Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 35


__ADS_3

Di tepi pantai yang indah, tak seindah hati Abel saat ini. Bahkan jam masih menunjukkan pukul lima pagi, tapi Abel sudah berada di tempat yang diminta Acarl. Abel yang baru datang saja langsung membelalakkan matanya saat melihat dua ekor kuda yang terlihat gagah berdiri didepannya.


"Cepat sekali kau datang?" tanya Acarl yang menyadari kehadiran Abel . Acarl yang memang sering keluar mencari udara segar di pagi hari, merasa terbiasa jika dia sudah di pantai jam segini. Tapi Abel?


"Aku datang cepat kan juga biar cepat selesainya." batin Abel menggerutu.


"Aaa tidak, Tuan. Saya hanya ingin merasakan hawa pagi saja ." jawab Abel beralasan .


Acarl mengangguk dan langsung menaiki salah satu kuda yang paling tegap. Bagi siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona saat itu juga . Badan Acarl yang terlihat tegap ,beradu dengan kuda yang tegap juga. Bahkan saat ini Abel sendiri juga terpesona melihat Acarl, sampai-sampai matanya tak berkedip.


Acarl yang sudah seimbang diatas kuda, menatap Abel yang juga menatapnya. Senyum miring tercetak jelas di wajah western Acarl. "Memang benar jika aku tampan." batin Acarl setelah melihat reaksi Abel yang menatapnya tanpa berkedip.


"Ehem... bisa kau naik di kuda satunya!" perintah Acarl yang mengejutkan Abel. Abel yang setengah sadar langsung menatap tanya ke arah Acarl. "Ah ya, Tuan?" tanya Abel bertanya apa yang dikatakan Acarl tadi.


"Apa kau bisa naik kuda satunya?" tanya Acarl lagi dengan wajah datar. Abel langsung mengangguk dan berusaha naik ke atas kuda. Untuk naik, Abel tentu bisa. Tapi menungganginya?


"Tuan, saya tidak bisa kalau mengendalikannya." Ujar Abel sambil memperlihatkan tangannya yang memegang tali untuk mengendalikan kuda .


Acarl tersenyum tipis, lalu turun dari kudanya. Tangannya terayun seperti memberi isyarat pada orang lain. Tak lama ada orang datang dengan tergesa, tanpa aba-aba langsung mengambil alih kuda yang tadi dinaiki Acarl.


Melihat Acarl yang sudah turun dari kudanya, Abel memperhatikan Acarl yang berjalan mendekat kearahnya. Tiba-tiba Acarl berpegang pada kuda yang dinaiki Abel dan naik dibelakang Abel. Abel yang masih belum sadar dengan apa yang terjadi, langsung gelagapan sendiri.


"Tu-tuan, anda kenapa naik disini?" tanya Abel yang merasa risih dan tidak nyaman dengan Acarl yang duduk dibelakangnya.


Acarl tidak menjawab, tapi malah memegang tali kemudi yang juga dipegang Abel saat ini. Reflek tangan Abel langsung melepaskannya, tapi tangannya kembali di raih Acarl untuk menggenggam tali kemudi. "Pegang ini ,dan perhatikan caraku ." ujar Acarl.


Abel hanya mengikuti saja, dan diam sambil melirik tangannya yang bersebelahan dengan tangan Acarl. Rasa gugup Abel seketika menguap saat menikmati rasanya menunggangi kuda , bahkan hembusan angin menerpa dengan halusnya di wajah Abel.


"Apa kau sudah bisa?" tanya Acarl yang melihat Abel sudah tenang, tidak seperti tadi.


"Kurasa saya bisa, tapi apakah anda mau menemani saya disini dulu?" jawab Abel sekaligus meminta pada Acarl untuk menemaninya berkuda. Acarl tersenyum miring sambil menghentikan kudanya.


"Baiklah, tapi hanya sekali sekitar lima menit. Seterusnya lakukan sendiri untuk membayar hutangmu kemarin." ujar Acarl menyetujui permintaan Abel.


Cheiz yang memang selalu ada untuk Acarl ,melihat dari kejauhan apa yang dilakukan Acarl dengan Abel. Tersenyum melihat Tuannya yang dekat dengan Abel. Bahkan selama ini Cheiz mengikuti Acarl, baru kali ini dia melihat Acarl dekat dengan seorang wanita. "Semoga anda berbahagia selalu, Tuan." doa Cheiz dalam hati.


Abel dengan senyumnya, mengendalikan kuda dengan tenang. Acarl yang duduk dibelakang, tak kuasa menahan senyumnya saat dengan lihai Abel mengendalikan kudanya ,padahal dia baru saja belajar.


Cahaya matahari yang baru saja muncul, membuat wajah Abel yang sudah cantik menjadi tambah cantik. Acarl yang memang dari tadi memperhatikan Abel, menjadi terpesona akan indahnya ciptaan Tuhan didepannya.

__ADS_1


Kuda berhenti saat Abel sudah merasa lelah, tapi Acarl yang masih memandangi Abel tak menyadari jika kuda yang dia tumpangi sudah berhenti. "Huwaaaa aku bisa mengendalikannya!!" pekik Abel dengan senang dan memeluk leher kudanya.


Pekikan Abel menyadarkan Acarl. Acarl langsung merubah ekspresinya menjadi seperti biasa, dan turun dari kuda. "Kau cepat belajarnya." puji Acarl setelah berhasil turun.


Senyum Abel tak kunjung surut , sampai menoleh pada Acarl pun masih tersenyum. "Terimakasih,Tuan." balas Abel yang merasa hidupnya bahagia untuk saat ini . Acarl tercengang dengan senyum manis milik Abel.


"Baiklah, kurasa untuk sore ini kita bisa bertanding ." tantang Acarl dengan menaikkan sebelah alisnya. Abel yang mendengarnya terkejut. Dia baru belajar okey! Dan sekarang diajak bertanding?


"Bolehkan saya menolaknya,Tuan?" tawar Abel dengan raut wajah memelasnya. Namun gelengan pasti yang diterima Abel . Dengan pasrah, Abel pun menerima saja tantangan Acarl.


"Uhuk ... sepertinya tenggorokanku kering." sindir Acarl pada Abel. Abel yang tau sindiran itu untuknya, membuat Abel langsung turun dari kuda.


"Anda ingin minum apa ,Tuan?" tanya Abel .


Menaruh telunjuknya di dagu, Acarl menimang-nimang dia ingin minum apa saat ini. Setelah menemukan apa yang dia mau, Acarl langsung menoleh pada Abel. "Sandwich dan smoothies " jawab Acarl.


"Smoothies nya terserah kau saja yang pilih. Bawa itu kesini , katakan saja Acarl yang menyuruh. Dan juga bawa sarapanmu kesini ." lanjut Acarl.


Abel yang mengerti, langsung mengangguk dan bergegas menuju ruang makan. Sedangkan Acarl sendiri duduk ditepi pantai sambil melihat ombak-ombak yang menggulung dengan indah.


Cheiz yang melihat tuannya sendirian, langsung menghampirinya. Dan benar saja, Acarl yang menyadari jika Cheiz datang langsung bertanya apa yang ingin dia tanyakan dari tadi .


"Pertemuan direksi akan dilaksanakan seminggu lagi ,Tuan." jawab Cheiz dengan sopan. Acarl mengangguk-angguk mengerti .


"Apakah Tuan akan mengajak nona Abel kesana?" tanya Cheiz pada Acarl. Acarl yang mendapat pertanyaan, langsung tersenyum miring sambil menerawang apa yang sudah dia rencanakan selama ini.


"Tentu saja! Mari kita buka sifat asli si tua bangka itu di hadapan dewan direksi, dan lihat saja pertunjukannya. " ujar Acarl sambil tertawa kecil.


Saat Acarl dan Cheiz sedang membahas rencana untuk Minggu depan, Abel datang dan berjalan dengan pelan untuk menjaga keseimbangannya. Nampan yang berisi sandwich, smoothies, seporsi nasi goreng, dan segelas susu itu dibawa sendiri oleh Abel.


Menyadari kehadiran Abel, Acarl dan Cheiz pun langsung berhenti membahas masalah Minggu depan. "Wah, ada Tuan Cheiz ya?" sapa Abel saat melihat Cheiz yang duduk disamping Acarl. Cheiz hanya menanggapi dengan senyuman, dan dibalas senyum juga dari Abel.


"Mana sandwich dan smoothies nya?" tanya Acarl tiba-tiba yang langsung menginterupsi Abel dan Cheiz. Dengan pelan-pelan , Abel menaruh nampannya di atas pasir dekat Acarl.


Cheiz yang mengerti situasi, langsung pamit untuk pergi. "Lain kali aku tidak boleh tersenyum pada nona Abel." batin Cheiz.


Sekarang hanya menyisakan Abel dan Acarl yang berdua menikmati sarapan ditepi pantai. Acarl sesekali melirik Abel yang dengan lahap memakan nasi gorengnya. "Apa menunggang kuda sangat melelahkan?" tanya Acarl disela makannya.


Abel dengan mulut penuh nasi goreng, hanya bisa menggelengkan kepalanya untuk menjawab Acarl. Bagaimana bisa lelah? Dia saja sangat menikmatinya. Acarl yang sudah selesai dengan sandwich nya, beralih mengambil smoothies.

__ADS_1


Tak ada pembicaraan lagi diantara mereka, sampai mereka menghabiskan sarapan masing-masing. Acarl yang sudah selesai duluan, langsung melihat Abel yang sangat unik baginya. Jika banyak wanita yang akan makan dengan salad saja, berbeda dengan gadis didepannya ini. Tanpa menjaga image nya, dia mampu menghabiskan sepiring nasi goreng dan susu hangat segelas.


Abel yang merasa seperti diperhatikan seseorang, seketika melirik pada Acarl. Dan pas sekali, bola mata mereka bertemu. Abel yang sedang meminum susunya tersedak saat melihatnya.


"Uhuk uhuk..." batuk Abel seraya mengelus tenggorokannya supaya sakitnya cepat reda.


"Makanya kalau sedang minum jangan melihatku! ketampanan ku ini memang mampu membuat orang lain terpesona." ujar Acarl dengan rasa percaya dirinya yang besar.


"Aku tersedak juga karena kamu melihatku sedang minum tauk!" marah Abel yang pastinya hanya dalam hati.


Senyum paksa ditampilkan Abel untuk menjawab ucapan Acarl. Acarl yang mendapat senyuman, langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang tempat. Tak lama kemudian, dia bangkit dan itu membuat Abel terkejut dan ikut bangkit . Dengan membawa nampannya, Abel mengikuti Acarl yang berjalan entah kemana.


"Huh, untung dia bos ku. Kalau tidak udah aku cincang dari kemarin." batin Abel kesal pada Acarl yang berjalan cepat tanpa peduli dengan kaki pendek milik Abel.


"Dasar wanita! berani sekali kau menunjukkan senyum padaku." batin Acarl.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Datang lagi aku😅


Maaf ya kalo ceritanya gaje😭


Moga kalian suka deh🥺


Jangan lupa like, komen dan vote ya 👌


Dukungannya dong😁


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2