Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 89


__ADS_3

Dihadapkan dengan dua wanita yang berbeda, membuat Acarl harus memantapkan pemikirannya. Sedangkan Abel yang melihat adanya Noara yang datang, hanya bisa bertanya-tanya dalam benaknya.


"Carl, maafin aku buat yang waktu itu." ujar Noara memecah keheningan yang terjadi.


Abel menoleh pada Acarl yang ada disampingnya. Seakan ingin bertanya tapi entah apa yang harus dia tanyakan lebih dulu karena banyaknya pertanyaan dalam benak Abel. Sedangkan Acarl yang mendengar permintaan maaf Noara, menatap Noara dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Carl, aku tau kamu marah sama aku. Tapi aku hanya mengungkapkan apa yang aku rasakan, " ujar Noara lagi dengan lirihnya berharap Acarl mengerti.


Harapan Noara pupus saat Acarl memeluk pinggang Abel dan menariknya agar mendekat pada Acarl. " Kau bisa lihat bukan? Ada seseorang yang harus aku jaga perasaannya." jawab Acarl ketus .


Noara berdecih saat dengan terang-terangan Acarl memeluk Abel didepannya. Bahkan semua orang yang ada di lantai itu juga melihat Bos nya yang terkenal tegas itu memeluk asistennya sendiri . "Lalu? Bukankah aku bilang kalau aku hanya ingin menyampaikan perasaanku? Terserah itu kamu mau bilang iya atau tidak. Yang jelas aku ingin kita seperti dulu lagi ,Acarl!" jelas Noara yang diluar ekspetasi Acarl.


Acarl yang tadinya mengira kalau Noara akan pergi setelah melihatnya memeluk Abel, malah sebaliknya Noara yang menyerangnya sekarang. Tapi tetap saja, Acarl yang sebagai presdir disini akan menjaga imagenya. "Apa kau yakin ingin kita seperti dulu? Memang seperti apa kita dulu?" skak dari Acarl dengan seringainya.


"Perang antara fans dan idol kah ini? Kenapa melibatkan aku?" batin Abel yang sedari tadi diam.


"Kamu menjagaku, kamu melindungi ku dan juga kamu sangat perhatian padaku." jawab Noara dengan tatapan sendu nya.


Acarl mengangkat bahunya acuh, mengabaikan apa yang Noara katakan. "Itu hanya ilusi yang kau ciptakan." jawab Acarl menusuk.


"Baiklah kalau kamu berpikir seperti itu padaku. Sampaikan salamku pada ibumu, dan mungkin aku akan pergi lagi seperti dulu." ujar Noara yang pasrah dengan segala penolakan Acarl yang ditujukan padanya itu. Dengan senyumnya, Noara pergi meninggalkan kantor Acarl.


Acarl menggiring Abel masuk kedalam ruangan lagi, karena dilihatnya gadisnya itu masih menatap kepergian Noara. "Apa kamu bisa jelaskan padaku? Sejak kapan kamu mengenal Noara?" tanya Acarl menyadarkan Abel.


"Hah? Oh itu... Waktu aku pergi ke cafe bersama Falida, dia datang kemeja ku dan Falida. Dia mengaku kalau dia adalah penggemar beratmu. " jawab Abel membuat Acarl menyadari bahwa saat itu adalah saat dimana para suruhannya kehilangan jejak Noara. Itu berarti....


"Mau kamu ikut aku ke luar negeri besok?" tanya Acarl sembari memegang kedua pundak Abel.


Abel terkejut dengan Acarl yang tiba-tiba terlihat sedikit aneh menurutnya. Bahkan Abel sekarang merasakan Acarl yang sedikit mencengkeram bahunya dengan tatapan penuh harap pada Abel.


Acarl yang melihat gadisnya hanya diam terpaku dengan tatapan takut dan terkejut, akhirnya menutup matanya dan melepaskan cengkramannya dibahu Abel. "Maafkan aku," ujar Acarl sembari berjalan menuju kursinya.


Abel yang masih diam, sedikit demi sedikit mulai sadar dan menolehkan kepalanya menatap Acarl yang menengadahkan kepalanya disandaran kursi. Abel tau kalau sebenarnya ada sesuatu diantara Acarl dan Noara, tapi untuk bertanya saja Abel merasa bukan waktu yang tepat untuk saat ini.

__ADS_1


"A-Aku harus pulang." pamit Abel seraya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Acarl.


 


......................


Senyum yang biasa menghiasi wajahnya saat bertemu Acarl, sekarang tidak terjadi lagi. Apa yang terjadi padanya? Melihat tatapan tajam Acarl, membuat Abel merinding dan selalu banyak tanda tanya mengenai apa maksud Acarl yang mengajaknya ke luar negri,


"Pak Terry!" panggil Abel pada pak Terry yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Iya nona?" balas pak Terry dengan sesekali melirik kaca mobil untuk melihat Abel yang duduk dibelakang.


Abel sedikit ragu untuk menanyakan segala pertanyaan pada pak Terry, karena bisa saja semua orang di mansion Acarl turup mulut untuk masalah ini. Tapi mau tidak mau Abel harus mencobanya. " Pak Terry kenal Noara?"


Ciiittttt....


Mobil berhenti mendadak sesaat setelah Abel mengutarakan pertanyaan yang menyumbat pikirannya pada pak Terry. Pak Terry sedikit bingung kenapa Abel menanyakan pertanyaan yang keramat untuk ditanyakan. Apalagi ini menyangkut tuannya sendiri.


"Em-maafkan saya nona," ujar pak Terry yang tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Abel. Abel yang paham akan maksud pak Terry, akhirnya memilih untuk diam saja .


"Arghh, sudahlah. Kalaupun aku pikir, ini masalah mereka." gumam Abel sudah menyerah dengan apa yang menganggunya sejak tadi.


Baru saja ia melepas penatnya di sofa ruang santai, Abel merasakan ponselnya bergetar. Segera Abel merogoh sakunya dan mengambil ponsel yang sudah berhenti bergetar. Hal yang pertama Abel lihat adalah notifikasi pesan dengan nomor tidak dikenal.


Karena penasaran, Abel akhirnya memilih untuk membuka pesan itu.


Hai Abel,


Aku Noara. Aku cuma mau minta maaf atas kejadian tadi ya? Mau kan memaafkan aku?


Isi pesan yang membuat Abel mengerenyit, dari mana Noara mendapatkan nomornya? Lagi dan lagi, entah dosa apa yang Abel lakukan. Kenapa hari ini banyak tanda tanya bermunculan? Apa hari dimana Abel harus ujian sudah dekat?


Tak pikir pusing lagi, Abel mencoba membalas pesan itu.

__ADS_1


^^^Hai,^^^


^^^Nggak kok, gapapa. Aku maafin.^^^


Lama Abel menunggu, balasannya tak kunjung dibalas lagi. Karena bosan, sekarang Abel beralih untuk menekan nomor Falida . Untung saja sahabatnya itu peka kalau dia sedang bosan, karena tak menunggu waktu lama Falida langsung mengangkat panggilannya.


Abel berusaha menepati janjinya untuk bercerita lada Falida, mengenai dirinya yang sudah tidak bermusuhan dengan Rian lagi. Dan tentu saja Falida sangat antusias mendengarnya. Bahkan, Falida terkadang juga melemparkan candaan karena kisah Abel yang rumit.


Sampai waktu menunjukan sudah sore, Abel beralih mempersiapkan dirinya untuk mandi. Belum juga dirinya masuk kedalam kamar, tubuhnya terhuyung kedepan saat tubrukan dari belakang yang mendekapnya erat.


"Hari ini beri aku bekal ya?" pinta seseorang dibelakang Abel.


Abel memutar bola matanya malas, saat mendengar suara pria yang amat familiar ditelingannya. Membalikan tubuhnya, Abel langsung bertatapan dengan pemilik suara dan tangan yang amat familiar baginya itu. Pria itu tentu saja Acarl! Siapa lagi yang berani merengkuh Abel jika bukan pria itu.


"Jika itu nasi dengan lauknya aku bisa, tapi untuk yang lain... JANGAN HARAP!"


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙


Dukung wajib 😁

__ADS_1


Salam sayang dari aku, Abel dan Acarl 🥳 Triple A


See you next part:)


__ADS_2