KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Preman


__ADS_3

Sesuai rencana Radit, kini Zio sedang mengikuti Mayra yang berada di boncengan Pak ojek yang sedang melaju di depan mobilnya kini,karena seperti biasa Mayra malah memakinya tak karuan ketika akan mengantarnya pulang.sabar sekali Zio ini,tentu saja kerena mempunyai sebuah alasan,kalau tidak, lebih baik ia mengerjakan tumpukan dokumen di atas meja kerjanya kini.


Zio hanya sendirian tanpa Radit ataupun bodyguardnya,untuk melancarkan aksinya sebagai pangeran berkuda putih untuk Mayra nanti.


" Drama di mulai ... " ucap Zio dengan senyum menyeringai,melihat sebuah motor berhenti mencegah laju kendaraan yang Mayra tumpangi kini.


" Turun !! turun kalian cepat !!! " Ucap preman dengan garangnya.


" Aaduh Pakk ...Gimana niihh saya takut. " ucap Mayra dengan raut ketakutan.


" Kii...ita turun dulu aja neng. " gugup Pak ojek,wajahnya kini sudah pucat pasi.


" Cepat berikan !!!"


Mayra mengacungkan gorengan yang telah di belinya tadi di jalan.


" Apa nih ?!! jangan macam-macam ya !!"


" Katanya tadi berikan,ya ini aku berikan."


" Berikan barang berharga kaliann peakkk !!! dasar cakep-cakep kok bloon sih !!"


Mayra dan pak ojek tergagap,gundah dengan apa yang harus mereka lakukan.


" Ayo cepatt atauu mau... " dengan mengambil ancang-ancang akan menampar,Mayra seketika menunduk dan memejamkan matanya.


Secepat kilat Zio menangkap tangan itu." Jangan menyakiti orang yang lemah." dengan suara tegasnya lalu melempar tangan si preman asal.


Heyy !! siapa yang lo bilang lemah,hahhh ?! dasar manekin !


Perkelahian antara Zio dan premanpun tak terelakkan,dengan satu lawan dua. Namun karena keahlian bela diri yang dimiliki Zio,kedua premanpun terpental dengan pukulan Zio yang begitu beringasnya membuat Mayra berteriak tak karuan melihat pemandangan yang begitu mengguncang mata polosnya.


Tak terima salah satu dari mereka mengeluarkan pisau dalam sakunya lalu menodongkannya di depan wajah Mayra.Membuat suara Mayra kian melengking memecah kesenyapan jalan.


Hah ?! kenapa pakai pisau segala ..Ini tidak mungkin rencana Radit,atau mereka adalah preman asli.Astagaa...


" Lepaskan dia ! " ucap Zio dengan mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


" Berikan kunci mobilmu dulu ?! heh..." dengan senyum menyeringai.


" Ambillah,kunci itu masih di tempatnya. "


" Awas jangan mendekat !!" dengan menggiring Mayra menuju mobil Zio.


Ketika preman telah melepas Mayra karena akan masuk kedalam mobil,secepat kilat Zio menarik lengan Mayra dalam dekapannya lalu menendang perut preman hingga membuatnya terpental.


" Kamu tak apa ? " tanya Zio pada Mayra yang terlihat sangat kacau kini,Mayra hanya menggelengkan kepala lalu menangis sesenggukan dalam pelukan Zio.


Karena terlalu fokus menenangkan Mayra,membuat Zio tak menyadari gerak gerik si preman yang telah bangkit dengan membawa pisaunya.


" Awas tuann !! " pekik Pak ojek yang membuat Zio menengok pada si preman namun terlambat.


Darah sudah mengucur deras menodai kemeja putihnya kini.Membuat jeritan dari mulut Mayra kian menggema.


***


" Aawww,,,pelan lah sedikit. "


Dasar wanita tidak tahu terimakasih !


" Mana mungkin aku diam saja melihat preman akan melukaimu Mayra."


" Kalau mau menjadi ksatria itu harusnya sampai akhir,kenapa malah terluka ?"


" Karena aku hanya manusia biasa, yang berupaya melindungi wanitaku." lalu tersenyum dengan indahnya.


Gantengnyaaa....


Deg..deg...degh seketika raut Mayra merona,dengan degupan yang tak terbantahkan.


" Anda itu,belajar dari mana kata-kata seperti itu,katanya anda tak pernah terlihat dengan wanita dan hanya bekerja sepanjang masa,tapi kok pintar sekali menggombal"


" Ternyata kamu juga mencari tahu tentangku yaa ?" ucap Zio dengan melekuk senyum yang membuatnya semakin menawan.


Membuat Mayra tak kuasa dan berpaling ke arah jendela mobil Zio yang kini telah melaju dengan pengemudi salah satu preman suruhan Radit.Mereka telat datang karena ban motor yang mereka kendarai bocor,namun ketika datang lengan Zio telah tergores pisau si preman.

__ADS_1


Membuat mereka kalap dan memukuli si preman dengan membabi buta.


" Ge..err ... Tapi, terimakasih telah menyelamatkan saya, mungkin kalau bukan karena anda, saya sudah berada di rumah sakit atau bahkan di kuburan sekarang. " ucap Mayra dengan masih menatap keluar jendela dengan raut sendunya.


Zio meraih tubuh Mayra agar menghadap kepadanya. Menatap lekat manik kemerahan Mayra karena airmata yang meleleh tiada henti lalu Menyentuh bibir mungil Mayra dengan jari telunjuknya.


" Ssttt... Jangan bicara seperti itu, karena selama ada aku, aku akan selalu melindungimu Mayra. " ucap Zio dengan suara rendahnya.


Karena kamu adalah obatku.Gilaaa...Lembut sekali bibir mungilnya ini lalu segera melepas jarinya sebelum ketidak warasan menghampirinya.


Mayra seperti de javu saja mendengar kalimat Zio,entah dimana ia pernah mendengarnya.


Air mata Mayra nampak meleleh kembali melihat luka Zio yang masih saja mengeluarkan darah,Mayra mengelapnya dengan perlahan. Ia begitu menyesal memperlakukan Zio dengan buruk selama ini,jika tadi Zio tak ada apa yang akan terjadi padanya. Ia semakin tak kuasa menahan air matanya hingga meluncur bebas pada pipi mulusnya,dengan sigap Zio menghapusnya dengan tissu yang di pegang Mayra dengan tangan kirinya karena tangan kanannya sedang mengelap darah dari lengan kanan Zio.


Membuat sudut hati Zio meronta,tak tega menjadikan gadis tulus seperti Mayra menjadi kelinci percobaannya.


kenapa Mayra,kenapa kamu memiliki hati yang begitu tulus.Fyuhhh ...Astaga ..Sadar Zio batin Zio dengan menggelengkan kepalanya lalu menghembuskan nafasnya kasar,hingga menerpa rambut halus Mayra.


" Kenapa ?" tanya Mayra yang merasa deru nafas kasar Zio menerpa wajahnya.


" Tak apa. "


" Kita akan kemana ?" tanya Mayra yang melihat laju mobil tak menuju kostnya


" Apartemenku. "


" Taapikan ....Tidak saya berhenti disini saja. "


" Kamu mau di kejar penjahat seperti tadi ?"


" Tidak... " ucap Mayra dengan menautkan tangannya di jari Zio,ia masih terlihat sangat ketakutan.


" Kamu bisa menenangkan diri di apartemenku disana keamannya ketat, tenang saja aku tak akan macam-macam."


Mayrapun akhirnya setuju,karena memikirkan luka Zio ia jadi tak tega dan meng iyakan saja permintaan Zio,toh ia sudah berjanji tak akan macam- macam pikirnya.


》》》》

__ADS_1


__ADS_2