Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 57


__ADS_3

Dalam mansion yang megah itu, Acarl langsung melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Tapi sesampainya di ruang makan, gadis yang ingin ditemuinya tidak terlihat. Acarl kemudian memanggil salah satu pelayan yang tadi sempat dia lihat didapur bersama Abel melalui foto yang dikirim Khanze.


"Ya, Tuan?" ujar Emely, pelayan yang bersama Abel tadi.


"Kemana Abel?" tanya Acarl to the poin.


"Nona Abel selesai memasak pergi ke kamarnya,Tuan. Mungkin sedang mandi." jawab Emely sopan.


Acarl mengangguk-angguk lalu mengizinkan Emely untuk pergi dengan isyarat tangannya. Emely yang paham langsung pergi setelah memberi salam.


Acarl menunggu diruang makan. Di meja makan belum ada makanan yang tersaji, hanya minum saja yang sudah ada. Mungkin makanannya masih didapur, pikir Acarl.


Tak lama, suara sandal rumah terdengar mendekat keruang makan. Acarl seketika menolehkan kepalanya dan mendapati Abel dengan rambutnya yang masih sedikit basah , terlihat segar dan menambah aura kecantikan Abel.


"Tuan, anda sudah pulang?" ujar Abel basa basi setelah melihat Acarl yang sudah duduk manis di ruang makan. Acarl mengangguk saja karena saking terpananya dia dengan Abel yang cantik dengan rambut tergerai lurus itu.


"Baiklah, saya akan ambilkan makan malamnya ya ,Tuan." ujar Abel lagi. Dan lagi-lagi Acarl hanya membalasnya dengan menganggukkan kepalanya.


Abel keluar dari ruang makan dan berjalan menuju dapur yang berada tak jauh dari ruang makan. Entah Acarl terlalu kaya atau apa, tapi dalam mansion ini semua tempat dibuatnya berbeda-beda tempat. Seperti yang biasanya ruang keluarga digabung dengan ruang santai, tapi disini itu semua berbeda tempatnya.


Abel datang kembali seraya membawa kompor listrik ditangannya. Ditututi para pelayan dibelakangnya, Abel meletakan kompor itu di tengah-tengah meja makan. Disusul para pelayan yang menaruh berbagai sayuran dan juga daging yang sudah disiapkan disamping kompor listrik itu.



Semua pelayan yang sudah selesai, akhirnya pamit dan pergi meninggalkan Abel dan Acarl berdua. Abel tersenyum melihat hasil masakannya terhidang dihadapannya ini.


"Tuan, maafkan saya. Saya hanya bisa memasak Hot pot untuk makan malam anda." ujar Abel pada Acarl yang menatapnya.


"Tak apa, aku menghargai hasil masakanmu. " jawab Acarl sambil tersenyum manis pada Abel. Dan...


blushhh....


Wajah Abel memerah hanya karena senyuman itu. Abel lalu beralih memasukan daging dalam panci khusus Hotpot yang sudah berisi kuah yang dibuat Abel tadi untuk menghindari tatapan langsung dengan Acarl lagi.


"Tuan, anda ingin kuah mala atau kuah jamur?" tanya Abel sambil memasuka daging di kedua kuah itu.

__ADS_1


"Aku suka semuanya. Mungkin aku akan menghabiskan semua masakanmu hari ini." jawab Acarl yang lagi-lagi menggoda Abel. Abel merasa jantungnya berdegup cepat sampai tangannya yang sekarang memasukan sayuran menjadi gemetar.


"Saya baru pertama kali memasaknya,Tuan. Saya tidak yakin ini akan enak." ujar Abel seraya mengaduk semuanya bahan.


Acarl memajukan tangannya dan meletakannya diatas meja untuk menompang dagunya. " Enak tidak enak, kau membuat secara khusus untukku kan?" tanya Acarl .


Abel yang mendengarnya terkejut, dan tanpa sengaja tangannya menyentuh panci yang panas itu . "Awww.." pekik Abel sembari mengibas-ngibaskan tangannya.


Dengan sigap, Acarl berdiri dan menghampiri Abel. Acarl segera meraih tangan Abel dan melihat warna merah tergambar jelas karena kulit putih Abel. Acarl lalu meniup-niup bagian merah itu. Abel memperhatikan Acarl yang sedang meniup lukanya itu, padahal dirinya tadi hanya terkejut saja karena panci yang panas bersentuhan langsung dengan tangannya. Tapi melihat reaksi Acarl, membuatnya terharu.


Acarl yang masih meniup luka Abel, merasakan ada yang memperhatikannya. Alhasil sekarang Acarl mendongakkan kepalanya dan melihat Abel yang sedang mamandanginya. Melihat Abel hanya diam dengan wajah yang entah kenapa sangat Acarl sukai itu, Acarl juga ikut terpaku dalam mata itu.


Entah dorongan dari mana, Acarl memajukan wajahnya dengan cepat dan akhirnya bibir hangat milik Acarl berhasil mendarat sempurna di dahi Abel. Abel yang mendapat kecupan hangat dari Acarl, langsung terpaku sempurna dengam mulut sedikit terbuka karena terkejut.


Acarl memundurkan wajahnya pelan dan melihat ekspresi Abel yang terkejut. Mata Abel dan Acarl terpaku lagi ,tapi semua itu tak berlangsung lama karena tutup dari panci itu sudah meluap-luap yang menandakan masakannya sudah matang.


Abel dengan cepat memutus kontak pertama kali, lalu beralih segera membuka tutup panci itu dan memasukan sayuran yang ada . Sedangkan Acarl kembali menuju tempatnya tadi dan menatap Abel yang bekerja dengan terburu-buru itu.


"Jangan pikirkan yang tadi, anggap saja itu hadiah dariku karena kau sudah memasak untukku hari ini." ujar Acarl yang sebenarnya juga masih merona itu karena perbuatannya.


Abel kemudian ikut duduk dan mengambil hotpot untuknya sendiri. Belum juga dirinya menyentuh sendok, Acarl menginterupsi niat Abel yang juga ingin menyantap masakannya.


"Apa benar kau baru pertama kali memasak?" tanya Acarl dengan tatapan penuh selidik.


Abel mengangguk mengiyakan apa yang ditanyakan Acarl. "Iya ,Tuan. Saya baru pertama kali memasak ini, maafka saya jika rasanya aneh." jawab Abel .


"Kau bahkan bisa mengalahkan para pelayan disini. Masakanmu enak, aku suka." ujar Acarl yang membuat Abel melongo mendapat respon seperti itu.


"Jika seperti ini, aku mau kau membuatkan aku makan setiap hari." ujar Acarl yang membuat Abel tersedak mendengarnya.


"Uhuk uhuk... apa??"pekik Abel saking terkejutnya.


"Tidak apa, lanjutkan saja makanmu." ujar Acarl yang diangguki Abel.


Acara makan malam pun berjalan semestinya sampai semua habis tak tersisa. Abel tersenyum melihat masakannya habis, dan matanya reflek melirik mangkok Acarl yang sangat licin itu.

__ADS_1


"Terimakasih tuan. Anda orang pertama yang memakan masakan saya sampai habis seperti ini." ujar Abel dengan senyumnya.


"Aha, karna masakanmu enak maka aku menghabiskannya." jawab Acarl saking senangnya juga karena Abel menyebutkan jika Acarl orang pertama yang makan masakannya sampai habis.


"Bagaimana sekolahmu tadi?" tanya Acarl tiba-tiba yang menghentikan sebentar tangan Abel yang sedang menata peralatan makan yang kotor.


"Baik." jawab Abel .


"Jika ada masalah, katakan saja padaku. Sekarang kau punya aku, dan akan kupastikan kau tak akan sendirian lagi." ujar Acarl yang menghangatkan hati Abel. Abel tersenyum dalam hatinya mendapati kata-kata manis dari seorang Acarl ya terkenal dingin itu.


"Baik , Tuan." jawab Abel seraya menganggukkan kepalanya.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Acarl yang membuat Abel merasa jika pertanyaan Acarl akan menyulitkannya lagi. pertanyaan yang membuat Abel berpikir keras lagi, tapu bagaimana pun juga Abel pasti akan mengangguk jika itu Acarl yang meminta.


"Iya tuan," jawab Abel.


"Bisakah kita berteman?"


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya😙


Dukung juga boleh 😁

__ADS_1


see you next part:)


__ADS_2