Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 114


__ADS_3

Rumahku adalah istanaku, dan benar saja sekarang Abel sudah menginjakkan kakinya di tanah negaranya sendiri. Penerbangan yang cukup memakan waktu, membuat Abel harus merasakan rasa lelah karena harus duduk terus. Sebenarnya ada tempat tidur juga, tapi Abel yang terlalu malas untuk berjalan akhirnya memilih untuk berakhir di tempat duduknya saja.


Dan alamat, sekarang Abel merasakan lelah di kaki dan punggungnya. Acarl yang melihat gadisnya terlihat lesu, mendekatinya dan langsung mengangkat tubuh mungil itu dalam sekali angkat. "Kamu keliatan capek," ujar Acarl sebelum Abel mengomelinya yang tiba-tiba menggendongnya ala bridal style.


Abel yang berada di gendongan Acarl, menyembunyikan wajahnya tat kala orang-orang dibandara menyaksikan adegan romantis dadakan ini. Sedangkan Acarl dengan percaya diri melangkah santai sembari menebar senyuman untuk memberitahu bahwa ia sedang bahagia sekarang.


Berbeda dengan keempat orang yang menyaksikan adegan itu sambil menggelengkan kepalanya. Sungguh, mereka sangatlah muak melihat adegan itu yang sangat familiar bagi mereka. Walaupun begitu, mereka disini karena gadis yang berada dalam gendongan Acarl.


"Dahlah romantisnya!" kesal pria yang sempat menyukai Abel, Eron. Eron menatap jengah pada Acarl yang sangat berbeda dengan saat ia kehilangan Abel saat itu. Keadaan tubuh yang kacau itu masih teringat jelas di bayang-bayang Eron.


"Kekanakan banget." sindir pria yang masih menyukai Abel tapi harus berusaha untuk menghilangkan rasa itu secepatnya, Rian. Rian dengan memalingkan wajahnya, menunjukkan rasa kesalnya pada Acarl yang menebar kemesraan didepannya.


"Kalo iri bilang aja!" balas Acarl sembari menurunkan Abel dengan pelan.


Langsung saja Abel yang dinanti-nanti semua orang yang menjemputnya, menyerbu Abel dan itu membuat Abel menjadi terkejut karena serbuan tiba-tiba itu. "Hai? Apa kabar?" sapa Abel pada para wanita yang menyerbunya ini. Dan jangan lupa, senyum canggungnya.


"Apanya yang apa kabar! Kamu terluka gini masih aja ngajak bercanda!" marah Clara yang mengambil alih seperti seorang kakak bagi Abel. Sedangkan Falida yang juga ikut, mengangguk-angguk setuju dengan Clara yang memarahi Abel.


"Gak ada sambutan atau apa gitu?" tanya Abel dengan mengerucutkan bibirnya seolah-olah kesal. Dan langsung jawaban TIDAK terdengar sampai mendengung di telinga Abel.


 ------------------------


Mansion bercat putih gading itu, tertangkap netra Abel yang sangat merindukan mansion itu. Semuanya tidak berubah, sampai akhirnya Abel masuk kedalam mansion yang tiba-tiba berubah berisikan balon, konfeti dan juga kertas berisikan tulisan ucapan selamat datang untuknya.


Terlihat para pelayan dan para koki di mansion ini terjejer rapih menyambut Abel bahkan dari depan pintu mansion tadi. "Aaaaa!!!! kalian ingin membuatku menangis!" ujar Abel yang sangat terharu melihat sambutan yang khusus untuknya ini.


"Nona, kami sangat merindukan nona. Kami semua juga berdoa semoga nona kembali dengan selamat, dan sekarang itu terwujud. " ujar Emely yang diangguki semua orang yang ada. Dan saat itu juga, air mata bahagia Abel keluar dengan sendirinya.

__ADS_1


"Terimakasih," ujar Abel tulus pada semua orang.


Semua sangat tertata disini, dari masakan sampai dekorasi. Dan itu semua khusus untuk menyambut kepulangan Abel. Tentu saja bukan Abel sendiri yang menikmatinya , ada juga Eron, Rian, Clara, Falida dan juga Acarl yang bersamanya untuk menikmati pesta kecil ini.


Acara makan-makan pun harusnya dimulai, namun semua malah menyuruh Abel untuk tidak memakannya dulu. Malah sekarang semua membawa Abel menuju atap mansion dan itu membuat Abel bertanya-tanya, apakah hadiah untuknya belum berakhir?


"Jalan lurus, sampai menemukan hadiah yang kita siapkan untukmu ya." ujar Acarl pada Abel yang merasa takut sekarang. Takut kalau hadiah dari mereka aneh-aneh, karena terbukti hanya dia yang bisa mengambil hadiah itu.


Mengabaikan segala bisikan buruk itu, Abel berjalan sesuai arahan yang Acarl berikan. Bukannya menemukan ular atau badut atau lainnya yang mampu membuat Abel terkejut, kini tatapan Abel malah terpaku dengan punggung familiar itu yang sekarang ada dihadapannya.


"Apa kamu masih mengingatku?" ujar seseorang yang Abel lihat punggungnya itu. Dan suara itu mempu membuat Abel berlari dan langsung memeluknya dari belakang. Sungguh Abel merindukan sosok yang amat sangat disayanginya ini. Dan itu adalah, Vano.


"Kapan kakak pulang?" tanya Abel pada seseorang yang dipeluknya. Vano tersenyum mendapati Abel kembali dengan selamat, anak kecil yang dulu sering menempel padanya ini sudah terlihat besar dari terakhir kali ia melihatnya.


"Aku pulang saat aku merasa adikku memerlukan aku. Dan sekarang aku bersyukur kamu baik-baik saja." jawab Vano sembari mengusap pucuk kepala Abel pelan.


"Sabar sabar, lapangkan dadamu. Itu yang kita rasakan saat melihatmu bermesraan dengan Abel." ujar Eron sembari menahan Acarl yang terlihat gelisah dengan tatapan yang tertuju pada dua orang yang saling berpelukan itu. Sementara Acarl langsung melirik Eron seakan mengatakan padanya untuk melepaskan dirinya.


Tak lama setelah itu, acara makan-makan kembali dilanjut. Dan ini masih menambah rasa panas dihati Acarl saat melihat gadisnya menyuapi Vano dengan senyumnya. "Sayang, aku mau ayam." ujar Acarl pada Abel yang asik menyuapi kakaknya.


Abel yang mendengar permintaan Acarl, beralih pada Acarl untuk mengambilkan ayam yang Acarl mau sebelum akhirnya kembali fokus pada kakaknya. "Apa aku bisa memakannya tanpa saus?" sindir Acarl lagi pada Abel yang membuat Abel diam dan mengambilkan saus yang diminta Acarl.


Abel yang kembali fokus pada kakaknya, membuat Acarl sudah tidak tahan lagi. Sungguh! Abel adalah miliknya sekarang! Lalu apa ini ? kedatangan kakak yang tiba-tiba mau merebut hak nya? Sementara yang lain, makan dalam diam tanpa bersuara sedikitpun. Walaupun dalam hati mereka semua mengutuk suasana yang canggung ini.


"Aku ingin sayuran!"


Abel yang mendengar langsung mengambilkan apa yang pria itu mau. "Aku butuh mayonaise!" lagi dan lagi Abel mengambilkannya.

__ADS_1


"Oh tidak! aku butuh saus!"


"Acarl sayang," ujar Abel lembut pada Acarl yang menatapnya tajam. Tapi tak berapa lama.....


"SAUS ITU SUDAH ADA DIDEPANMU SEJAK KAU MEMINTA TADI!" teriak Abel yang sudah menahan kesal sejak tadi. Sedangkan Acarl langsung terdiam saat melihat wajah memerah Abel yang menandakan gadis itu benar-benar kesal sekarang.


Sementara yang lain, menahan tawanya saat melihat wajah pias


Acarl setelah mendapat bentakan dari Abel karena kecemburuannya.


.


.


.


.


.


Hai semua 🥳


Up lagi


Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤭


Dukung wajib 👌

__ADS_1


See you next part:)


__ADS_2