Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 36


__ADS_3

Rasa bosan menyeruak masuk kedalam diri Abel saat ini. Duduk dikursi yang sudah disediakan, Abel hanya menelungkupkan kepalanya di atas meja seraya memandangi Acarl yang sedang sibuk dengan laptop dan kertas-kertas yang ada di sebelahnya.


Ingin rasanya Abel memainkan ponselnya, tapi ucapan Acarl selalu mengitari benaknya . Ucapan yang dikatakan Acarl saat berada didalam mobil kemarin saat menuju ke resort. Larangan tegas tanpa bantahan milik Acarl yang membuat Abel bergidik ngeri saat mengingatnya.


Sedangkan Acarl sendiri yang sibuk berkutat dengan laptop yang berisi kerjaannya itu, tidak menyadari jika ada hawa bosan dari seseorang di seberangnya. Memang benar jika ada yang bilang kalau Acarl memiliki jiwa gila kerja. Bahkan ,Abel yang menatapnya dari tadi dia tidak tau.


Abel yang sudah diambang batas bosannya, akhirnya memilih untuk memejamkan matanya sesaat. Niatnya yang sesaat gugur dalam sekejap, suara dengkuran terdengar cukup keras yang menandakan dia sudah tertidur pulas saat ini. Tapi dengan suara dengkuran itu, membuat Acarl yang gila kerja terganggu dan akhirnya menoleh pada sumber suara.


"Sialan! sangat menggang...gu." batin Acarl kesal namun terpana dengan apa yang dilihat.


Seorang gadis dengan kepala yang menempel pada meja, dan dengan wajah yang menghadap kepadanya. Pemandangan indah untuk Acarl saat ini. Wait! indah? Mungkin penglihatan Acarl bermasalah saat ini. Melihat posisi Abel saja sudah mengatakan jika gadis itu tidak peduli image. Dengan mulut sedikit terbuka, kaki yang melebar, dan jangan tangan yang seperti memeluk meja itu.


Acarl dengan rasa tidak teganya, mendekat kearah Abel berniat untuk memindahkan gadis itu ke ranjang miliknya. Yah, sekarang mereka berada di kamar Acarl, jadi sudah pasti ranjang Acarl yang dekat.


Berjalan perlahan, Acarl semakin mendekatkan diri pada Abel. Tepat di hadapan Abel, Acarl membungkukkan badannya untuk menyamai wajah Abel saat ini. Memiringkan kepalanya, Acarl juga menyamai posisi Abel saat ini. Senyum tipis lolos begitu saja diwajah Acarl. Menatap Abel yang tidur, entah kenapa ada perasaan beda yang dirasa Acarl saat ini.


"Hei, apa kau mau tidur dengan posisi seperti ini?" ucap Acarl pelan tepat didepan wajah Abel. Tentu saja dengan dengkuran Abel, membuat Abel tidak mendengar apa yang ditanyakan Acarl.


Acarl dengan senyum miringnya, mencoba mengangkat tubuh Abel untuk dipindahkan ke ranjang. Dengan perlahan, membalikkan tubuh Abel agar terlentang dan mengangkatnya ala bridal style. "Astaga berat!" keluh Acarl.


Berjalan pelan-pelan untuk menjaga keseimbangan, Acarl mencoba untuk membuat Abel tetap tenang dalam kegelisahannya yang takut jika dia jatuh. Tapi semua tidak seperti apa yang diharapkan Acarl, memang dia sudah pelan dan menjaga keseimbangan. Tapi tubuh yang berada digendongnya itu bergerak gelisah, lalu mengerjapkan matanya .


Abel terbangun dari tidurnya karena merasa jika tubuhnya seperti melayang dan bergerak. Saat dia terbangun, pandangan pertama yang dia lihatnya adalah Acarl dengan mata melototnya . Seketika itu mata Abel ikut melotot dan menyadari satu hal. Dia pun melompat tanpa aba-aba, sehingga sekarang dia sudah berdiri sendiri.


"Tu-tuan... Ken-kenapa anda menggendong saya?" tanya Abel lirih sambil menundukkan kepalanya karena malu. Sedangkan Acarl sendiri bukannya menjawab ,malah melongo melihat Abel yang kini sudah berdiri .


"Sekarang aku percaya dengan the power of wanita." batin Acarl.


Lama menunggu jawaban dari Acarl, akhirnya Abel memutuskan untuk mengangkat kepalanya dan melihat Acarl yang juga sedang melihatnya. Tatapan mereka bertemu, tapi hanya Abel yang merasa menatap. Acarl menatap kosong kearah Abel dengan pikirannya sendiri.


"Tuan?" panggil Abel. Abel semakin panik saat Acarl tidak memberi respon sama sekali. Abel memutuskan untuk mendekati Acarl . Tangannya melambai di depan wajah Acarl. Usahanya berhasil, kini Acarl mengerjapkan matanya dan langsung menoleh kearah Abel dengan wajah cengonya.

__ADS_1


"Hah! Apa?" tanya Acarl setelah tersadar. Abel yang melihat semakin mengerutkan dahinya.


"Anda tadi melamun." jawab Abel. Acarl langsung membenarkannya posisinya lalu membenarkan juga dasinya. Walau tidak dikantor, entah kenapa Acarl masih tetap memakai seragam formalnya dalam bekerja.


"Ehem.... kenapa kau tidur disaat jam kerja?!" tanya Acarl menutupi kebodohannya tadi. Abel yang awalnya mengerutkan dahinya karena kelakuan Acarl tadi, seketika sekarang menunduk karena ketauan tertidur saat kerja.


Memilin jemarinya, Abel memikirkan jawaban yang sesuai untuk beralasan. Tidak mungkin kan dia menjawab kalau dia bosan? Yang ada bukannya kelar masalahnya, malah kelar hidupnya.


"Itu... Anu... saya... " geriming Abel karena bingung mau bicara apa.


Acarl yang setia menanti jawaban Abel, semakin dibuat kesal dengan geriming Abel yang tidak dia tau apa maksudnya. "Baiklah baiklah, aku akan memaklumi hari ini. Tapi jangan kau ulangi lagi!" ujar Acarl yang sudah kesal tidak mendapat jawaban dari tadi, yah walaupun pertanyaan Acarl tadi untuk menghilangkan rasa gugupnya yang kepergok menggendong Abel .


Dalam situasi yang canggung, akhirnya Acarl berjalan mendahului menuju kursi kebesarannya. Sedangkan Abel yang melihat , langsung bergegas kembali menuju tempat duduknya lagi. Abel yang masih dirundung rasa bersalah, memberanikan diri untuk mendekat pada Acarl.


"Tuan, apa anda ingin sesuatu untuk menemani anda bekerja?" tanya Abel yang disalah artikan oleh Acarl. Acarl yang mendengar, langsung tertuju dengan kata Sesuatu yang diucapkan Abel.


"Sesuatu? menemani? Apa gadis ini gila?!" batin Acarl masih memikirkan arti kata sesuatu itu.


"Tidak! aku tidak suka!" ujar Acarl cepat tak terbantahkan.


Abel pun mengambil sebuah buku kecil yang di bawanya dari rumah untuk persiapan menulis sesuatu hal penting saat berada di rumah Acarl. Dan sekarang dia harus mencatat hal penting itu, hal penting yang harus dia ingat jika Acarl tidak menyukai camilan saat bekerja.


Acarl yang melihat Abel berkutat dengan bolpoin dan buku kecilnya, akhirnya bertanya pada Abel. "Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Acarl menginterupsi kegiatan Abel.


Abel yang sudah selesai menulis, menoleh pada Acarl dan tersenyum. "Ini saya sedang mencatatkan hal yang tidak ada sukai lagi. Camilan saat bekerja anda tidak suka kan?" ujar Abel yang membuat Acarl memahami satu hal. Jika dia salah mengartikan apa yang diucapkan Abel tadi.


Entah kenapa Acarl merasa bodoh saat bersama Abel. Dalam sehari ini saja dia sudah dalam masalah dengan Abel. Acarl memijit pelipisnya karena memikirkan apa yang terjadi padanya sehari ini. Abel yang melihat langsung panik sendiri dan mendekat pada Acarl.


"Tuan, apa anda sakit?" tanya Abel khawatir. Acarl langsung melepas tangannya yang memijit pelipisnya, dan menatap Abel yang juga menatapnya.


"Apa kau bisa bawakan jus dan camilan untukku?" ujar Acarl dengan wajah memelasnya. Abel yang mendengar terkejut dengan permintaan Acarl yang berbeda dengan apa yang ditulisnya tadi.

__ADS_1


"Bukannya.."


"Bawakan saja!" potong Acarl karena tau arah pembicaraan yang akan di katakan Abel.


Abel tanpa melanjutkan pertanyaannya, segera memutar badannya dan berlari menuju stand makanan. Sedangkan Acarl langsung menelungkupkan kepalanya dimeja dan merutuki kebodohannya tadi.


"Kenapa aku merasa bodoh jika bersamamu?!"


.


.


.


.


.


.


.


Hay aku up❤️


Maaf ya baru bisa up😭


Semoga kalian suka sama part ini:(


Jangan lupa like, komen dan vote ya 😙


Dukung cerita ini juga boleh 😅

__ADS_1


Maafkan atas ketidak tanggungjawabanku🥺


see you next part:)


__ADS_2