Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 51


__ADS_3

Bisikan-bisikan terdengar nyaring ditelinga kedua insan yang saling berpelukan di atas ayunan itu. Acarl yang dari tadi risih dengan suara-suara disekitarnya, akhirnya mengerjapkan matanya dan perlahan membuka matanya. Pemandangan yang pertama dia lihat adalah rambut gadis yang menempel pada dadanya. Dan...


"Kenapa aku disini? " batin Acarl bertanya-tanya dan melihat ke sekelilingnya.


Terlihat pelayan mansion Acarl sudah mondar mandir . Gerakan Acarl yang mencoba melihat sekelilingnya, membuat Abel yang dalam posisi nyamannya menjadi terbangun . Mengerjapkan matanya, Abel membuka matanya perlahan dan terlihat wajah pria yang sedang melihat-lihat sekeliling itu.


"Argghhh!!!!" teriak Abel saat menyadari ternyata Acarl yang dia lihat itu. Dan rasa terkejutnya belum selesai setelag menyadari jika tadi dia tidur di lengan kekar Acarl.


Acarl yang mendengar teriakan Abel, langsung menoleh pada Abel. Mendapati tatapan terkejut dari Abel, membuat Acarl cengo dan segera menutup mulut Abel dengan tangannya.


"Diamlah, banyak pelayan yang melihat." bisik Acarl pada Abel yang langsung membuat Abel menghentikan aksi teriaknya.


Abel langsung berdiri dan memberi pamit pada Acarl dengan cepat tanpa menunggu jawaban Acarl. Abel segera berlari menuju kamarnya dan menutupi dirinya dengan selimut, menyembunyikan rona merah karena malu itu. Sedangkan Acarl mulai beranjak perlahan menuju kamarnya seraya melihat jam yang melingkar ditangannya dan menunjukkan pukul empat pagi.


Sesampainya dikamar, Acarl tersenyum lebar mengingat wajah polos Abel yang dia lihat tadi sedang tidur. Wajah polos cantik itu, terus terngiang dibenak Acarl. Sudah dipastikan jika hari ini mood Acarl sangat baik, sangat sangat baik.


...----------------...


Empat orang dalam mobil yang sama. Dua sedang bingung, sedangkan dua lagi sedang canggung. Abel dan Acarl yang canggung duduk bersebelahan karena kejadian tadi pagi yang menimpa mereka. Bukannya apa-apa, tapi rasa malu terus menjalar dihati keduanya.


Cheiz yang sejak tadi melihat ada yang berbeda dari tuannya, hanya diam saja. Bahkan sampai sekarang dia melihat kecanggungan antara Abel dan Acarl saja dia hanya diam. Sempat dia mendengar desas-desus kalau Acarl dan Abel berduaan di taman belakang mansion, tapi Cheiz menghiraukan itu.


Sampai di kantor Acarl, Abel menghela nafas untuk menguatkan dirinya bangkit hari ini. Abel keluar dari mobil dan segera membukakan pintu untuk Acarl. Acarl yang menerima perlakuan seperti itu, melihat Abel yang selalu menundukkan kepalanya itu.


"Apa dia tidak berani menatapku?" batin Acarl bertanya.


Menghiraukan hal itu, Acarl keluar dari mobil lalu berjalan mendahului Cheiz juga Abel. Sesampainya di dalam ruangan Acarl, Abel segera menyiapkan kopi dan beberapa camilan untuk ditaruh di meja kerja Acarl.


"Ya Tuhan bantu aku untuk menghadapi semuanya hari ini," doa Abel sebelum membuka pintu ruangan Acarl.

__ADS_1


Abel masuk kedalam ruangan lalu dengan cepat melangkahkan kakinya menuju meja Acarl. Setelah berhasil menaruh minuman dan camilan di meja Acarl, Abel dengan cepat berbalik. Namun suara dibelakangnya dengan cepat menginterupsi acara pelarian Abel.


"Sampai kapan kau mau menghindariku?" tanya Acarl tiba-tiba yang membuat Abel berhenti. Abel dengan terpaksa memutar kembali tubuhnya agar menghadap Acarl,tapi dia langsung dikejutkan dengan Acarl yang tepat berada disampingnya sekarang.


"Akhhh... Tuan anda mengejutkan ku," pekik Abel karena terkejut melihat Acarl yang sudah berada disampingnya . Dan sejak kapan Acarl berada disamping Abel? Dan bagaimana bisa tidak ada suara langkah? Memikirkan itu, Abel bergidik ngeri dan langsung menundukkan kepalanya lagi.


"Benarkan kau menghindariku? kau selalu menundukkan kepala saat melihat ku," ujar Acarl sembari meraih dagu Abel agar menghadap padanya.


Abel tersenyum canggung dan mengalihkan pandangannya ketempat lain , tidak menatap Acarl. Acarl mengeluarkan smirknya dan lebih mendekatkan wajahnya pada wajah Abel. Abel yang merasakan seperti ada angin di lehernya, menoleh pada Acarl yang ternyata sudah mengikis jarak antara dia dan Acarl sendiri.


Disitu entah kenapa mata hazel Abel tidak bisa dikendalikan setelah bertemu dengan mata biru emerald itu. Seakan-akan mata biru emerald itu selalu menghipnotisnya , menguncinya, bahkan memakunya. Hembusan nafas hangat Acarl, terasa menenangkan bagi Abel.


"Tuan ruang rapat sudah si..ap,"


Pintu terbuka menampilkan Cheiz yang sekarang merasa bersalah karena tidak mengetuk pintu dulu tadi sebelum masuk. Karena canggung, Cheiz akhirnya menutup pintu ruangan Acarl kembali dengan pelan. Dalam hati ,Acarl mengutuk Cheiz saat ini karena merusak momennya. Sedangkan Abel berniat akan mentraktir Cheiz sepulang dari sini nanti karena sudah menyelamatkannya dari Acarl.


"Ehem... Tuan, ruang rapat sudah siap." ujar Abel sembari melepas tangan Acarl yang masih berada didagunya.


Melihat kepergian Acarl, Abel lalu mengambil beberapa dokumen yang berada di meja Acarl lalu membawanya keruang rapat.


Dalam ruang rapat yang serius, sudah ada beberapa dewan direksi yang duduk disana. Acarl masuk lalu mengambil kursi yang langsung berhadapan dengan ayahnya itu. Melemparkan tatapan perang pada ayahnya, Acarl berdiri sebentar untuk menyambut para dewan direksi.


"Selamat pagi untuk semuanya, dan terimakasih sudah meluangkan waktu anda sekalian di akhir pekan ini." ujar Acarl memberi salam untuk semua dewan direksi dan ayahnya.


"Hoho, nak Acarl ini memang pintar sekali. Bagaimana bisa kau sehebat ini membangun perusahaan menjadi lebih baik ini," pujo salah satu dewan direksi pada Acarl.


"Dengan usaha keras pastinya ,Tuan Kim." jawab Acarl dengam senyumnya.


Acarl kembali duduk lalu memulai rapat untuk menekan perusahan XLN company agar tidak ada sangkut pautnya lagi dengan ayahnya itu. XLN company yang diturunkan kakek dari keluarga ibunya ini ,seharusnya memang milik ibunya. Dan sekarang dia akan mengambil hak nya agar mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.

__ADS_1


"Memang benar jika XLN company diturunkan segera pada Acarl, melihat kemajuan yang dia hasilkan ini tidak diragukan lagi." ujar salah satu dewan direksi.


Terlihat wajah masam tuan besar Xelone setelah mendengar apa kata-kata dewan direksi yang selalu memuji Acarl dari tadi. Melihat itu, Acarl mengeluarkan smirknya langsung pada ayahnya itu. "Ini baru permulaan tuan besar," batin Acarl.


"Baiklah, saya akan menunjukkan beberapa dokumen yang sudah saya pelajari tadi sebelum rapat dimulai." ujar Acarl sembari menekan remot kecil yang selalu ada didekatnya untuk memanggil Cheiz maupun Abel.


Pintu terbuka dan menampilkan gadis polos dengan beberapa map ditangannya itu. Namun gadis itu menghentikan langkahnya setelah melihat seseorang yang sama terkejutnya dengannya saat itu.


"Anda..."


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Maaf karena nyepi jadi tidak bisa up😭


Jangan lupa like, komen dan vote cerita ini ya😙


Dukung juga boleh😁

__ADS_1


see you next part:)


__ADS_2