Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 83


__ADS_3

TAKK....


Suara gelas yang diletakan dimeja dengan keras, membuat seisi ruangan dikerubungi ketakutan dari wajah-wajah yang ada dihadapan seorang nona besar keluarga Palvison. Tatapan sinis dengan seringai kebencian muncul digaris muka gadis itu.


"NGGAK BECUS KALIAN SEMUA!!"


PRANGGG....


"Nona, tolong tenangkan diri anda. Sangat tidak baik untuk anda berteriak seperti ini." ucap seorang pria yang berdiri disebelah gadis itu.


"KATAKAN SEKARANG! APA BENAR ACARL BERSAMA GADIS ITU HAH!!!???" teriak gadis itu yang tak lain adalah Noara. Dengan dada naik turun, Noara melampiaskan amarahnya pada suruhannya.


"Ma-maaf No-na, dari dat-a yang kami dapat gadis itu hanyalah asisten baru tuan Acarl." jawab salah satu suruhannya dengan terbata-bata saking takutnya.


Noara lebih menyeringai lagi saat penuturan orangnya yang membuatnya tambah marah, " Kamu bodoh atau gimana sih! Mana ada seorang gadis SMA menjadi asisten!" kesal Noara pada orangnya.


"Arghhh!! Pokoknya kalian semua harus buat aku bisa ketemu Acarl besok!" putus Noara lalu beranjak pergi ke kamarnya.


...----------------...


"Pagi," sapa seorang pria pada seorang gadis saat gadis itu membuka matanya.


"Hah!! Kok kamu bisa disini?" kaget gadis itu saat pertama membuka matanya langsung melihat pria yang menatapnya dan mengucapkan selamat pagi untuknya.


"Aku nggak mau ngelewatin momen pagi yang indah saat matamu terbuka," jawab Acarl dengan senyum menawannya yang bersinar seiring cahaya matahari yang menerobos masuk kedalam kamarnya.


Abel ikut tersenyum, terpana dengan ketampanan Acarl yang menyambut paginya. "Dasar gombal," tawa kecil Abel dan Acarl setelah Abel mengucapkan itu.


Bangun dari tidurnya, Abel langsung mempersiapkan dirinya untuk bersekolah di liburan akhir semester ini. Sedangkan Acarl juga mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke kantor dan bersiap untuk mengantarkan ratunya.


Berangkat bersama-sama sudah menjadi rutinitas penting bagi Abel maupun Acarl, terutama Acarl sih. Walau begitu, mereka berdua tetap sama saja merasakan kebahagiaan pagi hari.


"Nanti pulang jam berapa?" tanya Acarl pada Abel dipertengahan jalan.


"Emmm, kayaknya jam empat." jawab Abel .


"Aku jemput ya?" tanya Acarl menawari Abel. Tentu saja Abel mengangguk, karena baginya ada Acarl dirinya bisa hidup.


Mobil berhenti didepan sekolah Abel. Dengan perlahan dan hati-hati, Abel memastikan keadaan sepi dulu baru keluar. Bagaimanapun akan heboh kalau sampai ada yang tau dia turun dari mobil Acarl.

__ADS_1


"Aku masuk dulu, babay muahhhh." pamit Abel dengan diakhiri kiss bye yang membuat Acarl tersenyum geli melihat gadisnya yang manis itu.


Acarl melajukan mobilnya setelah melihat Abel menghilang dari pandangannya. Menancap gas sedang dan meninggalkan sekolah Abel. Sedangkan Abel berjalan melewati lorong yang sedikit ramai, karena pada dasarnya banyak juga yang ikut kelas kilat.


"Ehem," deheman terdengar di telinga Abel. Seketika dirinya menoleh ke arah suara dan menemukan Falida yang bersandar di lokernya yang ada dilorong itu.


"Dianter ahyang ya?" sindir Falida membuat Abel melotot karena gadis itu mengatakannya lumayan kencang. Yang dipelototi malah menyengir dengan watados nya.


Abel berjalan mendekat pada Falida dengan tatapan yang masih sama dan langkah yang lebar. "Besok aku bawain lem deh, kamu makan ya," ujar Abel dengan senyum devil nya. Sementara Falida langsung mengatupkan kedua tangannya didada seakan mengatakan maaf pada Abel.


Abel dan Falida akhirnya memilih melanjutkan jalannya menuju kelas masing-masing. Tak terasa juga mereka sudah hampir seminggu sekolah kilat ini, dan tandanya kurang dua bulan tiga minggu lagi mereka bersekolah.


_____


Suasana kantor yang masih terlihat sepi, membuat Acarl merasa dirinya memang bos yang hebat karena bisa berangkat sebelum para karyawannya sampai.


"Selamat pagi ,Tuan." sapa sekretaris Lea pada Acarl yang sudah sampai didepan ruangannya.


"Pagi," jawab Acarl.


Dengan sigap, sekretaris Lea langsung berjalan mengikuti Acarl dari belakang sembari membacakan jadwal yang harus dilaksanakan Acarl hari ini. Setelah semua jadwal terbaca, baru sekretaris Lea keluar dari ruangan Acarl.


"Ada apa ini?" tanya Acarl setelah dirinya memutuskan untuk keluar memastikan apa yang terjadi. Dan bukannya mendapat jawaban, dirinya dikejutkan oleh seorang gadis yang amat familiar.


"Carl!!!!" pekik gadis itu memanggil Acarl karena sekarang dirinya sedang didorong menjauh oleh sekretaris Lea.


"Lepaskan dia!" perintah Acarl membuat Sekretaris Lea langsung berhenti mendorong gadis itu . Gadis itu tentu saja melirik tajam pada sekretaris Lea dengan smirknya yang membuat sekretaris Lea berwajah datar.


"Carl aku rindu," ujar gadis itu yang langsung memeluk Acarl dengan manja. Dengan pelan, Acarl mencoba melepaskan pelukan itu.


"Ara, jangan begini." ujar Acarl sembari berusaha melepaskan pelukan gadis itu.


Noara, yap gadis itu adalah Noara. Anak dari teman ayahnya yang lumayan dekat dengan Acarl saat masih kecil. Sedikit cerita, Acarl sebenarnya tidak membenci Noara. Karena pada dasarnya menurut Acarl, Noara lah yang paling menyedihkan dari segala hal yang pernah dia alami. Tapi, seiring rasa sakit bertambah di diri Noara, membuat gadis itu menjadi berbeda tidak seperti masa kecilnya yang manis pada orang lain yang baik padanya.Sekarang seorang gadis kasar dan suka melunjak , menjadi definisi gadis itu dimata orang lain.


"Carl, apa kamu tidak rindu padaku?" tanya Noara yang sekarang dirinya dan Acarl sudah berada di dalam ruangan Acarl. Dengan Acarl yang mengerjakan perkerjaannya, dan Noara yang memeluk Acarl dari belakang.


Acarl tidak menjawab pertanyaan Noara. Bukan berarti dia tidak peduli, tapi Acarl hanya sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang agar terlepas dari gadis itu.


"Carl, aku ada bawa makanan untukmu. Aku masih ingat makanan kesukaanmu loh," ujar Noara lagi yang sekarang sudah melepaskan pelukannya dan beralih pada makanan yang dia bawa.

__ADS_1


"Letakan semua itu! Sekarang coba cicipi dulu masakan buatanku!!" pekik Noara sembari menata berkas Acarl dan menutupnya agar Acarl berhenti beraktivitas sejenak.


"Ara, aku sedang sibuk sekarang." kesal Acarl pada Noara yang dengan seenaknya menyingkirkan segala berkas pentingnya tanpa perasaan.


"Sudahlah, sekarang ikut aku dan coba dulu masakanku!!" perintah Noara membuat Acarl menghela nafasnya. Mau tidak mau, dia harus ikut Noara sebelum meja kerjanya hancur karena ulah gadis itu.


Acarl mencoba menikmati sedikit demi sedikit masakan Noara, walau dengan paksaan dari gadis itu. " Gimana? Enak kan?" tanya Noara dengan binar matanya yang membuat Acarl mengangguk datar.


"Hmm enak," jawab Acarl datar namun bisa membuat senyum bahagia terlukis diwajah Noara.


Masih memakan masakan Noara, membuat Noara bisa memandangi jelas wajah Acarl yang duduk dihadapannya. "Carl, ayo seperti dulu." ucap Noara membuat Acarl menghentikan makannya.


Acarl mendongak dan melihat Noara yang tersenyum penuh pengharapan saat melihat Acarl yang menatapnya. Berbanding terbalik dengan Acarl yang menatap tajam Noara dengan smirk yang terlihat jelas.


"Seperti dulu?"


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Sekalian aku mau minta maaf kalo udh ngilang lamaaaa


Makasih buat yang masih setia menunggu 😘


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙


Dukung wajib 😁


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2