
Langkah kaki yang semakin mendekat, membuat Abel mau tak mau mengalihkan pandangannya ke arah pintu kayu disebelah kirinya. Dan terbukalah pintu itu, menampilkan sosok wanita yang amat dikenalnya. Bukan hanya dikenal, tapi juga ia cap sebagai dalang penculikan terhadapnya.
"Hai Abel, akhirnya kamu bangun." ujar wanita itu membuat Abel berdecih tidak suka.
Wanita itu lebih mendekatkan dirinya dan meraih dagu Abel. Abel yang berada diatas ranjang dengan keadaan lemas karena obat, tidak mampu berontak ataupun menampar wanita sialan ini. "Jangan tatap aku seperti itu, aku sudah baik padamu. Memberi pelayanan yang bagus bukan? Tidak seperti penculikan yang lain." ujar wanita itu yang tak lain adalah Noara Palvison.
"Pelayanan mu buruk, seperti dirimu." maki Abel pelan, karena belum sepenuhnya kuat untuk bicara.
Noara tersenyum miring menanggapi makian Abel. Noara melepaskan tangannya yang tadi ada didagu Abel, kini dia berjalan kearah nakas kecil yang ada disisi ranjang yang ada didekat Abel. Membuka laci itu, Noara mengambil sebuah botol minuman yang Abel yakini itu minuman keras.
"Kamu belum melihat ini, Abel. Aku juga menyiapkan wine yang mahal disini, dan ini untukmu." ujar Noara sembari mengangkat botol wine yang tampak berkilau disinari cahaya lampu yang ada di ruangan ini.
Abel memutar matanya malas. Senyum Noara padanya ini, sama saja seperti akan terjadi sesuatu nantinya. "Bahkan kalau kau menyiapkan emas berlian untukku, aku akan menolaknya." jawab Abel dengan kesal. Tapi Noara malah tersenyum puas melihat Abel yang kesal.
"Tapi kali ini, aku malah mau kasih kamu sesuatu hal yang nikmat." ujar Noara dengan nada sok gemasnya. Abel malah jijik sekarang untuk mendengarkan Noara.
"Apa sih mau mu?! Ngefans sama aku sampe nyulik segala." kesal Abel yang menjadi-jadi. Kini tenaganya sudah lumayan pulih, dan untuk menggertak Noara juga sudah Abel lakukan.
Noara tertawa kecil mendengar gerutuan Abel. Menurut Noara, inilah keindahan sesungguhnya. Daripada laut atau gunung yang disajikan di bumi ini, lebih indah melihat wajah marah dan kesal Abel padanya. "Kamu akan tau nantinya, tapi aku mau kamu makan dulu dan berganti baju. Yah, aku baik padamu. Tidak tau kalau yang lain nanti," ujar Noara yang langsung berlalu pergi dari ruangan Abel. Tak lupa juga, Noara mengunci pintu ruangan Abel.
"Yang lain?" gumam Abel yang sedikit aneh dengan kata-kata Noara. Ada hal mengganjal yang Abel rasakan.
...----------------...
"Lacakan ponsel milik nona Noara hanya sampai di atas lautan yang ada di barat negara ini ,Tuan. Sudah saya periksa disana tidak ada pulau sama sekali." jelas Cheiz pada Acarl yang sejak tadi menunggu laporan dari Cheiz.
Ponsel diatas laut?
__ADS_1
"Apa itu berarti, dia tidak berada di negara ini lagi?" tanya Acarl yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Cheiz.
"Jika mengingat pencarian kita yang meluas, kemungkinan besar adalah nona Abel dibawa keluar dari negara ini. Akan tetapi, kalau hanya mengandalkan titik terakhir ponsel milik nona Noara akan sulit untuk menemukan keberadaannya,Tuan."Ujar Cheiz membuat Acarl meremas rambutnya.
Harapan untuk segera menemukan Abel, harus Acarl tepikan lebih dulu. Terlebih lagi, titik ponsel Abel juga berakhir hanya sampai di kediaman Noara. Jika dibilang Acarl marah, iya dia marah. Marah pada dirinya sendiri yang tidak becus menjaga cinta pertama dan terakhirnya itu. Tapi semua itu terbalaskan dengan....
Bugh...
Semua tatapan mata mengarah pada pria bermata hazel dengan tatapan tajam. Mata hazel yang dimiliki pria itu, membuat Acarl tau siapa dia. Terlebih lagi dengan kata-kata yang pria itu lontarkan.
"Kau pria brengsek! Dimana adikku?!" ujar pria itu pada Acarl yang tersungkur di lantai karena pukulan tadi.
Sudut bibir Acarl berdarah, tapi itu semua sepadan dengan apa yang ia perbuat. Ini semua karenanya, Noara seperti itu karena Abel ada didekatnya. Acarl tidak membalas pukulan pria bermata hazel itu, karena Acarl tau dia juga marah seperti dirinya.
Acarl bangkit dan mengusap pelan sudut bibirnya yang terluka. "Jika kau ingin adikmu cepat kembali, lebih baik kita kerja sama." ujar Acarl sembari menepuk bahu pria bermata hazel itu, yang tak lain adalah kakaknya Abel. Pria bermata hazel itu menatap Acarl dengan tajam, antara kesal dan membenarkan apa yang Acarl katakan. Sedangkan Acarl berjalan menuju kamarnya untuk mengobati sudut bibirnya.
Ingat! bukan Acarl lemah, tapi apa yang terjadi nanti kalau sampai Abel melihat Acarl terluka seperti ini? Apalagi ini karena kakaknya yang sangat mengkhawatirkannya. Walaupun belum tentu Abel akan segera ditemukan, tapi Acarl tetap akan berusaha demi gadis yang ia nyatakan cintanya pertama kali. Abel yang pertama untuk Acarl, juga Acarl yang pertama untuk Abel.
Seseorang menepuk pundak Vano, dilihatnya Eron menatapnya seolah menguatkan Vano sekarang. Vano, Eron dan juga Acarl bisa dikatakan seumuran. Pastinya mereka jg sering melakukan kerja sama, dan tercatat dalam bisnis, mereka adalah saingan berat.
"Kita semua ada untuk Abel," ujar Eron menenangkan Vano.
Vano tak merespon apapun, kini pikirannya kacau. Tapi tak berselang lama, Acarl kembali dari kamarnya dan itu memancing kemarahan Vano sekarang. Dengan langkah cepat, Vano meraih kerah Acarl dan menatapnya dengan tajam. "Kau yang memulai semua ini, kalau sampai terjadi apa-apa pada Abel. Jangan harap belas kasihan dariku." ujar Vano dengan diakhiri dorongan yang membuat Acarl terhuyung ke belakang.
Ditempat lain,
Memikirkan diri sendiri untuk tetap hidup, Abel memilih memakan makanan dan mengganti bajunya dengan yang sudah disiapkan wanita ular tadi. Walaupun sebenarnya jijik untuk menyentuh apapun yang wanita ular itu berikan sih.
Entah kenapa, pakaian yang Abel pakai sangat minim sekarang, terkesan seksi saat Abel pakai. "Pakaian apa ini! Rok atas lutut, pinggang membentuk, lengan pendek. Dia benar mengerti ukuran tubuhku." gumam Abel seraya memperhatikan pakaiannya di cermin.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, Abel mendengar suara langkah kaki. Tapi kini fokus Abel ada pada satu hal, langkah kaki yang terkesan banyak orang. Suara yang saling bersahutan itu, sangat jelas menandakan ada tiga atau empat orang yang berjalan mendekat ke ruangan Abel. Dan benar saja.....
"Hai lagi Abel, ada banyak tamu yang harus kamu sambut."
.
.
.
.
.
Hai semua 😭
Aku comeback 🥺
Miss me or not?
Miss me lah masa enggak🤭
Jangan lupa like, komen dan vote ya 😂
Dukung wajib 👌
Salam dari Abel dan Acarl yang lagi terpisah 😭
Sosial distancing gaes😅
__ADS_1
Btw, Welcome Vano (kakak Abel)
See you next part:)