Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 67


__ADS_3

Dua insan yang sedang sibuk didalam ruangan yang berbeda. Sekarang sedang bertaruh memperjuangan dunia mereka, masa depan mereka.


Setelah kemarin lusa Abel depresi dengan ujian, kini dirinya sudah dihadapkan ujian yang sesungguhnya. Didepannya sudah ada kertas berisikan soal-soal yang pastinya berisi tugas yang harus dikerjakan Abel dalam waktu yang sudah ditentukan.


Kemarin saat Acarl ingin menenangkan suasana hati Abel lagi, dirinya malah dihadapkan dengan masalah kantor yang membuatnya harus meeting hari ini. Berjuang melawan dunia, mungkin juga salah satu perjuangan yang harus dilakukan Abel dan Acarl.


__---__


"Huaaa, akhirnya beres juga hari ini." pekik Abel setelah keluar dan mendapati Falida yang sudah berada didepan kelasnya.


"Bener, apalagi pengawas dikelas gue tadi tuh muter mulu. Kan nggak ada kesempatan ini buat nyari jawaban." kesal Falida pada ujiannya hari ini.


Sebagai sekolah elit, tentu saja sekolah ini tidak terlalu menyulitkan siswanya. Seperti sekarang, hanya dua mata pelajaran saja mereka langsung pulang. Bukan karena sekolah terlalu baik, tapi ujian di sekolah ini hanya mencakup sesuai jurusan yang ada.


Seperti Abel di kelas bahasa, ujiannya hanya membahas masalah bahasa saja. Begitu juga dengan Falida, sebagai anak IPA dirinya akan diuji ujian yang hanya berkaitan dengan IPA.


"Dahlah, hari ini udah selesai. Jangan dibahas lagi, puyeng pala gue." ujar Falida seraya menarik tangan Abel untuk diajaknya pulang. Baru juga beberapa langkah, mereka berdua berhenti saat seorang pria yang tak lain adalah Rian muncul dan menghalangi jalan keduanya.


"Hai cantik, gimana ujiannya?" tanya Rian pada Abel yang sama sekali tidak peduli dengannya.


Abel yang selalu kesal saat melihat wajah Rian, akhirnya memilih untuk segera pergi. Namun lagi-lagi jalannya dihalangi oleh Rian, dengan berbekal tangan dan kakinya Rian merentangkan untuk menghalangi jalan Abel.


"Hei, udah mau pergi aja. Kan aku tadi tanya gimana ujiannya," ujar Rian yang masih diposisi yang sama.


"Berisik!" kesal Abel dan mencoba mendorong Rian didepannya. Sedangkan Falida hanya diam dan pasrah diseret Abel. Walaupun dalam dirinya dia ingin tetap tinggal sambil menikmati wajah tampan Rian.


Rian yang terdorong, membuat tubuhnya berputar karena dorongan Abel yang lumayan kencang itu. Dengan smirk yang membuat meleleh para kaum hawa, Rian berteriak untuk menggoda Abel lebih jauh lagi. " Hei, gue udah bilang kalau lo ga boleh marah! Lo makin cantik kalo marah!!!" teriak Rian membuat Abel menggerutu tidak jelas sambil terus melanjutkan langkahnya.


Didepan gerbang menunggu jemputan, Abel masih menggerutu karena Rian yang menyebalkan itu. "Lo parah banget, udah didepan mata ada cogan dan lo malah nolak-nolak?" kesal Falida yang harus rela berhenti melihat wajah tampan Rian karena ditarik Abel.


Abel melirik Falida dengan lirikan tajam. Bukan karena apa, tapi Acarl lah yang ada dihati Abel saat ini. Bagaimanapun tampannya Rian, tetap kalah kalau bersanding dengan Acarl. "Gue nggak suka cowo yang berisik." jawab Abel yang sudah meliputi segala kekesalan Falida.


"Tapi~ cogan," lirih Falida yang memang selalu terpesona jika ada cowo ganteng sedikit saja.


"Gimana kabarnya yang kemarin? udah lirik yang lain aja," sindir Abel yang tentu saja hanya candaan.


"Ish, kalo ada yang lebih ganteng ya tinggal buang lah!" jawab Falida diselingi tawa diakhir kalimatnya.


Keduanya kembali tertawa sampai ada mobil berhenti tepat didepan mereka berdua. Falida yang merasa penasaran dengan mobil itu, berbanding terbalik dengan Abel yang sedikit panik melihat mobil itu.


"Siapa sih! Main parkir enak aja." kesal Falida pada mobil didepannya.

__ADS_1


"Ahh itu, gue ...... GUE HARUS MASUK YA BABAY!!!" Abel langsung masuk tanpa memikirkan wajah penuh tanya yang diberikan Falida. Mobil melaju meninggalkan area sekolah.


"Wahhhhhh, dia udah mulai rahasia-rahasiaan ini." gumam Falida melihat reaksi Abel yang panik.


___---___


"Kenapa kamu jemput aku sih! Bukannya kamu meeting?" tanya Abel pada si pengemudi yang tak lain Acarl .


Acarl tersenyum dan malah meraih tangan Abel untuk digenggamnya. "Cuma mau jemput calon pacar aja," jawab Acarl yang membuat Abel sedikit malu.


Memang benar mereka belum berpacaran, tapi sudah saling menyatakan perasaan. Abel lah yang punya hak menentukan kapan mereka pacaran, dan Acarl hanya mampu menunggu dan berusaha agar itu cepat terjadi.


"Untung tadi nggak ada yang liat," gumam Abel membuat Acarl tersenyum geli karena wajah panik Abel yang sangat dia sukai itu.


"Kalau ada yang liat ya berarti sudah waktunya kan?" goda Acarl membuat Abel melirik sinis pria disampingnya itu.


Acarl tertawa pelan melihat wajah kesal Abel. "Mau makan diluar?" tanya Acarl pada Abel yang sedang cemberut .


Tak lama, wajah yang terlihat kesal tadi menghadap Acarl. Acarl sesekali juga melihat Abel yang juga melihatnya, lalu kembali melihat kedepan karena sekarang posisinya dia sedang mengemudi.


"Spaghetti bolognese satu," ujar Abel dengan wajah binarnya yang seketika membuat Acarl tertawa.


"Bagaimana bisa kamu selucu ini sih?! " tutur Acarl jujur setelah mendengar Abel dengan satu permintaan yang menurutnya diluar dugaan itu.


"Baiklah nona, sesuai permintaan mu." balas Acarl dengan senyumnya.


Mobil melaju menuju tempat dimana spaghetti bolognese dijual. Namun kali ini Acarl tidak membawa Abel ketempat Italian food, melainkan membawanya ketempat instagramable yang sedang viral sekarang.


"Turunlah, bukannya kamu mau makan?" ujar Acarl setelah mobil berhenti sempurna diparkiran.


"Hah? kamu yakin membawaku kesini? Jika ada yang melihat kita bersama bagaimana? " tanya Abel memastikan apa yang dilakukan Acarl ini bukan sebuah kesalahan. Jika sampai ketahuan saja, pasti dampaknya akan langsung terasa pada Abel.


"Jika aku menyewa tempat ini, apa itu masih masalah lagi?" jawab Acarl dengan balik bertanya pada Abel. Dengan senyum bangganya, Acarl turun lebih dulu dan berjalan masuk kedalam restoran meninggalkan Abel yang masih ada didalam mobil.


Abel mengedipkan matanya berulang kali,melihat seorang Acarl yang menjadi berbeda dari yang pertama dia temui dulu. Memang benar, sekarang Acarl banyak tersenyum pada Abel. Sejujurnya saja, Abel sedikit malu jika harus menerima kenyataan bahwa dirinya yang mengubah Acarl, tapi disisi lain dia merasa bangga pada dirinya sendiri.


Abel keluar dari mobil dengan senyum yang masih terpancar diwajahnya. Masuk kedalam restoran dan mencari keberadaan pria dengan pelukan terhangat itu. Matanya menelusuri setiap inci restoran, matanya membulat saat melihat pria yang dicarinya sudah duduk ditempat yang sangat atau terlalu aestetik itu.


"Wahhhh, kamu pintar juga cari tempat." ujar Abel setelah mendudukan dirinya diseberang Acarl.


"Kalau kamu suka, berarti aku berhasil bukan?" jawab Acarl menggoda Abel.

__ADS_1


Keduanya tertawa dengan tenang, karena satu tempat itu memang sudah disewa Acarl sebelum dia menjemput Abel tadi.


Abel mengeluarkan ponselnya dan mencari ikon dengan gambar kamera itu.


"Acarl?"


Cekrekkk....


Dua wajah bahagia muncul dilayar ponsel Abel. Dengan senyumnya, Abel mengamati hasil fotonya tadi. Walaupun Acarl sedikit tidak berekspresi karena mendadak ia foto, namun wajah tampan Acarl terlihat jauh lebih tampan difoto itu.


"Waw, sekarang kamu berani mengambil fotoku ya?" goda Acarl dengan nada dibuat seolah kesal itu.


"Hehe, cuma sekali~i aja." jawab Abel seraya memamerkan hasil potretan nya.


"Berikan ponselmu!" pinta Acarl yang langsung merebut ponsel milik Abel .


"Heiiiii!" kesal Abel yang tiba-tiba ponselnya direbut itu.


Acarl mengambil ponselnya dan didekatkan pada ponsel Abel yang mengeluarkan kotak-kotak hitam putih itu.


"Kirimkan foto tadi," ujar Acarl seraya mengembalikan ponsel Abel pada si yang punya.


Abel tersenyum saat ternyata Acarl menscan kode QR nya dan terlihat sudah kontak Acarl di aplikasi chat nya. "Sudah," ujar Abel setelah foto yang tadi dia ambil sudah terkirim ke alamat yang dia tuju.


Acarl mengecek ponselnya dan terlihatlah notif dari Abel. "Baiklah, kurasa kita harus sering berfoto bersama." ujar Acarl.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku comeback 😅


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙

__ADS_1


Dukung juga boleh 😁


See you next part:)


__ADS_2