Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 27


__ADS_3

"Dasar bodoh! itu pembalut!!!"


.


.


.


.


.


Suara makian menggema di penjuru ruangan itu. Suara yang sangat mudah di hafali , dan juga sangat dekat itu terasa melengking ditelinga saat mendengarnya. Tatapan demi tatapan menoleh pada sumber suara, dengan raut wajah yang berbeda-beda pula tentunya.


"Apa kau tidak pernah mempelajari biologi disekolah?" tanya orang itu.


Menggertakkan giginya, Acarl menatap orang yang seenaknya mengejeknya itu. Menatap dengan kesal, mata elangnya seakan mengiris sesiapapun yang berani melihatnya.


"Kenapa kau datang kesini?" sinis Acarl pada orang itu.


Menyunggingkan senyumnya, orang itu berjalan mendekat kearah Abel yang hanya diam saja. "Aku hanya ingin mendatangi gadisku, dan aku menerima dia disini." ujar seseorang itu yang tak lain adalah Eron.


Eron mendekati Abel dan memeluk pundak Abel dengan satu tangannya. Abel yang mendapat perlakukan secara mendadak itu langsung terkejut dan membelalakan matanya . Menengadahkan kepalanya untuk melihat Eron yang lebih tinggi darinya itu, Abel menatap tak percaya kearah Eron yang dengan tanpa malunya mengucapkan itu tanpa seizin Abel.


Eron yang merasa ditatap, berbalik menatap Abel . Pandangan mereka bertemu, dan itu semua tak luput dari pandangan Acarl, Cheiz dan Khanze. Acarl memutar matanya malas saat melihat kejadian didepannya itu.


"Tuhan!!! bahkan engkau menciptakan mata yang indah pada orang didepanku ini," batin Abel berteriak .


"Er-on..." ujar Abel menyadarkan Eron yang masih menatapnya. Usahanya berhasil, kini Eron sudah memalingkan wajahnya yang menghadap Acarl.


"Jika kau ingin bermesraan, bukan disini tempatnya!" ujar Acarl dingin, menyindir dua orang didepannya .


"Apa kau mengusirku? " tanya Eron tak terima dengan perlakuan Acarl.


"Lalu? kau ingin kusambut?" bukannya menjawab, Acarl malah balik bertanya pada Eron dengan nada tak suka nya.


"Hahaha .. lihatlah dirimu! pantas kau tak pernah disentuh wanita," tawa Eron pecah saat dia berhasil membuat Acarl marah karena tindakannya dengan Abel tadi .

__ADS_1


"Berhenti tertawa atau kuseret kau keluar dari sini!" ancam Acarl .


Cheiz yang melihat pun hanya mendengus maklum. Sudah bersama Acarl sejak lama, membuatnya paham akan hubungan antara Acarl dan Eron. Teman serasa musuh, itulah sebutan yang diberikan Cheiz tentang hubungan mereka . Bahkan bisa dikatakan jika Cheiz sendiri sudah bosan melihatnya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Eron lembut pada Abel. Abel yang bingung, hanya diam saja. Bukan bingung untuk menjawab, namun bingung dengan perlakuan Eron yang bersikap biasa seakan tak ada masalah diantara mereka.


Melihat Abel hanya diam, Eron menjentikan jarinya didepan wajah Abel. " Kenapa hanya diam?" tanya Eron lagi.


Menatap Eron, Abel menghembuskan nafas beratnya. " Aku sedang ada urusan dengan tuan Acarl," jawab Abel seadanya.


Mengerutkan dahinya, Eron merasa ada masalah antara Abel dan Acarl. Namun dia tidak ambil pusing saat melihat raut wajah Abel. Sebenarnya tujuan Eron kesini adalah untuk menemui Abel. Dia sudah mendatangi rumah Abel, namun penjaga disana mengatakan jika Abel sedang tidak ada dirumah dan tadi dijemput oleh sekretaris Acarl. Segera setelah itu, Eron pun melajukan mobilnya menuju ke mansion Acarl.


"Apa kau dengar? dia sedang ada urusan denganku!" ujar Acarl sinis pada Eron. Kini Acarl yang tadinya berdiri sudah duduk kembali ke tempatnya, dan menatap dua orang didepannya.


Cheiz dan Khanze yang tadi berada disana sudah bubar, meninggalkan tiga orang yang berada diruang tamu itu .


"Eron, ada apa kamu mencariku?" tanya Abel pada Eron yang duduk disampingnya.


"Aku ingin meminta maaf padamu mengenai masalah kemarin." jelas Eron jujur. Tatapan bersalah terlihat jelas diwajah western milik Eron, bahkan mata biru langitnya itu terlihat sendu yang menandakan jika dia jujur.


Menggenggam tangan Eron, Abel menatap Eron dengan senyumnya. " Aku bahkan sudah lupa dengan itu," jawab Abel lembut.


Menjawab dengan mengangguk, Abel tersenyum pada Eron dengan tulus. Semua itu tak lepas dari pandangan Acarl. "Apa kalian sudah selesai?" sindir Acarl karena sudah malas dia diabaikan dirumahnya sendiri.


Melirik kesal kearah Acarl, Eron mencibir kesal kearah Acarl. Acarl yang mendapati itu hanya diam dan beralih menatap Abel yang tersenyum pada Eron. "Bahkan kau tak pernah tersenyum dengan tulus padaku." batin Acarl.


"Baiklah nona, kenapa kau masih disini? bukankah kau harus menuju kamarmu dan berganti bajumu?" ujar Acarl pada Abel. Abel yang mendengar langsung berdiri menundukkan kepalanya seperti pamit pada Acarl. Abel pun langsung pergi untuk menghindari tatapan Eron.


Eron yang melihat apa yang dilakukan Abel barusan pun menjadi bingung seketika. Apa maksud Abel menundukkan kepalanya ? Kenapa dia menuruti Acarl? Tatapan bertanya langsung tertuju pada Acarl. Acarl yang menyadari tatapan Eron, langsung menyunggingkan sudut bibirnya sebelah.


"Apa yang terjadi?" tanya Eron membutuhkan kepastian dari Acarl.


"Apa kau tau jika wanitamu menyerahkan dirinya padaku?" ujar Acarl menyindir.


Bingung dengan jawaban Acarl, Eron menggebrak meja didepannya . Eron tau jika ia baru bertemu dengan Abel hanya tiga kali, namun ketertarikan Eron pada Abel membuat Eron ingin selalu melindungi Abel.


"Apa yang kau maksud?" tanya Eron lagi dengan nada marahnya.

__ADS_1


Tanpa menjawab, Acarl mengeluarkan map yang berisi surat perjanjian antara Abel dan Acarl. Membaca satu persatu kalimat yang tertera, seketika membuat Eron menatap Acarl tidak percaya. " Kenapa harus dia?" tanya Eron seraya meremas map yang ada ditangannya.


"Aihhhh.... bukankah kau tau jika aku harus segera mendapatkan perusahaan itu? Dan kunci dari itu salah satunya ada pada Abel. Aku membutuhkan dia, itu lebih tepatnya." jelas Acarl.


Mengerti apa maksud Acarl, Eron menatap Acarl dengan sedikit tenang sekarang. Namun dia masih merasa ada yang mengganjal didalam hatinya. "Apa rencanamu?" tanya Eron serius.


Tersenyum pada Eron, Acarl memberitahu rencana yang sudah dia buat. Eron yang mendengar, mendadak menjadi lega. Senyum terukir diwajah Eron. "Jika kau menyakitinya? Apa aku bisa melakukan sesuatu padamu?" tanya Eron.


"Tentu. Tapi apa kau tau? Aku membutuhkannya untuk merusak reputasi si tua bangka itu, bukan untuk menyakiti Abel." jawab Acarl.


"Baiklah, Aku percaya padamu. " ujar Eron.


Acarl tau jika Eron adalah teman yang sebenarnya teman untuknya. Eron selalu ada untuknya walaupun mereka terpisah negara. Dan Acarl juga tau, jika Eronlah yang paling mengerti dia dari semua orang yang ada.


Lama terdiam, suara heels yang menggema membuat kedua orang yang berada diruang tamu itu menoleh pada suara itu.


"Itu......"


.


.


.


.


.


.


Aku up lagi❤️


Maaf kalo aku baru up😭


Masuk sekolah tugas semakin menumpuk 😭


Makasih buat yang setia menunggu😘

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya ❤️


see you next part:)


__ADS_2