
Sesuai seperti yang Acarl katakan kemarin, kini pagi sekali Acarl sudah menerobos masuk kedalam kamar Abel. Bukannya membangunkan Abel, malah sekarang Acarl memasukkan dirinya dalam selimut yang sama seperti yang Abel pakai. Memeluk pinggang kecil itu dari belakang.
Dari belakang, Acarl tidak tinggal diam. Dirinya mengecupi leher Abel dan juga menggesekkan hidungnya yang mancung dipunggung Abel. Gadis yang awalnya terlelap itu langsung membuka matanya saat merasakan geli dibelakang tubuhnya. Melihat tangan kekar memeluknya dari belakang, sudah Abel duga kalau Acarl lah pelaku yang membangunkan nya.
Abel berbalik dan dirinya langsung menghadap Acarl yang tersenyum padanya. "Bangun sayang, ayo piknik." ujar Acarl lembut namun membuat Abel serangan jantung pagi-pagi hari.
"Idih sayang," Abel meledek Acarl yang memanggilnya sayang itu. Bukan Abel tidak suka, tapi lebih ke belum siap saja.
"Yaudah yuk bangun, nanti tempatnya agak jauh." ucap Acarl lagi sembari mengecupi bibir Abel berkali-kali.
"Ya lepasin ini," jawab Abel dengan menunjuk tangan Acarl yang masih melekat sempurna dipinggangnya. Acarl yang awalnya tidak rela, dengan terpaksa dia harus melepaskan tangannya dari pinggang Abel.
Abel bangun dan berjalan menuju kamar mandi, meninggalkan Acarl sendiri yang masih berada diposisi sebelumnya. Tak berselang lama setelah Abel masuk kedalam kamar mandi, Acarl keluar dari kamar Abel dan melihat persiapan yang sudah dia siapkan.
___----___
Perjalanan menuju tempat piknik memang jauh, bahkan membuat Abel merasa bosan. Karena bosan, dia akhirnya memutuskan untuk mengambil foto dirinya didalam mobil . Acarl yang melihat gadisnya sedang asik berselfi, hanya bisa tersenyum melihat berbagai gaya yang dikeluarkan Abel.
"Aaaaaaa nggak nyangka aku cantik," puji Abel pada dirinya sendiri.
"Emang gadisku yang paling cantik." setuju Acarl pada apa yang diucapkan Abel tadi.
"Ini piknik kemana sih kok jauh?" tanya Abel yang merasa ini sudah terlalu jauh dari mansion, tapi belum sampai-sampai.
"Kalo capek tidur aja, nanti aku bangunin kalau udah sampai." ujar Acarl lembut sambil fokus pada jalanan sepi yang sekarang redup karena dipinggir jalan ditanami pepohonan yang rindang.
"Nggak ah, aku mau post fotoku tadi aja." jawab Abel sembari membuka aplikasi yang digunakan para selebgram itu.
Selepas memposting fotonya, Abel merasakan ponselnya bergetar. Terlihat banyak notifikasi yang dia terima, dan kebanyakan karena orang yang menyukai foto yang dia posting. Namun dalam semua like yang dia terima, ada satu hal yang menarik perhatian Abel.
Syukurlah kalau kamu bahagia, ayah rindu padamu sayang.
Pesan itu sedikit menggetarkan hati Abel. Dulu dia ingin sekali keluar dari mansion Acarl dan lepas dari genggaman Acarl. Tapi sekarang berbeda, dia tidak mau lepas dari Acarl. Sampai akhirnya dia melupakan ayahnya yang dia sayangi itu.
Melihat perubahan raut wajah Abel, membuat Acarl penasaran dengan apa yang baru saja dibaca gadisnya itu. "Ada apa?" tanya Acarl yang masih fokus menyetir dan sesekali menoleh sebentar melihat ekspresi Abel.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak apa-apa." jawab Abel sembari memeluk ponselnya seakan menyembunyikan sesuatu.
Kebiasaan Acarl saat melihat Abel tidak nyaman adalah membanting setir ke tepi jalan. Mobil berhenti dengan si pengemudi yang sudah melepas seat belt dan mendekatkan dirinya dengan Abel yang menatap Acarl dalam.
"Tolong, untuk percaya dan beritahu aku apa yang yang terjadi." lirih Acarl dengan menatap mata hazel itu dalam.
Abel menghela napas dalam-dalam, lalu menghembuskan perlahan. Bukan menjawab dengan kata-kata, Abel menjawab dengan menunjukkan pesan yang diberi ayahnya dikolom komentar postingannya.
Acarl membaca pesan itu lalu dengan mata tertutup dia menempelkan dahinya pelan di dahi Abel. "Katakan saja kalau kamu rindu ayahmu, aku akan antarkan kamu pulang." ujar Acarl dengan dahi masih bersender didahi Abel.
Mendengar ucapan Acarl, Abel langsung bimbang sendiri. Disisi lain dirinya sudah bahagia tinggal dengan Acarl, tapi lelaki itu mengucapkan kata pulang? Apa itu akhirnya Abel tidak tinggal dengan Acarl lagi?
Bukan egois atau apa, tapi Abel ingin sesekali menikmati hidupnya. Hidup di keluarga membuat Abel sedikit tertekan saat dirinya harus dihadapkan pada ibunya. Abel menggelengkan kepalanya, menolak hal itu terjadi lagi padanya. "Tidak, aku akan berkunjung." jawab Abel membuat Acarl mengerutkan keningnya.
Abel menatap mata Acarl yang sangat dekat dengannya. Tatapan sendu langsung dapat dilihat Acarl saat itu juga. "Iya, aku akan antarkan." ujar Acarl tulus.
"Bolehkah aku egois sebentar saja?" tanya Abel dengan lirih.
"Egois?" balik tanya Acarl. Abel menganggukkan kepalanya pasti, membuat pria dihadapannya bingung dan penasaran dengan apa yang ada dipikiran gadis didepannya.
"Aku , aku tidak mau pulang." ujar Abel ragu dengan tidak berani menatap mata Acarl. Walau sempat bingung, Acarl kemudian paham maksud gadis didepannya. Seketika tawa keluar dari mulut Acarl, membuat Abel terkejut karena mereka masih diposisi saling menempelkan dahi.
Terhanyut dalam ciuman itu, Acarl ikut membalas tak kalah menariknya dengan yang Abel lakukan padanya. "Terimakasih Acarl, " ujar Abel setelah melepaskan ciumannya.
___---___
Mobil berhenti di ladang bunga poppy yang indah dengan gunung yang terlihat lumayan jauh dari ladang bunga ini.
Musim semi dibulan Mei memang terlihat indah disini bak negri dongeng . Abel tersenyum dan langsung bersemangat kembali saat melihat indahnya musim semi ditempat ini. Memang musim semi sudah ada dua bulan yang lalu ,tapi dirinya mengenal Acarl baru satu Minggu lebih ini mereka akur.
Walaupun Abel sudah dimansion Acarl selama dua bulan, namun dia belum menikmati musim semi sama sekali. Dan ini kali pertamanya dia menikmati musim semi tahun ini bersama Acarl.
__ADS_1
Dengan outfit ini, rasa dingin yang masih tersisa sedikit disini tidak bisa membuat Abel kedinginan. Bahkan sekarang dia berlari-lari sambil membawa keranjang piknik ditangannya. Acarl yang melihat gadisnya bahagia, membuatnya ikut bahagia dan ikut berlari menyusul Abel.
"Huaaaa bunga poppy nya indah sekali," pekik Abel sembari melihat-lihat bunga poppy liar yang mengoren dipenjuru penglihatannya.
"Tapi kamu lebih cantik dan dominan tercantik disini." puji Acarl sembari dirinya memeluk tubuh kecil itu dari belakang.
"Apa kamu suka?" tanya Acarl dengan wajah dia sembunyikan diceruk leher Abel yang sekarang menjadi candunya.
"Iya, aku senang. Makasih ya," jawab Abel saking semangatnya, sampai-sampai dirinya tidak merasakan geli akibat ulah Acarl.
Dengan outfit Acarl yang hampir senada warnanya dengan baju yang dipakai Abel, membuatnya seperti satu tubuh dengan Abel. Mungkin jika dilihat dari kejauhan, mereka berdua akan tampak seperti satu orang gemuk yang sedang berdiri sendiri.
"Aku lapar," keluh Abel yang sebenarnya dari tadi merasakan perutnya bergejolak minta dilayani itu. Tapi karena Abel yang tersepona dengan pemandangan yang dilihatnya, rasa lapar itu hilang dalam sekejap dan sekarang rasa lapar itu mulai terasa lagi.
"Yaudah yuk makan," ajak Acarl sembari menarik tangan Abel menuju salah satu pohon yang ada ditengah-tengah ladang bunga poppy itu.
Berdua merasakan hembusan angin dan menikmati pemandangan, membuat keduanya ingin waktu berhenti sebentar untuk menikmati lebih lama lagi waktu bahagia ini.
.
.
.
.
.
Hay semua ❤️
Aku comeback 😅
Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙
__ADS_1
Dukung juga boleh 😁
See you next part:)