Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 78


__ADS_3

Cahaya dan hembusan angin pantai membuat gadis yang masih bergelut manja dengan selimutnya itu terbangun. Matanya yang baru terbuka langsung melihat kesamping dan mendapati tempat lelaki yang berbagi tempat tidur dengannya itu kosong.


Abel bangkit dari tempat tidurnya dan meregangkan ototnya sebelum ke kamar mandi. Keluar dari kamar mandi, dirinya disuguhi aroma wangi masakan dari dapur. Kakinya secara otomatis langsung melangkah ke dapur dan mendapati lelaki yang dia cari tadi sedang berkutat dengan peralatan dapur.


"Sudah bangun?" tanya Acarl saat tak sengaja melihat Abel yang berjalan kearahnya. Abel tersenyum dan mengangguk seraya melihat Acarl yang menggoreng telur dengan lihainya.


"Suka mayonnaise?" tanya Acarl lagi dan dijawab Abel dengan anggukan kepala lagi.


Dua sandwich ala Acarl sudah tersaji indah dihadapan Abel, lengkap dengan telur, smoke beef, dan selada yang menbuat sandwich terlihat segar dan memuaskan.


"Makan yang banyak," ujar Acarl sembari mengacak-ngacak rambut Abel membuat si empunya rambut tersenyum menanggapi Acarl. Acarl adalah tipe sempurna untuk Abel, hanya rasa takut yang dia rasakan semalam membuatnya menjadi pendiam sekarang. Entah feeling atau apa, tapi rasanya seperti akan ada penghalang untuk Abel dan Acarl bersama.


"Acarl," panggil Abel membuat yang punya nama menoleh dengan mulut penuh sandwich.


"Acarl, apa kamu yakin denganku?" tanya Abel membuat Acarl mengerutkan dahinya bingung. Yakin? semua hati Acarl sudah ada pada Abel, lalu yakin apa lagi?


Menelan sandwich nya, Acarl langsung beralih fokus pada gadisnya yang menang semenjak tadi teelihat murung. "Sebenarnya ada apa? kamu tidak seperti biasanya juga," jujur Acarl menatap gadisnya dengan tatapan menyelidik.


"Jawab dulu pertanyaanku!" kesal Abel pada Acarl yang malah menanyainya balik dengan pertanyaan sulit yang sangat identik dengan Acarl.


"Kamu taulah, aku disini menunggumu mengutarakan perasaanmu agar kita bisa terlihat dengan hubungan yang jelas. Semua hatiku sudah ku serahkan padamu," jawab Acarl dengan nada yang sedikit meninggi karena dirinya sedikit tersinggung dengan pertanyaan Abel yang terdengar meragukan dirinya.


"Maaf," lirih Abel setelah segala unek-unek Acarl membuatnya tersentak.


Acarl mengacak rambutnya sendiri , melampiaskan segala yang dia katakan tadi pada rambutnya yang lebat. "Oke, maafkan aku karena membentakmu." ujar Acarl dengan nada lembut seperti biasa .


"Sebenarnya ada apa dengamu? sekarang giliranmu untuk menjawab pertanyaan ku," lanjut Acarl menbuat Abel langsung menatap Acarl.


"Aku... sebenarnya.... aku takut," lirih Abel sembari memainkan jarinya dan memejamkan matanya. Segala feeling yang dia dapat itu seakan tusukan besar bagi Abel.


Melihat gadisnya yang seperti ketakutan, Acarl tidak tega untuk membiarkannya. Lelaki itu langsung merengkuh tubuh mungil gadisnya, entah kenapa rasa takut Abel juga menjalar ke hati Acarl saat memeluk gadis itu. Takut akan kehilangan gadisnya.


"Tenanglah, semua akan baik selama kita bersama." ujar Acarl seraya menenangkan Abel, walau sebenarnya dirinya sendiri juga merasakan ketakutan itu.


......................


Jet ski dengan kecepatan penuh membelah lautan dengan hamparan pasir putih ditepinya. Dua insan yang tadinya sempat berseteru kecil, akhirnya memutuskan untuk berdamai pada hsti masing-masing. Pergi ke jet ski adalah ide mereka berdua, berlomba dengan tujuan untuk melupakan yang sudah terjadi.

__ADS_1


"Hah, kamu curang! aku baru belajar dan kamu sudah mengajakku berlomba sejauh ini!!!?" gerutu Abel tiada henti saat jet ski berhenti dipantai yang mereka jadikan garis finish.


"Maaf nona, ini perlombaan bukan sekolahan." jawab Acarl tidak mau mengalah.


"Huh baiklah, sekali lagi. Kali ini ada persyaratan! Aku akan menyebutkan persyaratanku. Kalau aku yang menang, kamu harus memberiku ruang untuk tidur nanti malam." ujar Abel membuat senyum miring diwajah Acarl tercetak jelas.


Acarl manggut-manggut dengan jari didagu sembari memikirkan persyaratan yang akan menguntungkan dirinya. "Baiklah aku terima tantanganmu, kalau begitu jika aku yang menang kamu harus ikut saja apa yang aku mau." Dengan semangat tanpa pikir panjang lagi, Abel menyetujui dengan apa yang Acarl katakan.


Jet ski sudah mereka bawa ketengah laut dimana itu adalah start bagi mereka. Berhitung bersama secara adil, dalam hitungan ketiga keduanya langsung menancap gas . Melihat Abel yang bersemangat membuat Acarl sedikit memelankan gasnya, bukan berarti Acarl akan mengalah ya! Karena sekarang entah sejak kapan Acarl malah didepan Abel membuat Abel terkejut dan mengerem mendadak jet ski nya.


"AARRGHHH CURANG!!!" teriak Abel pada Acarl dan langsung menyusul pria itu dengan gas penuh. Namun tetap saja Acarl lah pemenangnya.


"Tauklah kamu curang!" kesal Abel yang langsung turun dari jet ski . Belum juga kakinya melangkah, tubuh Abel langsung ditubruk Acarl yang tiba-tiba memeluknya.


"Mau lari kemana?" sindir Acarl yang kini menggendong Abel membawa gadis itu sedikit menengah ke arah laut.


Abel yang merasakan Acarl yang malah berjalan ketengah laut, langsung berontak dengan memukul dada bidang pria itu. "ACARL APA KAMU GILA!!?? LEPASKAN AKU, AKU TIDAK BISA BERENANG!" pekik Abel memenuhi telinga Acarl.


Dengan posisi kedua kaki Abel mengapit pinggang Acarl , membuat Acarl bisa melihat wajah ketakutan Abel dengan sangat jelas. " IYA ABEL, AKU GILA KARENAMU!!" pekik Acarl menjawab kekesalan Abel dengan sedikti tertawa kecil.


Acarl sedikit menurunkan tubuh Abel namun masih dalam gendongannya, menyambut bibir mungil kegemarannya. Abel yang terlalu luluh dengan sambutan Acarl, tanpa ragu membalas menyambut bibir Acarl dengan senang hati.


"Kamu begitu manis, membuatku tidak tahan." ujar Acarl saat mereka berdua sudah berada di beranda villa.


"Acarl!" peringat Abel membuat Acarl tersenyum geli.


"Aargghhh... sampai kapan aku akan melajang seperti ini!!" pekik Acarl yang hanya bergurau saja untuk menggoda Abel. Namun berbeda dengan Abel yang menganggap serius gurauan Acarl.


Grebb...


Badan Acarl terhuyung kebelakang tat kala Abel memeluknya dan menyembunyikan wajahnya didada Acarl. "Acarl," panggil Abel malu-malu.


"Ya?" jawab Acarl dengan tangan juga memeluk Abel tak kalah eratnya.


"Aku mencintaimu," lirih Abel.


Deg,

__ADS_1


"Hah?"


"Aku mencintaimu Acarl Xelone!" ujar Abel dengam nada lumayan keras dibanding yang tadi.


Setelah Abel pikir-pikir, feeling nya mungkin saja bisa salah. Dan jika dia tidak segera mengutarakan perasaannya, malah yang ada Abel akan kecewa jika kesempatan itu tidak datang lagi. Memantapkan hatinya, Abel mengutarakan perasaannya dalam pelukan hangat Acarl.


"Benarkah?" tanya Acarl dengan mendoro Abel agar dirinya bisa melihat wajah gadis itu. Abel mengangguk ragu tanpa melihat wajah Acarl. Acarl yang melihat semburat merah dipipi Abel yakin dengan apa yang didengarnya. Penantiannya, tidak sia-sia.


Disisi lain


"Jadwal untuk ke negara S kapan?" tanya seorang gadis dengan jaket kulit warna hitam dan bibir merah menyala pada asistennya.


"Perkiraan tiga hari lagi, Nona." jawab asistennya.


"Bagus, aku sudah tidak sabar melihatnya." senyum gadis itu sembari melihat foto yang selalu ada dimeja kerjanya.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Siap-siap masuk ke actionnya ya😅


Makasih buat semua yang udah dukung 🥺


Aku terharu sama kalian😭


Stay tuned KPDAM ya🥳


Sayang kalian, bye bye....

__ADS_1


See you next part:)


__ADS_2