Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu

Kau Pelindungku Dan Aku Milikmu
Chapter 39


__ADS_3

Abel yang sudah berada di kamarnya , segera membersihkan diri sebelum menuju kamar Acarl. Setelah membersihkan diri, Abel segera mengganti pakaiannya. Dia memilih outfit jumpsuit lengan pendek dan celana panjang. Entah kenapa, di lemarinya banyak pakaian tersedia setelah kemarin dia bangun tidur. Dia juga sempat menanyakan pada Acarl dan dijawab kalau kompensasi.


Melihat dirinya dipantulan kaca, Abel menimang apa yang kurang dalam dirinya saat ini. Menuju kotak riasnya, Abel mencoba mengambil scrunchies berwarna putih, senada dengan jumpsuit yang dipakainya.


"Perfect!" gumam Abel saat sudah lebih puas dengan penampilannya.


Abel segera keluar dari kamar dan menuju ke kamar Acarl. Sesampainya di depan pintu kamar Acarl, Abel segera mengetuk pintu . Suara dari dalam menjawab ketukan pintu Abel, Abel pun segera membuka pintu dan masuk kedalam kamar Acarl.


"Selamat pagi, Tuan," sapa Abel pada Acarl yang masih berada di tempat tidurnya. Acarl hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Anda ingin sarapan dengan apa ,Tuan?" tanya Abel dengan ramah pada Acarl.


Acarl yang masih setengah sadar, hanya menatap Abel dengan bingung . Bahkan diberi pertanyaan saja dia masih menatap cengo pada Abel.


"Tuan? apakah anda tidur nyenyak semalam?" tanya Abel lagi memastikan. Bukan memastikan, lebih tepatnya dia juga bingung dengan Acarl yang hanya diam saja sambil menatapnya. Acarl yang mendapat pertanyaan, menjawab dengan gelengan kepala.


"Astaga! apa yang sakit ,Tuan? Apa karena bantalnya? saya akan bicara dengan staf resort." panik Abel saat melihat gelengan kepala Acarl .


"Aku tidak apa-apa." ujar Acarl menghentikan langkah Abel yang ingin keluar kamar untuk menghampiri staf resort. Abel yang mendengar, langsung berhenti dan memutar tubuhnya agar menghadap Acarl lagi.


Acarl yang sudah sadar, memilih untuk bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Sebelum masuk kamar mandi, Acarl memberhentikan langkahnya tepat didepan Abel. Namun Abel yang belum siap, menjadi memundurkan tubuhnya tanpa sengaja .


Acarl yang melihat reaksi Abel, menjadi memiliki ide gila. Dia memajukan tubuhnya lagi, yang membuat Abel memundurkan tubuhnya lagi. Terus dilakukan Acarl sampai Abel tepat menempel pada dinding dibelakang Abel. Abel menutup matanya saat wajah Acarl semakin mendekat didepan wajahnya. Senyum devil muncul di wajah Acarl saat berhasil menggoda Abel.


Tukkk..


"Aww!" pekik Abel saat dahinya merasa di ketuk oleh seseorang. Dan dengan dugaan yang sudah pasti, pelakunya adalah Acarl.


"Aku ingin makan di ruang makan, siapkan pakaian santai!" perintah Acarl setelah melihat Abel membuka matanya. Acarl segera menegakkan tubuhnya kembali dan berjalan menuju kamar mandi,tujuan awalnya.


"Oh astaga Abel!! apa yang kamu pikirkan?" rutuk Abel dalam hati.


Melihat Acarl yang sudah masuk kedalam kamar mandi, Abel segera menuju lemari milik Acarl. Membuka lemari yang berisi paling banyak baju kantor itu. Abel mencari-cari baju santai untuk Acarl, pilihannya jatuh pada celana selutut berwarna cream dan kaos hitam.


"Siap!" gumam Abel setelah memadukan warna yang cocok untuk Acarl hari ini. Namun firasat Abel menjadi tidak enak, seperti ada yang terlupa .


"Apa tadi dia sudah bawa celana da~"

__ADS_1


"Apa kau sudah menyiapkannya? segera bawa kesini!" teriak Acarl dari dalam kamar mandi. Abel dengan tergesa-gesa membawa baju yang sudah ia siapkannya tadi dan diserahkan pada Acarl lewat sela-sela pintu kamar mandi Acarl.


"Ini Tu-tuan," ujar Abel seraya menyerahkan baju pada Acarl.


Acarl menerima baju yang diulurkan Abel, ia segera memisah-misahkan baju dan celana. Dahinya mengernyit saat menyadari ada sesuatu yang tertinggal.


"ABEL!!" teriak Acarl pada Abel.


Abel yang mendengar teriakan dari dalam langsung menegang, seakan dia tau apa arti teriakan itu. Ingin rasanya Abel lari dari situ sekarang juga, tapi jika dia lari... "habislah aku!"


"I-iya Tuan," jawab Abel terbata-bata.


"Bagaimana aku bisa memakainya kalau tidak ada CD ,Abel!" ujar Acarl yang membuat Abel gugup seketika.


"Aaaa itu, mung-kin saya lupa." jawab Abel yang sebenarnya hanya alibi saja.


"Baiklah cepat ambilkan!" perintah Acarl yang langsung membuat Abel bingung apa yang harus dia lakukan saat ini.


"Ada di lemari dan kau lama sekali mengambilnya!" teriak Acarl lagi yang membuat Abel segera mendekat ke lemari Acarl lagi. Dengan segenap pikiran yang Abel punya, dia berusaha melihat ke sekelilingnya .


"Kena!" pekik Abel setelah berhasil meraihnya. Dengan CD milik Acarl yang tergantung di remot, Abel berjalan menuju kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi Acarl.


"Ini ,Tuan." ujar Abel. Beberapa detik kemudian, pintu terbuka sedikit dan menampilkan tangan Acarl yang terulur keluar.


Acarl mencoba meraba-raba mencari CD yang dibawakan Abel. Tangannya berhasil meraih CD itu ,tapi...


"Kau apakan celana ku?" tanya Acarl setelah meraih CDnya, namun celana itu bukan diserahkan dengan tangan tapi benda kecil dan keras .


"Itu tidak apa-apa,Tuan." jawab Abel saking gugupnya. Jawaban Abel terasa tidak menyakinkan bagi Acarl, dengan pelan-pelan Acarl menonjolkan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi. Pemandangan yang dilihatnya pertama kali adalah Abel dengan muka berpaling dari arah kamar mandi dengan tangannya yang terulur dan remot TV yang menggantungkan CDnya.


Acarl tak kuasa menahan tawanya saat melihat apa yang dilakukan Abel pada CDnya. Benar-benar pemandangan yang indah bagi Acarl. "Hahahahaa.... apa kau pikir kau akan hamil setelah memegang CDku?" tawa Acarl pecah, membuat Abel menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar mandi yang menampilkan kepala Acarl.


"AAAAAAAAAAAAAAAARGHHH!!!!" pekik Abel setelah melihat Acarl sedang mengambil CDnya.


"Hahahahahahaha!!!!" tawa Acarl semakin menjadi mendengar pekikan Abel serta ekspresi Abel yang menggemaskan baginya. Tanpa sengaja Abel menjatuhkan remot TV nya, membuat Acarl yang sedang mengambil ****** ******** menjadi terurungkan.


"Hei! kau membuat CDku terkontaminasi!" pekik Acarl yang melihat CDnya tergeletak miris di lantai. Dengan cepat dia segera mengambil CDnya dan segera menutup pintu kamar mandi, meninggalkan Abel dengan wajah terkejutnya karena suara remote yang terjatuh tadi.

__ADS_1


 


...----------------...


Drama pagi telah usai, sekarang Abel dan Acarl berjalan beriringan menuju ruang makan. Abel yang masih canggung karena kejadian tadi, membuatnya sedikit menjauh dari Acarl. Acarl yang menyadarinya hanya diam saja, dia juga tau jika perasaan Abel saat ini sedang campur aduk . Sejujurnya, dia juga sama.


Sampailah di ruang makan, Acarl mencari tempat duduk untuknya. Sedangkan Abel berjalan menuju tempat koki untuk mengutarakan pesanannya dan Acarl, lalu kembali menuju tempat dimana Acarl berada.


Seporsi nasi goreng dengan susu putih dan sandwich dengan smoothies telah terpampang di meja Acarl dan Abel. Acarl dengan sandwichnya hanya melihat Abel yang lahap memakan nasi gorengnya. " Bahkan dia perempuan yang tidak menjaga tubuhnya." batin Acarl.


"Apa aku melakukan kesalahan lagi? kenapa dia melihatku?" batin Abel setelah menyadari bahwa Acarl sedang memperhatikannya.


"Sepertinya makanan mereka terbalik." gumam Cheiz yang berada tak jauh dari tempat duduk Acarl dan Abel.


.


.


.


.


.


Hay semua ❤️


Aku datang lagi😙


Selamat membaca:*


Ini kompensasi atas kesalahanku karena sering terlambat 😭


Jangan lupa like, komen dan vote ya ❤️


Dukung juga boleh😁


See you next part:)

__ADS_1


__ADS_2