Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 17


__ADS_3

Sekolah seperti biasa namun dengan suasana hati yang berbeda. Jika biasanya Abel akan memikirkan tentang dunianya yang hanya berdua bersama Falida saat disekolah, sekarang pikirannya kacau sangat sangat kacau. Bingung masih menyelimuti benaknya, padahal dia sudah menetapkan jawabannya tadi malam.


Tak terasa langkah kaki Abel sudah membawanya ke kantin dimana biasanya dia dan Falida akan bertemu. Langkahnya terhenti saat suara yang sangat familiar ditelinga nya menyapa atau lebih tepatnya memanggil. "Abel!!" teriak Falida yang sudah melihat Abel dari jauh dengan tatapan kosong.


Walau pikiran kacau, namun pendengaran Abel masih berfungsi ya!! .... Saat suara Falida menggelegar ditelinganya , seketika membuat Abel menoleh pada sumber suara. Disana terlihat Falida yang sudah duduk ditempat bangku kantin dekat taman. Abel yang mengerti arti panggilan Falida pun akhirnya mendekat ke tempat Falida. Sampai disana, Abel langsung mendapat tatapan menajam dari Falida. " Kemarin ada apa? Dan sekarang kenapa lo keliatan linglung?" serbuan pertanyaan Falida yang masih menatap tajam Abel .


Dengan ekspresi datar, Abel mendongak menatap Falida sambil menghembuskan nafas beratnya . " Gue mau cerita, tapi nggak sekarang!" jawab Abel dengan tatapan memohon.


Seperti melakukan telepati, Falida tau maksud dari ucapan Abel. Dimana Falida mengartikan bahwa Abel sedang dalam masalah dan Abel ingin membereskan sebelum menceritakan padanya .


Dengan mengangguk terpaksa ,Falida menjawab ucapan Abel. Bukan maksud Falida tidak mau membantu Abel. Dia ingin bahkan sangat ingin membantu Abel, tapi Abel tetap Abel yang keras kepala dan ingin melakukan semua sendiri.


 -----------------------------


Waktu istirahat yang memang sebentar, membuat Abel dan Falida akhirnya berpisah lagi. Abel berjalan menuju kelasnya sendiri, tatapan demi tatapan dari orang mengarah pada Abel. "Kenapa hidupku tidak pernah lepas dari tatapan orang?" batin Abel kesal.


Tiba di ruang kelas Abel, Pila (teman Clara) mencegat jalan Abel menuju tempat duduknya. Dengan malas Abel melihat kearah Pila yang sudah didepan Abel dengan kedua tangan diangkat kesamping kanan dan kiri untuk membatasi jalan yang akan dilalui Abel.


" Gimana? Apakah puas setelah bertemu dengan kakaknya Clara?" tanya Pila mengejek Abel.


"Apa maksudnya?" tanyaku balik yang tidak mengerti arah pembicaraan Pila .


"Yah nggak usah pura-pura bego juga kalik, kita tau kalo lo kemarin diinterogasi tuan muda Acarl karena melawan Clara kan?" ujar Pila dengan sudut bibir terangkat sebelah.


Dengan membuang nafas berat , Abel menatap Pila dengan tajam seakan Pila adalah makanan terlezatnya. Tanpa menjawab, Abel melangkah dan menepis tangan Pila yang menghalanginya.


Dengan kesal karena tangannya ditepis dengan keras oleh Abel, Pila berbalik menatap Abel yang berjalan kearah bangkunya. Senyum mengejek tercetak jelas di wajah Pila. " Sudah kuduga lo nggak bisa jawab!" ujar Bianka bangga.


Abel yang mendengar ejekan Pila pun memilih untuk melawannya karena muak dengan ejekan yang terus ditujukan padanya itu. " Males berurusan sama orang yang suka ngurusin hidup orang lain!" jawab Abel dengan datar, Namun mampu membuat Pila tersulut .

__ADS_1


"Kurang ajar, DASAR LO ITU CUMA J*L*NG !!! NGGAK USAH BANYAK BAC*T" dengan bersulut marah Pila menjawab Abel. Sedangkan Abel sendiri tersenyum karena bisa membalas ejekan Pila.


Karena situasi saat ini sudah masuk jam pelajaran, saat Pila yang masih dengan emosi nya mengeluarkan kata-kata mutiaranya tak sadar jika dari pintu sudah berdiri guru yang akan mengajar dikelas Abel.


"Pila!! Apa yang kamu lakukan disini?" tanya guru yang masuk ke kelas Abel.


Pila yang mendengar suara dari belakang langsung menoleh dan mendapati guru matematika yang terkenal killer berdiri di depan pintu kelas Abel. Pila langsung berbalik dan melangkah, mengabaikan Abel yang sedang tertawa puas dalam hati saat ini.


 -----------


Jam menunjukkan waktu pulang sekolah. Waktu yang untuk hari ini sangat ditakuti Abel. Kegelisahan Abel terlihat jelas di raut wajah yang cantik itu. Dalam perjalanan menuju gerbang pun ,Abel mengabaikan teriakan Falida yang memanggilnya dari sepanjang lorong .


Falida yang merasa diabaikan segera menyusul Abel dengan berlari. Sampai didekat Abel, Falida dengan sigap menepuk pelan pundak Abel untuk menyadarkan gadis itu dari lamunannya. Abel yang merasa bahunya ditepuk langsung tersentak, terlihat dari reaksinya .


" Gue teriak-teriak manggil lo dari tadi dan ternyata lo lagi ngelamun???" tanya Falida dengan nada tidak percaya saat melihat reaksi sahabatnya ini setelah dia menepuk pelan bahunya.


"Sorry!" jawab Abel singkat.


Pertanyaan Falida yang mengkhawatirkan nya ,dijawab gelengan kepala oleh Abel. Falida yang gemas langsung menarik Abel dan berniat mengajaknya untuk duduk didalam mobilnya yang baru saja sampai. Merasa dirinya ditarik paksa, Abel segera menepis tangannya sehingga sekarang cekalan Falida terlepas .


"Gue nggak bisa ikut lo saat ini!" lirih Abel yang membuat raut kesal Falida berubah menjadi raut tanya lagi.


" Jelasin ke gue! " gertak Falida yang sudah tidak tahan dengan diam nya sahabatnya ini.


"Gue ada janji sama tuan Acarl." jawab Abel lirih yang membuat kedua bola mata Falida membola menatap Abel.


"Yang kemarin itu?" tanya Falida.


Belum sempat Abel menjawab, sebuah tepukan dibahu Abel membuat Abel menatap sang pelaku yang ternyata adalah Cheiz. " Nona, tuan sudah menunggu." ujar Cheiz dingin yang membuat Abel segera mengikuti Cheiz dan meninggalkan Falida yang masih bertanya dalam benaknya.

__ADS_1


" Apa dia ada disini?" tanya Abel pada Cheiz sembari berjalan menuju mobil.


" Tidak. Tuan muda sekarang menunggu anda di restoran." jawab Cheiz.


Suasana mobil yang hanya ada Abel dan Cheiz menjadi sunyi. Abel yang dalam keadaan gelisah dan Cheiz yang memang sifatnya tidak suka bertanya terlebih dulu pada orang lain selain Acarl.


Dalam gelisahnya, Abel mengambil ponselnya yang sudah terdapat banyak pesan masuk yang pasti dari Falida.


Falida


"Lo harus katakan setelah pertemuan dengan tuan Acarl nanti!"


"Gue ga mau lo nanggung semua sendiri!"


"Gue tunggu sampe nanti malam!"


Setelah mengecek pesan dari Falida, tanpa membalasnya Abel segera memasukan kembali ponselnya kedalam tasnya karena sudah sampai di restauran tempat pertemuan nya dengan tuan Acarl.


Memasuki ruangan yang sudah dipesan. Rasa dingin terlalu mendominasi, seakan hawa membunuh sudah datang. Dibalik dingin dan hawa membunuh, terlihat lelaki yang memiliki perjanjian dengan Abel sudah duduk manis di kursi yang hanya ada dua itu.


Tanpa aba-aba, Abel segera menarik kursi dihadapan Acarl yang sudah pasti kursi yang disiapkan untuknya.


Melihat gadis yang ditunggunya sudah duduk dengan nyaman, Acarl segera membuka suara untuk memulainya.


"Abel..."


Aku up lagi😘


Makasih buat yang udah support aku❤️

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote ya😙


See you next part:)


__ADS_2