Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter5


__ADS_3

"Kenapa? apa gue benar kalau lo jalang?! jadi lo sekarang mau pergi gitu? " ujarnya dengan bibir terangkat sebelah.


"Kata-kata itu lagi." batinku berdecih.


"Cih... bukan gue ngehindar! Cuman gue takut dari tadi ada anjing yang dari tadi menggonggong!" ujarku berani melawannya yang membuat Clara dan kedua temannya bersulut dan merah padam.


"APA LO BILANG??!!! " teriak Clara dengan telunjuknya menunjuk keningku.


"Setauku anjing telinganya tajem!" jawabku santai dengan smirk andalanku.


"Mending lo ngaku kalo lo kemaren abis ketemuan dengan Brian!" tuduh salah satu sahabat Clara yang aku tau namanya Pila.


"Kalopun kakak ada bukti, pasti cuma sekilas liat lalu foto!" tebak ku yang membuat Pila sedikit terkejut, namun dengan cepat dia mengubah ekspresi wajahnya menjadi seperti semula.


"Apa foto ini belum cukup buat liat ke. me. sra. an kalian?? " ujarnya dengan penuh penekanan sambil memperlihatkan foto dimana tangan Brian berada dipundakku.


"Cuman ini? " tanyaku dengan wajah menantang.


"Dan temen lo ini percaya? " lanjut ku sambil daguku ku angkat menunjuk Clara .


Teman Clara langsung bungkam, sedangkan Clara mulai terlihat emosi nya memuncak. Dan siap menyerangku sebentar lagi.


"Lo harus tau diri ya!!! lo cuman adek kelas dengan jabatan pelakor!! " ujar Clara yang membuat hatiku sedikit berdenyut saat kata pelakor itu diucap.


"Lo liat aja, lo boleh pergi sekarang. Tapi besok lo bakal selamanya pergi dari sini!" lanjut Clara , lalu dia pergi bersama temannya.


Jujur aku kedinginan saat ini, karna cuaca sedang mendung. Banyak yang menonton kejadian ini, namun semua hanya bungkam dan memilih untuk diam melihat sekaligus mencari bahan gosipnya.

__ADS_1


Akupun teringat ucapan Falida yang mengatakan bahwa Clara tak segan-segan memanggil orang tuanya untuk mengeluarkan dari sekolah orang yang memiliki masalah dengan Clara.


Setelah kepergian Clara, aku berlari menuju ruangan keamanan.


"Ya, demi ayah! aku nggak mau nama ayah sampai ternodai!" tekadku.


Setelah sampai di ruang keamanan, aku meminta staf keamanan untuk menunjukkan CCTV 10 menit yang lalu. Dan gotcha, aku memiliki bukti untuk bertarung besok.


Disisi lain


Tok tok tok


"Tuan?"


"Masuklah!" jawab orang yang dipanggil tuan itu.


"Ada kabar, bahwa nona Clara membuat masalah lagi disekolahnya."


"Baik tuan."


"Beri aku informasi tentang orang yang berbuat masalah dengan Clara!"


"Baik tuan."


"Ayah, kau harus membayar segala yang pernah kau lakukan padaku dan ibu!" ujar seseorang itu dengan tangan mengepal untuk tumpuan kepala.


"XLN company sepatutnya bukan milikmu! " lanjutnya.

__ADS_1


Diapun menekan tombol untuk memanggil asisten nya melalui telepon.


" Siapkan tempat bertarung untukku, dan siapkan juga minum kesukaanku! " pintanya saat sambungan telepon terhubung.


"Baik tuan" jawab asisten nya dengan patuh.


Abel pov


Setelah keluar dari ruang keamanan, aku langsung pulang karena tubuhku yang dingin karena air.


Hari ini hari yang melelahkan bagiku, namun hari esok mungkin adalah hari yang membahagiakan untukku.


"Sungguh disayangkan." gumamku dengan smirk ku saat melihat bukti yang kupegang.


Saat memasuki rumah, ibu laknat itu sudah menatapku dengan tajam. Entah apa yang dia pikirkan.


"Bagus!" ujarnya padaku dengan tangan bersedekap didadanya.


"Kamu pikir hidupmu indah? " tanyanya lagi.


"Kamu akan membuat malu keluarga Guston!" ujarnya lagi yang tidak ku hiraukan lagi.


"Dasar anak nggak berguna!" lanjutnya lagi.


"Udah? " tanyaku dengan nada sepele dan langsung meninggalkan dia yang masih ngomel.


Sesampainya di kamar, aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari segala cemoohan hari ini.

__ADS_1


"Kenapa dia bisa tau? " gumamku yang heran dari mana nyonya Guston tau.


"Ah sudahlah!" gumamku lagi malas memikirkan semuanya.


__ADS_2