
"Apa kau yakin Abel ada disana?"
"Jika dilihat dari foto yang anda berikan pada saya, saya sangat yakin itu adalah Nona Abel."
"Tetap awasi tempat ini, sampai kalian bisa membuktikannya secara langsung padaku."
Wanita dengan hak tinggi itu, memutar tubuhnya. Melangkahkan kakinya meninggalkan tempat yang ditunjuk sebagai tempat dimana Abel berada.
Diwaktu yang sama, seorang gadis bersama temannya keluar dari mess untuk menghirup udara segar dimalam hari. Yap, gadis itu tentu saja Abel. Dengan segelas coklat panas di tangannya, ia menikmati sejuknya malam hari di Italia. Dengan duduk di bangku cafe yang ada di luar ruangan, membuat Abel sangat menikmati malam ini.
"L'Italia è sempre fresca di notte?" (Apakah Italia selalu sejuk dimalam?) tanya Abel pada Serra yang bersamanya menikmati malam yang menyegarkan ini.
"Sì, ecco perché è perfetto per godersi la cioccolata calda la sera". (Ya, itulah kenapa sangat cocok untuk minum coklat panas di malam hari.) jawab Serra sembari tersenyum pada Abel.
Mengingat malam yang sejuk seperti ini, mengingatkan Abel pada Acarl yang pernah bersamanya menikmati malam yang sejuk seperti ini. Dan Abel merindukan momen itu, tapi jujur saja Abel masih merasa bersalah pada Acarl. Dirinya merasa kotor setelah kejadian kabur saat itu, bahkan setelah itu ia langsung mencuci bibirnya berulang kali. Tapi tetap saja rasanya Abel tidak terima dengan itu, dan akhirnya merasa bersalah pada Acarl.
"Serra, sei mai uscito con qualcuno?" (Serra, apa kamu pernah berkencan?) tanya Abel membuat Serra yang mendengar terbatuk. Dan Abel sudah menduga, bahwa gadis secantik Serra pasti sudah pernah melakukan kencan.
"Perché chiedere all'improvviso così?"(Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?) tanya Serra balik membuat Abel tertawa kecil melihat wajah Serra yang memerah.
"Niente, voglio solo sapere che tipo di uomo osa avvicinarsi a Serra." (Tidak apa, aku hanya ingin tau pria seperti apa yang berani mendekati Serra.) jawab Abel membuat Serra berdehem seakan ingin menjawab apa yang Abel tanyakan padanya.
"Ehem, È un tipo piuttosto romantico. E anche l'uomo che ho sempre desiderato."( Ehem, dia pria yang romantis. Dan juga dia pria yang cukup aku idam-idamkan.) jawab Serra setelah merasa baikan pada tenggorokannya.
Abel tersenyum mendengar jawaban Serra, itu cukup membuat Abel tau kalau Serra benar menyayanginya. "Avete finito per uscire insieme?" (Apa kalian akhirnya berpacaran?) tanya Abel yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Serra. Tapi tak berselang lama, Serra mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin yang bertengger di jari manisnya.
Abel menutup mulutnya dengan tangannya, tak menyangka ternyata Serra yang terlihat seperti seumuran dengannya sudah bertunangan. Yah, tapi usia Serra memang sudah menunjukkan waktu yang pas untuk menikah. "E tu? Anche tu hai un amante?" (Bagaimana dengan mu? Apa kamu punya kekasih juga?) tanya Serra yang langsung Abel angguki dengan pasti.
"Ma ora ho commesso un errore. E ho un po' paura quando lo incontro". ( Tapi aku melakukan kesalahan. Dan aku sedikit takut untuk bertemu dengannya.) jawab Abel sedang lirih. Sungguh, itu sangat menyakitkan untuk Abel. Dia rindu, tapi dia takut.
Serra yang melihat temannya murung, menepuk pundak Abel. Abel yang merasakan pundaknya ditepuk pun, menoleh dan mendapati senyuman Serra yang memiliki arti untuk menguatkan Abel. "So che non l'hai fatto apposta. Visto da te che sei così sincero con lui." ( Aku tau kamu tidak sengaja melakukannya. Terlihat dari kamu yang begitu tulus padanya.) ujar Serra membuat Abel ikut tersenyum. Benar, ini bukan semua salahnya. Abel yakin Acarl akan mengerti jika Abel menjelaskannya pada Acarl.
__ADS_1
...--------------------...
Pagi hari yang cerah bertambah dengan suasana hati Abel yang mulai membaik. Ditambah, hari ini adalah hari libur Abel. Tapi Abel sungguh bingung karena tidak ada yang bisa ia lakukan di hari libur ini. Handphone tidak ada, TV tidak ada, laptop tidak ada dan Acarl juga tidak ada.
"Bosan! Aku bo~san." gumam Abel yang masih terlentang di kasur sembari menatap langit-langit kamar.
Ingin keluar, tapi jd DPO. Tapi, perut Abel membuatnya harus keluar. Dengan perlahan, Abel bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk menuntaskan segala ritualnya. Mengambil masker dan kacamata, Abel bersiap untuk keluar dari mess sekarang.
Dalam langkahnya, ia bertemu Serra yang sedang bertugas melayani pelanggan. Karena mess berada tepat di belakang cafe, membuat Abel mau tidak mau harus lewat jalan di samping cafe untuk keluar dari mess.
"Buongiorno Serra?" ( Selamat pagi, Serra?) sapa Abel pada Serra yang juga melambaikan tangannya pada Abel yang sedang berjalan keluar.
Dalam langkah yang pasti, Abel berjalan santai menikmati pagi yang cerah hari ini. Tapi, belum berapa jauh dari cafe....
Grebb...
"Nona, kita bertemu lagi."
"Sebentar lagi kita akan bertemu," batin Acarl dengan gembiranya.
Padahal lelaki itu bisa saja menaiki mobil, tapi ia memilih untuk berjalan saja karena jarak yang tidak begitu jauh. Tak lupa, Acarl mampir sebentar di toko bunga untuk diberikannya pada Abel. Bunga Poppy dengan warna orange, berhasil Acarl dapatkan . Bunga yang sama seperti yang pernah Abel dan Acarl lihat saat menikmati piknik musim semi bersama.
Tapi.......
"AIUTO! AIUTO! SALVA I MIEI AMICI!" (TOLONG! TOLONG! SELAMATKAN TEMANKU!) pekikan itu, membuat Acarl tersadar dari bayang-bayangnya pada bunga poppy ditangannya.
Acarl melihat cafe dimana ia mendapatkan informasi kalau Abel berada disitu, kini ramai dengan disambut suara teriakan seorang gadis sembari menunjuk-nunjuk mobil yang membawa paksa seorang gadis lainnya.
"Abel?"
Dengan cepat, Acarl berlari menghampiri mobil itu. Tapi, mobil yang Acarl yakini membawa Abel, sudah melaju dengan cepat meninggalkan kawasan cafe. Acarl mendekati gadis yang tadi berteriak, dilihatnya gadis itu menangis dengan tersedu-sedu.
__ADS_1
"Mi scusi signorina, la ragazza rapita si chiama Abele?"(Permisi nona, apa gadis yang diculik tadi bernama Abel?) tanya Acarl pada gadis yang tak lain adalah Serra.
Serra mengangguk dengan lemah, sampai dirinya juga tak mampu menompang tubuhnya lagi. Melihat temannya ditarik dan diancam dengan pistol, membuat Serra ketakutan sekarang.
"Salva il mio amico, è stato minacciato con una pistola".( Selamatkan temanku, dia diancam dengan pistol.) ujar Serra membuat Acarl langsung merogoh ponselnya dan menelpon semua suruhan yang ada di negara ini untuk mencegat mobil yang membawa Abel tadi. Beruntung, Acarl sempat mengingat plat nomor mobil itu walaupun hanya sedikit.
"Mi scusi signore. Sono riuscito a fare una foto della targa dell'auto prima". (Permisi, Tuan. Saya sempat memotret plat nomor mobil tadi." ujar seorang pria yang menghampiri Acarl yang terlihat panik. Acarl yang mendengar ucapan pria tidak dikenal tadi, langsung berterimakasih sebelum akhirnya pergi saat mobil miliknya sudah bertengger didepannya.
"Tidak akan aku ampuni kau Noara!"
.
.
.
.
.
Hay semua 😭
Selamat malming🤭
Doa in semoga Abel tidak kenapa-napa ya😭
Jangan lupa like, komen dan vote ya 🙏
Dukung wajib 👌
See you next part:)
__ADS_1