KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Hot Daddy ( SEASON 2 )


__ADS_3

Mayra dan Tika terlihat mengumbar tawa bahagia di tengah aksi mereka menaiki berbagai wahana dalam tempat bermain ini dari yang begitu menguji nyali seperti roller coaster juga histeria hingga yang santai seperti tunggara-tungga/permainan kuda yang berputar-putar.


Senyum cerah begitu indah terhias dalam wajah mereka. Hingga melupakan sejenak tentang perasaan rumit yang menggeluti mereka setelah satu bulan berlalu dari acara pertunjukkan 'Satu Rupiah Membawa Berkah' yang juga menjadi hari salam perpisahan Mayra untuk Zio tersebut.


Yang membuat hari Mayra kian di landa mendung setiap harinya, bahkan binar indah penuh kehangatan bak mentari sama sekali tak nampak menghiasi rautnya setelah salam perpisahan tersebut. Ia kembali menjadi Mayra yang sering melamun juga pendiam.


Kehadiran Zio memang sukses mengikis kisah indah Mayra dengan Aldo, namun kini harus dengan apa Mayra mengikis kehadiran Zio yang begitu membekas dalam hatinya, mencari pengganti Zio adalah suatu kemustahilan karena sama sekali tak akan ada yang bisa menyamai pesona yang Zio miliki. Hingga membuat hari Mayra kian diliputi kebersamaan indahnya dengan Zio yang menari-nari memenuhi isi kepalanya setiap hari.


Karenanya, melihat sang sahabat yang tak menampakkan sinar secerah mentari pagi seperti Mayra yang semula membuat hati Tika di landa nelangsa hingga mengajaknya untuk berjalan-jalan menikmati indahnya suasana luar di tempat penuh wahana bermain yang juga terdapat sebuah Pantai ini.


Ternyata usaha Tika cukup membuahkan hasil melihat senyum Mayra yang tak pudar bahkan hingga petang mulai menjelang. Mereka memutuskan untuk pulang sebelum hari gelap.


Namun di tengah perjalanan mereka, Tika melihat suatu pemandangan yang begitu menggoyahkan imannya hingga ia menepuk tangan Mayra tanpa melihatnya membuat wajah Mayra belepotan dengan es krim yang di pegangnya.


" Mayyy..... Gilaa ...Gilaaaa Hott Daddy !!!!! Aaaaaa..." dengan menepuk lengan Mayra asal lalu memandang pada bibir pantai yang terlihat seorang lelaki bertubuh ideal berjalan penuh pesona dengan kacamata hitam yang menutupi mata elangnya juga kemeja terbuka dan kaos putih di dalamnya menggendong seorang anak kecil dengan pipi gempil dan rambut ikalnya menambah indahnya pesona Pantai di sore ini. Benar-benar karakteristik seorang hot Daddy, apalagi sesekali ia terlihat tersenyum begitu hangat kepada sang anak membuat siapapun meleleh dengan setiap perlakuan manisnya pada sang anak.


" Ii.. Paan si dasar bawal pinter banget ngedeteksi kalo ada cogan !" seraya membersihkan wajahnya dengan tissu yang berada dalam tas mungilnya. Lalu menengok pada pandangan Tika. " Waaa.. Iya ! beneran ternyata.... Wuihh kerennyaaa." seketika Mayra terpesona.

__ADS_1


Tapi ko kaya ga asing. Batin Mayra.


" Ya iyalah ... Gue gitu loh ! lo tau ga May ?!! ituu Mayy ituuu anak sama calon suami masa depan gueee !!!! Aaa... Pengen nimbrung dehh... Tunggu bang ini istrimu ketinggalan !" ucap Tika dengan hebohnya lalu segera mengambil langkah seribu untuk menghampiri Ayah dan anak yang sedang menikmati indahnya suasana pantai di sore hari.


" Hah ? Apa ? emang yang begituan mao ama si bawal ? hihihii... Gede parah nyalinya." Mayra cekikikan sendiri membayangkan jika Tika bergabung dalam pemandangan indah sang hot Daddy, akan sekisruh apa jadinya keluarga itu nanti pikirnya. Lalu berlari ke arah dimana Tika berada.


" Haiii ... Sayang ga nyangka loh tante bisa ketemu si cantik ini di sini." dengan mengusap lembut pipi gempil dengan rona merah si gadis cilik yang masih berada di gendongan sang Papa tersebut. Jika di potret sungguh mereka akan nampak seperti keluarga bahagia karena senyum terulas jelas pada wajah ketiganya dengan suasana senja yang begitu indahnya.


" Tante Tika di sini juga ?? ayoo maiin sama aku tante ....." Aurora menggeliat ingin di turunkan dari gendongan sang Papa. Lalu menggandeng Tika menuju deburan ombak yang yang menyapa pasir lembut si Pantai.


Mayra mulai mendekat, nampak tak asing dengan siluet seseorang yang di sebut Tika calon suami masa depannya tersebut. Hingga mengambil langkah cepat ingin segera memastikan apakah benar atau hanya mirip saja.


Begitupula dengan Radit, ia begitu terkejut dengan kehadiran seseorang yang telah sukses memporak porandakan hati sang tuan di sini. Ada apakah gerangan ? apa berubah pikiran dan ingin dekat dengan Zio kembali ? sampai membuntutinya hingga ke sini ? sama sekali tak mengetahui jika Tika adalah sahabat Mayra. Karena yang tertulis dalam data diri Mayra adalah mencakup tentang kehidupan pribadinya juga keluarga dan para sahabat hanya tertulis sekelebat saja, hingga membuat pikiran Radit hanya bertumpu pada sang tuan jika bertemu Mayra seperti ini.


Mereka terduduk di kursi berpayung dengan memangku kelapa muda sambil sesekali menyesapnya. Terdiam dalam pikiran masing-masing. Mencoba mencari pembicaraan yang tepat agar tak saling menyinggung perasaan satu sama lain.


Mayra mencoba mengalihkan pandangan ke arah pantai agar kegugupannya tak terlihat oleh Radit. Namun tak ayal malah membuat Mayra kembali terngiang kenangan indahnya bersama Zio di Pantai beberapa saat lalu. Membuat dadanya kembali sesak hingga membuang nafas dengan kasarnya.

__ADS_1


Raditpun sama mengalihkan pandangan pada bibir pantai melihat rona bahagia sang anak yang begitu terlukis dengan jelasnya di sana bermain kejar-kejaran dengan tawa yang tak pernah surut bersama seorang wanita yang mengganti posisi sang istri, yang sayangnya ia harus pergi lebih awal darinya. Membuat sudut hatinya terasa meretak seketika mengingat berbagai kenangan indahnya dengan sang istri tercinta.


" Sayang ... Kamu gak mau cari mama baru ?" Tika mulai memancing perasaan si gadis cilik di tengah permainan pasir yang menutupi kaki Aurora.


" Mau tante tapi ...."


" Kenapa ?"


" Papa ga mau." ucap Aurora dengan raut cemberutnya.


" Ooh..." Tika nampak mulai menelaah situasi, walaupun sedikit lambat tapi akhirnya ia bisa menyimpulkan jika sang Papalah yang sulit move on. Walaupun kini Aurora sudah dekat dengannya karena usahanya yang begitu gencar memberi kasih sayang padanya, namun jika sang Papa tak ingin berpindah hati situasi akan semakin sulit untuk mewujudkan keinginannya pikirnya. Bahkan selama satu bulan mendekati Aurora sama sekali ia tak bisa melihat Papanya barang sedetikpun.


Pandangannya beralih pada tempat Radit dan Mayra terduduk, Mayra nampak melambaikan tangannya lalu di balas oleh Tika. Sebenarnya Tika amat penasaran tentang apa yang di obrolkan keduanya karena terlihat begitu tegang, namun Aurora masih ingin bermain hingga membuatnya tak tega dan memilih bermain kembali dengan Aurora.


》》》》


Salam sayang untuk semua pembaca setia love youuu 💚💚💚

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya yuaa aku pasti baca ko, teenang aku mah baik... ga gigit ko 😆


__ADS_2