Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 68


__ADS_3

Hari-hari melelahkan yang membuat Abel pusing itu sekarang sudah selesai. Namun dihari-hari melelahkan sebelumnya itu, dirinya harus berpisah dengan Acarl. Selama tiga hari lamanya, Acarl ada dinas ke luar negeri yang membuatnya di mansion sendiri (tidak termasuk pelayan) .


"Lo keliatan lemes banget deh hari ini, harusnya tuh seneng udah selesai kita ujiannya." ujar Falida yang melihat sahabatnya hanya melamun dengan kepala yang dia taruh dimeja.


"Gue lagi males aja, hampa hidup gue hari ini." jawab Abel namun tatapannya masih kearah depan dan kosong.


"Hampa? makanya sama gue biar nggak hampa," bukan Falida yang menjawab, tapi seorang pria yang membuat hari-hari Abel menjengkelkan.


Setiap hari, jika ada kesempatan pasti Rian akan mendatangi Abel. Seperti kemarin, tiba-tiba dengan sok romantisnya Rian membawa bunga mawar dengan jumlah 99 batang itu dengan alasan jika Abel pelengkap 100% bunganya. Seperti biasa pasti akan ditolak oleh Abel.


"Lo lagi lo lagi, gue hari ini males ngadepin lo. Mending jauh-jauh dulu deh." usir Abel dengan malas juga. Sedangkan Rian langsung bertanya pada Falida dengan isyarat dagunya. Falida langsung menggeleng tidak tau untuk menjawab pertanyaan Rian.


"Kalo gue nggak mau pergi?" tanya Rian yang sekarang mendudukan dirinya disamping Abel. Abel yang merasakan ada pergerakan disampingnya, langsung menoleh dengan tatapan malas pada Rian yang tersenyum manis.


"Gue yang pergi." jawab Abel lalu berdiri dan meninggalkan bangku kelasnya. Dan juga meninggalkan dua orang yang datang ke kelasnya itu.


Abel berjalan lesu menyusuri lorong sekolahnya yang terlihat sepi sekarang. Dirinya bahkan sampai tidak sadar kalau ada yang mengamatinya dari kejauhan. Dengan perlahan, ada cewe yang dari tadi mengamati Abel dari jauh akhirnya mendekati Abel.


"Hei," panggil cewe itu pada Abel yang melamun malas. Bukannya sombong, tapi Abel tidak mendengar panggilan cewe itu .


"Abel!" panggil cewe itu lagi yang membuat Abel sedikit tersentak karena cewe tadi sedikit berteriak didekat telinganya.


"Hah mamaknya Patrick," latah Abel saking terkejutnya. Dengan mengusap dadanya, Abel melihat kesamping. Rasa terkejutnya kembali datang saat mendapati cewe yang memanggilnya ternyata ada Clara.


Clara tersenyum ke Abel. Dan itu membuat Abel semakin takut karena senyuman yang terbilang tulus itu keluar dari bibir Clara. "Gue nggak ada maksud nganggetin elo, gue kesini cuman mau ngasih tau lo sesuatu." ujar Clara membuat Abel mengeluarkan wajah bertanyanya.


"Mau ngomong apa?" tanya Abel yang penasaran.


"Nanti ketemu di Cafe deket taman ya, " ujar Clara membuat Abel memicing curiga pada Clara. Bahkan sekarang Clara menggunakan nada bersahabat padanya, dan itu mampu membuat Abel tersentak melihatnya.


"Gue nggak ada maksud apa-apa kok, gue cuman mau ajak lo makan sambil ngomongin sesuatu sama lo." ujar Clara yang seakan mengerti arti tatapan Abel. Dengan terpaksa, Abel menganggukkan kepalanya dan itu membuat Clara berbinar karena anggukan kecil dari Abel.


"Okedeh, nanti jam delapan ya gue tunggu disana." ujar Clara yang mendapat anggukan kepala lagi dari Abel.


Melihat itu, Clara berbalik dan pergi meninggalkan Abel sendiri lagi. Sekarang bukan hanya Acarl yang ada dipikiran Abel, tapi adiknya Acarl juga ada dalam pikirannya. Mungkin keluarga Xelone sedang berputar dikepalanya.


Abel kembali berjalan menuju gerbang dimana Pak Terry sudah menunggunya. Jangan pikirkan Falida, gadis itu sudah berulang kali mengirim pesan pada Abel. Dengan santainya, Abel tidak membalas salah satupun pesan Falida. Karena dari notifikasi yang tertera, hanya ada pesan kagum dari Falida yang dia tinggal berdua dengan Rian.


Sampailah Abel di mansion Acarl. Abel merasa hampa , benar-benar hampa saat melihat mansion megah yang hanya ada dia didalamnya. Menurut jadwal Acarl, Acarl pulang besok siang .

__ADS_1


Ting...


Ponsel Abel kembali berdering saat notifikasi dari nomor lrang yang berbeda tertera dilayar ponselnya. Dengan segera Abel membuka notifikasinya itu, dan terlihat nama Eron disana.


Ada waktu sebentar nggak?


Pesan dari Eron yang membuat Abel langsung dengan reflek mengecek jam yang melekat ditangannya. Jam masih menunjukkan pukul tiga sore, yang menandakan kalau Abel masih ada waktu sebelum bertemu dengan Clara nanti.


^^^Iya aku ada, tapu hanya sampai jam delapan.^^^


Balas Abel yang langsung dibaca Eron.


Baiklah ,tidak apa-apa aku akan menjemputmu sebentar lagi. Bersiaplah.


Pesan dari Eron lagi yang membuat Abel bergegas berlari ke kamarnya. Membuka lemari dan mengambil beberapa bajunya yang harus dia pakai . Abel memilih setelan santai untuk bertemu Eron, yang rencananya dia juga akan langsung ketemu Clara nanti.


Berdiri di depan meja riasnya, Abel mengambil sunscreen dan pelembab bibir untuk dipakainya. Setelah semua persiapan selesai, Abel melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya. Namun saat melewati kamar Acarl, Abel langsung teringat pesan Acarl padanya sebelum Acarl berangkat.


"Astaga, aku harus izin padanya." gumam Abel yang mengingat pesan Acarl.


Dengan cepat Abel mengambil ponselnya dan mencari nomor Acarl. Bukan chat, tapi Abel langsung memanggil Acarl karana malas untuk mengetik lagi. Tak lama panggilannya terhubung dan langsung terdengar suara pria yang dirindukannya itu.


"Halo," jawab Abel dengan senyumnya. Mendengar suara saja sudah membuat Abel tersenyum, apalagi kalau panggilan video, mungkin Abel akan pingsan.


"Ada apa? tumben telfon duluan." tanya Acarl dengan nada menggoda Abel.


"Enggak, orang aku telfon karena ada perlu." sangkal Abel namun juga jujur.


"Oh, yakin nggak kangen? Aku pulang masih minggu depan loh." lanjut Acarl lebih menggoda Abel lagi.


"Hah?! bukannya besok? Ish kok baru bilang kan.."


"Haha, kalau kangen bilang aja nggak usah gengsi. Iya besok pulang." tawa Acarl pecah saat gadisnya itu menggerutu karena dibohongi Acarl.


"Tauklah! pokoknya aku mau izin ketemuan sama cowok babay!" kesal Abel yang langsung menutup panggilannya sepihak. Bukan kesal sih, tapi lebih ke malu saat Acarl menebak dengan tepat.


Disisi lain, mendengar Abel akan ketemu dengan cowo lain membuat Acarl gelisah. Dengan segera Acarl mencari nomor Cheiz dan menghubunginya.


__--__

__ADS_1


"Gimana ujiannya?" tanya pria yang sedang duduk dihadapan Abel.


"Baik, cuma sedikit aja yang susah." jawab Abel sembari menyeruput milkshake strawberry pesanannya.


"Kalau begitu, gimana keseharianmu sendirian di mansion Acarl?" tanya pria itu yang tak lain adalah Eron.


"Membosankan!" jawab Abel dengan pasti sambil mengingat-ingat percakapannya dengan Acarl sebelum menemui Eron tadi. Mendengar nama Acarl ,membuat rasa kesal karena ditipu Acarl tadi langsung muncul begitu saja. Karena itu Abel menjawab dengan spontan pertanyaan Eron.


"Jujurnya," ujar Eron seraya tertawa kecil melihat ekspresi wajah Abel yang sedang kesal itu.


"Oh iya, apa kamu kenal Adrian Ariens?" tanya Abel yang mengingat pria menjengkelkan yang selalu memenuhi puncak kemarahannya di sekolah.


Eron mengerutkan dahinya saat mendapati pertanyaan dari Abel. "Adrian Ariens? Kamu kenal?" bukannya menjawab,Eron malah menanyai balik Abel yang tambah bingung itu.


"Ya, bukan mengenal. Tapi lebih ke sebal karenanya!" jawab Abel dengan meluapkan emosinya pada milkshake ditangannya.


"Menjengkelkan?" tanya Eron. Abel menganggukkan lalu menceritakan arti menyebalkan yang dimaksud Abel tadi. Sedikit rasa kesal juga dirasakan Eron saat ini.


"Dasar adik kurang ajar!"


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙


Dukung juga boleh 😁


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2