dan anggukan kepala langsung terlihat dimata Abel.


"Hemm, disana nyaman (sangat nyaman) . Juga aku tidak terlalu terbebani kok! Ayah tidak perlu khawatirkan aku," jawab Abel yang tidak bisa mengatakan sejujurnya apa yang terjadi diantara Abel dan Acarl. Bukan apa, tapi menurut Abel ini belum saatnya dia mengatakannya.


"Syukurlah kalau kamu baik. Sebenarnya ayah merasa bersalah padamu, kamu harus menanggung semua demi perusahan." jawab tuan Guston sembari mengaduk gelato rasa mint didepannya.


"Maafkan aku ayah. Bahkan aku sendiri sudah terlalu nyaman di tempat Acarl. Kalau sudah waktunya, aku akan katakan pada ayah, kalau aku suka dengan Acarl bahkan kami memiliki perasaan yang sama." batin Abel lirih.


"Ayah tenang saja. Kalau waktunya aku pulang, aku akan pulang dan langsung memeluk ayahku tercinta ini." tutur Abel menghibur ayahnya.


"Bagaimana bisa aku memiliki putri sebaik dirimu?" jawab tuan Guston sembari tersenyum manis pada putrinya yang amatttttt dia sayangi ini.


"Karena ayah adalah ayah terbaik untukku."


Keduanya kembali pada percakapan antara ayah dan anak. Bercanda tawa melepas rindu, sampai akhirnya satu pesan muncul diponsel Abel yang mengatakan kalau Acarl sudah sampai dirumah. Sebelumnya, Abel meminta Cheiz untuk mengabari jika Acarl sudah sampai dirumah, jadi Abel akan pulang saat itu juga.


"Emm ayah, sepertinya aku harus pulang sekarang. Tuan Acarl sudah sampai rumah," ujar Abel mengakhiri percakapan yang menyenangkan itu.

__ADS_1


Tuan Guston mengerti, lalu membiarkan putrinya itu pergi lagi setelah memeluknya dengan erat. Walau hanya memiliki waktu yang singkat, namun sangat berkesan bagi Abel. Merindu yang sebenarnya akhirnya terlunasi.


Abel berjalan keluar kedai menuju mobil yang dipesan Abel sebelum dirinya keluar dari kedai. Masuk kedalam mobil itu, Abel membuka ponselnya yang bergetar menandakan ada pesan masuk. Terpampang nama Mr. JBILU , nama khusus untuk Acarl dan hanya Abel seorang yang tau apa artinya.


Mr.JBILU


*Apa kamu sudah selesai sekolahnya?


^^^^^^Sudah,^^^^^^


^^^Kenapa?^^^


Tidak, cuma mau tanya apa mau aku jemput.


^^^Tidak, aku sudah perjalanan pulang.^^^


Baiklah, hati-hati dijalan.


Aku akan pulang sekarang juga*.


Abel tertawa melihat chat yang dia lakukan bersama Acarl. Acarl yang tidak tau kalau Abel sudah mengetahui kebohongannya, berharap rencananya kali ini berhasil. Rencana besar yang dia buat untuk Abel seorang.


Mobil melaju sampai akhirnya berhenti didepan gerbang mansion Acarl. Setelah membayar, Abel masuk dibantu pak satpam yang selalu berjaga di area gerbang. Tidak seperti kemarin yang dia harus berjalan jauh, sekarang entah sejak kapan sudah ada golfcar yang dibawa pak Terry.


"Hanya berbeda kendaraannya saja, Nona." jawab pak Terry diselingi tawanya karena digoda Abel.


Abel naik dikursi penumpang dan golfcar pun melaju menuju mansion. Golfcar yang tidak memiliki pintu , membuat angin menerpa rambut Abel yang dia gerai itu. Sangat menyegarkan karena golfcar melintas diarea taman dengan berbagai tumbuhan yang hijau dan bunga berwarna.


Tak membutuhkan waktu yang lama, golfcar sudah sampai dimansion. Setelah berterimakasih pada pak Terry, Abel berjalan menuju pintu mansion yang besar. Belum juga Abel memegang kenop pintu, pintu mansion itu sudah terbuka dan menampilkan Emely yang tersenyum menyambut Abel.


"Emely, bikin kaget aja." pekik Abel yang terkejut karena pintu yang tiba-tiba terbuka.


"Maaf Nona, kebetulan saya mau keluar juga." jawab Emely dengan senyumnya.


Abel manggut-manggut tanpa rasa curiga sedikitpun, karena memang dilihatnya Emely keluar dari mansion. Agak heran juga sih kenapa Emely lewat situ, tapi Abel mengabaikan saja. Toh, pintu itu juga buat umum.


Abel melangkahkan kakinya lebih masuk kedalam mansion, mencari-cari orang yang dicarinya. Bukan Abel namanya kalau tidak ada ide. Dengan cepat Abel merogoh sakunya dan mengambil ponsel untuk mencari nomor seseorang yang dia percayai saat ini.


Tuan Cheiz


^^^Tuan Cheiz, apa tuan Acarl masih dalam perjalanan?^^^


Tidak menunggu lama, ponselnya bergetar dan muncul nama Cheiz dilayarnya.

__ADS_1


Iya nona, sudah dekat.


Tanpa membalasnya, Abel langsung mendudukan dirinya yang lelah itu ke sofa empuk diruang tamu Acarl. Entahlah, sekarang yang dia pikirkan hanya ingin bertemu dengan Acarl. Masih dalam pikirannya, Abel terkejut saat tiba-tiba matanya ditutup dengan telapak tangan kekar yang sangat Abel ketahui dari aroma tubuh si pemilik tangan.


"Nona terlihat lelah, apakah nona ingin saya pijat?" tanya Acarl masih dengan tangan menutup kedua mata Abel.


"Acarl, aku tau ini kamu. Lepasin nggak!" perintah Abel seraya tangannya mencoba melepaskan tangan Acarl yang menutupi matanya .


"Tidak mau," tolak Acarl membuat Abel menyerah. Mencoba melawan pria itu? tentu saja Abel yang kalah.


"Tapi, kalau mau ikut denganku pasti akan aku lepas." bisik Acarl ditelinga Abel. Abel tersenyum mengangguk menjawab godaan Acarl. Bukannya menuntun Abel , Acarl dengan tenaga terkuatnya langsung menggendong Abel dan menyembunyikan wajah gadis itu didadanya dengan satu tangan lainnya menjaga kepala Abel agar tidak mengambil kesempatan untuk melihat depan.


"Aku nggak bisa napas!" kesal Abel sembari memukul kecil dada Acarl, tapi Acarl tidak memperdulikannya . Kembali ke tujuan awal, Acarl melangkahkan kakinya menuju dapur .


"Jangan buka mata sampai aku menyuruhmu membuak mata, Okey?" pinta Acarl membuat Abel tersenyum mengiyakan.


Dengan mempersiapkan sedikit lagi dekorasi yang tertunda tadi, Acarl buru-buru menyelesaikannya sebelum Abel akan curang melihat karena saking lamanya Acarl. Puas dengan hasil karyanya, Acarl menoleh pada Abel yang masih setia dengan posisi dan mata tertutupnya.


"Bukalah!" perintah Acarl. Segera menuruti perintah Acarl karena saking penasarannya, Abel langsung membuka matanya.


Pemandangan pertama yang dia lihat adalah Lasagna kesukaannya dengan hiasan cantik diatasnya. Menoleh pada Acarl untuk berterimakasih ,Abel tambah dikejutkan saat melihat lelaki didepannya.


"Kamu?"


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙


Dukung juga boleh 😁


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2