Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 73


__ADS_3

Dua hari libur sekolah, akhirnya tiba juga waktunya penerimaan rapot. Abel yang sudah sejak kemarin mengirim pesan pada ayahnya, kini dia menunggu ayahnya didepan gerbang sekolah. Bukan Abel tidak mau berkunjung ke rumah ayahnya langsung, tapi karena kemarin sangat larut pulangnya dari ladang bunga poppy, membuatnya lelah dan tidak sempat datang kerumahnya.


Abel menunggu dengan melihat ponselnya lalu kembali lagi melihat jalanan. Jam sudah menunjukkan pukul delapan, dimana hampir semua orang tua sudah datang dan masuk ke kelas anaknya.


"Bokap lo belum dateng?" tanya Falida yang setia menemani Abel diluar, padahal ibunya sudah masuk kedalam.


Abel menggeleng dalam paniknya. Kalau begitu, dengan terpaksa Abel harus mengirim pesan pada ibu yang sangat dia tidak sukai itu. Mau bagaimanapun, rapot hanya bisa diambil orang tua. Baru saja Abel ingin mencari nomor ibunya, tapi seseorang mengejutkannya dari belakang.


"Nungguin siapa?" tanya seseorang yang berada dibelakang Abel dan Falida. Sedikit terkejut, namun akhirnya Abel tersenyum melihatnya. Berbeda dengan Falida yang menganga melihat orang dibelakangnya itu sedang tersenyum.


"Enggak kok, ini cuman bokap gue aja yang belum dateng." jawab Abel dengan raut cemas namun memaksakan diri untuk tetap tersenyum.


"Ohhh, eh iya kapan-kapan ngecafe lagi ya. Tauklah bentar lagi gue kan kuliah, dan pastinya jarang ada waktu lagi." ujar orang itu yang tak lain adalah Clara.


"Oghey," jawab Abel dengan menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk simbol oke.


Clara yang tadi tidak sadar ada orang lain, kini terkejut saat melihat Falida yang tengah menatapnya dengan mulut terbuka. "Eh hai, lo pasti Falida ya?" sapa Clara dengan mengulurkan tangannya didepan Falida.


Falida yang tak kunjung merespon, langsung lah dirinya mendapat senggolan bumi dari Abel disebelahnya. Dengan begitu, Falida langsung tersadar dan terkejut karena Abel.


"Ah itu, anu gue...."


"Gapapa, lagian gue juga tau pasti lo terkejut liat gue kan?" tebak Clara tepat sasaran. Falida mengangguk ragu,


Tin tin...


Suara mobil dibelakang Abel membuat Abel langsung membalikkan badannya dan itu membuatnya tersenyum dengan tulus dan tanpa rasa panik lagi. Ayahnya dengan raut muka bersalah, langsung saja Abel menghampiri ayahnya dan menariknya segera masuk kedalam kelas setelah berpamitan dengan Clara dan Falida.


Dalam sekolah Abel, semua siswa akan diperlakukan sama. Seperti sekarang, saat pengambilan rapot kelas 12 masih ikut. Begitu juga kemarin saat ujian, kelas 12 juga ikut ujian. Karena moto sekolah ini adalah, susah senang bersama juga maju dan berkembang bersama.


"Ayah lama," kesal Abel dalam perjalanan menarik ayahnya. Tuan Guston sebagai ayah yang baik tertawa menanggapi kekesalan putrinya itu.


"Yang penting dateng kan?" jawab ayahnya disela tawanya.


Tak terasa mereka sudah sampai di kelas Abel. Semua mata langsung mengarah pada Abel dan ayahnya, dimana mereka lah yang telat sendiri. "Maaf bu, ayah saya baru datang." ujar Abel meminta maaf pada wali kelasnya.

__ADS_1


"Iya tidak apa, ini juga belum mulai kok." jawab wali kelas Abel seraya tangannya memberi isyarat agar Abel dan ayahnya duduk.


Dengan hikmat semua yang ada di kelas mendengarkan ceramah wali kelasnya . Bahkan sampai kejadian memalukan salah satu muridnya juga di sampaikan gurunya itu.


"Nah, basa basi sekarang sudah selesai. Saya rasa sekarang waktunya untuk memberikan rapot hasil kerja anak-anak anda sekalian pada orang tua yang berhak menentukan keberhasilan anaknya." ujar wali kelas Abel setelah sesi ceramah itu selesai.


Dimulai dari absen pertama, Abel memasuki absen ke tiga sesuai abjad. Namun anehnya nama Abel malah dilompati dan ditahan dulu oleh gurunya. Lumayan menunggu lama sampai semua selesai, barulah sekarang nama Abel dipanggil. Sedikit rasa takut dihati Abel kalau sampai rapornya ditahan karena pernah ada masalah waktu itu.


"Anda ayahnya Abel ya?" tanya wali kelas itu pada ayah Abel yang semakin membuat nyali Abel menciut .


"Iya benar, kenapa ya rapor anak saya ditahan tadi?" tanya Ayah Abel terus terang langsung. Wali kelas itu bukannya menjawab malah tersenyum dan langsung menyerahkan rapor itu.


Abel membuka rapornya dan tertulislah disana angka satu yang besar dibawah nilainya. Abel tersenyum tak percaya melihatnya, walaupun sudah sering tapi Abel tidak percaya setelah ada masalah seperti itu sekolah masih memberinya nilai yang sesuai hasil kerjanya.


"Memang benar bapak memasukkan Abel dalam kelas bahasa. Abelrta sangat pintar dan mudah memahami bahasa-bahasa yang ada." ujar wali kelas itu membuat ayah Abel merasa bangga pada putrinya ini.


"Jika boleh saya sarankan, ada sistem kilat sekolah untuk tahun ini. Kalau mau, Abel bisa mendaftar dan perkiraan nanti bulan Agustus sudah bisa lulus. " lanjut wali kelasnya membuat Abel menatap tak percaya dengan semua itu. Kalau biasanya harus menunggu satu tahun lagi untuk lulus, ada kesempatan hanya tiga bulan untuk lulus?


"Boleh bu saya ikut?" tanya Abel dengan semangatnya. Anggukan pasti langsung diberikan wali kelasnya itu.


Ting...


Suara ponsel Abel yang menandakan ada pesan masuk untuknya. Abel hanya meliriknya dan tertera nama Falida disana, dengan cepat dia membukannya.


Gue ada tawaran masuk sistem kilat, gue pengen terima woyy.


Abel tersenyum menerima pesan itu. Sekilas melihat wali kelasnya yang masih mengobrol dengan ayahnya. Abel dengan cepat membalas pesan Falida yang entah kenapa pas sekali dengan keadaannya kali ini.


^^^Oke, kita terima kuy. Gue juga ditawarin,^^^


Tanpa menunggu balasan dari Falida, Abel menatap wali kelasnya dengan semangat. "Perjuangan bisa cepet sama Acarl!" batin Abel menyemangati.


"Emm bu, itu saya mau menerima sistem kilat itu." ujar Abel membuat wali kelasnya yang mengobrol dengan ayahnya langsung menoleh pada Abel. Saking semangatnya, Abel sampai lupa kalau mereka sedang mengobrol.


"Wahh, cepat sekali. Baiklah saya akan daftarkan kamu ya." jawab wali kelasnya seraya menulis identitas diri Abel untuk diserahkan ke TU yang bertanggung jawab.

__ADS_1


Setelah semua selesai, Abel dan Ayahnya keluar setelah berpamitan dengan wali kelasnya. Berjalan beriringan, Abel melihat-lihat rapornya yang tertera nilai yang diluar ekspektasi nya selama ini. Abel yang berpikir akan mendapat nilai buruk karena sempat tidak ikut pelajaran, juga ada masalah waktu itu, Kini semua hilang saat nilai memuaskan ada didepan matanya.


"Putri ayah pinter ya ternyata," ujar tuan Guston sambil terkiki pelan melihat putrinya yang menatapi rapornya dengan takjub.


"Baru tau nih?" bangga Abel menanggapi ayahnya yang tertawa.


"Gimana kabarmu?" tanya tuan Guston pada Abel sembari melanjutkan jalannya.


"Baik, sangat baik malah. Ada rahasia yang harus ayah tau juga. Aku di tempat tuan Acarl tidak diperlakukan buruk sama sekali. Aku masih bisa bersekolah dan aku..." kalimat Abel menggantung saat dirinya terpikirkan kalau ini bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan rahasia yang besar ini.


"Aku kenapa?" tanya tuan Guston yang penasaran dengan lanjutan kalimat Abel. Abel menggeleng sembari tersenyum malu.


"Kalau sudah saatnya ayah akan tau,"


.


.


.


.


.


Hay semua โค๏ธ


Aku comeback ๐Ÿ˜…


Maaf ya baru up, gangguan signal๐Ÿ˜ญ


Jangan lupa like, komen dan vote ya ๐Ÿ˜™


Dukung wajib ๐Ÿ˜


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2