KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Tragedi


__ADS_3

Hari Rabu jam sepuluh pagi,setelah seminggu kejadian preman yang di alami Mayra.Kini Mayra sedang berada di ruang rapat di suatu perusahaan properti yang menggunakan jasa iklan perusahaannya. Ia datang bersama Pak Johan untuk membahas tentang kerjasama mereka.


Hingga ketika rapat akan di mulai,terlihat sepatu pantofel mengkilat menapaki lantai ruang rapat,ia adalah Ziovano.Dia menghadiri rapat tersebut karena hotelnya memiliki kerjasama dengan perusahaan properti tersebut.


Seketika Mayra terbelalak melihat kedatangannya,namun secepat kilat menetralkan rautnya kembali seperti sedia kala. Selama Pak Johan berpresentasi, Mayra nampak gugup sendiri pasalnya ia di pandang intens oleh pria tua yang duduk berseberangan dengannya,bukan hanya itu ada dua pasang mata elang juga yang memperhatikan gerak-geriknya sedari tadi,sungguh tak nyaman pikirnya.


Hingga rapat selesai Zio dan Radit di tuntun ke ruangan sang CEO untuk berbincang-bincang hangat,padahal Zio tampak acuh. Ia lebih berfokus pada Mayra,namun ada sebagian hatinya yang masih mengganjal juga untuk datang menyapanya.


Mayra yang melihat tatapan dingin Zio pun membatin, Fyuuhhh... Sadar Mayra lo kan cuma remahan di mata dia. Lalu melenggang dari ruang rapat menuju toilet.


Setelah membuka pintu toilet betapa terkejutnya ia, di tarik ke arah janitor oleh pria tua yang memandanginya sedari tadi. Sekuat tenaga ia mencoba melepaskan diri,hingga akhirnya ia berhasil dengan menendang ************ pria tua itu. Karena tak tahu struktur ruangan di lantai khusus ruang rapat tersebut Mayra berlari ke sembarang arah dan malah menemukan jalan buntu.


Ia berteriak supaya ada seseorang yang datang menolongnya,namun sayang ruangan tersebut nampak sepi senyap. Hingga pria tua tadi mampu mengejarnya dengan langkah yang terseok-seok.


" TOLONGGG .... TOLOOONNGGG SAYAAA .... !!!!" pekik Mayra agar di dengar seseorang.


" Hahahaa.... berteriaklah gadis manis,di sini sudah tak ada siapa pun. Kita akan bebas melakukannya sayang,kemarilah ... kau begitu manis ... aku ingin segera mencicipimu ..."


" Aarrrrggghhh.... TIDAAAAKKK.... SIAPAPUN TOLONG SAYAAA .... TOLOONGG !!!! " pekik Mayra seraya berjongkok dan menutup telinga,ia sungguh tak tahu harus berbuat apa sedang Pak tua semakin mendekat saja. Ia menangis meraung-raung,berharap ada sebuah keajaiban datang dalam hidupnya seperti kemarin.


Pak tua semakin mendekat,hanya tinggal tiga langkah lagi menuju Mayra.


Buugghhh


Sebuah tendangan membuatnya terhempas ke tembok.


" KUURRANG AJARRR !!!" ucap Zio dengan geramnya,bahkan hingga terdengar gertakan gigi yang begitu kuatnya.


Bughh..... Bughh...Bugh

__ADS_1


Ia mengahajar Pak tua dengan membabi buta,bahkan kini rautnya menampakkan merah hitam padam tanda amarah yang begitu menguap,Radit yang baru tiba dengan segera menghentikan tuannya dengan mengingatkannya tentang Mayra.


Mayra sama sekali tak mendengar keributan di hadapannya,karena telinganya yang tertutup dengan kedua tangannya dan wajah yang menunduk. Ia begitu ketakutan memikirkan apa yang akan terjadi padanya, hingga bagaimana masa depannya nanti, Ia terus berteriak meraung memohon bantuan.


" Toloooong...Siapapun tolong sayaa !!!!"


Zio datang menghampirinya," Tolong jangann,,tolongg seseorang tolong sayaaa !!!" jerit Mayra melihat sepatu pantofel semakin mendekat ke arahnya.


Zio bersimpuh dengan satu kaki sebagai penopangnya mengusap punggung Mayra,lalu mengangkat wajahnya, " Heiii... Ini aku Zio,tenanglah... " seraya membawa Mayra dalam dekapannya, " Aku takuuuttt,aku sungguh takutt Zioo ...hu..uuu...huu " ucap Mayra terbata dengan badan yang gemetar hebat,hingga akhirnya ia pingsan. Begitu syoknya ia.


Zio segera menggendong Mayra menuju lobby ke arah mobilnya,pandangan mata para karyawan di lantai bawah tak terelakkan,mereka saling berbisik menggunjingkan apa yang tengah terjadi hingga seorang Ziovano menggendong seorang wanita.


" Segera bungkam mulut mereka semua,dan habisi tua bangka sialan itu." geram Zio,dengan pandangan mata pada Mayra yang tak teralihkan. " Ohh.... Shittt" gumamnya dengan memukul pintu di sisi kanannya. Ia begitu menyesal karena membiarkan ego gilanya menggerogoti dirinya hingga membiarkan Mayra begitu saja di ruang rapat tadi.


Jika ia tak mendengar Pak Johan yang bertanya pada resepsionist tentang Mayra,apa yang akan terjadi dengan Mayra. Ia benar-benar merutuki kebodohan seumur hidupnya ini.


***


Zio telah berdiri dengan tangan bersedekap memandangi Mayra yang terbaring tak berdaya, kamu begitu ringkih dan lemah Mayra. Tapi aku tahu,hatimu sebegitu kuatnya, hingga bisa mempengaruhiku sampai sekhawatir ini.


Cklekkk


Radit datang dengan membawa Dokter wanita.


Dokter mulai memeriksa Mayra,ia ingin bertanya apa yang terjadi melihat keringat dingin dalam tubuh Mayra,namun tak berani menatap mata khas pemangsa ala Zio.Akhirnya ia membuka suara," Sepertinya ia syok berat tuan,saya akan berikan resep untuk menenangkannya,jika terjadi hal buruk setelah ia bangun, harap segera bawa ke Rumah Sakit. Saya permisi." ucap sang Dokter pada akhirnya,lalu melenggang dari kamar Zio.


Zio menghela nafas kasar,sungguh ia tak seperti Zio yang biasanya,membuang waktu hanya untuk memandangi seseorang seperti ini. Padahal biasanya,ia sama sekali tak bisa menyia-nyiakan waktu.Hingga menanamkan doktrin pada para karyawannya ' Waktu adalah uang, jangan pernah menyiakan waktu jika tak ingin semua kesempatan sirna karenanya.' karena itulah disipliner para karyawannya berada di atas rata-rata.


Zio masih saja berdiri bersedekap dengan memandangi Mayra,hanya memandangi tanpa menyentuhnya,memikirkan semua kemungkinan jika Mayra bangun nanti. Akankah menjerit ketakutan melihat dirinya ? akankah depresi karena kejadian naas yang mendatanginya tadi ? bahkan,akankah ia jadi trauma seperti yang ia alami ? sama sekali otaknya tak bisa berhenti berfikiran negative.

__ADS_1


Cklekk


Radit tiba setelah menyelesaikan tugas membereskan masalah di perusahaan properti dan menghabisi Pak tua dalam arti karirnya." Bagaimana keadaan nona,tuan ?" ia memberanikan diri untuk bertanya.


" Seperti yang kau lihat." ucapnya dengan raut gusar.


Radit memandangi Mayra yang terbaring tak berdaya."Jangan memandanginya terlalu lama. Cepat carikan aku makan siang sana." masih ada saja sudut hati yang tak terima dalam dirinya.


" Sudah saya taruh di meja makan tuan."


" Bawa ke sini,aku ingin makan disini."


" Tapi disini tidak ada meja dan kursi tuan."


Siall !


" Belikan ! Cih." seraya melenggang menuju ruang makan.


Sabarrr,,,sabarrrr batin radit dengan mengelus dada.


semoga anda lekas membaik nona.


" Heyy Radit ! cepat periksa dokumen yang kau bawa itu,jangan membuang waktuku dengan lamunan tak berguna !! " terdengar suara Zio dari ruang makan yang kian menggema,melihat Radit tak kunjung keluar juga.


Sialannn,apa yang di lakukannya di dalam !


》》》》》


Gimana ? ada yang tegangkah ?? selamat bertegang riaaa ..... hahahaaa

__ADS_1


tenangg besok ku kasih yang sweet sweeett dahhh,jangan lupa pencet likenya dulu doooong .....


tengkiyuuuu 💚💚💚


__ADS_2