
Acarl menatap tak percaya dengan dua gadis beda generasi didepannya ini. Acarl yang sengaja menunggu Abel dan Keira datang, malah dibuat terkejut dengan apa yang dilihatnya ini. Seingatnya dia tadi hanya mengizinkan untuk membawa Keira saja setelah meminta izin, malah sekarang dihadapkan dengan Keira dengan dua koper disampingnya. Acarl melihat dua koper itu dan beralih menatap Abel meminta penjelasan apa maksud dari semua ini.
Abel yang mengerti arti tatapan Acarl, berjalan mendekati Acarl lalu beralih melihat Keira. "Kei, kakak mau ngomong sama kakak bos dulu ya? Kamu bisa kekamar kakak dulu deh," pinta Abel pada Keira yang langsung diangguki Keira.
Abel menarik tangan Acarl untuk keluar dari kamar Abel dulu. Sesampainya diluar , Abel memberitahu semua yang terjadi saat dia mengantarkan Keira sampai alasan kenapa dia membawa koper saat kembali .
Acarl dengan segala ketidakrelaannya , berusaha tidak menerima dengan keputusan Abel. Disini dia bos nya, kenapa Abel yang memutuskan. Tapi dengan kegigihan Abel juga yang tidak mau menyerah membujuk Acarl, akhirnya membuat Acarl mengalah dan membiarkan gadis kecil itu bersama mereka sementara waktu ini.
"Jika bukan kau yang meminta, sudah pasti aku bunuh anak itu sekarang juga." batin Acarl.
Sekarang Abel sudah berada dikamarnya dan langsung mendapat pemandangan Keira yang sedang tidur dengan memeluk boneka panda yang dia bawa dari kamarnya bersama mamanya tadi.
"Betapa lucunya kamu," batin Abel tersenyum melihat Keira yang tidur.
Abel tak habis pikir dengan mama Keira yang tidak ada khawatirnya saat Keira menghilang dari kamarnya. Bahkan dia tidak mencari keberadaan Keira sama sekali, padahal Keira bermain dengannya sampai larut malam.
Memikirkan itu membuat Abel mual sendiri saat tiba-tiba ingatannya mengarah pada Vera yang dia temui tadi. Bergidik jijik, Abel pun teringat dengan tangannya yang terulur berjabat tangan dengan Vera tadi. Seketika kaki Abel dengan cepat langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tangannya.
Abel keluar kamar mandi dengan wajah segar dan sudah berganti dengan piyama tidurnya. Abel berjalan menuju tempat tidurnya yang sudah ada Keira yang sudah tidur pulas dengan kaki terbuka lebar menghabiskan tempat. Dengan pelan Abel mengangkat kaki Keira agar ada tempat untuk Abel tidur.
Abel berbaring disebelah Keira dan menatap wajah polos Keira yang tenang saat tidur. "Kamu lelah ya tadi menangis?" gumam Abel sambil mengelus rambut keemasan milik Keira dengan sayang. Melihat Keira memang membuat Abel seperti mengaca akan dirinya sendiri. Hidup Keira hampir sama dengannya, masalah keluarga yang rumit membuat hidup menjadi tidak tenang.
Abel tersenyum seraya memejamkan matanya mengikuti Keira menuju alam mimpi. Dan juga berharap jika besok adalah hari yang indah bagi semua.
...----------------...
Pagi hari yang indah, tak seindah perasaan Acarl saat ini. Dari bangun sampai sarapan ini, rasanya hati Acarl bergejolak dengan adanya Keira disisi Abel. Awalnya, Acarl kesal karena Keira yang mengganggu Acarl tidur dengan menggoyang-goyangkan tubuh Acarl . Kedua atau sekarang dia harus tersingkirkan jaraknya antara dirinya Abel karena Keira yang berada ditengah-tengah mereka.
"Dasar hati! kau pikir kau siapa? Aku juga tidak tertarik dengan dia! " batin Acarl berdecih melihat Abel yang hanya memperhatikan Keira.
Acarl memakan sarapannya yang entah kesambet apa, hari ini dia memesan nasi goreng. Abel sendiri yang mendengar pesanan Acarl tadi dibuat terkejut karenanya. Acarl yang menjaga diri dari makanan minyak, sekarang dia makan nasi goreng. Tapi Abel tetap Abel yang hanya bisa mengiyakan apa perintah Acarl.
Selesai menghabiskan sarapan, Abel keluar untuk menaruh piring bekas mereka makan. Tentu saja diikuti Keira dibelakangnya. Acarl yang ditinggal sendiri, hanya bisa menatap nanar kamarnya yang sunyi . Dia tidak bekerja hari ini, karena hari ini nanti mereka akan pulang ke kota N .
Tok tok tok.....
__ADS_1
Suara ketukan pintu terdengar ditelinga Acarl, seketika Acarl menegakkan tubuhnya dan membenarkan posisi duduknya. Seseorang masuk setelah Acarl mengizinkan orang itu masuk, dengan rasa hormat orang yang masuk itu memberikan beberapa berkas pada Acarl. Bukan berkas bekerja,tapi berkas dengan informasi orang yang diselidiki.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan ini?" tanya Acarl pada orang dihadapannya.
"Saya ada bicara dengan nona Abel kemarin pagi ,Tuan. " jawab orang itu yang tak lain adalah Cheiz. Sudah tentu berkas yang dibawanya itu adalah berkas informasi mengenai semua hal yang Abel alami seperti cerita yang Abel ceritakan tempo hari.
Acarl mengernyitkan dahinya, lalu menatap Cheiz dengan tatapan tanya yang sangat kentara. Kemarin pagi? bahkan setahunya Abel selalu ada disisinya, bagaimana bisa bertemu pribadi dengan Cheiz? Rasa bergejolak di hati Acarl sudah tergambar jelas sampai kewajah westernnya.
Cheiz yang mengerti arti raut wajah Acarl, segera mengatakan sebelum dunia hancur seketika saat itu juga. Dengan nafas teratur, Cheiz mencoba menjelaskan dengan rinci pada Acarl.
"Tuan, saya dengan nona Abel tidak sengaja bertemu dipantai pada pagi hari itu." jelas Cheiz yang membuat Acarl sedikit bernapas lega. Pikirnya,jika Cheiz dan Abel janjian melayang begitu saja setelah mendengar penjelasan Cheiz.
"Aku sakit! Ya aku sakit! jantungku merasa tertusuk pasti aku sakit!" batin Acarl .
"Panggilkan dokter besok!" perintah Acarl yang membuat Cheiz langsung berwajah panik. Cheiz langsung mendekat pada Acarl.
"Ada apa ,Tuan? apakah parah? " tanya Cheiz saking paniknya.
Acarl menatap Cheiz tajam, seakan mengisyaratkan jangan bertanya, turuti saja kemauanku. Cheiz langsung mundur dan mengangguk mengiyakan perintah Acarl. "Baiklah,Tuan. Besok saya akan panggilkan dokter Tevan untuk menemui anda." ujar Cheiz.
Abel yang melihat reaksi Acarl, sebenarnya bingung tapi dia mengabaikannya saja. Abel beralih menoleh pada Cheiz dan tersenyum. "Ah ada tuan Cheiz, selamat pagi." sapa Abel pada Cheiz dengan senyumnya. Seketika Cheiz berubah pias melihat senyum Abel, sedikit melirik pada Acarl yang juga menatap senyum Abel.
"Nona, kurasa anda mau membunuhku sekarang juga." batin Cheiz sampai menelan ludah dengan susah.
"Oh iya Keira, ini tuan Cheiz. Dia...."
"Oh ini kekasih kakak cantik ya? Biasanya mama juga memanggil Tuan sama laki-laki yang disayanginya." ujar Keira memotong kalimat Abel.
Cheiz tambah menciut mendengar penuturan gadis kecil didepannya itu. Hawa dingin juga mulai kerasa diruangan ini. Abel yang entah kenapa merasakan punggungnya dingin menjadi ikut bergidik ngeri dengan suasana saat ini.
"Bukan itu, maksud kakak memanggilnya Tuan itu untuk menghormatinya." jelas Abel pada Keira dengan tenang.
"Oh berarti mama juga menghormatinya orang yang disayangnya itu ya? " tanya Abel yang langsung membuat Abel kembali meringis .
"Emmm bukan itu... ah iya bukannya kita mau beli gelato tadi?" ujar Abel mengalihkan topik pembicaraan.
__ADS_1
"Ah iya aku lupa kalau tadi kita berjanji beli gelato," pekik Keira senang dan akhirnya lupa akan pembahasan tadi. Sekarang Abel dan Cheiz kembali bernapas sedikit lega. Sedangkan Acarl yang sudah merasa kesal sejak tadi, dibuat tambah kesal dan sekarang kesal itu lumayan hilang sedikit setelah mendengar Abel mengalihkan pembicaraan tadi.
"Baiklah, ayo!" ajak Abel sambil mengangkat tangan, seperti meninju udara.
Akhirnya Abel dan Keira kembali keluar dan meninggalkan Acarl bersama Cheiz berdua di kamar itu. Cheiz yang sebenarnya ingin pergi juga, masih merasa takut karena jika dia ingin keluar harus pamit pada Acarl dulu. Dengan keberaniannya, Cheiz kembali menoleh pada Acarl berniat ingin pamit.
"Emm Tuan, saya ijin ingin keluar dulu . Ada banyak kerjaan disana." ujar Cheiz yang langsung berlalu meninggalkan Acarl. Tapi belum juga sampai depan pintu, suara panggilan dari Acarl menginterupsi Cheiz untuk berhenti.
"Hei, apa kau mau membawa berkas yang belum aku baca itu?" ujar Acarl datar. Cheiz langsung berbalik dan menyerahkan berkas itu seraya mengucapkan maaf.
"Aku harus menjauh dari nona Abel mulai sekarang!"
.
.
.
.
.
Hay aku comeback ❤️
Makasih buat yang sudah mampir😭
Terharu banget akutu😭
Jangan lupa like, komen dan vote ya ❤️
Jangan lupa dukungannya juga👌
Sayang kalian semua🥺
See you next part:)
__ADS_1