KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Berakhir


__ADS_3

Operasi Zio usai. Opa tiba meski dengan keadaan memprihatinkan. Ingin segera melihat keadaan sang cucu tercinta. Namun, kondisi Zio yang masih membutuhkan perawatan intensif. Membuat Dokter memberi larangan untuk menjenguk sementara waktu.


Papa Ardhi termenung dalam diam. Merutuki kebodohan diri yang kembali tak becus menjaga anak kandungnya sendiri. Suatu tamparan terbesar kedua setelah kepergian sang istri.


Namun Radit segera bergegas, mencari ruang rawat Aldo untuk memberinya pelajaran setimpal.


Meski mengalami perdebatan alot dengan anak buah Om Sam. Namun ia tak gentar dan malah semakin menggebu.


" Ku bilang minggir !" Suaranya kian meninggi, namun anak buah Om Sam tak bergerak sedikitpun.


Keributanpun terjadi pada akhirnya. Anak buah Om Sam terkapar dengan hanya beberapa pukulan maut andalan Radit. Dengan segera ia membuka pintu dan memasuki ruang rawat Aldo.


" Bagaimana rasanya ? Bahagia ?" Ia bertanya dengan raut angkuh tanpa perasaan.


" Apa maksudmu ?" Tanya Aldo tak mengerti. Ia yang tengah tertidur terkesiap oleh kehadiran Radit.


" Bersandiwara ternyata adalah sebuah hobi untuk anda. Menyedihkan. Cih !"


" Hei ! Jangan kurang ajar ! Bicara yang jelas !"


" Jelas ? Masih kurang jelas apalagi ? Anda sengaja menabrak Tuan Zio agar bisa mendapatkan Nona Mayra. Dimana letak ketidak jelasannya ?" Dengan raut mencibir ia menjawab.


" Apa ?! Aku menabrak Zio ? Tunggu ..." Sebenarnya Aldo tak tahu apapun tentang ini, Om Sam juga belum membicarakan ini bahkan dengan Mama Linda.


Prok ... Prokk ... Prokk


" Mendaftarlah pada sebuah agensi maka anda akan sangat sukses menjual ekspresi anda ini ! Cih !" Radit memaling.


Jika bukan karena anda terluka, sudah kuhabisi kau hingga tak tersisa ! Sial ! Batinnya dengan tangan mengepal.


" Aku tidak memukuli orang sakit ! Pertanggung jawabkan kesalahan anda. Karena saya tidak akan membuatnya mudah sekalipun itu adalah anda !" Radit berbalik, hingga tanpa sengaja berpapasan dengan Mama Linda yang baru tiba Radit mengangguk lalu berlalu di balik pintu.


" Siapa Al ?"


Aldo terlihat terdiam dalam lamunan, tak merespon Mama Linda hingga membuatnya menautkan alis dalam diam.


" Ma ..."


" Ya ?"

__ADS_1


" Apakah benar yang kutabrak adalah Ziovano ?"


Mata Mama Linda membola seketika, nama itu sungguh sangat tidak asing baginya. Tapi apakah mereka adalah orang yang sama mungkin saja tidak kan.


Dengan napas yang sedikit tercekat Mama Linda menjawab, " Om Sam akan mengurus semuanya. Kamu hanya harus sembuh. Oke ?"


Aldo kembali tak acuh, karena jika benar Ziovano maka ia tak akan bisa lolos dengan mudah. Lalu bagaimana dengan Mayra ? Tentu dia akan semakin membencinya jika mengetahui tentang semua ini. Ia menggusar rambut asal. Benar-benar kebodohan yang sangat bodoh !


.


.


.


" Zio gimana Om ?" Tanya gadis yang terlihat begitu rapuh di balik kursi rodanya.


Papa Ardhi menatapnya nanar, entah kenapa rasa bersalah terasa kian menyeruak. Mungkin efek tak bisa terpulas dengan benar dan terbangun ketika hari masih begitu gelap. Papa Ardhi kembali menelan segala kecamuk dalam pikiran.


Suara kumandang adzan beriringan terdengar, tapi gadis ini sudah berada di sini bahkan tanpa memikirkan kondisinya sendiri. Papa Ardhi menghembuskan napas, " Lihatlah dia Mayra."


" Tapi Om ? Dokter ?"


Seulas senyum terbit dari bibir mungil gadis rapuh di hadapannya, Papa Ardhi membalas dengan seksama.


Ya ... Sebuah ketulusan memang tak akan tertutup meski letaknya di dasar hati sekalipun. Semoga kalian berbahagia.


Mayra memasuki ruang rawat Zio. Meluruhkan air mata melihat sang pujaan hati terkulai tak berdaya dengan balutan perban yang memenuhi kepala. Perasaan remuk redam kembali menyembul tanpa bisa terhentikan. Hatinya sesak di penuhi nyeri yang seolah mencabik nuraninya tanpa henti.


Zio ... Apapun itu. Aku mencintaimu. Kamu dengar Zio ? Aku akan berusaha mempertahankanmu dari Shanon sekalipun. Tapi kamu harus bangun ...


Aku akan berusaha Zio ... Untuk tidak goyah dan tetap berdiri tegak di sampingmu. Aku berjanji ...


Mayra kembali tersedu, dalam renungan kelebatan sosok Zio yang kian memenuhi hati juga pikirannya.


Kamu adalah pahlawan Zio. Pahlawanku ...


Ia terisak hingga semakin dalam merebahkan kepala dalam lengan Zio. Menggenggam tangan Zio erat, seolah tak terpisahkan.


Fajar mulai menyingsing, sinar mentari pagi menyelinap hingga menembus mata terpejam Zio. Perlahan ia membuka mata, menyapu pemandangan sekitar lalu seketika merasakan nyeri yang teramat pada kepala.

__ADS_1


Namun merasakan begitu berat pada tangan kanannya, seketika ia menoleh, amat terkejut hingga melepas genggaman tangan Mayra. Sontak membuat Mayra terbangun, " Zio kamu ..." Zio semakin memegangi kepala dengan mengerang kesakitan, Mayra panik seketika hingga langsung menekan tombol panggilan di atas nakas. Tak berselang, iringan Dokter juga suster memenuhi ruangan. Mempersilahkan Mayra agar keluar sementara mereka memeriksa keadaan Zio.


Ia menunggu dengan harap-harap cemas bersama Papa Ardhi. Lalu Mama Rena tiba dengan mendorong kursi roda Opa. Hingga Pak Benny juga Kalista yang mengiringi di belakang.


Mereka menunggu dalam diam menanti Pemeriksaan Zio yang terasa begitu menegangkan. Hingga saat pintu terbuka, Papa Ardhi terlihat mendekat berbicara entah apa dengan sang Dokter.


Lalu kembali berbalik, " Mayra ... Bisa kita bicara sebentar."


Mayra tertegun sesaat, lalu mengikuti langkah Papa Ardhi menjauhi ruang rawat Zio.


" Maaf Mayra ... Untuk sementara waktu, lebih baik kalian tidak bertemu."


Bagai tersambar petir di siang bolong, Mayra semakin terguncang dengan berbagai badai yang tengah menimpa hatinya, dan kini apa maksud tidak boleh bertemu ?


" Apa maksudnya Om ? Bilang sama Mayra ada apa ? Mayra salah apa ?"


Papa Ardhi terdiam seribu bahasa. Menimbang kata terbaik agar tak semakin membuat Mayra tersakiti lebih dalam. Hingga memilih mengungkapkan keadaan sebenarnya. Tentang Zio yang mungkin saja kehilangan ingatan tentang Mayra. Karena ia yang kini malah menggumam nama Shanon di balik ketidak sadaran akibat obat bius yang Dokter berikan.


Sekalipun sangat di sayangkan. Tapi bagaimanapun ini adalah jalan satu-satunya untuk keselamatan Zio. Maka tentang segala resiko, Papa Ardhi akan siap memasang perisai terkuat untuk melindungi Zio.


Mayra kembali tenggelam dalam tangis sendu, begitu pilu. Rasa yang ia miliki ternyata berbalas namun tak dapat memiliki satu sama lainnya. Lalu apa artinya semua yang telah ia lewati selama ini. Jika pada kenyataannya ia kembali pada titik nol. Dituntut untuk tak saling mengenal, dengan hati yang terukir jelas segala bayangan juga cinta untuk DIA.


Ingin berjuang sendirian pun percuma. Karena akan semakin mengundang berbagai pertentangan. Hingga pada akhirnya, merelakan segalanya. Menghanyutkan angan bahagia bersama janji yang baru ia ucap hingga luluh lantah tak bersisa.


Ia semakin terisak, meratapi takdir cinta yang telah karam sebelum berlayar untuk kesekian kalinya.


~ END SEASON 2 ~


hai-haiii readers kesayangan ??


gimana kabarnya ? baik kan ?


terimakasih banyakkk author ucapkan untuk readers yang selalu setia baca novel 'Kekasih Palsu' i love you pull pokona mah ....Hiihi


sampai juga di season dua ... warbiasah pemirsah ... ga nyangka sih author kirain cuma sampe 60 episod mentok ehh... ternyata ... memang bikin novel gak bisa se simple itu.


oke-oke pokoknya jangan lupa tungguin season 3nya yang tetep di judul ini juga. yang nanya kok ribet sih Thor pake season segala biar apa coba. hehee ... Author ada jawabannya tapi nanti aja lah kapan-kapan di share ya ...


bye-bye gengs 💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2