Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 65


__ADS_3

Gadis kecil dengan seragam kerja ala sekretaris itu, terlihat dewasa dan cantik bagi siapapun yang melihatnya. Tatapan kagum terpancar dari berbagai orang yang berpapasan dengannya.


"Selamat siang ,Nona Abel." sapa pak satpam yang berpapasan dengan Abel dipintu kantor Acarl.


"Menjelang sore pak," jawab Abel dengan senyumannya. Pak satpam langsung nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, karena merasa senyum Abel sangat membuat mabuk semua yang melihat.


Abel berjalan sendiri dengan anggunnya menuju ruangan Acarl yang ada dilantai yang lebih tinggi dari siapapun disini. Berjalan menuju lift, banyak pasang mata yang memperhatikan Abel. Cantik, anggun, feminim, senyum hangat, dan juga ramah. Bukan hanya para pria yang tertarik, tapi banyak wanita yang juga terpesona dengan Abel.


Semua karyawan merasa jika mereka semua tertimpa lotre yang besar. Acarl yang dingin menjadi tersenyum ramah, dan kedatangan Abel yang menambah hangat suasana kantor.


Tingg .....


Suara lift terbuka, membuat Abel langsung melangkahkan kakinya memasuki lift untuk naik keruangan Acarl.


"Huh, melelahkan juga memakai high heels!" gerutu Abel didalam lift yang hanya dirinya sendiri didalam lift itu.


Pintu lift terbuka, menandakan kalau lift sudah sampai pada lantai tempat Acarl berada. Abel berjalan dengan santai tanpa keraguan karena sudah hafal ruangan Acarl. Dirinya memasuki ruangan berpintu coklat itu dengan wadah bekal ditangannya yang sejak tadi sudah ia bawa dari rumah.


Abel menaruh bekal yang dia bawa itu dimeja sekretaris Lea (sekretaris Acarl). Bukan karena Abel akan pergi lagi, melainkan Abel mau mengambil ponselnya untuk mengabari Acarl jika dia sudah berada didepan pintu.


Tapi dengan secerca ingatan Abel, dirinya ingat jika tidak mempunyai nomor ponsel Acarl. Abel kemudian melirik sekretaris Lea yang mengerjakan tugasnya, sementara sekretaris Lea yang merasa diperhatikan akhirnya menoleh pada Abel yang menatapnya.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya sekretaris Lea yang langsung diangguki Abel dengan semangat.


"Sekretaris Lea, bisa panggilkan Ac-, ah maksudku tuan Acarl?" tanya Abel yang kemudian mendapat senyuman dari sekretaris Lea yang menjadi primadona kantor juga seperti Abel.


"Kamukan bisa bilang dari tadi," ujar sekretaris Lea dengan tawa kecilnya karena gemas dengan Abel. Abel hanya menyengir dan menunggu sekretaris Lea selesai menelpon Acarl yang ada dalam ruangan.


"Silahkan masuk saja kata tuan Acarl," ujar sekretaris Lea selesai menelpon Acarl. Abel mengangguk dan mengambil bekal yang dibawanya . Namun langkahnya terhenti saat sekretaris Lea membuat Abel harus merasa malu.


"Oh iya, terimakasih sudah merubah tuan Acarl yang dingin menjadi Hangat," goda sekretaris Lea pada Abel dengan kedipan matanya yang sekarang membuat Abel segera membuka pintu ruangan Acarl tanpa belas kasihan .


Acarl yang semula berusaha sok keren dengan posisinya yang tegas, dikejutkan oleh Abel yang membuka dan menutup pintu dengan membanting pintu yang tak bersalah. Tatapan Acarl tentu saja langsung mengarah pada Abel yang tertunduk seraya menyerahkan bekal yang dibawa pada Acarl.

__ADS_1


"Apa lagi yang terjadi sama gadis ini?" batin Acarl.


Acarl tidak segera mengambil bekal itu, alhasil membuat Abel mengangkat wajahnya yang masih memerah karena digoda sekretaris Lea tadi. "Akhirnya, kan aku udah bilang kalau aku nggak ada dibawah." ujar Acarl setelah tatapan Abel mengarah padanya.


Acarl mengambil bekal itu dan menaruhnya dimeja, Sedangkan Abel langsung berjalan menuju sofa dan duduk disana. Acarl yang penasaran dengan perilaku Abel, akhirnya memutuskan untuk mendekati gadis itu dan duduk disebelahnya.


"Ada apa?" tanya Acarl dengan lembut yang membuat Abel semakin menundukkan kepalanya menjauhi Acarl. Bukan Abel menjauhi Acarl, tapi mengingat godaan dari sekretaris Lea membuat Abel merasa dirinya dikelilingi kupu-kupu yang menggelitik perutnya.


"Nona Abel? katakan pada temanmu ini, what's going on? (ada apa?)" tanya Acarl sekali lagi dengan lembut namun memalsa itu.


Abel mendongak setelah memantapkan hatinya. Walau bagaimana pun ,pasti apa yang dikatakan sekretaris Lea adalah salah. Bagaimana mungkin Abel yang membuat Acarl menjadi murah senyum? tidak mungkin.


"Tidak apa, hanya bingung saja tadi disekolah ada yang mendekatiku." jawab Abel tanpa berpikir itu benar atau salah. Dan nyatanya sekarang Acarl sedikit merasa gelisah karena jawaban Abel.


Mendekati? kata itu terus terngiang dibenak Acarl. Karna Acarl juga tau kalau saat ini gadis kecilnya itu sedang ada yang melirik. Siapa lagi kalau bukan Rian!


"Lalu?" tanya Acarl dengan nada yang tidak selembut tadi. Aura cemburu Acarl sudah memuncak saat ini juga. Nyala api dimata juga sudah membara.


Abel terkejut dengan gerakan tiba-tiba Acarl. Dan kini terasa bibir hangat Acarl menempel di bibirnya dan melahapnya kasar tidak seperti biasanya. Abel saja sampai ketakutan saat ini, dan tidak membalas ciuman Acarl yang kasar itu. Sepersekian detik, Abel merasakan nafasnya hampir habis. Abel memukul dada Acarl untuk memberitahukannya, untungnya Acarl masih memiliki hati.


Acarl menjauhkan kepalanya dan melihat Abel yang ngos-ngosan ,juga bibir mungil Abel yang memerah akibat ulahnya. Abel memandang Acarl dengan takut, bahkan sekarang Abel menggeser duduknya lebih menjauh dari Acarl.


Acarl memejamkan matanya merutuki dirinya yang tidak sabaran itu. Bahkan melihat reaksi Abel, Acarl tau jika Abel kembali akan menjauhinya. Jarak yang telah dia kikis itu mungkin akan melebar lagi.


"Aku,"


"Tu-tuan, saya permisi." pamit Abel memotong apa yang ingin dikatakan Acarl padanya.


Tanpa menunggu jawaban, Abel berdiri dan melangkahkan kakinya menjauh dari Acarl. Tentu saja Acarl tidak terima, dengan sedikit berlari Acarl memeluk erat tubuh Abel dari belakang. Langkah Abel terhenti karena tubuhnya didekap erat, yang menahannya untuk tetap tinggal.


"Maaf, maafkan aku. Tolong jangan menjauh lagi, aku suka kamu ada disini dan aku juga suka mendengarmu memanggil namaku. Tolong maafkan aku, aku hanya cemburu mendengar ada yang mendekatimu." lirih Acarl membuat hati Abel tersentuh dan tanpa dia sadari air mata menetes mendengar penuturan Acarl.


"Aku suka padamu, jika benar apa yang aku rasakan ini mungkin juga aku cinta padamu. " lanjut Acarl yang membelalakan mata Abel. Abel terkejut dengan pengakuan Acarl yang memiliki perasaan yang sama dengannya.

__ADS_1


"Tolong maafkan aku dan jadilah teman hidupku." pinta Acarl dengan tulus yang seketika membuat Abel membalik tubuhnya dan membalas pelukan Acarl.


Acarl tersenyum saat tangan yang tidak sampai itu memeluknya. "Aku juga suka padamu," lirih Abel pelan namun bisa didengarkan Acarl .


Acarl melepas pelukannya dan melihat wajah Abel yang memerah itu. "Apa kamu serius? Apa kamu mau menjadi teman hidupku?" tanya Acarl dengan binar dimatanya.


Abel tersenyum dan menggeleng. "Dengan apa yang kamu lakukan tadi, aku sedikit ragu padamu. " ujar Abel.


"Tapi kita bisa memulainya dengan pacaran, apa kamu bisa?" tantang Abel yang langsung diangguki Acarl dengan semangat.


"Aku ada syarat," ujar Abel lagi yang membuat Acarl mengerutkan dahinya.


"Syarat apa?"


.


.


.


.


.


Hey semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙


Dukung juga boleh 😁


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2