Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 21


__ADS_3

"Apa kami boleh bergabung?" tanya orang dibelakang Abel.


.


.


.


.


Pertanyaan tiba-tiba itupun seketika membuat Eron dan Abel menoleh ke sumber suara, setelah melihat siapa yang datang membuat Eron mendengus kesal. Bagaimana tidak? Dia ingin berdua saja dengan Abel namun ada orang yang datang dan meminta bergabung.


Berbeda dengan Abel, Abel sangat canggung dalam situasi ini. Bagaimana tidak? Seorang Acarl yang saat ini membuat pikirannya kacau datang bersama Clara yang membuat semua masalah hadir dan ingin bergabung bersama.


Menahan kekesalannya, Eron pun memberi senyum palsunya dan mengangguk menjawab Acarl. Senyum licik terpampang jelas diwajah Acarl. Diapun segera mengambil tempat duduk didekat Abel.


Abel yang masih dalam pikirannya tidak menyadari kehadiran Acarl didekatnya. Sedangkan Clara yang sebenarnya tidak suka berada di situasi ini ,hanya bisa pasrah saat itu yang meminta adalah kakaknya. Clara pun mengambil kursi didekat Eron , berhadapan langsung dengan Acarl.


"Ehem..." deheman yang lumayan keras dari Acarl mengejutkan Abel yang tadinya melamun.


Abel yang terkejut langsung menoleh pada suara disampingnya, matanya membulat saat menyadari Acarl berada disampingnya. Dengan reflek Abel memundurkan dirinya, namun naasnya kursinya yang ditempatinya kehilangan keseimbangan dan...


Brukk... Grebb


. . . . . .


Suara benda jatuh yang keras membuat seisi restauran langsung menolehkan kepalanya ke suara jatuh itu. Wajah terkejut terukir dengan jelas diwajah mereka yang melihatnya. Bagaimana tidak, seorang cewe jatuh dengan cantiknya , namun bukan itu fokusnya tapi dua orang lelaki yang berpelukan dibawah cewe yang jatuh itu. Lebih tepatnya Acarl yang memeluk Eron dan Abel yang jatuh tepat di atas mereka berdua.


Mata Abel yang terpejam mulai terbuka saat merasa tubuhnya tidak merasakan sakit seperti yang dibayangkannya. Melihat sekeliling, banyak orang yang menatapnya bahkan Clara dengan wajah terkejutnya. Merasa seperti melayang, Abel berusaha bangkit, lalu dirinya terkejut dan dengan reflek menutup mulutnya dengan telapak tangannya saat melihat dua orang yang sedang berpelukan itu. " Apa yang terjadi?" batin Abel bertanya.


Dua orang yang merasa aneh , karena merasa tubuh kekar yang mereka peluk akhirnya membuka mata dan....


"AAAAAAAAAAAAAAAARGHHH!!!" Teriakan tak terelakkan saat mereka saling menatap satu sama lain dan menyadari jika bukan Abel yang ditangkap, melainkan mereka yang berpelukan .

__ADS_1


Dengan rasa terkejutnya, mereka berdua pun bangkit dengan secepat kilat. Menoleh secara bersamaan, Acarl dan Eron menatap Abel yang masih dengan posisi yang sama setelah dia berdiri tadi.


"Tu-tuan , E-Eron... " ujar Abel terbata.


Dengan secepat kilat, Eron langsung menghampiri Abel yang terpaku sambil menatap Acarl dan Eron."Apa kau baik-baik saja?" tanya Eron sambil memegang bahu Abel setelah dia berhasil mengendalikan diri dari keterkejutannya tadi.


"Aku baik." jawab Abel lirih sambil melihat Acarl yang sekarang menatapnya datar.


Melihat arah tatapan Abel, Eron melihat Acarl dengan wajah kesalnya. " Huh , baru saja dia bergabung tapi sudah mengacaukan suasana." kesal Eron dalam hati.


"Tu-tuan apa baik-baik saja?" tanya Abel masih dalam posisi yang sama didepan Eron dan masih dipegang bahunya oleh Eron.


"Ehem,, aku baik." jawab Acarl dengan merubah nada bicaranya menjadi seperti biasa.


Clara yang melihat langsung mencairkan suasana," Apa kita jadi makan?" tanya Clara yang langsung membuat tiga orang yang dari tadi memiliki kehebohan sendiri tersadar .


Bak janjian, ketiga orang itu langsung mengangguk bersama . Suasana Restauran menjadi seperti semula saat Abel,Eron dan Acarl duduk ditempat seperti semula.


"Abel?" panggil Eron pada Abel yang mencairkan suasana. Namun bukan hanya Abel yang menoleh tapi Acarl yang berada disamping Abel pun ikut menoleh kearah Eron.


"Apa kau liat-liat?! Aku memanggil Abel bukan kau" ujar Eron dengan nada kesalnya. Kekesalan pada Acarl belum menguap dari diri Eron.


Melihat suasana yang kian panas, Abelpun memilih menjawab panggilan Eron yang ditujukan padanya. " Ya?" jawab Abel yang membuat Eron kembali menatap Abel.


Kekesalan Eron sedikit menghilang saat melihat wajah Abel. Dengan mengembuskan napasnya yang berat, Eron menatap Abel dengan tatapan yang berbeda dari tadi. Wajahnya terlihat sedikit tenang sekarang.


"Abel, kurasa dengan perasaan yang sangat dalam.." ujar Eron menggantung yang langsung membuat mata Acarl menatap tajam kearah Eron, sedangkan Abel yang mendapat ucapan menggantung dari Eron pun masih setia menunggu kelanjutannya dengan alis terangkat sebelah.


"Apa yang ingin dia katakan?" tanya Acarl dalam hati .


Eron yang melihat wajah Abel yang sedang menunggu kelanjutan dari ucapannya merasa gemas sendiri, dan akhirnya membuatnya tersenyum. " Dengan perasaan yang sangat dalam aku ingin kita..... tidak mengizinkan mereka berdua untuk bergabung bersama kita." lanjut Eron setelah puas memandangi wajah Abel.


Abel yang mendengarnya pun seketika langsung cengo dan tak lama dia mengerutkan dahinya. "Bukannya dia tadi yang mengijinkan mereka bergabung?" gerutu Abel dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Acarl yang mendengar pun langsung paham jika itu adalah sebuah sindiran untuknya. Acarl menanggapi dengan berdecih seakan memberitahu jika sindiran itu tidak mempan untuknya.


"Cih, jika ingin mengusirku katakan saja langsung!" ujar Acarl tanpa memandang Eron .


Senyum bangga terukir di wajah western Eron. "Jika kau tau kenapa tidak pergi?" tanya Eron dengan bangga.


Senyuman miring terlihat sangat mendominasi wajah Acarl saat ini. Dan pandangannya yang tadi melihat sekitar, beralih menatap Eron lekat . " Jika aku tidak mau?" jawab Acarl .


"Maka kami yang pergi!" jawab Eron sambil menarik tangan Abel untuk berdiri.


Abel yang ditarik secara tiba-tiba, tanpa sengaja membentur dada Eron. Eronpun tersenyum menatap Abel yang juga menatapnya. Abel yang melihat senyum Eron pun seketika merasakan panas dipipinya .


Kejadian itu tak lepas dari tatapan Acarl dan Clara. Clara yang dari tadi hanya diam , sekarang merasa gelisah. Clara yang tadi sudah merasa tertolong dengan adanya Abel dan Eron yang sudah dipastikan jika Acarl tidak akan macam-macam padanya, sekarang kegelisahan kembali menghampirinya karena Eron yang akan pergi.


"Emm kak Eron, kenapa kau tidak disini saja? kau juga sudah memesan tadi." bujuk Clara pada Eron.


Eron yang mendengar tersadar dari tatapannya, begitu juga dengan Abel. Abel menarik dirinya dari dekapan Eron tadi. "Kurasa benar apa kata Clara." ucap Acarl yang memang dari awal berniat ingin mengetahui apa hubungan antara Abel dan Eron.


"Kita sudah memesan." ujar Abel lirih tanpa menatap Eron.


Melihat itu Eron pun tersenyum saat menyadari jika Abel menundukkan kepalanya karena semu merah dipipinya. Seakan tertarik dengan itu , Eron memulai aksinya. " Baiklah, tapi tatap mataku dulu." ujar Eron yang ditujukan pada Abel.


"Dasar, apakah dia tidak tau jika pipiku memanas saat melihatnya!" gerutu Abel dalam hati yang mengumpati Eron yang sepertinya memainkannya.


Hai semua ❤️


Aku up lagi 🤭


Makasih buat yang sudah komen dan like nya😘


Jangan lupa buat Like, komen dan vote di part ini ya👍


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2