KEKASIH PALSU

KEKASIH PALSU
Berita Pertunangan


__ADS_3

" Lah uda kaya syuting sinetron deh." suara Khadija menggema diantara keharmonisan keluarga cemara yang saling melepas rindu di dapur.


" Apa si dek,ganggu deh.." protes Mayra pada sang Adik.


" Lagian kaya bocah baru pulang dari Pesantren aja,peluk-pelukan 'Aku kangen Pak,Buk hu..hu..hu' padahalmah udah berumur gitu." ucap Khadija dengan suara agak di buat-buat dramatis.


" Terserah dah jahh ..." seraya menyuapi kedua orang tuanya kue dengan bergantian,membuat gadis SMA kelas XI itu bergidik karena tak pernah melakukan hal itu pada Bapak dan Ibunya,menggelikan pikirnya.


"Kak May kalo beliin jangan sepatu muluk napa,bosen tau." suara sang adik bungsupun mulai terdengar dengan iringan langkahnya menuju dapur.


"Hahh? bosen katanya,trus maunya apa?" Mayra mencoba sabar menghadapi Fahmi.


"Kamera DSLR gitu..."celetuk Fahmi.


"Giling masih SD uda kenal aja DSLR." heran Mayra dengan permintaan sang adik.


"Emang kenapa,kata temenku aku tu bakat jadi fotografer,hasil jepretan aku tuh uhhh...Ampuhh" suara Fahmi begitu meyakinkan.


"Prettt...Mana ada." Mayra mengejek.


"Dibilangin juga,ntar ya liat kalo uda gede bakalan jadi Fotografer terkenal Sejagat Raya.Ha..Haa..Haaa" Fahmi berbangga diri.


"Dihh halu bangett ." Khadija menimpali,yang diiringi gelak tawa sang keluarga cemara.


Lima hari berlalu sejak kedatangan Mayra dan tibalah hari untuk kembali ke Ibu Kota,tempatnya mengadu nasib.Hari-hari yang di lewatinya di kampung halaman sungguhlah menyenangkan canda tawa nan bahagia dari keluarganya begitu mengguyur hatinya dengan cinta kasih keluarga yang tiada tara,membuatnya seketika melupakan luka di hatinya dan memutuskan mulai menghapus Aldo dalam hidupnya.Dia begitu bersyukur karena memiliki keluarga yang amat menyayanginya dan menganggapnya berharga lebih dari apapun.


"Udah siap May,ayok berangkat nanti ketinggalan kereta lo." tutur bapak seraya merapikan pakaian batik yang melekat di tubuh berisinya dengan perut yang sedikit buncit.


"Iya Pak,Buk aku pamit dulu ya,Ibuk sama Bapak baik - baik ya dirumah sama adek juga jangan nakal,kalian jagain Bapak sama Ibuk yang bener." tutur Mayra seraya mencium tangan Ibunda tercintanya lalu naik ke motor dengan tangan melambai-lambai.Terlihat butiran air bening mulai meluncur di pipinya yang langsung dihapus olehnya.Berpisah dengan keluarga setelah semua kehangatan yang ia dapatkan,seperti membangunkannya dari mimpi indah.


"Iya May udah ga usah khawatirin yang disini,khawatirin itu jodohmu kok ya gak ketemu-ketemu sampe jadi perawan tua begini,walah nyasar kemana sebernya tu jodoh,jangan-jangan nyangkut di pohon tetangga lagi." celoteh Ibu panjang lebar,yang sebenarnya begitu menginginkan putrinya segera melepas status lajangnya.


Mayra hanya menghela nafasnya panjang dan membuangnya kasar,mendengar celotehan sang ibu yang ujung-ujungnya menyuruhnya menikah.


"Ka May jangan lupa kamera DSLRnya yaaa ..." ucap Fahmi dengan mata berbinar seolah tak menggubris raut kesedihan diwajah sang kakak.


" Ya nanti kalo kamu dapet juara tiga besar kaka beliin,belajar yang rajin yaa kalian.Daa....." Janji Mayra.

__ADS_1


Suara deru motor bapak membelah jalan perkampungannya,ya motor astra grand yang dibeli Bapak di awal keluaran terbarunya dulu begitu menyimpan berjuta kenangan bagi keluarganya.Begitu menyenangkan mengingat masa-masa indahnya berjalan-jalan satu keluarga dengan motor tersebut,hingga tak terasa sanpailah mereka di Stasiun.


"May kamu hati-hati ya disana,jaga hati dan fikiran agar tetap selaras sejalan,mengertikan?" nasihat sang bapak yang singkat,padat dan begitu jelasnya membuat hati Mayra sedikit tergetar.


" Iya Pak..." sambil meraih tangan bapak lalu menciumnya.


Setelah menempuh perjalanan dengan kereta,akhirnya sampailah Mayra di Ibu Kota.Hanya suara klakson dan asap yang menyambutnya disini.


Karena kang ojol yang dilarang ke Stasiun,jadi Mayra menghubungi sahabatnya Tika untuk menjemputnya tadi ketika masih di kampung halamannya.Namun belum deringan telfonnya selesai Tika telah menghampirinya di tepi jalan raya.


Tinn...Tinn...


" Hello,akhirnya balik juga gadiskuh ini."


"Iya cintaku...!." seru Mayra seyara mendudukkan dirinya di atas jok motor sang sahabat.


Motor operasional butik Tika pun membelah padatnya jalanan ibiu kota,hingga sampailah di tempat kostnya.


"Uhhh kasurku,i miss you !!" seru Mayra seraya merebahkan dirinya di atas kasur kesyangannya itu


"Hahaa... Kangen doong masa ga kangen sama sahabat bawalku satu ini." dengan memeluk sahabatnya kemudian.


"Apaaa ?!!" pekik Tika.


"Hehe...Bawel yaelah gitu aja ngambek,ntar nambah kusut dah tu muka." kekeh Mayra.


Sesungguhnya Tika bersyukur karena sahabatnya terlihat begitu bersemangat dan sangat ceria kini,hingga seri-seri menghiasi wajah cantik wajah sang sahabat.


Mayra bergegas untuk membersihkan diri,mengingat hari yang sudah mulai petang.Sedang Tika membuka buka paperbag bawaan Mayra yang isinya rendang yang dimasak Mayra dengan sang ibu tadi pagi.Begitu menggugah selera,segera saja Tika mengambil nasi yang di masaknya tadi pagi.Kebiasaan anak kost nasi masak sendiri lauk tinggal beli.Haha


" Uhh,,gile May masakan emakmu the best dah pokonya mah." ucap Tika seraya menjilat-jilati bumbu rendang yang menempel pada tangannya.


"Emang...Emak siapa dulu dong Almayra gitu lohh." sombong Mayra.


" Serah dahh" acuh Tika lalu meminum air dari sebuah botol air mineral.


....

__ADS_1


..


.


Hari senin,awal hari yang begitu membosankan karena segudang pekerjaan yang telah menannti lima hari kedepan.Namun ya tetap harus di lalui untuk mengais rezeki.


"Pagi ... Pagiiii ...Paagi...." ucap Mayra dengan rekah senyum yang menawan seperti yang sebelumnya ia lakukan sebelum kandasnya hubungan percintaannya dulu, pada teman kantor yang mengenalnya. Ya, Mayra telah kembali sosok cerianya yang mencairkan suasana tegangnya hari senin,inilah dia yang sesungguhnya.


"Pagiii semuanyaaa....Semangat hari Seniinn fighting" seru Mayra pada teman satu divisinya.


"Fyuhh...Mak lampir dah balik deui..." celetuk Anton yang seketika mensmdapat toyoran dari Rindi.


"Aduhh...Sakit woy!!" seru Anton.


"Lebay deh,laki ko gitu aja sakit" ketus Rindi yang seketika membungkam mulut Anton dengan roti yang di bawanya.


"Emm..Mmm....Mmmm."


"Gimana May bapak sama ibu sehat aja kan? " tanya Rindi yang telah mengenal keluarga Mayra,karena dulu waktu kuliyah dia sering mengantar Mayra pulang dengan mobilnya.


" Alkhamdulillah,baik ko Rin..." Jawab Mayra.


Di tengah obrolannya dengan sahabatnya ada seorang OB yang memberikannya sebuah map coklat,yang katanya adalah paket namun tak ada tulisan dari mana asalnya.


"Coba buka May." ucap Rindi.


Mayra sedikit ragu untuk membukanya,namun ia memeranikan diri lalu membukanya.Sebuah undangan nampaknya namun dari siapa batin Mayra berseteru.Dan setelah membaca tulisan disana,jantungnya bagai dilanda longsor kembali merosot seperti tak tersisa.Wajah ceria nan berseri seketika berubah pias,begitu terkejutnya ia.


"Kenapa sih May ko tegang gitu ?" ucap Rindi seraya mengambil undangan dari tangan Mayra.


Di sana tertulis pertunangan Aldo & kalista.


"Whattt !!! " Rindi berseru dan mengepalkan tangan di atas meja lalu menghantamnya.


,,,,,,,


Jangan lupa dukungannya ya,biar tambah semangat ni Author nulisnya 💚💚

__ADS_1


__ADS_2