KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
SEBUKET BUNGA MAWAR


__ADS_3

Sinar mentari pagi menyapa penduduk bumi,dengan cahaya terang benderang yang mulai meninggi.Menemani perjalanan Mayra menuju tempatnya bekerja kini.


"Pagii May..." sapa seorang wanita yang melihat Mayra melewati pintu kantor.


"Pagi mba Fika,,,,pagiii,,,,paagii" Sapa Mayra pada penghuni kantor yang di kenalnya dengan senyum secerah mentari pagi ini,inilah kesehariannya menebar senyum dan ketulusan kepada siapapun itu tanpa membedakannya.


Mayrapun menaiki lift dan menekan tombol tujuh disana,lantai tempatnya bekerja.


Ting


lift sampai,Mayra melangkah dengan hati riang gembira.Ia sudah siap memulai aktifitas dengan komputernya di hari yang indah ini.


Di meja Mayra telah nampak sebuket mawar merah yang di susun dengan indahnya, menyapa pagi Mayra yang kini kian berbunga-bunga saja.


"Woww.....Dari siapa ini Bu Meta ?" Tanya Mayra pada Bu Meta,seraya menghirup sebuket mawar yang terlihat begitu memanjakan mata dan semerbaknya yang menenangkan jiwa raga.


Hmmm....wangiii bangett


"Gak tau May,tadi saya dateng udah ada di situ.Nah gitu May move on trus buruan nikah ga usah kelamaan pacaran ntar zonk lagi....Kkkk" Bu Meta tergelak


"Apaan sih Bu,orang saya ga punya pacar sekarang."


"Nah itu dari siapa,udah ga usah di tutupin May,kaya sama siapa aja sih.Liat dia ngasih buket kembang gituan mah pasti tajir May,minta langsung nikah in aja May.Dulu saya se usia kamu dah punya anak 2 taon loh May." cerocos bu Meta yang tak karuan hingga berujung ke jodoh lagi jodoh lagi.


"Hehhe...Bu Meta bisa aja,jodoh mah udah ada yang ngatur ko Bu met."


Mo nikah ama siapa pacar aja ga punya...Huhuhu....


Lalu Mayra membuka note yang terlampir di antara bunga tersebut.


*K*u tunggu di Resto F,nanti malam jam tujuh


-Zio-


Seketika Mayra membelalakkan mata tak percaya dengan isi note yang di pegangnya kini,hingga mengucek mata berkali-kali mamemastikan matanya tak salah lihat.


Whaatttt !!!?? pekiknya dalam hati.


"Bau apa nih,hiiii jangan-jangan disini ada sarang gondoruwo ...." Anton yang baru datang mencium semerbak wangi mawar memenuhi ruangan.


"Elu tu,bapaknya gondoruwo !!" timpal Rindi dari arah belakang Anton.


"Iii..lu apaan si Rin sewot banget ama gue,gue sumpahin naksir lo kapok dah...Ha hah haa..."


"Hiii,,,ada suara bapak gondoruwo May !!" seru Rindi dan menghambur di pelukan Mayra,yang di iringi tawa renyah Bu Meta dan Pak Anwar yang baru datang lalu mendudukkan dirinya di kursi kerjanya.


"Dih apaan si,ga seru banget,ketawa sendirian ga ngajakin gue." decih Anton kesal.


"Bodo amattt..." Sengil Rindi seraya duduk.

__ADS_1


"Wuihhh May,dapet mawar cantik banget dari siapa ?" tanya Rindi yang melihat sebuket mawar Mayra yang di letakkan di samping komputernya.


Jantung Mayra mulai berdetak tak karuan ketika akan bicara yang sesungguhnya pada Rindi.Ia menelan saliva dengan susah payah,ketika akan memulai kata.


"Da..ri Zio Rin" ucap Mayra yang agak mendekat di telinga Rindi dengan suara sedikit berbisik.


"Hahhh ?!" pekik Rindi tak percaya.


"Syutttt..." Mayra menutup rapat mulut Rindi dengan tangannya.


"Apa?Zio? trus dia bilang apa?" tanya Rindi dengan berbisik.


"Bukan Zio langsung yang ngasih,tapi tetiba ada disini trus notenya ada nama dia" bisik Mayra pula.


"Nih liat.." memberikan Note yang di terimanya tadi.


"Jangan-jangan dia beneran suka sama lo May ?!" Dengan raut seram penuh tanda tanya.


Jantung Mayra sudah bergejolak tak karuan saja mendengar ucapan Rindi.


Apaaaa ??? suka sama gue,mimpi apa semalem di sukain CEO,ganteng pulaaa...


Ritme jantungnya sudah berbentur tak beraturan,dengan rona merah yang tak tersembunyikan.


Ohhh....astaga jantungkuuu,tenanglah !!


"Cie-cieee Mayra mo dinner" bisik Rindi seraya menyenggol lengan putih nan mulus Mayra.


***


Mayra sudah selesai bersiap lalu keluar kamarnya,dengan memakai celana jeans dan blouse yang bertali di sisi kanan bawahnya.


"Mo kemana May?" tanya Tika yang baru pulang bekerja.


"Itu di ajakin dinner sama Zio,ga enak mau ga dateng nanti di pikir gak tau terima kasih lagi." ucap Mayra dengan memonyongkan bibirnya,karena sesungguhnya ia sangat enggan untuk datang.


"Hah... mo dinner masa begini" seraya memutar tubuh Mayra dengan tampilan alakadarnya tersebut.


" Emang kenapa sih ini juga uda bagus kok" seraya merapikan bajunya.


"Emang di ajak dinner dimana?"


"Resto F katanya."


" Asataga Mayy........" Lalu mendorong tubuh Mayra kembali ke kamarnya.


Tika membuka lemari Mayra dan menemukan satu dress disana,dan memberikan pada Mayra agar di pakai.setelah selesai, Tika mendandani Mayra dengan sapuan make up tipis yang menambah kesan segar pada wajah Mayra yang kusut sepulang kerja.Lalu menyisir rambutnya yang lurus dan dan menarik beberapa dari rambut depannya kebelakang dan memberi aksesoris disana.


Mayra nampak anggun dengan balutan dress mocca yang di kenakannya kini.

__ADS_1


"Giling ya lo,mo diajak dinner CEO masa tampilan kek tadi,mana di resto F may,bisa malu-maluin gue sebagai sahabat lo,tau gak !"


"Yah trus kesananya naik apa Tik,kan ribet pake rok gini kalo naik ojek."


" Naik taksi lahhh Mayra,ampun gemess gue."


"Ayok gue anterin ke depan,nyari taksi."


"Haduh ribet banget,timbang makan doang."


****


Mayra telah sampai di Resto F,sesuai keinginan Zio.


Ia pun terpana dengan kemegahan Restoran di depannya kini.


Untung tadi Tika nyuruh ganti baju,kalo gak bisa malu tujuh turunannn...hihiii


Lalu ia masuk ke dalam Resto tersebut,dengan langkah anggun nan mempesona menghampiri seorang pelayan.


"Tempat duduk atas nama Ziovano di nomor berapa ya?" tanyanya pada seorang pelayan yang lewat dengan suara lemah lembut dan senyuman nan indahnya.


Allaaamak,cantik kaliii batin si pelayan berdecit.


Siapa tadi Ziovano,Ziovano yang tadi itu, beneran?!


"Mari ikuti saya Nona..." ucap si pelayan dengan suara normalnya.


Mayra diarahkan pada ruangan yang tertutup.


Mungkin ini yang dinamakan privet room itu


batin Mayra bercicit.


Cklekkk


Astagaaaa....mahakarya macam apa manusia di depanku ini tuhann.


Mayra begitu terpana melihat laki-laki di hadapannya kini,begitu menawan,tampan,indah dengan karisma yang tiada tara dimilikinya.


Namun ia segera menyadarkan diri,lalu melangkah menuju kursi yang telah di sediakan.Ruangan yang begitu mewah dengan dominasi warna cream membuat degupnya semakin berbenturan tak karuan,sangat meresahkan.Apalagi yang berada di hadapannya kini amat meresahkan jiwa raga Mayra.


Bukan hanya Mayra Zio pun sama,merasakan degupan tak karuan yang tak pernah ia rasakan walau sedang beradu balap sekalipun.


Melihat di depan matanya seorang gadis dengan balutan dress mocca yang terduduk dengan anggunnya.


Bukan rasa takut seperti yang biasanya ia rasakan,namun semangat menggelora seperti laki-laki yang begitu bahagianya melihat sang kekasih.Meskipun dirinya sendiri belum menyadari perasaannya karena baru kali ini merasakannya.


♡♡♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


like,koment,votenya yaa sayaaaangg 💚💚💚💚


__ADS_2