Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 61


__ADS_3

Tabrakan yang lumayan keras itu, menciptakan suara yang keras juga. Sampai-sampai dua manusia yang saling bertabrakan tadi terjatuh .


"Awww..." pekik keduanya setelah berhasil mendarat dengan sempurna dilantai koridor itu.


Keduanya sama-sama masih mengusap pantat masing-masing, sehingga tidak melihat satu sama lain. Abel yang merasakan sangat sakit dilengan dan pantatnya, akhirnya mendongak dan melihat orang yang ditabraknya tadi dan berniat untuk meminta maaf.


"Eron??" ujar Abel setelah melihat pria jangkung yang sama posisinya dengannya terjatuh dilantai itu. Mendengar suara yahg amat familiar, Eron mendongakkan kepalanya dan matanya tertuju pada gadis ber rok abu-abu itu yang menatapnya juga.


Eron bergegas berdiri walaupun rasa sakit masih ada. Dengan cepat, Eron mendekati Abel dan mengulurkan tangannya. Abel yang mengerti, langsung menerima uluran tangan itu dan berdiri dibantu Eron. Tiba-tiba kilasan mimpi tadi muncul dibenak Abel, mimpi dimana ada dua pria bersama Abel saat momen Acarl mencium Abel ada dimimpinya.


Eron


Nama pria yang benar ada dimimpinya itu kini membuat Abel merasa malu untuk menatap Eron. Bayangan memalukan berciuman dan dilihat Eron, membuat pipi Abel memanas karenanya. Walaupun hanya mimpi, tapi terasa nyata seperti saat dia bersama Acarl tadi.


Abel segera menarik tangannya dari genggaman Eron ,dan juga Abel memalingkan wajahnya yang tadinya menatap Eron itu. Eron yang menyadari ada yang aneh dari Abel, membuatnya memiringkan kepalanya kekanan untuk melihat Abel yang memalingkan wajahnya ke kiri itu.


"Apa aku sebegitu menakutkan ya sampai kamu tidak mau melihatku?" tanya Eron masih dalam posisinya . Tentu saja Abel menggeleng pelan menjawab Eron.


Eron tersenyum melihat reaksi Abel yang memang menggemaskan itu. Abel adalah gadis unik dengan pipi tembam yang menambah keimutan gadis itu. Saking gemasnya, Eron menusuk dahi Abel dengan telunjuknya yang membuat gadis itu mengaduh .


"Aduhhhh, kenapa main tusuk-tusuk segala sih!" kesal Abel yang tanpa sadar menolehkan kepalanya melihat Eron yang tersenyum misterius itu.


"Sana masuk kelas, udah telat kan?" ujar Eron mengingatkan sembari tangannya mengusap dahi Abel yang ditusuknya tadi. Perlakuan Eron itu, kembali membuat darah Abel mendesir menjalar sampai ke pipi tembamnya.


"Oh ah iya," jawab Abel tergagap.


Abel segera memutar tubuhnya dan berlari tanpa mengucapkan apa-apa lagi pada Eron. Eron menggeleng melihat tingkah Abel yang selalu membuatnya candu itu. Bahkan dari pertemuan pertama mereka, Eron sudah mengira jika Abel memang gadis yang menggemaskan.


__---__


Senyum hangat yang menawan, masih terpancar jelas di wajah Acarl. Banyak karyawan yang takut dan juga tidak sedikit yang kagum dengan senyum itu.


"Selamat pagi,Tuan." sapa seorang karyawan mewakili kedua temannya yang berjalan bersama dengannya .


"Pagi," jawab Acarl yang membuat ketiga karyawan yang takut-takut itu menjadi terkejut dengan perubahan dramatis yang terjadi pada seorang Acarl Xelone itu.


Tentu saja kabar Acarl yang berubah drastis langsung menyebar keseluruh penjuru kantor. Banyak wanita yang memamerkan jika dia melihat senyum Acarl, dan banyak juga karyawan pria yang langsung bekerja dengan giat karena saking takutnya melihat Acarl yang tidak seperti biasanya.


Sampai diruangannya pun Acarl masih tersenyum sampai membuat ruangan dingin itu menjadi hangat. Seakan sosok yang baru lahir itu membawa hangat cahaya matahari langsung kedalam ruangannya.


"Akan aku tunggu malam nanti gadis kecil," batin Acarl.


__---__


"PPFFTTT!!! HAHAHAHAHAHAHA,"


Keadaan kantin yang memang ramai, tambah ramai dengan suara tawa menggelegar milik Falida itu. Tawa yang disebabkan karena Abel menceritakan ceritanya tadi.

__ADS_1


"Ish, dasar punya temen nggak punya akhlak! gue lagi malu dan lo ketawa???" kesal Abel yang langsung melampiaskannya ke lasagna yang sudah dia pesan.


"Haduhhhhh, maaf maaf. Lagian lo nggak masuk akal banget ceritanya," ujar Falida setelah meredakan tawanya.


Abel berdecak kesal saat mengingat kejadian tadi yang membuatnya malu seumur hidupnya.


Flashback on


"Huh udah pasti telat ini! " gumam Abel sembari berlari menuju kelasnya.


Dan benar seperti dugaannya, Abel terlambat karena guru sudah duduk dengan sempurna di singgasana nya itu.


GLEKK


"ABEL!!!" teriakan maut dari guru killer yang sangat ditakuti semua orang di sekolah ini.


"I-iya bu," jawab Abel yang sekarang masih terpaku di ambang pintu kelasnya.


Melihat tatapan guru killer itu, terasa seperti beribu anak panah langsung menancap tepat di kepala Abel. Guru itu semakin mendekat membuat langkah Abel mundur sedikit demi sedikit.


Dan benar saja, langkah Abel langsung terhenti setelah suara perintah hukuman sudah terdengar ditelinga Abel dengan merdunya.


Lima menit kemudian,


"AKU SAYANG BU LUNA!"


"KURANG KERAS!!!!!"


Yap ,hukuman yang sangat memalukan. Berteriak didepan kelas dengan menyebutkan kata horror itu lebih memalukan daripada terjatuh kepeleset didepan banyak orang. Pasti sakit, tapi nggak sesakit dilihatin kakak kelas yang tertawa mendengar teriakan Abel saat ini.


Flashback off


Rasa kesal Abel terbayarkan dengan menyantap lasagna favourite nya itu, dan juga boba brown sugar yang menemani hidangannya.


"Nyesel gue nggak liat lo kena hukuman kayak gitu," ujar Falida yang masih menyantap makanannya dengan hikmat tanpa memperdulikan Abel yang meliriknya tajam.


Mereka berdua akhirnya terdiam lagi dengan menyantap makanan masing-masing. Tapi tiba-tiba seseorang dengan santainya berjalan mendekat kemeja Abel dan Falida. Melihat siluet orang yang berdiri disebelahnya, membuat Abel menolehkan kepalanya dan menatap seorang lelaki yang juga menatapnya.


"Lo cewe yang teriak-teriak tadi kan?" tanya cowo itu yang seketika membuat Abel tersedak makanannya.


"Uhuk uhuk uhuk...." batuk Abel yang segera meraih minumannya .


"Ehemmm... iya kenapa?" tanya Abel setelah tenggorokannya sudah terasa nyaman kembali.


Cowo yang datang tanpa diundang itu ,tentu saja langsung menarik perhatian seisi kantin. Bahkan Falida menganga dan merutuki bodohnya Abel yang tidak tau siapa pria didepannya itu.


"Siapa nama lo?" tanya cowo itu tanpa menjawab pertanyaan Abel tadi. Tentu saja Abel berdecak tidak suka dengan cowo angkuh didepannya itu.

__ADS_1


Abel yang kesal tambah kesal, membuatnya mengalihkan kembali perhatiannya pada makanan didepannya dan mengabaikan pria yang masih setia berdiri disampingnya itu.


"Rian," ujar cowo itu sembari mengulurkan tangannya didepan wajah Abel.


Abel yang meluap-luap, langsung berdiri dan menatap nyalang pada pria didepannya itu. "Gue nggak pernah nanya siapa nama lo, dan gue nggak pernah undang lo datang kesini. So, what business are you here for? (Jadi, untuk urusan apa kamu di sini?) " kesal Abel yang menjadi-jadi karena pria didepannya itu.


"Gue cuma mau kenal aja, dan gue mau bilang kalo lo cantik." jawab pria itu yang lalu pergi sebelum meja kantin melayang padanya itu.


Abel yang melihat pria itu kabur tanpa permisi, langsung kembali duduk dan memakan kembali makanannya yang mengabaikan semua tatapan mata yang mengarah padanya saat ini.


"Bel, lo nggak tau siapa dia??" tanya Falida setelah melihat respon Abel yang biasa saja dan bahkan berani melawan pria yang bernama Rian itu. Jawaban seorang Abel yang tidak suka bergaul dengan teman sekolahnya, membuatnya menggeleng tanpa beban.


"HAH!! Fiks lu udah b*go plus plus," lanjut Falida menanggapi jawaban Abel yang membuatnya melongo tak percaya itu.


"Kenapa?" tanya Abel yang sedikit penasaran dengan respon temannya itu. Walaupun bagaimana, respon Falida terlihat seperti sesuatu yang mungkin aneh jika Abel tidak mengetahuinya.


Menepuk jidatnya, Falida menggeleng pelan dengan temannya yang kelewat nolep itu. "Adrian Ariens, tau???" jawab Falida saking kesalnya.


Ariens,


"Eron Ariens???" gumam Abel setelah mengingat marga yang familiar itu.


Gumaman Abel mampu didengar Falida. Falida mengangguk kecil menanggapi gumaman Abel yang menebak dengan benar apa yang dimaksudnya.


Tadi Eron dan sekarang Rian . Satu keluarga dengan marga yang sama?? batin Abel.


Memikirkan itu, membuat Abel mules dan akhirnya berlari menuju toilet untuk menuntaskan mulesnya itu.


ADRIAN ARIENS,


Nama baru dengan status sama seperti orang yang dikenalmya.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙

__ADS_1


Dukung juga boleh 😁


See you next part:)


__ADS_2