Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 93


__ADS_3

Jet pribadi yang memisahkan Acarl dan Abel , sudah berangkat satu jam lalu. Dengan begitu, sekarang hanya ada dua gadis dan dua pria yang berbeda pikiran. Yap, setelah Abel mengantarkan Acarl , ketiga orang yakni Rian ,Eron dan Clara datang untuk menemani Abel.


"Arghhh sehampa inikah??"


"Hahaha wanita lemah,"


"Hei basta*d , kupukul kau kalau meragukan wanita."


"Sssttt, diam!"


Keempat manusia yang menghabiskan waktu bersama, dan tanpa disadari mereka meminum sampai mabuk. Tentu saja Abel yang awalnya tidak ikutan, tergoyah imannya karena melihat ketiga orang yang bersamanya asik minum.


"Wahhh, ini pertama kalinya kau minum. Kuat sekali," ujar Clara dengan nada mabuknya.


"Emmmm, rasanya seperti melayang." jawab Abel yang sama mabuknya dengan Clara.


Abel sebenarnya tergoda karena dorongan dari dirinya yang sebenarnya merasa aneh dalam hatinya. Seperti ada yang mengganjal, sampai Abel yang notabene anak baik-baik menjadi ikut minum. Walau begitu, Abel masih sedikit sadar tidak seperti Clara yang sudah meletakkan kepalanya di meja.


Sekarang hanya Abel dan Eron yang masih sedikit sadar, sedangkan dua orang di dalam ruangan VVIP itu, sudah entah sampai alam mana. Melihat Clara yang sepertinya sudah tidak kuat, menjadikan kesempatan untuk Abel bertanya pada Eron menegenai hal yang selalu mengganjal dalam hatinya.


"Eron," panggil Abel membuat Eron menoleh padanya sebelum lelaki itu menuangkan minuman lagi kedalam gelasnya.


"Ya?"


Ragu rasanya Abel ingin bertanya, tapi dengan sedikit keberaniannya Abel harus bertanya sekarang atau rasa penasarannya akan terus menggerogoti dirinya.


"Eron, apa kamu tau mengenai Noara?" tanya Abel ragu tapi dengan tatapan memohon penjelasan. Eron yang masih bisa dikatakan sadar itu sedikit terkejut, ingin menjawab tapi ada tapi yang sangat tapi untuknya.


Namun semua hal itu, seakan luluh saat melihat wajah Abel yang memohon dengan puppy eyes yang menambah wajah Abel terlihat menggemaskan. Sebagai lelaki tulen, tentu saja Eron tidak kuat menahan rasa gemasnya. Dengan menghela napasnya, Eron mulai memposisikan diri dengan serius menghadap Abel.


"Huh, kamu membuatku tidak punya alasan untuk menolak." dengus Eron membuat Abel tersenyum karena lampu hijau menyala tepat didepan matanya.


Eron mulai menceritakan masa lalu antara Acarl dan Noara yang ia ketahui. Walaupun tidak serinci itu, tapi inti dari cerita Eron sangatlah jelas memberi jawaban akan rasa penasaran Abel. Sekarang Abel tau maksud Acarl yang menatap datar saat bertemu Noara di kantornya waktu itu. Tapi apa boleh buat, ini semua juga karena Acarl kecewa akan tindakan Noara di masa lalu.


"Makanya Acarl berusaha sekuat tenaganya untuk melindungimu. Bahkan sebenarnya dia melarang semua orang yang mengetahui fakta tentang Noara, harus menutup mulutnya saat kamu bertanya tentangnya." lanjut Eron sembari menatap pasti pada Abel.


"Apa mungkin Noara sudah tau hubunganku dengan Acarl sejak di cafe waktu itu?" batin Abel bertanya-tanya.

__ADS_1


Abel tersentuh dengan Acarl yang memikirkan dirinya, sangat memperhatikannya agar dirinya tidak berpikir keras mengenai Noara. Tapi sekarang ia sudah tau, jika terjadi sesuatu padanya maka dia juga tau apa yang akan ia lakukan nanti.


"Eron, sepertinya kita harus pulang." ujar Abel yang langsung diangguki Eron.


Keluar dari tempat mereka minum, Eron membawa adiknya masuk kedalam mobilnya. Sedangkan Abel menuntun Clara agar masuk kedalam mobilnya yang dikemudikan pak Terry, karena melihat kondisi Clara membuat Abel yakin kalau bukan waktu yang tepat mengantarkan Clara pulang kerumah keluarga Xelone saat ini.


Dalam perjalanan, Abel hanya diliputi rasa kagumnya pada Acarl yang selalu memikirkan Abel dibanding dirinya sendiri. Bahkan Abel tidak pernah menyangka akan memiliki cinta pertama dengan lelaki seperti Acarl yang sempurna.


Tak lama, mobil berhenti tepat didepan mansion Acarl. Dengan dibantu pak Terry, Abel menuntun Clara untuk masuk kedalam mansion.


"Nona, silahkan anda bersihkan diri . Saya akan buatkan sup asparagus untuk menghilangkan efek alkoholnya." ujar Khanze yang sembari mengambil alih membopong Clara untuk diantar ke kamar.


"Baiklah, terimakasih." balas Abel yang kemudian melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Memang jam masih menunjukan pukul delapan malam, tapi rasanya sudah seperti berminggu-minggu Abel tidak melihat wajah Acarl yang selalu muncul di kamarnya ini secara tiba-tiba.


"Apa dia sudah sampai ya?" gumam Abel sembari mengecek ponselnya yang sejak pagi tadi tidak ia buka sama sekali.


Dilihatnya notifikasi pesan membuat Abel tersenyum. Pesan yang sangat ia harapkan sudah terpampang nyata didepannya , dan jangan lupa panggilan tak terjawab yang memanjang saking kesalnya mungkin karena Abel yang tak kunjung membalas pesannya.


Menekan ikon berlogo telephone, membuat suara pria yang ia rindukan langsung terdengar. Tentu saja suara itu bukan suara sapaan lembut yang harusnya masuk kedalam telinga Abel, melainkan suara omelan yang menusuk telinga Abel terdengar sangat jelas sampai membuat sakit telinga.


Abel tergelitik membayangkan wajah kesal Acarl dalam benaknya. Walaupun bisa saja dia melakukan panggilan video, tapi mungkin akan bahaya kalau Acarl tau dia malah tertawa karena Acarl yang mengomelinya.


"Maaf, tadi aku ada minum sama tiga curut itu." jawab Abel seadanya.


"KENAPA MINUM? MANA SAMA PRIA LAIN JUGA! " kesal Acarl yang membuat Abel tidak sanggup lagi menahan tawanya. Tawa Abel seketika lepas saking tidak kuatnya dia menahan.


"Aaaaaahahahahahaha, maafkan akuuuu hahaha. Aduh, huh maafin aku. Aku kangen." ujar Abel setelah menghentikan tawanya.


Tanpa disadari, rasa kesal Acarl tadi langsung menguap saat mendengar kata kangen yang Abel ucapkan dengan jelas. Mungkin ini pertama kalinya ia mendengar dengan jelas seperti ini.


"Baiklah, untuk kali ini aku maafin. Tetap stay dirumah dan jangan pergi kemanapun apalagi sendirian." ingat Acarl membuat Abel tersenyum dan mengangguk, yang tentu saja tidak bisa dilihat oleh Acarl.


"Kamu juga istirahatlah, pasti capek kan?!" ujar Abel yang mendapat jawaban iya dari Acarl.


Panggilan sudah terputus setelah mereka berpamitan ala meraka yang sangat privasi itu. Abel segera melanjutkan acaranya untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah itu, tak lama pintu kamarnya diketuk oleh Emely yang mengantarkan sup asparagus untuknya.

__ADS_1


Malam semakin larut, mengingat Abel yang besok harus bersekolah menbuat Abel langsung tidur agar kembali segar esok harinya.


...----------------...


Pagi hari tenang tanpa gangguan, menyapa Abel yang masih anteng dalam selimutnya. Sampai akhirnya selimut itu terhempas dilantai dengan kasar oleh pelaku yang tak lain adalah Clara.


"Hei bangun tukang tidur," pekik Clara sembari mengguncang tubuh Abel yang masih tertidur dengan pulas.


Tak kehabisan akal, Clara mengambil air di nakas Abel lalu menyipratkan air itu kemuka Abel. Dan benar saja, cara klasik itu selalu ampuh untuk membangunkan tukang tidur seperti Abel.


"Sekolah," ujar Clara yang sudah terlihat segar tidak seperti tadi malam yang terlihat kacau.


"Aaaa, bisakah aku tidur lagi? Kakak dan adik sama saja." kesal Abel yang lalu merebahkan dirinya lagi dalam posisi yang nyaman untuk tidur.


"Jangan salahkan aku kalau kakak akan langsung datang kesini sekarang," ancam Clara membuat Abel langsung bangun dan berjalan menuju kamar mandi dengan cepat.


Clara menggeleng melihat Abel yang sepertinya selalu mendapatkan pagi yang buruk karena ulah kakaknya. Tapi apapun itu, Clara yakin pagi Abel sangat menyenangkan sebenarnya.


_____


"It's time."


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙

__ADS_1


Dukung wajib loh 😂


See you next part:)


__ADS_2