KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Pesta part 2


__ADS_3

" Hehh.. Dasar orang rendahan ! ternyata selain asal nyeruduk lo juga tuli ya ?" dengan nada sarkastiknya Kalista berucap, seketika membuat Mayra kembali tersadar setelah beberapa saat terbuai pada lagu yang sedang terdengar, bahkan kelebatan Aldo yang memetik gitar di atas rooftop kostnya pada malam yang baginya indah itu sempat terlintas karena iringan lagu tersebut.


" Sepertinya mulutmu yang lebih rendahan daripada kehadiranku." gumpalan kemarahan seketika meluap hingga mengeluarkan kata yang tak kalah sarkastik dari Kalista.


" Lo !" dengan geram mengepalkan tangan pada Mayra, namun segera di tahan oleh Shanon, " Stop Kal, banyak orang disini." dengan menggenggam kepalan tangan Kalista.


" Tapi dia kurang ajar. Isshh... Awas ya lo !"


" Ternyata bukan hanya mulutnya tapi kelakuannya juga, Cih !" melenggang dengan santainya melewati Kalista, membuatnya geram hingga menarik dan menggenggam erat tangan Mayra, " Beraninya ya lo !" mereka saling pandang dengan tatapan penuh kesengitan.


" Kenapa ? kamu yang memulai, jadi terima sendiri akibatnya." lalu menyenggol salah satu pelayan yang melintas dengan namban berisi dua gelas wine hingga menumpahi gaun hitam nan mewah Kalista, " Ma... Ma .. Maaf Nona saya tidak sengaja ..." ucap pelayan dengan terbata lalu menunduk mengambili pecahan gelas.


Mayra tersenyum menyeringai, lo pikir gue ga tau tadi dia sengaja jegal gue. Hihh ... Rasain ! Batin Mayra, lalu melepas genggaman Kalista dan kembali menetralkan rautnya, " Maafkan aku adik sepupu karena kamu menarikku begitu kencang aku jadi tidak sengaja menyenggol lengan pelayan. Aduh .. Pasti gaun ini sangat mahal, maafkan aku ... ." dengan raut penuh kekhawatiran. " Jangan salahkan dia," Lalu menoleh pada pelayan, " Ini semua salahku.. Maaf ya adik sepupu ..." lalu kembali mengiba dan berusaha mengusap gaun yang terdapat belahan diatas lutut hingga menampakkan paha mulusnya dengan tissu.


Suara bisikan semakin gencar terdengar, membuat raut Kalista memerah manahan segala amarah dalam dirinya, untungnya masih ada Shanon sahabat karibnya yang masih setia mengusap punggung Kalista.


" Ada apa ini ?" suara tenang Mama Rena seakan mengguyur segala kobaran tak kasat mata di antara mereka.


Kalista yang sudah hapal sang Mama akan lebih membela Mayra, segera melenggang meninggalkan ruang pesta dengan diiringi Shanon yang masih setia menggandengnya.


" Tidak Tante, hanya salah paham kecil."


" Astaga ... Kalista memang selalu seperti itu, akibat selalu dimanja Papanya dia jadi anak yang seenaknya, maafkan dia ya sayang ?" tatapan Mama Rena mengiba, membuat Mayra merasa sedikit janggal ada apakah gerangan.


" Ya sudah, ayo ikut Tante di sana ada Istri-istri kolega calon suami kamu, ayo Tante kenalkan..." ucap Mama Rena kemudian dengan mata penuh binarnya, ia tak salah karena Mayra memang akan menjadi istri Zio nantinya, terlepas Zio mencintainya atau tidak pikirnya dengan langkah kaki pasti.

__ADS_1


" Ta .. Tapi Tann ..." Mayra ingin menolak, karena ia ingin menghampiri Aldo untuk menanyakan apa maksudnya, tapi lidahnya terasa kelu untuk mengucap penolakan pada Mama Rena. Hingga keduanya sampai pada meja panjang dengan jejeran kursi yang diisi Para Nyonya dari masing-masing perusahaan yang diundang.


" Haii jeng, ini kenalin calon istrinya Zio ...." Ucap Mama Rena dengan antusias. Mayra nampak tersenyum canggung, " Halo .. Salam kenal, Saya Mayra ..."


" Aahh ... Ziovano keponakanmu yang punya julukan monster kutub utara karena dingginnya kelewatan itu ? seriaus jeng ? WAW ..."


Emang gpp ngomongin orang macam dia kek gini.


" Gak nyangka, gak pernah ada kabar dekat dengan wanita tiba-tiba mau menikah ya ..."


" Manis sekali, pantas saja bisa mencairkan monster kutub utara."


" Sstt Jeng ... Jangan dibilang monster nanti calon istrinya marah. Jangan di adukan ya nak Mayra ?"


" Kenapa nak ? kamu mengingat hal menyenangkan dengan Zio ya ? wah, ternyata hubungan kalian sudah sejauh itu Ya ... Huhuhu ..."


" Ti.. Tidak ..." dengan wajah tersipu ia menyangkal.


" Apa to Jeng, diakan baru kekasihnya Zio. Masih calon jadi ya belum kenalan," kalimat Mama Rena seketika memancing tawa riang gembira dari para Nyonya, hanya yang terduduk di paling pojok yang tak menunjukkan ekspresi, masih duduk dengan elegan dan Ia adalah Mama dari Shanon, Nyonya Ratna.


Kenalan sama siapa lagi ? batin Mayra meronta terkungkung dalam obrolan para Nyonya sosialita yang memamerkan segala bentuk perhiasan yang melekat dalam tubuh mereka, bahkan ada juga yang mengomentari perhiasan yang dikenakan Mayra, namun ia nampak enggan menjawab bukan karena malu tapi memang tak tahu harga dan di mana membelinya, karena semua sudah tersedia dalam meja rias, ia hanya memadukan yang cocok dengan gaun yang dikenakannya.


" Para hadirin dimohon berdiri, mari kita dengarkan kata sambutan dari Bapak Wakil CEO kebanggaan kita Tuan Ziovano... " Suara gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah Zio menuju ke atas podium.


" Semoga WZ Group senantiasa dalam kondisi stabil hingga kedepannya mampu mendongkrak standaritas pasar untuk menghasilkan berbagai olahan produk terbaik dan tentunya berkualitas." Kalimat yang begitu singkat dan jelas namun mampu menumbuhkan suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka, bisa mendengar petuah dari sang monster yang melalap kerajaan bisnis dengan intuisi yang begitu tajamnya.

__ADS_1


" Wahh .. Itu calon suamimu ... Ayo dampingi ..." Mayra nampak menggeleng, " Sudah jangan malu-malu... MC ini calon istri Tuan Ziovano di sini." ucap salah seorang Nyonya hingga pandangan para hadirin mengarah pada Mayra, seketika membuat Mayra merinding dengan degupan jantung juga desiran darah yang mempercepat lajunya, begitu gugupnya ia kini.


" Wahh ... Ternyata kabar anda akan segera menikah benar adanya ya Tuan, Silahkan Nona boleh kemari sebentar ..."


Mayra semakin tergugup saja mendengarnya, namun tak kuasa juga jika harus melawan ucapan MC. Memalukan sekali pikirnya dengan langkah anggun bak supermodel setelah berhasil menguasai diri.


" Wahh ... Ternyata Nona yang sangat manis ... Boleh saya bertanya untuk mengobati rasa penasaran kita semua ?" tanya MC setelah Mayra sampai di podium dan berdiri di sisi Zio.


" Tentu," jawab Mayra dengan mengeluarkan senyum penuh profesionalitasnya.


" Bagaimana sosok Tuan Ziovano di mata anda Nona ?"


Pertanyaan MC sudah seperti petir yang menyambar hati Mayra yang beberapa saat lalu di landa rapuh oleh kenangan sang mantan. Pupilnya nampak tergetar, sangat bingung harus menjawab apa.


Perlahan ia menghela nafas, terlihat tangan Zio mulai menggenggamnya membuat hadirin berHuu ria.


" Zio adalah pahlawan," ucapan Mayra membuat hadirin terdiam penasaran dengan kata selanjutnya, " Sosok tangguh yang menjadi perisai tanpa rasa takut," ingatannya berkelebat saat Zio menolongnya dari preman juga melindunginya dari lemparan puluhan telur. " Sandaran yang selalu membuat saya merasa aman dan dan nyaman jika berada di sampingnya. Bersama dengannya selalu membuat saya merasakan indahnya bahagia," dengan memutar memori indah bersama Zio saat bercanda tawa di pantai juga saat membuat masakan untuknya di pusat perbelanjaan bahkan saat mendapat buket mawar mawar biru raksasa hingga boneka. " Dia mungkin tidak mengucap kata manis, namun setiap tindakan dan perhatiannya selalu membuat saya merasa menjadi wanita paling beruntung di Dunia. I love you ..." lalu menoleh pada Zio dengan senyum indahnya. Membuat Zio tak kuasa, hingga menerbitkan senyum nan langkanya di hadapan semua relasi bisnisnya kini. Begitu bahagia mendapat pengakuan yang sangat manis dari Mayra.


Astaga Mayra !! Gila, gila, gilaa !!!


" Jangan GR ! aku hanya sedang menikmati peran menjadi kekasih palsumu." bisik Mayra sepelan mungkin hingga tak terdengar MC bahkan hadirin.


Zio tak menjawab, malah meraih tengkuk Mayra dan mencium lembut pipinya, " Aku juga sedang sangat menikmati peran." bisiknya pada Mayra lalu menyeringai di balik pipinya. Seketika Mayra bergidik, bulu halus dalam tubuhnya seperti tersengat listrik hingga berdiri dengan tegaknya, ia sama sekali tak mampu menahan rona merah jambu pada wajahnya di hadapan para ratusan pasang mata yang melihat aksi licik Zio.


" WOAAHH !!" seru para hadirin dengan gemuruh tepuk tangan nan meriah.

__ADS_1


__ADS_2