Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 81


__ADS_3

"Tuan, menurut informasi yang saya dapat. Tadi pagi nona Noara datang ke kantor." lapor Cheiz pada Acarl yang baru keluar dari restaurant dimana meeting diadakan.


"Lalu?"


"Setelah itu nona Noara pergi saat Sekretaris Lea memberitahu kalau anda ada meeting. Dan menurut pelacakan, nona pulang kerumahnya." jawab Cheiz.


"Lanjutkan penyelidikan mu. Jangan lupa jaga Abel darinya, kalau sampai gadis itu datang kerumah, bawa Abel pergi. Aarghh meeting sialan!!" perintah Acarl juga kesal Acarl pada dirinya sendiri yang belum bisa menjaga Abel sendiri disaat seperti ini.


"Baik , Tuan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga nona Abel." jawab Cheiz sekalian permisi untuk menjalankan tugasnya.


Acarl kembali keruangan meeting yang sempat tertunda karena Acarl yang sangat membutuhkan informasi dari Cheiz. Acarl menghela nafasnya sebelum memasuki ruangan, setelah bisa mengendalikan dirinya Acarl langsung masuk dan kembali melaksanakan meeting nya.


______


"Tadi lo bilang mau ada yang lo ceritain ke gue kan?" tanya Falida pada Abel saat kedua gadis itu keluar karna sekolah sudah selesai.


"Heem, kalo lo senggang aja." jawab Abel.


"Gue senggang sekarang, kalo bisa sekarang aja plishhh!!! Gue.kepo." ucap Falida sedikit memohon pada Abel, karna dalam hati gadis itu sudah penasaran yang sangat-sangat penasaran karena Abel yang mengatakan ada rahasia yang belum dia katakan.


Abel menatap sahabatnya itu dengan tatapan heran, " Sekarang? lo yakin?" tanya Abel balik yang langsung mendapat anggukan semangat dari Falida.


"Okelah, gue juga gabut disana." ujar Abel menyetujui ide Falida. Bagaimanapun, Abel tau kalau Acarl ada meeting hari ini. Sudah pasti lelaki itu akan pulang larut malam, di mansion sebesar itu mana mungkin Abel betah sendirian.


"Gabut?" gumam Falida yang tidak didengar Abel.


Keduanya berjalan menuju parkiran setelah Abel menemui pak Terry agar pria paruh baya itu pulang sendiri. Setelah Pak Terry mengiyakan, barulah Abel dan Falida ke parkiran tempat Falida memarkirkan mobilnya. Beruntunglah Falida hari ini membawa mobil sendiri, lumayan tidak naik taksi atau merepotkan para supir.


Mobil berhenti di cafe langganan Abel dan Falida. Mereka berdua langsung menuju meja yang terlihat menarik untuk ditempati, dan langsung memesan beberapa makanan dan minuman yang sedang trend sampai yang menjadi ciri khas cafe ini.


"Jadi?" tanya Falida tiba-tiba, memecah keheningan sementara setelah memesan makanan.


"Ehem, gue nggak tau harus mulai darimana." ujar Abel jujur. Ada sedikit rasa gugup untuk menceritakan rahasianya yang seharusnya sekarang sudah tidak rahasia lagi.


"Mulai darimanapun yang menurut lo nyaman aja," jawab Falida dengan menumpukan kepalanya pada tangan yang dia luruskan keatas.

__ADS_1


Abel menghela nafas dan merangkai kata-kata yang pas untuk dia katakan agar Falida paham. "Jadi, lo tau kan kalo gue ada konflik sama keluarga itu." ujar Abel memulai basa-basi pertama untuk menuju inti.


"Ya," jawab Falida yang sebenarnya sudah tidak sabar menunggu lanjutan cerita Abel.


"Pernah denger konflik berubah jadi cin.ta nggak?" lanjut Abel dengan menekan kata cinta membuat Falida membola saat mengetahui maksud dari gadis seperantara dengannya itu.


"L-lo nggak lagi bercanda kan ,Bel?" tanya Falida memastikan lagi. Abel menggeleng menjawab pertanyaan Falida, ya karna memang fakta kalau dia tidak bermain-main dengan apa yang dia katakan barusan pada Falida.


Melihat gelengan Abel, Falida reflek menutup mulutnya. Sahabatnya yang tidak pernah tersentuh cinta itu, sekarang mengatakan kalau sedang jatuh cintahhhhh? Fiks, Falida harus menulis ini di buku diarynya.


"Lalu Tuan Acarl?" tanya Falida pelan setelah berhasil menetralkan dirinya.


Abel tersenyum mendapati pertanyaan yang sangat ditunggu-tunggu itu. Abel memajukan tubuhnya agar lebih dekat pada Falida, sedangkan Falida malah memundurkan tubuhnya karena takut akan senyuman Abel yang menakutkan baginya. "Dia... Juga... CINTA SAMA GUE!!!!" pekik Abel membuat seisi cafe menoleh pada sumber suara.


"Aduh Abel!!! Cinta ya cinta, gila jangan!!" kesal Falida yang malu karena sahabatnya yang malu-malu in. Bukan hanya memekik, Abel juga tertawa membuat Falida bertambah malu.


"Sstttt!!" kesal Falida pada Abel , sampai-sampai gadis itu menjejalkan waffle kemulut Abel agar gadis itu diam.


"Nah diem gini kan enak," ucap Falida saat Abel sudah sepenuhnya diam. Abel tidak marah, malah dia tersenyum sambil mengunyah waffle yang Falida masukan tadi.


Gadis dengan high heels mendekat ke arah meja Abel dan Falida. Menyilangkan tangannya, gadis itu semakin mendekat sampai dirinya mendengar Abel menyebut nama yang familiar untuknya.


"Ish, lo mah. Iya Acarl suka sama gue, tapi bicaranya pelan aja ngapa!" kesal Abel pada Falida yang menyengir.


"Ehem," deheman seorang gadis yang tak lain adalah Noara . Noara tersenyum pada kedua gadis didepannya, senyum manis di bibir merahnya.


Abel dan Falida langsung menoleh saat suara deheman itu terdengar ditelinga mereka. Mendapati gadis cantik yang menghampiri dengan tersenyum, membuat keduanya ikut tersenyum. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Abel saat melihat gadis didepannya menatapnya dari atas sampai bawah, yang membuat Abel risih sendiri.


"Oh, haaaa tidak kok. Kebetulan tadi lewat terus denger kalian ngobrol seru banget." jawab Noara lembut namun penuh makna dibaliknya.


"Hahaha, maaf ganggu ya?" balas Abel yang merasa tak enak sendiri.


"Eh, nggak apa-apa kok. Cuman tadi ada yang sebut Acarl ya? Acarl Xelone pengusaha itu?" tanya Noara yang sekarang ikut bergabung duduk bersama Abel dan Falida.


Abel langsung melirik Falida sinis, sedangkan yang dilirik langsung melengkungkan bibirnya kebawah tanda menyesal. "Eh, aku cuma tanya aja kok. Kebetulan aku ngefans banget sama dia, apalagi dia kan ganteng." ujar Noara langsung memutuskan lirikan diantara kedua gadis itu.

__ADS_1


"Ahahaha bener banget, emang dia ganteng. Nah itu, tadi kita bahas kalo CEO XLN company ganteng." ujar Falida langsung menyaut Noara agar terlepas dari lirikan Abel.


"Wah selera kita sama nih, kira-kira siapa ya yang menang?" canda Noara dengan tawa kecilnya.


Abel yang merasa aneh, sedikit melihat-lihat gadis didepannya itu. Karena merasa ditatap, Noara langsung menyadari jika dirinya sedang diperhatikan Abel. " Ah oh iya, aku belum perkenalan kan? Oke, kenalin aku Noara Palvison. Seneng deh ketemu kalian, kalian keliatan asik." ujar Noara memperkenalakan dirinya.


"Eh maaf, aku nggak bermaksud gitu kok." ujar Abel cepat setelah Noara memperkenalakan dirinya.


"Haha enggak kok, aku juga salah nggak perkenalan dulu tadi." jawab Noara.


"By the way , nama kalian siapa ya?" tanya Noara dengan senyum yang selalu terlukis itu.


"Falida."


"Aku Abel."


"Abel?" batin Noara menyeringai saat nama Abel disebut oleh si empunya nama.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙


Dukung wajib 😁

__ADS_1


See you next part:)


__ADS_2