
Tika membawa Mayra ke kamarnya menemani Mayra merenungi dirinya yang selalu saja teringat kelebatan kenangannya bersama Aldo,sungguh melelahkan memang, bahkan batinnya sudah tak kuasa menahan kepedihan dan air matanya semakin deras saja mengalir seolah ada sumber air disana.
Tika hanya bisa mengelus-elus punggung sahabatnya itu,ia tahu bukan kalimat atau perkataan apapun itu yang sahabatnya butuhkan kini.Tapi kehadiran dan sentuhan untuk memberinya kekuatan batin dan juga morilnya yang terluka.
Tika menemani Mayra hingga ia menggapai alam mimpi,dan iapun selalu menemani Mayra disampingya kalau-kalau terjadi sesuatu pada Mayra lagi.
.....
Senin pagi Mayra pergi ke kantor dengan menggunakan ojek online.
Dulu biasanya akan selalu ada pria tampan dengan tubuh tinggi cenderung kurus,kulit putih dan tatapan penuh cintanya yang berdiri di depan kostnya untuk melambaikan tangan pada Mayra dan mengucapkan 'Selamat pagi' untuknya,sepele memang tapi selalu berhasil membuat pagi Mayra kian berbunga-bunga semacam vitamin saja untuknya,ya dia Aldo karena memang kostnya hanya berbeda beberapa gang dengan kost Mayra.
Namun kini pemandangan pagi itu telah sirna,tiada Aldo disana hanya nampak sepi senyap seperti tak berpenghuni.
Ingatan akan hari-harinya yang selalu dipenuhi oleh Aldo membuat Mayra merasa miris dengan dirinya sendiri yang terlalu bergantung pada Aldo.
Kini hanya ada kekosongan dalam hatinya dengan ketidak hadiran Aldo dalam hidupnya lagi,Aldo pergi dengan menyisakan cinta yang begitu besarnya dimiliki Mayra untuknya.Sungguh menyesakkan dada.
Mayra selalu saja teringat dengan Aldo.
Saat dia yang kegerahan di tempat kerja dan akan mengikat rambut, ikat rambut itu adalah pemberian Aldo,dengan secepat kilat Mayra membuangnya ke tempat sampah.
Saat dia makan di kantin kantor dengan menu tumis buncis dan nugget, nugget adalah makanan kesukaan Aldo.Bahkan kadang Mayra membuatkan sendiri makanan kesukaan kekasihnya itu dulu untuk bekalnya bekerja.Mayra langsung saja memberikan nuggetnya pada Rindi sahabatnya.
"kenapa May ? tumbenn..." heran Rindi pada Mayra.
"Gpp,lagi ga pengen aja. " jawab Mayra singkat.
"Trus lo makan buncis doang? " tanya Rindi yang melihat piring sahabatnya hanya terisi tumis buncis.
"E...hmmm ini enak bangeet kok." jawab Mayra asal dengan memalingkan muka.
Rindi hanya membuang nafas kasar,melihat sahabatnya yang semakin hari semakin terlihat aneh saja.
Atau saat Mayra memegang ponselnya yang tiada satu pesanpun disana,biasanya ada Aldo yang selalu rajin mengirimi pesan Mayra saat makan siang walau hanya pesan remeh-temeh dan obrolan tak penting lainnya tapi selalu bisa membuat mood Mayra membaik setelah kepenatan setengah hari bekerja.
Flashback on
Ting
Aldo : Selamat siang Mayraku sayaang,,,,,
: Lunch apa sayangku??
Ting
__ADS_1
Mayra : Siang sayang,lagi makan sayur bayem nih.
Ting
Aldo : Wihhh... Seger dong kaya aku kalo liat kamu xixiii...
Membuat wajah Mayra merona merah jambu,dan jadi ledekan teman-temannya di kantin.Karena terlihat seperti ABG yang sedang kasmaran di mabuk sang dewi cinta.
"Ciieee Mayra senyam-senyum sendiri,kenapa hayo ?" tnya seorang teman kantornya yang melihatnya
"Mukanya merona gitu lagi,lagi jatuh cintrong yaaa ?"tanya teman lainnya
"Cieee....Ciieee......" hingga seluruh kantin ber cie-cie ria meledek Mayra yang semakin terlihat merona saja,ia lalu beranjak dengan menggandeng Rindi di sampingnya yang
sebenarnya belum selesai makan.
Flashback off
Semakin sesak saja dada Mayra mengingatnya,namun Mayra termasuk gadis yang tegar ia menguatkan hatinya agar tidak selalu terenyuh dengan ingatan-ingatannya bersama Aldo.Mengokohkan dirinya gar tak kalah dengan ketegaran karang yang ribuan kali diterpa sang ombak.
Namun tetap saja ingatannya dengan Aldo tidak akan dengan mudahnya hilang,mungkin sang waktulah yang akan mengobati lara yang Mayra rasakan kini.
Sepulang kantor Mayra berencana berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan karena stok kebutuhan sehari-harinya sudah mulai menipis.
Mayra sedang touch up dengan cermin kecil yang selalu berada di tasnya dan bawanya kemana-mana.
"Mo kemana May? " tanya Rindi yang melihat sahabatnya sibuk memoles lipstik pada bibirnya.
"Belanja bulanan,ikut yukk ?" ajak Mayra.
"Emm..." Rindi terlihat mengingat-ingat persediaan di rumahnya.
"Boleh deh.." jawab Rindi yang ingat camilan di kulkasnya sudah mulai habis.
"Yeayy,,,Dapet tumpangan gratis hehee..." ucap Mayra bersemangat dengan kedua tangannya diangkat keatas.
"Aku juga ikutt dong..." rengek Anton.
"Dihh,,nggak yaa ini tu ladies time tauuk" ujar Mayra.
"Yahh.. Ga seru lu May..."
"Bodo..Weee..." ujar Mayra menjulurkan lidahnya.
"Yuk Rin ...." ajak Mayra lalu menggandeng sahabatnya keluar menuju parkiran mobil.
__ADS_1
Perlakuan Mayra yang seperti itulah yang sesungguhnya membuat lega teman satu divisinya termasuk Anton sendiri,karena keceriaan Mayra sudah mulai kembali walau belum sepenuhnya.
.....
Di salah satu pusat perbelanjaan Mayra berjalan di depan dan Rindi yang di belakangnya dengan membawa troli,karena ia tau Mayra lebih baik di biarkan berjalan sendiri karena setiap membawa troly selalu ada saja ada yang akan di tabraknya entah ada apa dengan tangan sahabatnya itu yang tak bisa bersahabat dengan si troly.
Satu demi satu Mayra mengambil kebutuhannya dari shampo,sabun,hingga camilan kesukaanya.
"Eh Rin,,, es krim yang keluaran terbaru itu ko ga ada ya,padahal kan gue mau cobain." tanya Mayra seraya membolak-balik beberapa es krim dari tempat es krim di pusat perbelanjaan itu.
Rindi hanya menggeleng dengan bahu diangkat saja saat Mayra menatapnya.
"Ahh...Yaudah deh tanya mbanya aja kali ya bentarr ya Rin" Mayra beranjak meninggalkan Rindi.
Rindi yang tahu bahwa sahabatnya itu saaangat es krim holic sekali,hanya membiarkan kelakuan sahabatnya itu.
Mayra yang berjalan mencari pelayan pusat perbelanjaan itu melihat sepasang kekasih yang begitu mesra berbelanja bersama di selingi canda tawa,mengingatkan kembali waktu dulu dia dan Aldo juga sering melakukannya.
"Fyuuuuhhhh..." Mayra menghembuskan nafas kasar dan berjalan menjauh,lalu menemukan pelayan yang sedari tadi dicarinya.
"Mba es krim yang terbaru itu belum ada di sini ya ?" tanya Mayra.
"Ohh,,,,yang boba cappucino itu ya ?" tebak pelayan tok.o
"Nahh iyaaa ...Itu" dengan antusias Mayra membenarkan
"Di sebelah sini ka,silahkan di pilih..."
"Waaa ...Makasih yaa mba" Mayra sudah seperti melihat harta karun saja,ya Es krim memang hal yang paling di sukainya di dunia.
Mayra kembali ke tempat Rindi berada dengan membawa lima es krim tadi di pondongan tangan kirinya dan tangan kanannya memegang satu es krim yang sedang dijilat-jilatinya.
" Sayang cobain deh,ini enakk banget lohh" ujar Mayra seraya mengacungkan es krim ke mulut seseorang di depannya.
*H*alu ni anak -Rindi
Ia lalu menepuk pundak Mayra,dan seketika Mayra tersadar bahwa yang di depannya adalah sahabatnya bukan Aldo.
"Ehh,,,,sorry Rin" sesal Mayra dengan tatapan mengiba pada Rindi.
"It's okey May ...." Rindi menghela nafas panjang lalu mengelus lembut punggung sahabatnya yang terlihat gamang karena masih saja terus teringat Aldo.
,,,,,,,,,,,,,
dua episode lagi menuju pertemuan Mayra&Zio 💚💚
__ADS_1