Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 92


__ADS_3

Pagi hari bersinar dengan terangnya, namun belum cukup untuk membangunkannya dua insan yang masih dalam balutan selimut yang sama. Dalam selimut yang hangat, ditambah pelukan yang menenangkan membuat dua insan itu tidak mau saling melepaskan diri.


Sepasang kelopak mata dengan bulu mata lentik itu sudah terbuka, menatap pemandangan indah didepannya. Tanpa ragu, jari-jarinya mencoba untuk menyentuh pemandangan indah itu.


Jarinya menari indah dari dahi yang tiada lekukannya itu, lalu turun memainkan alis tebal dan bulu mata yang sama lentiknya dengan miliknya. Turun lagi seperti bermain perosotan, menuju hidung mancung yang terlihat bersih nan putih. Turun lagi sampai di tempat yang sering membuatnya terpaku dan merasakan kenikmatan. Benda kenyal nan tebal dan hangat itu, ia mainkan dengan menggosokkan jarinya disana.


Sungguh betapa indahnya ciptaan Tuhan yang bisa ia nikmati hari ini. Tersenyum saat memainkan bibir tebal Acarl, Abel tak menyadari jika si empunya bibir sudah membuka matanya. Acarl yang melihat gadisnya tersenyum sendiri, akhirnya memilih membuka mulutnya sampai jari Abel tersedot kedalam mulut Acarl.


Sedang asik bermain disana, jarinya tiba-tiba tersedot kedalam mulut itu membuat Abel terkejut lalu mendongakkan kepalanya menatap Acarl yang juga menatapnya. "Sshhh," ringis Abel saat dirasakan jarinya digigit kecil oleh Acarl.


"Pagi," sapa Acarl setelah ia melepaskan jari Abel dari mulutnya.


"Pa-pagi juga." jawab Abel sedikit malu saat dirinya menyadari jika ia kepergok sedang memainkan wajah Acarl.


"Gamau dijawab gitu, maunya secara tindakan." ujar Acarl dengan manjanya dan memanyunkan bibirnya. Bukan Acarl namanya jika tidak bisa membuat Abel luluh.


Kini Abel mendekatkan wajahnya untuk sekedar mengecup sekilas bibir Acarl. Tapi yang namanya Acarl, sekedar kecup bukanlah dirinya. Dengan cepat Acarl membuka sedikit mulutnya dan akhirnya bukan hanya kecupan yang ia dapatkan, melainkan morning kiss yang mengawali paginya yang indah.


"Curang," kesal Abel saat setelah Acarl melepaskan ciumannya.


Acarl tertawa pelan melihat gadisnya yang kesal. Tapi itulah yang Acarl harapkan, di pagi hari menatap wajah Abel yang menjadi candunya.


Muahh...


Kecupan mendarat sempurna di bibir manyun Abel, membuat si empunya bibir. "Jangan marah ya," pinta Acarl yang membuat Abel tersenyum mengiyakan.


"Bangun, nanti kamu mau berangkat kan!" perintah Abel yang dirinya juga berniat untuk bangun, tapi perutnya tiba-tiba merasa nyeri.


"Awhh," pekik Abel yang kembali menidurkan tubuhnya. Tentu saja itu membuat Acarl terkejut.


"Kenapa? Apa yang sakit?" tanya Acarl dengan cepat karena saking paniknya.


Abel tidak menjawab, tapi langsung melengkungkan tubuhnya untuk menekan perutnya. Acarl yang paham jika Abel merasakan sakit diperutnya, akhirnya mencoba mengusap perut Abel pelan berharap rasa sakit itu sedikit teratasi.

__ADS_1


"Gimana?" tanya Acarl pada Abel yang sekarang sudah terlihat tidak kesakitan seperti tadi.


"Eumm, udah baikan." jawab Abel dengan senyumannya.


Acarl tertawa pelan saat menyadari jika yang ia lakukan sekarang manjur untuk mengatasi rasa sakit Abel. Abel sendiri langsung memegang tangan Acarl yang masih berada diatas perutnya, dan ikut mengusap perutnya sendiri.


"Nggak kebayang kalau hal ini terjadi setiap hari," ujar Acarl disela ia mengusap perut Abel. Bayangannya menuju pada perut Abel yang dimana masih terlihat rata itu terdapat buah cinta mereka, dan momen ini pasti akan ia dapatkan setiap hari.


"Ishh, masa aku harus PMS setiap hari." ujar Abel yang membayangkan kalau ia PMS setiap harinya. Bukannya momen ini yang ia tunggu, tapi rasa sakit dan risih yang ia dapatkan.


Acarl tidak menjawab, tapi entah dorongan darimana ia mengecup perut rata Abel sebelum dirinya bangun dari ranjangnya.


Abel ikut menyusul Acarl yang berjalan kearah walk in closet, mengambil koper yang sudah ia siapkan semalam setelah acara makan malam itu selesai. Sedangkan Abel sekarang memutari walk in closet untuk melihat jas yang tergantung rapih di depan matanya.


"Aku mau kamu nanti pakai jas ini, gimana?" tanya Abel pada Acarl untuk memberikan pendapat atas pilihan Abel.


Jas berwarna navy , membuat Acarl mengangguk mengiyakan yang Abel minta. Abel tersenyum, lalu keluar dari walk in closet untuk membiarkan Acarl mempersiapkan dirinya. Begitu juga untuk Abel akan menuju kamarnya, mempersiapkan dirinya juga untuk mengantarkan Acarl nanti.


Gaun berwarna senada dengan jas Acarl, menjadi pilihan Abel saat ini. Rambut yang digerai menjadi pilihan Abel , dan jangan lupa sapuan make up tipis untuk memancarkan auranya.


"Nona memang cantik," puji Emely yang membantu Abel bersiap dari tadi.


Abel keluar menuju meja makan yang sudah tersaji sarapan untuknya dan Acarl. Datang lebih dulu dari Acarl, membuat Abel harus menunggu Acarl yang masih berada di kamarnya. Tak lama, keluarlah Acarl dengan koper yang ia tarik di tangannya.


Rasa tak rela langsung muncul setelah melihat pemandangan dimana mereka akan terpisah, mungkin sedikit lebih lama dari biasanya. Dan itu membuat Abel sangat sedih sekarang. Dejgan beraninya, Abel menghampiri Acarl dan memeluk pria itu erat.


"Biarin gini dulu." ujar Abel memperingati Acarl.


Acarl tak menjawab, melainkan ia langsung memeluk balik gadisnya yang akan amat dia rindukan nantinya.


"Udah, sekarang kamu harus makan." ujar Abel seraya melepas pelukannya dan berjalan menuju tempat duduknya tadi. Acarl menggeleng pelan melihat tingkah Abel, namun ia juga ikut mendudukan dirinya di kursi seberang Abel.


"Kamu harus makan yang ini, dan juga sayur." kata Abel yang sekarang sudah berada di mode cerewet akut.

__ADS_1


"Iya," jawab Acarl sembari menyantap makanan yang Abel tak hentinya memberikan padanya.


Abel masih dalam mode memberi segalanya untuk Acarl. Sebenarnya sifatnya kali ini, bermaksud untuk menepis segala keresahannya. Pernah dulu ia ditinggal Acarl, dan rasanya hampa sekali. Dan untuk sekarang, ia akan ditinggal lagi? Juga dalam waktu yang belum pasti.


Abel masih sibuk menaruhkan beberapa makanan di piring Acarl, dan tanpa sadar makanan itu sudah menumpuk karena belum dimakan oleh Acarl. "Sayang, ini udah banyak." ujar Acarl yang merasa gadisnya hari ini too much attention baginya.


"Oh iya, mau minum apa? Ada susu putih, cokelat atau smoothies . Oh iya, atau mau minum cocktail?" tanya Abel dengan mata binarnya.


"Yah, kalau cocktail nanti aku nggak bisa berangk-..."


"Tunggu dulu, sepertinya aku tau." batin Acarl sembari menggantungkan kalimatnya.


Acarl menyeringai sembari menarik tangan Abel agar gadisnya itu jatuh dipangkuannya. Abel terkejut, namun teralihkan saat matanya menatap mata Acarl yang selalu meluluhkan dirinya. Acarl yang menyadari sesuatu tadi, sekarang memilih untuk menempelkan bibirnya dengan milik Abel.


"Jangan khawatir, aku janji tidak akan lama perginya." ujar Acarl disela ciumannya.


" Aku harap itu adalah janji yang pasti kamu tepati,"


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙

__ADS_1


Dukung wajib 😁


See you next part:)


__ADS_2