
Abel pov
Sinar matahari menerobos masuk dari celah jendela ku. Dengan terpaksa aku harus membuka mataku yang terasa berat. Bahkan kepalaku pusing, mungkin efek menangis kemarin. Batinku.
Aku turun dari tempat tidurku dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6 tepat.
"Hah, jam 6 !!! " aku pun terkejut karena ini sudah se siang ini dan aku baru bangun.
Falida is calling....
Ponselku bergetar yang tambah membuatku terkejut. Dan kulihat nama Falida tertera dengan indah disana. Segera ku geser tombol hijau untuk menjawab panggilan itu
"Lo udah siapkan? gue jemput!" ujar Falida.
"Hah! bentar gue mau siap-siap!" jawabku dengan tergesa dan panik.
"Lo baru bangun? " tanya Falida.
"Iya." ujar ku yang kemudian aku berlari ke kamar mandi dan mengambil sikat gigi dan menyikat gigiku dengan masih bertelfon dengan Falida.
"Oke nanti gue tunggu." ujar Falida yang lalu mengakhiri panggilannya.
Akupun bergegas mengganti pakaianku dengan seragam sekolah yang digunakan untuk hari ini. Memoles wajah dengan natural namun terkesan tidak pucat.
"Ah bodo nggak mandi, pakek parfum sama deodoran aja." gumamku saat menyadari aku tidak mandi pagi ini.
Akupun bergegas memasukan buku yang ada dimeja ku dengan acak.
"Bodo amat penting cepet!" gumamku lagi dengan panik.
__ADS_1
Setelah memasukkan buku yang entah itu jadwal kapan saja, akupun turun menuju lantai bawah untuk mengambil sarapan ku. Saat tiba di meja makan, lirikan tajam menyambutku.
"Ayah mana? " tanyaku pada ibu yang sedang meliriku.
"Kerja lah! emang kayak anaknya yang sukanya ngehancurin segalanya!" tohok nyonya Guston.
"Oh yaudah aku mau berangkat . Aku lagi gak mood debat!" jawabku dengan nada yang cepat tanpa memperdulikan tatapan bingung dari wajah nyonya Guston.
Setelah mengambil sarapan ku, aku bergegas keluar rumah dan pas sekali dengan Falida yang baru sampai.
"Kok tumben telat? " tanya Falida saat aku sudah masuk didalam mobil dan membenarkan self-belt dengan roti panggang yang masih tersumpal di mulutku.
"Huhe ha ha hu (gue nggak tau)" jawabku tidak jelas.
Tak memperdulikan jawabanku yang tidak jelas, Falida segera melajukan mobil dengan kecepatan penuh karena jam sudah menunjukan pukul 06.50.
"Lo tadi harusnya nggak usah jemput gue biar nggak telat!" ujarku menghadap Falida yang sedang fokus mengemudi.
"Okelah kalo gitu.. gue tenang jadinya." jawabku dengan tersenyum.
Tepat pukul 07.04 aku dan Falida sampai disekolah. Walaupun sudah terlambat, namun di sekolah ini tetap mengizinkan siswanya masuk. Namun saat akan masuk kelas harus menerima sanksi.
Aku dan Falida yang sudah sampai diparkiran segera berlari kearah kantin .Untuk pertama kalinya aku melakukan ini, begitu juga dengan Falida. Tapi Tuhan baik padaku dan Falida, kami lolos dari serangan guru BK. Aku dan Falida berjalan kearah kelas masing-masing.
"Wow si hot trending baru dateng nih!" sindir Bianka a.k.a teman Clara.
"Hai?" sapaku dengan senyum terpaksa.
"Wahh sudah mulai berani ya!" ujar Bianka dengan menghampiri ku yang masih berdiri didepan.
__ADS_1
"Ada apa ya? " tanya ku sekedar formalitas.
"Lo udah berurusan dengan Clara, dan lo masih punya muka untuk maju disini? " tanya Bianka dengan nada marah.
"Gue sekolah disini!" jawabku dengan smirk ku.
"Lalu? " tanya Bianka dengan tangan bersedekap didada.
"Ya terserah gue mau masuk sekolah apa enggaknya!" jawabku santai.
prok prok prok
Tepuk tangan dari Bianka yang aku tau itu adalah tepukan tangan mengejek.
"Lo hebat juga!"
"Tapi lo nggak akan pernah hidup dengan bahagia!" ujar Bianka.
"Dan gue harap ucapan dari bibir murahan lo terkabul!" jawabku dengan aku yang kembali berjalan melewati dia yang sedang bengong.
"Lo... " ucap Bianka terpotong karena guru masuk di kelasku.
Maaf sebelumnya, aku telat update🥺
Makasih buat yang udah nunggu 😘
Jangan lupa like dan komen👌
Vote juga ya biar aku makin semangat up❤
__ADS_1
See you