
Tangan berbalut perban itu mengusap lembut surai gadis yang terlelap disampingnya. Senyum hangat terpancar bersamaan dengan sinar matahari yang masuk dari celah jendela kamar pria yang menjadi tempat tragedi semalam.
Setelah banyaknya air mata yang menetes semalam, dalam pelukan yang membuatnya candu itu Abel terlelap. Dekapan Acarl yang menenangkan mampu membuat tidur Abel semakin nyenyak.
Acarl yang bangun lebih dulu daripada Abel, membuatnya bisa memandangi wajah polos Abel dengan puas. Namun satu penyesalan Acarl, saat melihat mata yang sedikit membengkak itu. Acarl mendekatkan wajahnya lalu mengecup kedua mata Abel yang membengkak itu.
"Bangun sayang, udah pagi." bisik Acarl sembari meniup-niup kecil telinga Abel. Tapi Abel tetap Abel, walaupun gempa bumi juga dia tetap tidur tanpa memperdulikan apapun yang terjadi.
Acarl gemas melihat gadisnya masih pulas, saking gemasnya dia mencubit hidung Abel bertubi-tubi. Si sleeping beauty akhirnya membuka matanya karena terganggu hidungnya yang dipencet-pencet manusia tampan seperti Acarl.
"Akhirnya bangun juga," ujar Acarl sambil tersenyum pada Abel. Suara serak Acarl menyapa indah ditelinga Abel. Abel ikut tersenyum manis pada Acarl yang masih menatapnya.
"Udah bangun dari tadi?" tanya Abel seraya dirinya merenggangkan tangannya keatas, dan kesamping. Acarl mengangguk menjawab pertanyaan Abel. Keduanya masih nyaman diselimut yang sama, sangat enggan untuk bangun bahkan turun dari tempat tidur.
"Meeting kemarin udah selesai?" tanya Abel membuat Acarl langsung mengerutkan dahinya.
"Kenapa?" tanya Acarl balik .
"Yaaaa kan aku jadi nggak enak ," jawab Abel sembari membuat garis abstrak didada Acarl yang masih berbalut kaos putih itu.
Acarl tersenyum dengan tangan yang mengusap lembut surai gadis itu lagi. "Semua sudah selesai, kamu tenang aja . Aku pulang karena merindukan mu." jawab Acarl membuat Abel merasa lega karena tidak menjadi pengganggu pekerjaan Acarl.
"Hari ini nggak sekolah?" tanya Acarl yang mendapat gelengan kepala sebagai jawaban pasti dari Abel. Setelah mengingat-ingat Acarl baru sadar kalau hari ini adalah hari sabtu yang menandakan kalau Abel libur.
Acarl mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya lagi menikmati pagi yang indah ini. Abel terkikik geli dan membalas pelukan Acarl yang tak kalah eratnya itu.
"Biar gini dulu, latihan biar nggak kaget kalau nanti kita sering begini." tutur Acarl lembut . Abel tidak menolak ,karena dirinya juga merasa nyaman dalam posisi ini.
Diluar, semua sudah rapi . Sarapan sudah tersaji, setiap ruangan sudah bersih , dan luar mansion juga berkilau. Tapi pemilik mansion masih belum keluar dari kandangnya.
"Acarl, aku mau bilang sesuatu." ujar Abel didalam pelukan Acarl. Acarl hanya berdehem menjawabnya.
"Itu barang yang kami lihat kemarin tuh sebenernya traktiran dari Eron. Ya dia nawarin mau traktir, yaudah deh sekalian aku minta yang banyak." jelas Abel membuat Acarl tersenyum karena Abel yang jujur padanya.
__ADS_1
"Aku nggak marah kok," jawab Acarl makin mengeratkan pelukannya, membuat Abel tersenyum karena Acarl percaya padanya.
___---___
Sudah hampir satu jam dua manusia itu bermalas-malasan, akhirnya mereka keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi. Dengan menggunakan kamar mandi kamar Acarl, Abel mandi disana bergantian dengan Acarl.
Baju Abel juga sudah diambilkan pelayan, jadi dia tidak perlu keluar dari kamar Acarl. Keduanya terlihat romantis saat keluar dari kamar berdua dengan bergandengan tangan. Para pelayan yang berpapasan atau melihat pun ikut tersenyum geli melihat Acarl yang bisa bucin itu.
Para pelayan tentu tau kalau Abel dan Acarl belum melakukan apa-apa, pastilah karna mereka yang membersihkan semua ruangan di mansion ini. Juga tadi saat mengantarkan pakaian Abel, yang menerima adalah Acarl sedangkan Abel didalam kamar mandi sendiri.
"Selamat pagi Tuan dan Nona," sapa Cheiz yang tidak tau sejak kapan sudah ada dimansion Acarl. Ya memang Cheiz tidak tinggal dimansion Acarl, tapi karena tugasnya dia pasti datang pagi-pagi sekali.
"Pagi,Tuan Cheiz." balas Abel dengan senyumnya seperti biasa.
"Apa ada jadwal untuk hari ini?" tanya Acarl pada Cheiz sebelum mereka duduk dimeja makan.
"Iya , Tuan. Anda ada jadwal bertemu dengan direktur Orange group siang nanti. Dan menurut jadwal yang saya pegang, besok adalah hari libur untuk anda." jelas Cheiz sembari membuka buku kecil yang selalu dia bawa.
"Baiklah, kalau begitu aku masih ada waktu pagi ini." jawab Acarl yang mendapat anggukan dari Cheiz.
"Ah tidak Nona, saya kruyukkk" tolak Cheiz yang akhirnya gagal karena perut pria itu yang sudah berbunyi melawan aksi tolakan Cheiz. Abel tersenyum,begitu juga dengan Acarl.
"Sudahlah, duduk dan makanlah. Kau jomblo , tidak ada yang memperhatikanmu selain aku." perintah Acarl dengan sedikit dibumbui kesombongan ala Acarl yang membuat Abel mendengus mendengarnya.
Ketiganya kemudian makan bersama dalam diam. Setelah mereka selesai, Cheiz pamit untuk menyiapkan mobil dan perlengkapan yang harus dibawa Acarl. Mendengar itu, Abel langsung mendongak dan menghentikan langkah Cheiz.
"Tunggu! bukankah harusnya aku yang menyiapkan keperluannya..." pekik Abel yang terpotong karena tangannya langsung dicekal Acarl yang duduk didekatnya.
"Tugasmu sekarang berubah. Kamu hanya perlu disisiku sebagai asisten pribadi yang sangat-sangat pribadi." ujar Acarl memotong niat Abel.
"Iya Nona, ini juga buka tugas yang melelahkan. Saya bisa menghandlenya." ujar Cheiz menyetujui Acarl dan akhirnya melanjutkan langkahnya.
"Kenapa begitu?" tanya Abel pada Acarl.
__ADS_1
"Karena sebagai calon istri Tuan Acarl Xelone, Nona Abel harus tau pasti seperti apa calon suaminya bukan?" jawab Acarl penuh penekanan disetiap katanya.
"Baiklah Tuan," jawab Abel sembari tersenyum manis. Tanpa sadar , jawaban Abel adalah lampu hijau yang sangat hijau untuk Acarl.
"Oh iya , apa kamu besok ada acara?" tanya Acarl pada Abel. Abel mengingat-ingat dengan mengetuk-ngetuk dagunya menggunakan jari telunjuknya.
"Sepertinya tidak ada acara besok, "Jawab Abel setelah mengingat listnya yang kosong melompong seperti orang jomblo. Eh, kan memang Abel masih jomblo. Dirinya kan belum mengutarakan perasaannya pada Acarl, yang berarti dia masih jomblo.
"Memangnya ada apa?" tanya Abel karena penasaran dengan pertanyaan Acarl yang tumben tidak membuatnya pusing.
Acarl tersenyum lalu menggenggam tangan kecil Abel. "Baiklah , persiapkan dirimu ya untuk besok." jawab Acarl dengan senyim yang masih menyinari diwajahnya.
Abel memiringkan kepalanya dengan wajah bertanya yang menggemaskan dimata Acarl. Acarl yang gemas, mencubit pipi tembam Abel sampai Abel mengaduh.
"Aduh, sakit taukk!" kesal Abel sambil mengelus pipinya yang dicubit Acarl.
"Iya-iya maaf, sebagai kompensasi akan aku beritahu deh. Bersiaplah karena besok kita akan pergi piknik berdua,"
.
.
.
.
.
Hay semua ❤️
Baru ngucapin😂 Semangat ya buat yang lagi puasa, jan lupa niatnya🥳
Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙
__ADS_1
Dukung wajib😂
See you next part:)