
Dalam kamar yang sama, suasana yang sama dan kesenangan yang berbeda. Abel yang senang bisa menepati janjinya pada Keira, sedangkan Acarl yang senang tanpa tau apa alasannya. Semua yang ada dalam kamar itupun bahkan belum memejamkan matanya. Abel dan Keira yang berada dikamar mandi untuk mengantarkan Keira membersihkan diri, sedangkan Acarl berjalan menuju lemari untuk menyiapkan selimut dan bantal lebih.
Abel keluar dari kamar mandi dengan menggandeng Keira disebelah kirinya. Melihat Acarl yang sedang merapikan tempat tidur, membuat Abel sedikit tergelitik. Bukannya merapikan, justru Acarl malah membuat berantakan kamar itu. Bantal , selimut dan seprei yang tadinya rapi menjadi kacau lagi. Abel mendekati Acarl sambil menahan tawanya.
"Tuan, apa yang anda lakukan?" tanya Abel membuat Acarl terkejut, karena Abel bertanya dari belakang. Acarl melihat Abel yang sedang mentertawakan nya, bahkan sekarang Acarl mencibir menirukan Abel tertawa tapi dengan ekspresi yang mengejek atau kesal.
"Apa kau ingin aku memiliki penyakit jantung?" tanya Acarl yang tentu saja itu dengan nada kesalnya pada Abel. Abel menghentikan tawanya, namun belum sepenuhnya karena wajah kesal Acarl terlihat lucu menurutnya.
"Hahaha maafkan saya Tuan, " jawab Abel diselingi tawanya.
"Kakak bos, apa yang kamu lakukan dengan kamarmu?" tanya Keira sambil memiringkan kepalanya seakan mengekspresikan dirinya ketika bertanya. Acarl sedikit kebingungan untuk menjawab pertanyaan Keira. Apa iya dia harus menjawab kalau sedang merapihkan kamar? jelas sudah kalau kamarnya berantakan saat ini.
Abel tertawa pelan melihat Acarl kebingungan. Acarl yang mengetahui itu, langsung menekuk wajahnya kesal. "Emm, aku sedang nyari sesuatu." jawab Acarl pada Keira dengan datar. Acarl dengan berpura-pura mengitari tempat tidur seakan benar ingin mencari sesuatu.
"Yah kakak bos, nanti kita tidur dimana?" tanya Keira dengan mengerutkan bibirnya. Acarl tampak berpikir, jika sekarang dia membereskan kamarnya pasti butuh dua jam . Entah kenapa, setelah menemukan bantal dan selimut di lemarinya tadi Acarl berpikir jika seprei nya kurang pas. Saat merapikan seprei, dengan sok taunya Acarl melepas seprei itu dari kasurnya. Akibatnya sekarang dia tidak bisa memasangnya dan sudahlah kacau.
"Kamarmu," ujar Acarl tiba-tiba sambil menatap Abel. Yang ditatap malah memutar tubuhnya seolah mencari orang lain dibelakangnya. Tapi nihil, tidak ada siapa-siapa dibelakangnya. Abel menoleh lagi pada Acarl, lalu menunjuk dirinya sendiri. Acarl mengangguk mengiyakan.
"Emm tapi kamar saya kecil,Tuan." ujar Abel mencari alasan. Bagaimana mungkin kamarnya akan ternodai nanti dengan adanya Acarl.
"Kakak cantik, kita kan bisa saling berdempetan agar muat." usul Keira yang langsung diangguki Acarl. Abel menelan ludah, dan mengumpati Keira dalam hati. Abel menarik nafasnya dalam lalu mengeluarkannya pelan-pelan. Akhirnya Abel mengangguk saja.
Abel berjalan mendahului Acarl dan Keira. Acarl dan Keira yang berada dibelakang Abel, saling bergandengan tangan . Keira menengadahkan kepalanya untuk melihat Acarl, dengan menoel-noel tangan Acarl, Keira mencoba memanggil Acarl.
Acarl yang merasakan tangannya di tusuk-tusuk, menundukkan kepalanya dan mendapati Keira yang tersenyum manis. Keira mengedipkan matanya sebelah, seolah berkata jika rencana mereka berhasil dengan lancar. Acarl memberi jempolnya mengapresiasi kerja Keira.
Kini kamar Abel sudah didepan mata. Saat memasuki kamar Abel, harum tubuh Abel sudah tercium dengan pekat di penciuman Acarl. "Aroma yang manis," batin Acarl sambil menikmati aroma yang menyeruak.
"Horeeee kita tidur bertiga!!!" seru Keira yang langsung melompat ke tempat tidur dan mengambil bagian tengah kasur.
__ADS_1
"Kakak cantik dikiriku, dan kakak bos dikanan ku!" ujar Keira sambil menunjuk dimana tempat yang harus ditempati Acarl dan Abel. Acarl berjalan mendekat dan membaringkan tubuhnya di tempat yang ditunjuk Keira tadi. Sedangkan Abel yang melihat Acarl sudah terbaring di tempat tidur, masih mematung tidak tau apa yang harus dia perbuat saat ini.
"Kakak cantik, sini! Kakak bos udah disini loh," kesal Keira yang melihat Abel masih diam saja. Abel yang tersadar, menjawab Keira dengan senyumnya lalu melirik Acarl yang menatapnya.
"Tenang Abel, hanya tidur saja. Ada Keira juga disini," batin Abel menguatkan dirinya.
Abel berjalan pelan menuju sisi tempat tidur. Membaringkan tubuhnya, lalu ikut menyelimuti tubuhnya di selimut yang sama dengan Keira dan Acarl gunakan.
"Kakak cantik sama kakak bos peluk aku dong! Aku nggak pernah ngerasain dipeluk mama papa," ujar Keira yang membuat Abel gelagapan. Disatu sisi dia merasa iba dengan yang dialami Keira, tapi disatu sisi lainnya dia bingung untuk memeluk Keira bersama Acarl.
Merasa tidak mendapat respon dari keduanya, Keira menarik tangan Acarl dan Abel lalu menautkannya diatas perut Keira. Tentu saja Abel terkejut dengan itu, tapi entah kenapa ada gelenyar aneh yang mendesir. Tak berbeda jauh dengan Abel, Acarl juga merasakan jika jantungnya kembali berdetak hebat.
Suasana tengah malam yang sunyi, tapi Keira masih terjaga. Sedangkan Abel dan Acarl sudah tertidur pulas dengan tangan masih bertautan untuk memeluknya. Lantas Keira dengan perlahan melepaskan pelukan itu, setelah berhasil dia bangkit dan turun dari tempat tidur lalu menggeser posisi Abel agar berada ditengah Keira dan Acarl.
Seperti biasa, Abel jika sudah tidur itu tidak merasakan apapun. Jadi digeser-geser Keira saja dia masih terlelap. Keira tersenyum geli saat melihat hasil dari perbuatannya. Acarl dan Abel yang saling berpelukan membuatnya menjadi pahlawan cinta untuk Acarl dan Abel.
"Kakak cantik dan Kakak bos memang cocok. Dasar kakak bos yang nggak berani ngungkapin perasaannya!" batin Keira.
Sinar matahari yang cerah, menerobos masuk melalui celah jendela kamar Abel. Tiga orang yang tidur disana masih bergelut manja dengan selimutnya.
Disisi lain, Cheiz yang sudah siap dengan semua hal berniat untuk menemui Acarl. Karena jadwal hari ini untuk membahas pertemuan dengan dewan direksi besok, jadi menurutnya harus dipersiapkan secepat mungkin.
Cheiz mengetuk pintu kamar Acarl, tapi tidak ada sahutan sama sekali. Beberapa kali Cheiz mengetuk, membuat Cheiz panik karena Acarl yang tidak menyahut. Seketika Cheiz membuka pintu kamar Acarl dan dia terkejut setelah mendapati kamar yang luas itu berantakan dengan seprei, selimut dan bantal yang entah dimana saja tempatnya itu .
"Tuan?" panggil Cheiz , namun sama saja tidak ada sahutan.
Kepanikan Cheiz masih berlanjut. Disisi lain, dua insan yang masih setia berpelukan itu masih tertidur pulas. Tak lama Acarl yang sudah terbiasa bangun pagi, membuatnya membuka mata terlebih dahulu. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah Abel dengan mata tertutup dan wajah polos yang terlihat cantik menurut Acarl .
Acarl mengangkat kepalanya dan mendapati Keira tidur dibelakang Abel. Acarl tersenyum seakan tau jika ini adalah kerjaan Keira. Acarl yang masih menatap Keira, merasakan Abel yang menggeliat , membuatnya berpura-pura tertidur lagi. Dan benar saja, Abel membuka matanya setelah Acarl kembali menutup matanya.
__ADS_1
Abel membuka matanya perlahan, namun semakin dia membuka matanya . " Aaa....hmmmpppp"
Abel berteriak lumayan keras, tapi dengan cepat Acarl menutup mulut Abel dengan tangannya. Abel masih membelalakan matanya . Setelah rasa terkejutnya sedikit hilang karena dia sudah ingat dengan apa yang terjadi, Abel memegang tangan Acarl dan mengangkat dari mulutnya. Acarl yang paham langsung melepas tangannya,lalu turun dari tempat tidur.
Abel melihat samping dan rasa lega terasa karena dia tidak membangunkan Keira. Melihat kepergian Acarl, membuat Abel terpikirkan bagaimana bisa dia ada diperlukan Acarl. Karena seingatnya, semalam dia tidur disisi yang berbeda dengan Keira ditengah. Menepis pemikirannya, Abel kemudian bangkit dan beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Acarl yang keluar dari kamar Abel, dikejutkan dengan Cheiz yang berdiri di ambang pintu kamar Acarl. Tentu saja Cheiz melihat Acarl yang keluar dari kamar Abel. Namun Acarl cuek dan melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
"Apa yang terjadi semalam dengan mereka?"
.
.
.
.
.
.
Hay semua ❤️
Aku comeback 😭
Maaf karena sering banget aku telat up😭
Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙
__ADS_1
dukung juga boleh 😁
See you next part:)