Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 56


__ADS_3

Seorang pria dengan jas hitam yang membuatnya terlihat berwibawa itu, terlihat sedang tersenyum melihat tayangan video dari laptopnya itu. Tanpa sadar, rasa kagum muncul dan menjelma menjadi indah di mata biru emerald itu.


"Gadis kecil, tak disangka kau seberani itu." gumam pria itu.


Melihat video yang ada didepannya, membuat pria itu yang tak lain adalah Acarl ,senang bercampur jengkel melihat ada gadis lain yang tak lain adalah adiknya itu berteriak pada Abel.


Acarl menutup layar laptopnya karena tak tahan melihat adegan demi adegan yang tercipta disitu. Mengenyahkan pikiran tentang adiknya itu, Acarl memilih membuka ponselnya. Dirinya tersenyum melihat wallpaper yang terpampang di layar ponselnya itu. Wajah cantik dengan pipi tembam itu membuat hati Acarl seketika menghangat.


Foto Abel yang sedang menikmati pantai saat diresort itu, sengaja diambil Acarl diam-diam. Tidak tau mengapa ponsel Acarl mengarah pada gadis kecil itu.


"Tunggu aku nanti malam," gumam Acarl seraya menatap wajah Abel dilayar ponselnya itu. Dirinya kemudian tertawa, menertawakan dirinya sendiri yang menurutnya sudah gila karena Abel.


Tawa Acarl terhenti saat dari luar ruangannya ada yang mengetuk pintu. Tanpa menanyai siapa, sudah pasti itu Cheiz. Dalam ruangan ini, hanya Cheiz ,Abel dan Eron yang berkunjung. Dengan Eron yang kembali ke asalnya dan Abel yang sekolah, sudah pasti yang mengetuk adalah Cheiz.


Tanpa Acarl mengizinkan, Cheiz langsung masuk saja karena memang tadi Acarl lah yang memanggilnya. Dengan tumpukan dokumen ditangannya, Cheiz berjalan mendekat ke meja Acarl.


"Tuan, ini adalah semua dokumen yang harus anda tanda tangani." ujar Cheiz setelah meletakan tumpukan dokumen di meja Acarl. Acarl menelan ludahnya melihat tumpukan kertas itu yang menjulang tinggi.


"Baiklah, keluarlah." jawab Acarl yang langsung diiyakan Cheiz.


Acarl segera menyelesaikan tugasnya itu. Walaupun hanya tanda tangan, tapi rasanya tetap akan lelah jika semua dokumen ini dia harus menandatangani satu per satu. Namun dengan tekad agar nanti malam bisa pulang, akhirnya Acarl menyemangati dirinya sendiri .


___----___


Disisi lain, seorang gadis berkutat dengan ponselnya untuk mencari nomor seseorang yang amat penting saat ini. Setelah menemukannya, Abel dengan cepat menekan ikon bergambar telepon rumah itu. Tak lama, panggilan Abel tersambung.


"Iya halo, dengan siapa ini?" sapa seseorang diseberang sana. Abel senang karena panggilannya tepat sasaran, padahal dia menelpon telepon rumah. Namun yang mengangkat telepon sesuai dengan yang dia harapkan.


"Halo Emely, aku Abel." jawab Abel .


"Aaaa nona Abel, ada apa ya? Apa Pak Terry belum sampai disana? " tanya Emely yang heran kenapa Abel menelpon telepon rumah.


"Bukan bukan! Pak Terry sudah sampai kok." ujar Abel segera menyangkal.


Emely menghembuskan nafas lega mendengarnya. Suara hembusan itu bahkan terdengar sampai ke ponsel Abel saat ini. Namun tujuan Abel menelpon telepon rumah, membuatnya mengenyahkan pikiran kenapa Emely menghembuskan nafasnya seperti itu.


"Oke Emely, apa kamu bisa ke dapur sebentar dan katakan padaku ada apa saja di dalam kulkas itu!" perintah Abel yang langsung diangguki Emely yang bahkan anggukan itu tidak akan bisa dilihat Abel.

__ADS_1


Emely mengerutkan dahinya, bingung kenapa Abel mengecek kulkas? apakah Abel sudah berganti jabatan sebagai kepala pelayan? Emely mengenyahkan pikirannya terlebih dahulu, lalu beralih mengiyakan apa yang diminta Abel. " Baik nona, tunggu sebentar." ujar Emely.


___-----___


Deretan sayuran, buah-buahan, daging sudah dimata Abel. Dengan troli yang dia dorong, Abel segera mencari bahan yang kurang untuk membuat masakannya nanti. Sebenarnya, ini kali pertama Abel akan memasak. Jadi setelah membuka internet dan mencatat resep, Abel mencari semua bahan tanpa ada yang terlupaka sedikitpun.


"Sepertinya sudah semua," gumam Abel seraya tersenyum bangga pada dirinya sendiri yang bisa berbelanja bahan masakan untuk pertama kalinya.


"Aku harap tuan Acarl suka." batin Abel.


Abelpun berjalan menuju kasir dan segera membayar semua yang dibelinya tadi. Dua paperbag sudah tertata didepan Abel, menandakan jika kasir sudah selesai menghitung semua. Abel segera mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang cash untuk membayarnya.


"Terimakasih,silakan datang lagi." ujar kasir itu dengan ramah.


Abel keluar dari supermarket dan berjalan menuju parkiran dimana pak Terry menunggunya. Namun , belum juga Abel melangkahkan kakinya menuju parkiran, mobil yang akan dikendarai pak Terry sudah ada didepannya.


"Waw ,pak Terry langsung kesini saat melihatku keluar dari supermarket ya?" ujar Abel kagum pada pak Terry dengan sedikit tertawa kecil diakhirnya.


"Aku harus menyelamatkan hidupku ,nona. Jika aku tidak segera datang pasti akan ada pemenggalan kepala nanti." batin pak Terry.


Sesampainya di mansion bercat putih itu, Abel segera menuju dapur dan memulai aksi masaknya. Dengan bekal catatan dan juga ponsel, Abel mulai memasak dengan mengikuti instruksi yang tertera.


"Nona, apa yang anda lakukan? biarkan saya saja yang memasak." ujar Emely yang melihat Abel mulai memegang pisau .


"Aaaa Emely, ini untuk tuan Acarl. Aku berjanji semalam , kalau aku akan memasak untuknya hari ini." jawab Abel yang malah mendapatkan senyum menggoda dari Emely.


Abel yang melihat senyum Emely , langsung saja menegur wanita itu. "Hei Emely, ada apa?"tanya Abel.


"Wahh ternyata benar rumor kemarin. Tuan Acarl terlihat sudah mulai mencair dengan adanya nona." ujar Emely yang membuat pipi Abel merona saat itu juga.


"Ti-tidak! aku hanya mau berterimakasih saja padanya." sangkal Abel yang malah membuat Emely semakin tersenyum lebar melihat reaksi Abel.


"Nona, satu mansion ini tau saat nona dan tuan tidur diayunan waktu itu." ujar Emely yang membuat Abel tanpq sengaja melepaskan pisau yang pegangnya. Beruntung pisau itu jatuh di washtafel, bukan dikaki.


"A-aku harus memasak sekarang. Jika kau disini ingin menbantu, maka kupas saja itu bawang bombay." balas Abel yang mengalihkan topik .


Dalam rasa malunya, Abel masih tetap melanjutkan aksi memasaknya. "Huh, sadar Abel! kamu harus cepat!" batin Abel menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Daging dan sayuran sudah bersih dan dipotongi. Waktunya Abel untuk membuat kuah sekarang. Dengan teliti, Abel melihat takaran bumbu yang tertera diresep. Sesekali Abel juga mencoba sedikit kuahnya dan merasakan apa yang kurang.


Tak perlu waktu lama, hanya 30 menit Abel berhasil membuat dua kuah yang terlihat begitu menggiurkan. Dan jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh, yang artinya Acarl akan tiba jam tujuh nanti. Abel segera melepas celemeknya dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


__---__


"Tuan, ada laporan dari mansion. Nona sudah menyelesaikan masakannya." ujar Cheiz melaporkan kejadian di mansion pada Acarl.


"Baiklah , cepat siapkan mobil dan kita pulang. " jawab Abel seraya memandangi foto seorang gadis dengan celemek dan pisau ditangannya.


"Baik ,Tuan." jawab Cheiz mengiyakan.


"Gadis, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi masakanmu." batin Acarl.


Mobil Acarl melaju menuju mansion, dimana tempat yang dinanti-nantinya dan orang yang dinantinya berada.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya😙


Dukung juga boleh 😁


Sebenarnya aku udah up kemarin, cuman gatau kenapa belum berhasil-berhasil😭


see you next part:)

__ADS_1


__ADS_2