Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 97


__ADS_3

Seorang wanita dengan style kantornya, duduk dengan gelas kecil ditangannya. Menatap layar komputer yang menampilkan rentetan tulisan layaknya wishlist yang membuatnya tersenyum. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Noara?!


"Nona, saya mohon anda jangan memaksakan diri seperti ini." ujar asisten yang bekerja pada Noara.


Dengan sorot mata mematikan, Noara melirik asistennya. Siapapun yang melihat sorot itu, pasti langsung tau kalau kata jangan ganggu tergambar jelas didalamnya. "Siapa kau?" tanya Noara dengan nada sarkasnya, dan jangan lupa sunggingan yang tergambar jelas.


"Maaf nona jika saya lancang. Tapi terlalu banyak minum tidak baik untuk anda."


Prangg......


Gelas kecil yang tadinya bertengger di tangan manis itu, melayang dan pecah di lantai putih. Tentu saja hal itu membuat asisten Noara tersentak karenanya, berbeda dengan Noara yang tersenyum devil menatap pecahan gelas didepannya.


"Kalau saja dia bisa menjadi pecahan seperti ini." gumam Noara sembari mengambil serpihan itu. Tanpa diduga, serpihan itu benar menggores jarinya yang membuat jarinya mengeluarkan darah segar.


"Nona!"


"Tenanglah, hanya luka kecil." jawab Noara santai.


"Ini tidak menyakitkan. Carl tidak akan marah kan?" lanjut Noara membuat si asisten kebingungan sendiri dengan penuturan Noara. Dengan rasa peka yang ia miliki, si asisten hanya menggeleng kecil untuk menyenangkan majikannya. Juga menyelamatkan nyawanya!


Senyuman manis terlukis indah diwajah wanita cantik itu sekarang. Senyuman yang mungkin saja memiliki arti berbeda dari kelihatannya. Hanya Noara yang tau apa arti senyum yang ia pancarkan itu.


____________


Pagi hari dengan awan mendung, mendukung gadis yang masih terlelap itu untuk melanjutkan tidurnya. Menutup tubuhnya dengan selimut hangat milik Acarl, membuat Abel tidak ingin lepas dari aroma maskulin yang ada di seluruh penjuru ruangan ini.


Semalam, Abel ingin menidurkan dirinya di kamar miliknya. Tapi entah kenapa, rasanya Abel tidak bisa menutup matanya seperti yang seharusnya ia lakukan. Abel memutuskan berjalan-jalan menyusuri mansion besar yang hanya dirinya disitu sendiri. Abel memilih ketaman, dan mendapati para pelayan yang terlihat sedang beristirahat.


Abel beralih menuju atap mansion sampai akhirnya ia paham apa yang membuatnya tidak bisa tidur. Pelukan hangat lelaki itulah yang membuat candu untuknya, dengan begitu berakhirlah Abel tidur di kamar Acarl.


Abel merasakan getaran disampingnya, dilihatnya ponsel miliknya berdering dan tertera nama Noara. Abel sebenarnya malas untuk melihat pesan yang Noara kirimkan, tapi ada satu hal yang membuat Abel mau tidak mau harus mau melihat isi pesan itu. Dilihatnya, Noara mengajak Abel untuk ketemuan.


"Males banget sih!!! Tapi kalo nolak, sama aja aku pecundang banget!" gumam Abel sesaat sebelum mengiyakan pesan Noara.

__ADS_1


Hari Sabtu kesukaan Abel, harus berakhir dengan bertemu manusia yang tidak pernah ingin ia kenal. Rencana Abel untuk tidur santai sambil video call manja dengan Acarl, terhempas begitu saja setelah getaran ponsel dipagi harinya.


Abel sudah bersiap dengan outfit yang menurutnya cocok.



Pergi bersama Noara, rasanya warna hitam cocok untuk menemui wanita sepertinya. Dengan rambut coklat digerai, Abel yakin dirinya sudah siap untuk menghadapi Noara.


Abel keluar dengan rasa lega yang menjalar disekujur tubuhnya. Untuk mengatakan akan keluar saja, tadi ada sedikit perdebatan dengan para pelayan terutama Khanze yang mengambil alih permasalahan di mansion.


Entah kenapa, tidak seperti biasanya Abel merasakan penjagaan untuknya semakin ketat saja sekarang. Tadi saja dia harus mencari alasan yang pas supaya bisa keluar tanpa adanya pelarangan seperti ini. Abel yakin betul pasti ini ulah Acarl yang protektif padanya setelah mendengar aku ada ketemu dengan Noara sebelumnya.


"Nona, anda yakin untuk tidak membawa pengawal?" tanya pak Terry yang sudah memberhentikan mobilnya di tempat yang Abel mau.


"Tentu saja tidak pak! Aku bukan anak kecil lagi, jadi pak Terry tenang saja ya. Dan juga pak Terry tunggu aku disini," jawab Abel yang akhirnya mendapat anggukan kepala dari pak Terry.


Abel turun dengan santai dan elegan, lalu memasuki cafe tempat ia akan bertemu dengan Noara. Rasanya benar-benar malas untuk meladeni Noara, dan ingat juga dengan kemampuan sosialisasi Abel yang Nol.


Abel masuk dan langsung mengedarkan pandangannya. Cafe yang dipilih Noara sungguh tertutup, seperti tempat khusus untuk meeting saja. Abel berjalan menuju kasir untuk menanyakan ruangan yang dipesan oleh Noara. Setelah mengetahui tempatnya, Abel segera melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Noara berada.


Cafe dengan design ala Jepang, membuat tempat duduk disana seperti lesehan. Abel tersenyum menanggapi sapaan Noara, terlihat Noara mengayun-ayunkan tangannya seolah menyuruh Abel untuk mendekat dan duduk di dekatnya. Abel mendekat dan duduk ditempat Noara menepuk-nepukkan tangannya.


"Apa kamu suka makan sushi? Aku tadi sudah pesan beberapa sushi." tanya Noara pada Abel yang baru saja duduk.


"Gapapa, aku juga suka sushi kok." jawab Abel dengan senyum ramahnya.


Suasana sunyi kembali terasa. Abel yang diam mengamati minumannya, dan Noara yang mengamati Abel dengan smirk nya. Noara tau kalau Abel tidak menyukainya, tapi itulah tujuan Noara. Tapi sebelum itu....


"Apa kamu merindukan Carl?" tanya Noara mengawali topik dan juga sudah mengubah ekspresinya menjadi senyum ramah.


Abel tersadar dan menoleh pada Noara yang menyebut nama kekasihnya. " Tentu saja rindu. Apalagi ini kali pertama aku ditinggalkannya sampai lama begini, padahal biasanya aku dan Acarl sering menghabiskan waktu bersama." jawab Abel dengan senyumnya.


Abel tau arah pembicaraan Noara, yang tidak jauh dari membahas Acarl. Dengan senyum bangganya, Abel menjawab pertanyaan Noara dengan santai. "Huh! lawan saja aku kalau kau berani mengambil lelakiku!" batin Abel bangga.

__ADS_1


Noara tersenyum malu mendapati jawaban Abel, tapi sebelum itu dia sedikit tersentak mendapatkan jawaban santai dari Abel. " Wah, aku sudah yakin kalau Carl sangatlah perhatian. Bahkan pernah saat aku masih junior high school, dia menolongku saat ada para anak laki-laki yang mengangguku." balas Noara.


Jika dikata perang dingin, itu benar. Walau senyum bertebaran di ruangan itu, tapi tatapan sengit nan dingin sangat mendominasi. Abel sudah siap untuk melawan Noara sekarang, dan itu harus! Abel yakin, tindakan Noara pasti akan dilakukan sekarang. Terlihat dari Noara yang mengajak Abel bertemu, padahal kalau diingat-ingat kemarin mereka juga bertemu.


"Benar, Acarlku memang baik hati. Hah, aku jadi rindu banget sama Acarl. Hidup di hari pertama dengan Acarl saja, aku sudah dibawanya melihat pantai dan berkuda. Padahal saat itu aku belum mengenal dekat Acarl," jawab Abel dengan memasang ekspresi sedih walau hatinya tertawa melihat senyum paksa dari Noara.


"Iya, tapi aku dengar kamu ada masalah dengan Tuan Xelone ya?" tanya Noara sembari menaruh dagunya di kedua tangannya yang terkepal, seakan menunggu cerita seru dari Abel.


Sudah pasti Abel tidak terkejut dengan pertanyaan Noara! Gadis itu pasti sudah menyelidiki keseluruhan Abel dalam hidup Acarl, bahkan tidak dalam hidup Acarl saja pasti sudah diselidiki juga.


"Hanya kesalahpahaman saja, yang penting sekarang Acarl menjadi milikku dan aku yakin pasti ada jalan untuk itu." balas Abel yang akhirnya mengikuti gaya Noara yang menopang dagunya.


..."Berbahagialah sebentar lagi,"...


.


.


.


.


.


Hai semua 😭


Aku comeback 🥺


Lama ya nunggu 😭


Maafin aku yang ngaret akhir-akhir ini 😭😭😭


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😂

__ADS_1


See you next part:)


__ADS_2